
Sofia yg berada di pesawat jet yg tengah mengejar kapal selam itupun terus mengikuti radar yg bergerak menuju selatan. Namun, ada yg tidak beres berdasarkan radar mereka. Yakni ada pesawat yg mengikuti mereka dari belakang. Sofia pun menarik nafas kasar, dan memerintahkan mereka untuk berhenti mengikuti kapal selam tersebut.
"Kap, hentikan pengerjaran karena mereka bisa tahu kemana arah kapal selam kita.." ucap Sofia.
"Baik nona, dan sepertinya ada pesawat yg mendekat kemari.."
"Berhati-hatilah, kita putar arah.. dan rencana berubah.. " ucap Sofia.
"Siap nona.."
Dan mereka pun memutar arah untuk mengecoh lawan yg mengikuti dari belakang. Benar saja baru saja mereka mendekat, mereka langsung menembaki pesawat jet Sofia.
Psyuu..psyuu..
"Semuanya pegangan.." ucap Kapten peswat jet tersebut.
Dan dengan lihainya ia meliuk-liukan pesawat jet tersebut guna menghindari tembakan lawan. Sementara yg lain berpegangan erat agar tak jatuh. Setelah bisa menghindari tembakan, kini saatnya kapten pun menunjukkan kebolehannya dalam mengendarai pesawat jet tempur tersebut. Ia menyerang balik dengan sejata andalan yg dimiliki.
Psyuu..psyuuu.. Duarr..
"Kalian tidak apa kan?"
"Iya kami tak apa" balas Sofia dan yg lainnya.
"Aku tidak tahu nona, mereka ada berapa karena dari tadi tak habis-habis dan kembali bermunculan.."
"Iya, kita harus bersiap-siap.. aku takut markas juga akan mereka ledakkan.." ucap Sofia.
"Nona benar, mari kita habisi mereka yg tiba.." ucap Kap setelah melihat ada lagi yg muncul.
Pertempuran di udara pun tak bisa dielakan. Mereka saling menembak dan kapten pesawat SHIELD pun tak mau kalah. Ia terus menghindar dan balas menembak helikopter yg terus menghujaninya dengan peluru.
"Kalau kita kena bisa gawat.." gumam kapten sembari terus meliuk-liuk di udara.
Dan mereka terus terbang tak tau arah. Saling mengejar dan juga menembak. Kapten yg sudah berpengalaman pun berhasil membersihkan semua helikopter yg menembaki mereka. Dan ketika semua lawan telah kalah, masalah baru muncul. Dan masalah tersebut adalah bahan bakar mereka sudah menipis karena terus terbang menghadapi helikopter BlackStar.
"Gawat nona, persediaan bahan bakar kita menipis.." ucap kap.
"Apa?? oh tidak.. Cepat kalian cek lokasi pengisian bahan bakar terdekat." perintah Sofia.
"Baik nona,.."
Tak lama mereka pun menemukan lokasi tersebut.
"Ada nona, di negara Y.. tak jauh dari sini sekitar 30 menit lagi.."
"Bagaimana kap? kau tahu kan.." tanya Sofia.
"Semoga saja pesawat kita mampu mencapainya.."
"Ya ampun ada-ada saja masalahnya.." ucap Sofia harap-harap cemas.
Kini mereka semua berdoa untuk mencapai tempat bahan bakar tersebut. Mereka semua berharap bisa sampai tepat waktu. Namun takdir berkata lain, masih ada 3 helikopter BlackStar yg muncul lagi.
"Gawat nona, mereka ada lagi .." ucap kap.
"Apaa? sebenarnya mereka itu ada berapa sih tak habis-habis.." umpat Sofia.
"Aku akan melawannya nona, dan kalian cepat ambil parasut yg ada disana.. jika keadaan darurat kita akan terbang dengan parasut.." ucap Kap.
"Baiklah kap, aku percaya padamu.." ucap Sofia.
__ADS_1
Kini mereka pun mengambil parasut jika keadaan darurat tiba. Sembari menahan goncangan dari pesawat mereka yg sedang menghindari tembakan-tembakan dari lawan.
Psyuuu..Psyyuuu.. Duarr..
"Gawat nona kita tertembak.." ucap kap yg masih mencoba menyeimbangkan pesawat.
"Semuanya bersiap.." perintah Sofia.
"Aku akan menembaki mereka dan memastikan mereka jatuh, baru kita keluar.." ucap kap.
Dengan cermat ia menembaki helikopter mereka hingga semuanya meledak dan jatuh.
Psyuuu...psyuuu.. Duarrr.. Duarrr...
"Semuanya bersiap lompat, sekarang pesawat akan jatuh dalam 5 menit.. " ucap kap memberi aba-aba.
Dan satu persatu awak pun mulai meloncat dan akan terbang dengan parasut. Hingga kap yg terakhir meloncat setelah semua orang berhasil keluar dari pesawat. Ketika sudah berada di ketinggian tertentu mereka pun menarik parasut mereka dan mencari daratan untuk mendarat disana.
Selang 5 menit pesawat mereka pun jatuh di laut lepas dan menimbullkan suara gemuruh yg cukup besar.
Duarrr...
Mereka semua pun bisa selamat walaupun tak tahu akan mendarat dimana. Sofia pun sudah mengingatkan mereka untuk mengaktifkan earphone mereka untuk berkomunikasi agar tak terpisah.
"Semua harap lapor keadaan masing-masing.." perintah Sofia.
"Dsini aman nona.."
"Kami juga aman nona.."
Dan setelah memastikan semuanya aman, Sofia dan yg lainnya terus terbang mencari daratan.
"Benarkah? apa disana ada daratan?" tanya Sofia.
"Ya tapi disana hutan rimba yg cukup mengerikan."
"Apakah kalian semua takut??" tanya Sofia.
Dan mereka pun hanya diam tak menjawab.
"Aku tanya apakah kalian semua takut? atau alat kita sudah rusak?" teriak Sofia.
"Maaf nona.." ucap mereka bersamaan.
"Memangnya ada apa di hutan tersebut.?" tanya Sofia.
"Disana ada hutan yg berisi binatang buas dan suku yg suka memakan manusia.."
"Apa??? wow, kalian masih ada senjata kan?" tanya Sofia.
"Masih nona.." jawab mereka semua.
"Jangan takut.. adikku pasti akan bisa melacakku dan mengirim bala bantuan.. kita cukup bertahan.." ucap Sofia.
"Ba-baik nona.." jawab mereka takut.
"Sudah, kita tak punya pilihan sekarang.. jalani saja.. kalau kalian mati aku juga pasti mati jadi kita sama-sama mati.." ucap Sofia.
"I-iya nona.." jawab mereka serempak.
Sofia bersama keenam anak buahnya pun mulai mendekati hutan tersebut. Namun, mereka mendarat terpisah. Sofia berhasil mendarat dengan lancar, tapi anak buahnya bahkan ada yg nyangkut di pohon dan bergelantungan karena tak bisa turun.
__ADS_1
"Teman-teman tolong aku..!" teriaknya.
"Hhh.. ayo kita tolong rekan kita" ucap Sofia.
Mereka pun mendekat dan melihat bagaimana caranya mereka membantu rekannya.
"Sepertinya agak sulit.." ucap Sofia.
"Aku akan mencoba menaiki pohon nona.. kalian tangkap ia jika sudah jatuh.."
"Baik.."
"Hati-hati.." ucap Sofia.
Sementara yg lain sedang bersiap menangkap rekannya jika jatuh. Dan yg satunya lagi sedang mamanjat pohon dan mencoba memotong dahan pohon tersebut.
Brakk.. Dahan pohon pun sudah terpotong tapi temannya masih juga nyangkut.
"Hei kau, cepat lepaskan saja parasutmu.. daripada kalamaan.." pinta Sofia.
"Ta-tapi nona.." ucapnya takut.
"Temanmu akan menangkapmu.. iya kan..?" tanya Sofia pada yg lain.
"Iya sudah cepatlah nanti binatang buas datang.."
"Baiklah.."
Dengan pasrah ia pun melepaskan parasutnya perlahan, dan loncat kebawah. Dibawah temannya sudah menunggunya. Saat ia jatuh semua pun ikut jatuh tertimpa tubuhnya.
Brukkk...
"Auuu.."
"Cepat kau turun berat tahu.."
"Iya turun.."
"Maaf kawan.." ucapnya langsung turun.
"Sudah? kalian tidak apa-apa?" tanya Sofia.
"Sudah nona.. hanya memar sedikit.."
"Iya bukan luka serius.."
"Baguslah.."
"Kap.. apa kita ada persediaan makanan?" tanya Sofia.
"Aku membawa ditasku nona.." jawab kap.
"Iya aku juga.."
"Baguslah.. mau tidak mau kita bermalam disini hingga bantuan tiba.." ucap Sofia.
"Aku akan mendirikan tenda darurat dari parasut kita.."
"Bagus.. jangan lupa cari kayu bakar kita harus menyalakan api untuk menghindari binatang buas.." ucap Sofia.
Dan kini mereka pun bahu-membahu membuat tenda darurat seadanya. Sambil menyalakan api, semuanya berharap tak ada binatang buas atau suku pemakan daging manusia itu muncul. Mereka juga mendapat jatah tidur bergantian karena harus ada yg berjaga disekitar.
__ADS_1