Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.142


__ADS_3

Hari pertunangan pun tiba, semua orang nampak bersiap. Terutama Sofia yg menjadi peran utamanya, ia sedang dirias di kamarnya. Ia pun teringat pada acara pertunangan dan pernikahan yg merupakan rencana gilanya untuk menangkap Vall. "Tidak akan terjadi hal gila lagi kan?? aku hanya perlu menurut sehari ini.." gumam Sofia dalam hati.


Sementara Kenan tengah mengatur cctv di ruang kontrol, karena kini yg mengatur segalanya adalah Kenan dan asistennya, apalagi terjadi di salah satu hotel milik S Group. Tentu saja Bima yg memimpin tim SHIELD untuk mengamankan lokasi.


Sofia pun cukup bahagia hari ini, walaupun ia sedang menjalani makeup yg merepotkan tapi ia menjalaninya dengan hati senang. Reina pun menemaninya sembari ikut dirias hari ini. Dan sejak semalam mereka sudah menginap dihotel agar lebih mudah dalam bergerak, begitu juga dengan Alfi dan keluarganya.


"Oh Sofia putriku kau akan bertunangan juga hari ini, ibu sangat bahagia dan bersyukur.." ucap Reina.


"Iya ibu, dan aku sangat gugup.. " ucap Sofia.


"Tenanglah sayang, kau melawan penjahat saja tidak gugup masa hanya pertunangan kau gugup.." ucap Reina.


"Yah kalau penjahat aku tinggal hajar, kalau ini salah sedikit aku akan malu dan keluarga kita akan terkena imbasnya.. " ucap Sofia.


"Terimakasih telah mengkhawatirkan nama baik keluarga kita, tapi ini harimu dan hotel ini milik ibu siapa yg berani meremehkan kita?" ucap Reina.


"Ibu benar, aku akan berusaha sebaik mungkin.." ucap Sofia.


"Ya Sofia kau santai saja, ibu akan selalu berada di sampingmu.." ucap Reina.


"Iya ibu Terimakasih.." ucap Sofia menggenggam tangan ibunya dan Reina dapat merasakan tangan putrinya cukup berkeringat dan terasa dingin tanda Sofia sangat gugup. "*Baru pertunangan saja kau gugup, bagaimana jika menikah? Sofia kau anak gadisku yg unik.." gumam Reina dalam hati.


☘☘☘*


Dikamar lain, Siska dan Alfi juga sedang bersiap. Siska yg sedang dirias sementara Alfi sedang dirapikan rambutnya karena ia tak mau menggunakan makeup.


"Untung saja kau tampan Al jika tidak ibu akan memaksamu memakai make up.." ucap Siska.


"Tentu saja, memangnya aku anak siapa hingga tampan begini?" ucap Alfi tersenyum.


"Tentu kau mirip denganku, dan sedikit mirip juga dengan ayahmu.." ucap Siska.

__ADS_1


Ya, makeup bagi laki-laki kini bukan hal luar biasa lagi. Karena banyak orang yg ingin menampilkan kesan tegas dan sebagainya. Walaupun hanya makeup tipis tapi mampu mengubah penampilan pria menjadi karakter yg diinginkan. Terutama di momen-momen penting saat pernikahan dan acara besar lainnya dan pastinya bagi orang-orang yg ingin tampil sempurna. Buktinya ada banyak skincare bagi laki-laki yg bermunculan. Ada juga orang yg ingin menutupi tato dan sebagainya pada acara resmi. Tapi semua itu bergantung pada pilihan masing-masing orang, begitu dengan Alfi yg tak ingin wajahnya memakai makeup karena dia merasa tak ada yg salah dengan wajahnya.


Alfi dan ibunya pun kini telah siap dan menanti acara dimulai. Begitu juga dengan Sofia dan Reina. Mereka sedang menunggu di kamar mereka untuk dijemput oleh tim SHIELD yg menandakan acara akan segera dimulai.


Dan saat yg ditunggu-tunggu pun tiba, para tamu undangan mulai berdatangan tanda acara akan segera dimulai. Mereka mulai menempati tempat yg disediakan. Kenan pun sudah selesai mengecek situasi dan juga cctv di ruang kontrol. Ketika semua sudah aman terkendali Kenan pun meninggalkan ruangannya dan menuju tempat acara menyambut para tamu.


Sementara tim SHIELD mulai bergerak menjemput Sofia dan juga Alfi. Mereka terbagi dalam 2 tim yaitu tim A untuk Alfi dan tim S untuk Sofia. Mereka diperintahkan langsung oleh Bima dan Satria untuk menjemput anak dan istri mereka.


"Tim A dan tim S cepat bergerak.." ucap Bima.


"Siap tuan.." balas mereka.


Dan mereka pun langsung menuju kamar Sofia dan Alfi. Mereka dijemput dan dikawal ketat demi keamanannya. Dan mereka langsung menuju ke tempat yg sudah dipersiapkan, sementara MC sudah memulai acaranya. Kenan pun menyambut para tamu dengan sabar mengingat beberapa rekan bisnisnya juga ikut diundang. Apalagi mengingat kejadian pernikahan Sofia yg gagal di Italia membuat citra Sofia sedikit rusak dimata beberapa rekan bisnis Kenan.


Acara demi acara pun berjalan hingga sesi pertukaran cincin pun dimulai. Dimana Alfi mengeluarkan cincin berlian dari kotaknya dan memasangkannya dijari manis Sofia. Awalnya Sofia cemas takut cincinya tidak muat, hingga tangannya terasa amat dingin.


"Tenanglah Sofia ini akan segera berakhir.." ucap Alfi pelan saat tahu tangan Sofia sangat dingin.


Setelah cincin Sofia terpasang dan pas di jari manis Sofia, ia pun tersenyum dan memakaikan Alfi cincin di jari manisnya. Semua orang pun tampak bersorak dan bertepuk tangan setelah cicin dipakaikan. Kini mereka pun berfoto untuk kenang-kenangan sembari memperlihatkan cincin di jari manis mereka. Senyum pun mengembang di wajah mereka berdua beserta keluarga besarnya. Bahkan Doni yg tampak selalu serius pun menitihkan air mata.


"Kakek menangis?" tanya Jojo memberikan sapu tangan.


"Tidak Jo, ada debu yg masuk di mataku.. " balas Doni berbohong sambil menerima sapu tangan milik Jojo.


"Jo ini sudah tahun berapa dan anak muda sepertimu masih membawa sapu tangan.." ucap Doni.


"Ayahku yg mengajarinya.." ucap Jojo bangga.


"Dan kakek aku tahu kalau kakek tersentuh dengan pertunangan kak Sofia.." balasnya lagi.


"Aku hanya senang kini aku tak perlu mengkhawatirkan kegilaannya, apalagi jika sudah menikah pasti Alfi yg akan mengatasi kegilaan Sofia.." ucap Doni tersenyum. Sementara Jojo pun ikut tersenyum bahagia melihat kakak sepupunya bertunangan dengan kekasihnya.

__ADS_1


☘☘☘


Di tempat lain ada pasangan baru yg ikut bahagia melihat kebahagiaan Sofia dan Alfi. Mereka adalah Eva dan juga Kevin. Setelah Kevin menyelesaikan semua tugasnya, Kenan memberinya waktu free untuk bisa bersama dengan Eva. Mereka pun duduk berdua di meja yg telah disediakan.


"Kevin aku bahagia melihat nona Sofia bisa bertunangan." ucap Eva.


"Aku juga bahagia Eva, aku juga ingin seperti mereka.." ucap Kevin.


"Ayo kita bertekad untuk menikah, mau sampai kapan kita berpacaran begini?" tanya Eva.


"Ya aku juga berpikiran yg sama.." balas Kevin.


"Ya, mari kita bekerja keras dan menabung demi mempersiapkannya.. " ucap Eva.


"Aku terharu dan bangga memiliki kekasih sepertimu, maaf ya aku berjanji nanti setelah menikah aku takkan menyusahkanmu.." ucap Kevin.


"Uuu Soo Sweet.." balas Eva.


"Ck.. kalian ini bucin sekali.. aku jadi mual mendengarnya.." ucap Kenan saat melintasi mereka berdua.


"Tuan, jangan bicara begitu nanti tuan merasakannya sendiri baru tahu rasa, bagaimana bucin dan cinta mati pada seorang gadis.." ucap Kevin.


"Kurasa aku takkan begitu.." ucap Kenan lalu melambaikan tangan.


Sementara Eva dan juga Kevin pun tersenyum.


"Dasar awas nanti kalau bucin pada wanita dan menyusahkanku.." ucap Kevin.


"Sudahlah, dia itu atasanmu tidak baik.." ucap Eva.


"Iya sih kau benar.." balas Kevin tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2