Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP264


__ADS_3

Keesokannya Diana pun memberanikan dirinya untuk bertemu Kenneth dan membahas hubungan mereka. Kenneth pun cukup senang mendengar Diana mau menemuinya. Sesuai keinginan Diana, mereka akan bertemu di sebuah taman.


Kenneth pun tiba lebih awal dan meng-cancel semua jadwalnya demi bisa berbicara pada Diana.


"Dia tidak membohongiku kan?" gumam Kenneth sembari menatap ke kanan dan ke kiri.


Cukup lama Kenneth menunggu hingga kurang lebih 30 menit. Jika bukan Diana jangankan 30 menit, 10 menit pun pasti Kenneth akan pergi karena ia tak suka menunggu dan terlambat.


"Maaf.. aku tadi terkena macet.." ucap Diana yg baru saja tiba.


"Baiklah, silahkan duduk.." balas Kenneth.


"Terimakasih.." ucap Diana.


"Aku terkejut kau mau menemuiku, tapi aku cukup resah tentang apa yg akan kau katakan." ucap Kenneth.


"Aku sesungguhnya tak tahu apa itu cinta, bagiku semua kekasihku hanyalah alasan untuk memperbanyak informasi dan relasi.." ucap Diana.


"Maksudmu? kau benar-benar hanya memanfaatkan mereka?" tanya Kenneth.


"Benar, aku tak pernah mencintai mereka semua. Dan aku juga menyimpan semua data-data mereka untuk dijadikan alasan meninggalkan mereka." ucap Diana.


"Kau cukup mengerikan.." ucap Kenneth.


"Terimakasih, tapi kau masih mau melanjutkan kegilaan ini?" tanya Diana.


"Ya, karena aku terlanjur tergila-gila padamu.." balas Kenneth.


"Kau tidak tanya kenapa aku punya banyak kekasih?" tanya Diana.


"Memangnya kau akan berkata jujur? aku tidak suka memaksa orang lain jujur jika tak merugikanku.." ucap Kenneth.


"Alasannya karena aku sedang mencari Dion.." ucap Diana.


"Hanya itu?" tanya Kenneth.


"Benar, bahkan aku sampai mendirikan beberapa bisnis agar aku punya keuangan yg cukup untuk membayar orang-orang yg memberikan informasi padaku..." ucap Diana.


"Keluargamu sudah tahu?" tanya Kenneth.


"Mereka baru saja tahu, dan mereka sangat terkejut.." ucap Diana.


"Lalu kenapa kau menceritakan ini padaku?" tanya Kenneth.


"Agar kau tahu, kalau aku tidak mengerti apa itu cinta dan kenapa harus menikah.. " ucap Diana.


"Sebenarnya apa tujuanmu setelah menemukan Dion?" tanya Kenneth.


"Aku ingin hidup seperti orang biasa, dan menjual cake lezat yg membuat orang-orang bahagia." ucap Diana.


"Benarkah? lalu karirmu di SHIELD?" tanya Kenneth.


"Aku tahu, ibuku sangat berharap aku bisa meneruskan perusahaannya, jadi aku hanya tinggal menunggu waktu untuk siap ada di kursinya." ucap Diana.

__ADS_1


"Oke. Dan tujuanmu mengajakku bertemu?" tanya Kenneth.


"Keluargaku ingin kita menikah, entah apa yg mereka sukai darimu sampai nenekku berpura-pura sakit.." balas Diana.


"Benarkah? tapi aku tidak menyuruhnya Diana, aku bersumpah.." ucap Kenneth.


"Aku tahu, kau tak mungkin menggunakan cara licik begitu.." balas Diana.


"Lalu sekarang?" tanya Kenneth.


"Aku harus melanjutkan hubungan ini, walaupun aku tak yakin." balas Diana.


"Jangan, karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup." balas Kenneth.


"Kenapa? bukankah kemarin kau bilang menyukaiku..?" tanya Diana.


"Tapi kau menolakku bukan? aku tak mau kau meminta cerai setelah setahun atau beberapa tahun menikah.." ucap Kenneth.


"Kenapa dia tahu tujuanku?" gumam Diana dalam hati.


"Kenapa?? kan kita hanya menuruti kata orang tua kita." ucap Diana.


"Diana bagiku keluarga itu saling mencintai, jika hanya karena tuntutan itu bukan keluarga tapi relasi.." balas Kenneth.


"Tapi.." balas Diana.


"Aku akan membuatmu menyukaiku dan kita akan menikah begitu kau bisa menerimaku.. " balas Kenneth.


"Aku tahu, jadi waktuku tak banyak." balas Kenneth.


"Sudah jika ini yg ingin kau bahas aku akan pergi. Tapi jika tidak ada lagi, kita bisa makan bersama" ucap Kenneth.


"Baiklah, mari kita makan." balas Diana.


Mereka pun makan siang di sebuah resto. Diana pun sangat tidak memiliki nafsu makan saat ini. Pikiran dan hatinya sedang tidak sinkron. Bahkan Diana hampir meminum sup dengan menggunakan sedotannya.


"Stop.." ucap Kenneth menghentikan tingkah bodoh Diana.


"Kenapa?" tanya Diana.


"Mau minum sup dengan sedotan?" tanya Kenneth.


"Oh.. ini..ini.. cara baru.." balas Diana malu.


"Sudahlah, jangan mengelak kau harus relax dan jangan banyak berfikir." ucap Kenneth.


"Sungguh aku tak apa.." balas Diana berbohong.


Setelah makan siang, Kenneth mengantarkan Diana pulang setelah melihat tingkahnya yg aneh dan kurang konsentrasi. Diana pun ikut saja karena memang ia sangat tertekan oleh perjodohan ini.


"Masuklah, dan istirahatlah.. jika perlu kau pergi liburan.." ucap Kenneth.


"Terimakasih atas saran dan tumpangannya." balas Diana lalu masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Kenneth pun melihat wajah Diana yg tertekan, ia merasa kasihan dan tak ingin memaksakan keinginan orang tua mereka. Lalu ia menghubungi Dion dan Brian untuk mengajak mereka bicara.


Setelah bertemu si sebuah cafe, Kenneth pun mulai mengatakan keinginannya. Ia bertanya apakah mereka berdua bisa mengajak Diana pergi berlibur. Dan hal tersebut membuat keduanya terkejut.


"Ada apa ini?" tanya Dion.


"Kau tidak sadar saudarimu sedang tertekan.?" tanya Kenneth.


"Aku tahu, aku belum sempat bicara karena sibuk bekerja." ucap Dion.


"Aku juga terlalu sibuk bekerja belakangan ini.." balas Brian.


"Tapi aku tahu kalau Diana sedang banyak pikiran.. pekerjaannya berantakan sampai meminta bantuanku.." ucap Brian.


"Aku juga tahu, karena dia tiba-tiba menangis setelah insiden di resto kemarin." ucap Dion.


"Apa? Diana menangis?? itu jarang terjadi dan mustahil, setahuku Diana tak pernah menunjukkan air matanya." ucap Brian.


"Maka dari itu aku meminta bantuan kalian, hiburlah Diana.. " ucap Kenneth.


"Kenapa tidak kau saja?" tanya Brian.


"Aku tak mungkin mengajaknya liburan dan menginap, yg ada Diana makin tertekan karena banyak penjagaan." ucap Kenneth.


"Itu benar, mom pasti tak ingin kau berbuat macam-macam." ucap Dion.


"Yah, itu benar. Bagaimana Dion? apa kau ada waktu?" tanya Brian.


"Brian untuk kali ini tolong bantu Diana, aku tak mungkin cuti karena aku baru saja bekerja beberapa hari. " ucap Dion.


"Aku mengerti sepupuku, aku pun takkan mengijinkan anak baru sepertimu untuk cuti." ucap Brian.


"Baguslah, kau ajak dia liburan agar ia tidak tertekan. Kau paling mengenalnya bukan?" tanya Kenneth.


"Ya.. aku tahu kemana harus membawanya pergi. Tapi aku juga harus meminta ijin ayahku.." balas Brian.


"Kau pasti diijinkan.. " ucap Dion.


"Dan untuk mom dan dadku, biar aku yg urus." ucap Dion.


"Oke.. nanti aku lihat jadwalku bulan ini dulu.." balas Brian.


Setelah pertemuan itu, Brian menghubungi asistannya Dave untuk mengecek semua jadwalnya. Setelah ia mendapatkan jadwal yg kosong, ia segera berbicara pada dadnya untuk membantu Diana menghilangkan stres dan tekanannya. Kenan pun mendukung niat baik putranya. Namun, Iris ingin ikut membuat Brian harus ekstra sabar menghadapi adik perempuannya itu. Akhirnya mau tak mau Brian juga mengajaknya, karena ia pasti harus ekstra menjaga adiknya yg manja dan suka seenaknya sendiri.


"Kenapa kau itu mengikutiku terus.?" ucap Brian.


"Kau kenapa hanya mengajak kak Diana saja? aku juga kan saudarimu." ucap Iris.


"Aku sedang menghiburnya. Lagipula, kita ini beda umur dan beda selera juga, sementara Diana dan aku hanya berbeda 1 tahun selera kami juga sama." ucap Brian.


"Pokoknya aku mau ikut. Titik." balas Iris.


"Kalau begitu jangan manja dan merepotkan." balas Brian pergi meninggalkan Iris yg berhasil ikut dengan wajah bahagia.

__ADS_1


__ADS_2