
Sofia yg terbaring lemah di ruang rawat pun merasakan bosan. Begitu bangun ia merasakan nyeri pada kaki dan lengannya, hingga ia tak bisa beranjak dari ranjangnya. Baik Kenan maupun kakeknya meninggalkannya sendirian agar ia beristirahat dengan benar, karena kalau ada mereka Sofia pasti merengek minta pulang ke rumah.
Sofia pun menarik nafas panjang karena kali ini lukanya lumayan sakit. "Belum ada sebulan dari insiden di Itali aku sudah dirawat lagi.." gumam Sofia.
Lalu tiba-tiba Alfi datang.
"Tentu saja kau harus dirawat, lihat saja lengan dan kakimu.. " ucap Alfi masuk ke ruangan setelah mendengar keluhan Sofia.
"Al apakah luka ini bisa cepat sembuh, aku harus pergi mencari kedua orang tuaku.." ucap Sofia.
"Bisa asalkan kau beristirahat.. kalau aku bisa memberi saran kau jangan pergi ke sana.." ucap Alfi.
"Kenapa? aku begitu penasaran dan ingin memastikan secara langsung.." balas Sofia yg keras kepala.
"Lihat kondisimu.. lalu orang-orang Blackstar sudah muncul di permukaan, kalau kau pergi kesana mungkin mereka akan menyusulmu dan membahayakan orang di sekitarmu terutama warga di pulau tersebut bisa terancam nyawanya.." balas Alfi.
"Sepertinya aku tak punya pilihan, aku harus minta bantuan Kenan.." balas Sofia.
"Bicarakanlah pada Kenan dan kakekmu, ubah rencanamu karena kau dan Kenan sudah menjadi target mereka.." ucap Alfi.
"Iya, terimakasih Alfi kau selalu ada untukku.." ucap Sofia.
"Iya tentu saja.." balas Alfi tersenyum. "Aku akan melindungimu dengan kemampuanku Sofia.." gumam Alfi dalam hati.
"Kini kondisimu sudah lebih baik, hanya perbanmu harus diganti setiap harinya.." balas Alfi.
"Berapa lama aku harus ada disini..?" tanya Sofia.
"Mungkin besok kau sudah bisa pulang.. ingat kau tidak boleh menggunakan lenganmu yg terluka untuk aktivitas berat.." pinta Alfi.
"Iya aku mengerti.." balas Sofia.
"Baiklah, istirahatlah dengan benar.. aku akan pulang .." ucap Alfi.
"Oke.. kau akan kembali besok?" tanya Sofia.
"Aku kan tidak bekerja disini, dan kalian sudah punya dokter disini.." balas Alfi.
"Oh baiklah, aku lupa kalau kau tidak bekerja disini.." ucap Sofia kecewa.
"Tapi mungkin aku bisa datang sebentar besok.." ucap Alfi.
"Benarkah?" balas Sofia.
"Iya, itupun kalau kau belum pulang ya.. " balas Alfi tersenyum.
"Hmm dasar kau ini.. yasudah pulanglah temui kekasihmu atau keluargamu aku bisa mengurus diriku, seperti yg kau bilang disini masih ada dokter yg berjaga.." ucap Sofia.
"Baiklah.." balas Alfi tersenyum. Dalam hatinya Alfi sangat senang melihat respon kecewa Sofia, ia berharap Sofia memiliki sedikit perasaan untuknya. "Kuharap kau memiliki sedikit rasa untukku.." gumam Alfi dalam hati.
__ADS_1
Setelah kepergian Alfi, Kenan datang untuk melihat kondisi kakaknya. Ia juga membawakan baju ganti untuk Sofia.
Tok..tok..
"Masuklah.." ucap Sofia.
"Kau sudah bangun?" ucap Kenan.
"Iya, aku sudah lama tidur .. Kau membawa apa Kenan?" tanya Sofia.
"Hanya baju ganti, memang kau ingin apa?" balas Kenan.
"Aku ingin makanan, disini makanannya tidak enak.. padahal aku pemimpin mereka.." ucap Sofia kesal.
"Haha.. ini kan pusat kesehatan kak, ya makanannya sama seperti rumah sakit.." balas Kenan tertawa.
"Yasudah kau pesankan aku makanan enak, aku tak suka makanan rumah sakit.." ucap Sofia.
"Oke aku akan pesankan.." balas Kenan.
Kenan pun langsung menyuruh anak buahnya untuk membelikan makanan kesukaan Sofia. Dan tak berapa lama makanan pun datang, Sofia dengan semangat membuka bungkus makanan yg dibelikan orang suruhan Kenan.
"Ayo kita makan.." ajak Sofia.
"Aku sudah makan, kakak saja yg makan.." ucap Kenan.
"Baiklah.." balas Sofia. Lalu Sofia makan dengan lahapnya. Ia merasa senang karena tidak harus makan makanan yg menurutnya hambar.
☘☘☘☘
Esok harinya, Alfi datang pagi-pagi sekali. Ia membawa beberapa buah kesukaan Sofia.
Tok..tok..
"Masuklah.." ucap Sofia.
"Hallo Sofia bagaimana keadaanmu?" tanya Alfi.
"Sudah lebih baik, kau niat sekali pagi-pagi sudah datang.." ucap Sofia.
"Aku disuruh ibuku membawakan buah anggur dan berry kesukaanmu.." ucap Alfi berbohong padahal ia sengaja kemarin meninggalkan Sofia untuk berbelanja buah di supermarket.
"Kau itu tahu saja buah kesukaanku.." ucap Sofia melihat buah bawaan Alfi.
"Kau mau mencobanya?" tanya Alfi.
"Tentu.." balas Sofia.
"Eits.. dicuci dulu ya jangan asal makan saja.." ucap Alfi merebut buah yg akan diambil Sofia.
__ADS_1
"Dasar kau ini suka sekali mengerjaiku.." balas Sofia.
Sementara Alfi tersenyum senang melihat Sofia kesal. Ia pun mencuci buah tersebut dan mengelapnya dengan tisu, baru menyajikannya pada Sofia.
"Silahkan nona.." ucap Alfi.
"Terimakasih.." balas Sofia langsung mencicipi buah anggur dari Alfi.
"Sama-sama.." balas Alfi.
Tak lama Kenan dan Doni pun datang untuk membawa Sofia pulang.
"Wah Alfi kau sudah tiba duluan.." ucap Kenan langsung masuk ke ruangan.
"Iya baru saja 15 menit.." balas Alfi.
"Bagaimana kak keadaanmu? sepertinya kau sudah sehat.." ucap Kenan melihat Sofia sedang makan buah.
"Iya tentu, aku kan selalu cepat sembuh.." balas Sofia.
"Yasudah, sekarang kita mulai berkemas dan kembali pulang.." ucap Doni.
"Baik kek.." ucap Sofia.
Perawat pun membereskan barang-barang Sofia. Sementara Alfi membawakan kursi roda karena kaki Sofia masih sakit saat berjalan. Dengan perlahan Kenan membantu Sofia duduk di kursi roda. Lalu ia mendorongnya dan menuju ke mobil. Mereka pun kini sudah meninggalkan pusat kesehatan yg berada di markas SHIELD. Alfi pun mengikuti mobil mereka dari belakang.
Sofia pun bertanya tentang anggota Blackstar yg tertangkap pada Kenan.
"Ken bagaimana dengan ketiga anggota Blackstar itu?" tanya Sofia.
"Mereka masih bungkam, tapi kami sudah menghubungi tim inteljen karena mereka warga negara asing." ucap Kenan.
"Mereka mafia yg berbahaya, aku sudah membaca riwayat mereka.." ucap Sofia.
"Iya tapi kau tenang saja.. untuk sementara kakak istirahat total hingga pulih, baru kita membicarakannya lagi.." ucap Kenan.
"Tapi, mengenai tuan Guido bagaimana menurutmu?" tanya Sofia.
"Aku merasa ide kemarin sangat tidak efektif untuk sekarang.." balas kenan.
"Aku bahkan berfikir ide itu sangat berbahaya, karena mungkin Blackstar akan mengikutiku kemanapun.." ucap Sofia.
"Iya kau benar kak.. nanti kita bicarakan lagi dengan kakek.. pokoknya kakak istirahat total hingga sembuh.." ucap Kenan.
"Iya tapi aku harus mengurusnya, sepertinya aku akan mengirim orangku kesana.. karena situasinya jadi berbahaya sekarang." ucap Sofia.
"Kau benar, tindakan yg bijak.. mungkin kakek dan paman Bima lebih tahu siapa yg bisa dipercaya untuk tugas ini.." ucap Kenan.
"Tapi jika ayah dan ibu benar ada disana kau harus membantuku.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Pasti.. " ucap Kenan.
Mereka pun kini telah sampai di rumahnya. Hanya Kenan dan Alfi yg mengantar Sofia karena Doni harus mengurus SHIELD saat Sofia sakit.