
Setelah kembali ke rumah, Sofia kembali disibukkan dengan persiapan pernikahannya. Ia hari ini akan mencoba gaun pernikahannya di rumah, karena Reina langsung menyuruh desainernya untuk datang. Hingga Alfi pun mau tak mau datang ke rumah Sofia untuk mencoba gaunnya disaksikan oleh banyak orang, mulai dari keluarga hingga para pelayan yg ada disana. Sungguh malu sekali bagi Alfi, apalagi semua orang akan tahu lebih dahulu dan tak terkejut akan penampilannya dan juga Sofia.
"Harusnya pakaian ini akan jadi kejutan tapi banyak orang melihat terlebih dahulu.." gumam Alfi dalam hati. Apalagi membayangkan dirinya ditonton banyak pelayan yg bekerja dirumah Sofia, sungguh ia merasa malu jika jadi pusat perhatian begitu.
Alfi pun tiba di rumah Sofia, para penjaga pun membiarkannya masuk dan mengantarkannya menuju ruangan yg telah diperintahkan. Disana sudah ada Sofia, Reina dan juga Satria sementara Kenan tak terlalu tertarik.
Alfi pun tiba diruangan tersebut, pintu pun diketuk oleh penjaga yg membawa Alfi dan mereka yg berjaga langsung membukakan pintunya.
"Silahkan masuk tuan.." ucap penjaga.
"Terimakasih.." balas Alfi.
"Alfi kau datang juga.." ucap Sofia.
"Aku senang kau datang tepat waktu, masuklah.." ucap Reina.
"Terimakasih Aunty.." balas Alfi tersenyum.
"Alfi kau tenang saja, ini ruangan privat.. hanya kita yg melihatnya.." ucap Sofia.
"Benarkah?? Syukurlah.." balas Alfi.
"Ya.. jangan gugup.. hanya ibuku dan beberapa desainer yg akan melihat dan berkomentar." ucap Sofia.
"Alfi ibumu mana? kenapa belum datang?" tanya Reina.
"Ibu bilang akan sedikit terlambat Aunty, karena ada operasi mendadak.." balas Alfi.
"Oke.. kita tunggu sebentar lagi saja.." ucap Reina.
"Baik ibu.." balas Sofia.
Mereka pun menikmati camilan dan mengobrol santai sembari menunggu Siska tiba. Dan tak lama Siska pun tiba dengan tergesa-gesa.
"Silahkan masuk nyonya.." ucap penjaga.
"Siska akhirnya kau tiba juga.." ucap Reina.
"Maafkan aku Rei, dijalan macet padahal aku sudah memperkirakan waktunya.." ucap Siska.
"It's Oke.. ayo masuk.." ucap Reina setelah berpelukan dengan sahabatnya.
"Sekarang tinggal ayah kalian, sudahlah kalian coba saja nanti mereka pasti datang atau kami kirimi gambarnya saja.." ucap Reina.
"Ya kau benar Rei, kalau menunggu mereka berdua pasti lama sekali.." ucap Siska.
"Baiklah aku akan masuk.." ucap Sofia diantar oleh desainer yg akan memakaikan bajunya dibantu asistennya.
"Baiklah aku juga masuk.." ucap Alfi diantar menuju ruang ganti.
Sofia pun dibantu oleh beberapa orang untuk memasang gaunnya. Dan juga menata sedikit rambutnya. Alfi pun keluar lebih awal karena memang pakaian pria sangat simple dan bisa dipakai sendiri. Berbeda dengan gaun yg butuh beberapa orang untuk membantu memakaikannya.
Alfi pun muncul, dan langsung disaksikan oleh kedua ibunya.
"Wah Al kau sangat tampan dengan pakaian itu.." ucap Reina.
"Terimakasih Aunty.." ucap Alfi.
__ADS_1
"Panggil aku ibu saja.. " pinta Reina.
"Baik ibu.." ucap Alfi.
"Al kau putraku yg terbaik.." ucap Siska sementara Alfi hanya tersenyum.
Tak berapa lama Sofia pun muncul, dibantu oleh beberapa asisten.
"Silahkan nona pelan-pelan.." ucap asisten disainer tersebut.
"Sofia ini benar kau kan?? sungguh anggun sekali putriku tak seperti biasanya.." ucap Reina.
"Terimakasih ibu, tapi kenapa gaunnya panjang dan besar sekali?" tanya Sofia.
"Ini Limited Edition, jadi hanya kau yg memilikinya.. dan juga lihatlah gaunnya sangat indah.." ucap Reina.
"Tapi bu, berat sekali dan aku sulit berjalan tanpa bantuan asisten.." ucap Sofia.
"Sudah kau hanya akan memakainya sehari saja.." ucap Reina.
"Baiklah.." balas Sofia yg sudah membayangkan memakainya seharian.
"Sofia kau sangat cantik dengan gaun itu, sangat cocok denganmu.." ucap Alfi.
"Terimakasih Al.." ucap Sofia.
"Bertahanlah, nanti kita cari cara mengatasinya.." ucap Alfi.
"Oke.. mari kita pikirkan nanti.." balas Sofia.
"Baiklah, jadi gaunnya sudah sangat cocok dan ukurannya juga pas jadi takkan ada yg berubah hingga hari pernikahan.. aku hanya bisa tersenyum memandang kalian berdua yg bersedia memakai pakaian rancanganku dan juga omaku.." ucap Cindy cucu dari oma Berta.
"Terimakasih nona Cindy.. aku dengan senang hati akan memakainya.." ucap Sofia.
"Terimakasih nona Sofia, tuan Alfi aku turut mendoakan kebahagiaan untuk pernikahan kalian.." ucap Cindy.
"Terimakasih nona Cindy.." balas Sofia dan juga Alfi.
"Terimakasih nona Cindy atas doanya pada anak kami.." ucap Reina.
"Terimakasih nona, jasamu sangat berarti bagi keluarga kami.." ucap Siska.
"Sama-sama nyonya.." balas Cindy.
Tak lama para ayah pun tiba.
"Silahkan masuk tuan.." ucap penjaga.
"Akhirnya yg ditunggu-tunggu pun tiba.." ucap Reina pada Siska.
"Kau benar.. mereka baru saja tiba..untung kita mulai sebelumnya.." ucap Siska.
"Wah Sofia kau sangat cantik dengan gaun itu.. ayah bahagia melihatnya.." ucap Satria.
"Benar Sofia sangat anggun dengan gaun itu, siapapun pasti terpana saat melihatnya.." ucap Bima.
"Dan jangan lupakan putramu, lihat dia sangat tampan dengan pakaiannya.." ucap Satria.
__ADS_1
"Tentu saja, dia kan mirip denganku.." ucap Bima.
"Iya kau benar, setidaknya dia mengikuti rupamu bukan sifatmu.." ucap Satria.
"Senior memang sifatku kenapa?" tanya Bima.
"Akh.. kau itu masih saja tidak peka dan juga kaku.." ucap Satria.
"Benarkah??.." ucap Bima tak percaya.
"Sudahlah, kau tetap sahabatku meski begitu dan akan menjadi besanku.." ucap Satria.
"Kau benar senior.." balas Bima tak perduli dengan perkataan Satria sebelumnya.
"Baiklah, kalian sudah puas bukan melihatnya??" tanya Sofia.
"Tunggu, foto 1x untuk Kenan.. agar adikmu tahu.." ucap Reina.
"Oke.." balas Sofia.
Setelah berfoto Sofia pun segera kembali ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Ia masih tak mengerti mengapa gaunnya sangat besar dan berekor panjang. Kata ibunya gaun ini sangat tren diluar negeri, dan Sofia kemarin mengiyakan saja. "Harusnya aku melihat dulu rancangannya, bukan asal ukur saja.." gerutu Sofia dalam hati.
Sofia sangat menyesal akan kebodohannya yg percaya begitu saja pada selera ibunya. Walau bagus, mewah dan berkelas, tapi itu merepotkannya saat bergerak karena harus dibantu beberapa orang.
Saat itu, kondisi Sofia memang pasca misi yg menyebabkan bagian tubuhnya masih sakit akibat tembakan. Hingga Sofia kurang bebas bergerak, dan malas untuk melihat detailnya. Kini ia hanya bisa menerima gaun yg akan dikenakannya di pesta pernikahannya. Walaupun saat ijab ia akan memakai kebaya yg ringan dan nyaman.
Sementara Kenan, ia masih merasa tak enak pada Alice. Ia pun mengajaknya untuk berbelanja pakaian di butik oma Berta. Alice pun mau tak mau mengikutinya karena orangtuanya sangat percaya pada Kenan.
"Alice apa aku berbuat kesalahan?" tanya Kenan saat di dalam mobil.
"Tidak.. " balas Alice datar.
"Baguslah, ayo kita cari gaun dan pakaian yg cocok untukku.." ucap Kenan.
"Baiklah.." balas Alice.
Sesampainya dibutik, mereka berdua disuguhkan dengan pakaian couple. Kenan pun bingung akan pilihan yg cocok dengan Alice. Hingga ia menyerahkannya pada Alice. Alice pun memilihkannya dengan teliti. Setelah itu ia menunjukkannya pada Kenan agar Kenan melihat pakaian yg akan dikenakannya. Kenan pun mengiyakan saja karena ia yakin Alice memiliki selera yg bagus.
"Silahkan dicoba tuan.." ucap pegawai yg bekerja disana.
"Baik.." ucap Kenan.
Alice pun sudah masuk ke fitting room terlebih dahulu. Dan mereka pun keluar bersamaan.
"Bagaimana?" tanya Alice pada pegawai disana.
"Ya Tuhan.. sangat cocok untuk anda nona.. anda benar-benar cantik.." ucap pegawai disana terpana.
"Benar, kau sangat cantik Alice.." ucap Kenan spontan membuat Alice merona.
"Terimakasih semuanya.. " balas Alice lalu kembali ke fitting room karena sadar wajahnya memerah.
"Anda juga tuan, setelan ini sangat pas buat anda.." ucap pegawai.
"Terimakasih, aku dan adikku akan mengambil yg ini.." ucap Kenan.
Alice pun mendengarnya, "Jadi aku hanya dianggap adik?? kurasa aku terlalu berharap padanya.." gumam Alice dalam hati.
__ADS_1