Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP288


__ADS_3

Keesokannya persidangan pun dimulai. Diana beserta Fita, saksi dan korban pun sudah ada disana. Kenneth pun ikut untuk menjaga Diana karena penyerangan semalam.


"Fita kau sudah siap?" tanya Diana.


"Tentu, semua bukti sudah ada di tanganku.." balas Fita.


"Bagus.. mari kita jatuhkan Derrick.." ucap Diana.


Persidangan pun dimulai dengan lancar dan tentu saja dengan semua bukti kejahatannya Derrick harus mendapatkan hukumannya. Diana pun tersenyum begitu juga dengan Stefani yg menjadi korban.


Kenneth pun manatap tajam pada Derrick karena berani mengganggu istrinya.


"Sudah, semuanya telah berakhir.. " ucap Diana.


"Sekali lagi dia mengganggumu habis sudah kesabaranku.." ucap Diana.


"Aku tahu, jadi simpan amarahmu untuk hari itu.." balas Diana.


Diana pun mengucapkan banyak terimakasih pada Fita dan Kim karena kekompakan mereka kasus ini berhasil diselesaikan.


"Fita.. Kim terimakasih, kalian bahkan mempertaruhkan nyawa demi kasus ini.." ucap Diana.


"Tentu, kalau urusannya tentang keadilan, terutama terhadap wanita aku pasti melakukannya.." ucap Fita.


"Tentu nona, aku selalu siap membantu anda.." balas Kim.


"Nona Diana, nona Fita, dan tuan Kim, saya mengucapkan banyak terimakasih pada kalian.. Berkat kalian aku berhasil mendapat keadilan .." ucap Stefani.


"Iya sama-sama.. pelaku kejahatan sudah seharusnya dihukum.." ucap Diana.


"Itu benar, dan kejahatabnya bukan cuma 1 atau 2 tapi ada banyak.." balas Fita.


"Kau berhak menerima keadilan ini.." ucap Kim.


Semuanya pun tersenyum karena kasus ini selesai dengan baik. Diana pun ikut bersama Kenneth ke kantornya. Entah mengapa hari ini ia ingin sekali ke kantor suaminya itu. Dan Jack pun melihat pemandangan tak biasa melihat istri tuannya datang ke kantor.


"Sayang kau duduk saja di ruanganku, katakan jika kau butuh sesuatu.. ada Jack yg bisa diandalkan.. benar kan Jack.?" tanya Kenneth.


"I-iya nona benar.." ucap Jack. "Kenapa perasaanku tidak enak." gumam Jack dalam hati.


Diana pun bekerja di kantor suaminya, tiba-tiba ia ingin camilan dan memanggil Jack.


"Jack, aku mau donat belikan ya.." ucap Diana.


"Baik nona.. saya akan menyuruh Ob disini.." ucap Jack.


"Oke.." balas Diana mengerti.

__ADS_1


Setelah donat itu tiba, Diana pun kecewa karena rasanya tak sesuai dengan lidahnya.


"Jack, kenapa rasanya aneh?" tanya Diana.


"Benarkah nona? bukankah ini sesuai pesanan anda.." ucap Jack. "Mana aku tahu nona, inikan pesanan anda.." gumam Jack.


"Coba kau makan.." pinta Diana.


"Baiklah.." ucap Jack mencoba donat tersebut dan rasanya baik-baik saja.


"Maaf nona, tapi rasanya baik-baik saja.." ucap Jack.


"Apa lidahku yg bermasalah? " gumam Diana.


"Sudahlah bawa keluar aku tak mau makan ini.." ucap Diana.


"Baik nona.." ucap Jack.


Jack pun keluar dengan membawa sekotak donat tersebut. Jack pun berpapasan dengan seorang wanita yg pernah ia tabrak di halaman parkir rumah sakit.


"Kau.." ucap Nada mengingat Jack.


"Maaf nona, apa anda punya masalah?" tanya Jack.


"Tidak, lupakan.. " ucap Nada lalu ia bersama pegawai lain yg ingin meeting di sebuah ruangan.


"Baiklah, terimakasih nona Nada.. " ucap Jack mengakhiri rapat.


Sementara Kenneth sedang bersama Diana mengerjakan pekerjaan lain di ruangannya.


"Aku mau pizza.." rengek Diana.


"Bukannya tadi kau sudah dibelikan donat oleh Jack?" tanya Kenneth bingung.


"Ya, tapi rasanya tidak enak.. " ucap Diana.


"Baiklah, aku akan pesankan.." ucap Kenneth.


Setelah datang, Diana pun menikmatinya dengan lahap membuat Kenneth senang Diana mau memakan makanannya.


Setelah itu, ia keluar ruangan dan bertemu Nada. Mereka sempat berbicara sebentar, kemudian Nada harus kembali ke kantornya. Dan Diana kembali kr ruangan suaminya untuk mengerjakan pekerjaannya lewat laptopnya.


Jack pun melihatnya bingung, ada angin apa nonanya bekerja di dikantor tuannya. Padahal itu pasti tidak mudah, dan Kim beberapa kali datang untuk membawa dokumen.


"Kim kau tidak lelah?? ini sudah yg ketiga kalinya kau kemari hari ini.." ucap Jack.


"Mengeluh hanya untuk kaum lemah.." balas Kim.

__ADS_1


"Ck.. sombong sekali dia.." ucap Jack.


Jack pun kesal bukan main mendapat ejekan dari Kim. Sementara Kim ia terlihat biasa saja, karena menurutnya lebih baik begini daripada memenuhi keinginan nonanya yg sangat random. Seperti kemarin, Diana minta dibelikan rujak, pempek, es dawet, sampai martabak di siang hari. Membuat Kim pusing mencarinya kemana-mana.


"*Lebih baik nona disini, dan dijaga suaminya.." gumam Kim dalam hati.


☘☘☘*


Sementara itu, setelah persidangan tadi Fita dan Kim berbicara sejenak. Mereka berjabat tangan atas kerja keras mereka kasus ini ditangani dengan baik.


"Terimakasih tuan Kim, sudah bekerja sama sampai menyelamatkan nyawaku.." ucap Fita.


"Sama-sama nona, anda juga melakukannya waktu di bar.." ucap Kim.


"Bagaimana jika kita lebih santai saja, kau bisa memanggilku Fita.." ucap Fita.


"Sepertinya kurang pas nona.." ucap Kim.


"Aku saja yg memanggilmu Kim.." balas Fita.


"Terserah anda nona.." ucap Kim.


"Baiklah, kau bisa menghubungiku kapan saja saat kau butuh jasa pengacara.. aku pasti membantumu.." ucap Fita.


"Kalau begitu, kau juga bisa menghubungiku saat butuh bantuan.. " ucap Kim.


"Baiklah Kim, senang bisa bekerjasama denganmu.." ucap Fita mengulurkan tangan.


"Sama-sama nona.." ucap Kim membalas uluran tangab Fita.


Karena kesibukan masing-masing, mereka kembali ke kantornya. Kim yg sibuk dengan pekerjaannya sebagai sekertaris dan menggantikan beberapa tugas Diana sementara. Dan Fita ia harus kembali dan kembali ke kantornya.


"Sayang sekali tugas ini sudah berakhir.." gumam Kim dalam hati.


Dan Fita ia sangat senang bisa mengenal Kim, selain dia adalah orang kepercayaan Diana, Kim juga tampan dimatanya. Tapi ia tak mau berharap banyak melihat sikapnya yg dingin dan kaku.


☘☘☘


Di tempat lain, nampak Dion sedang melakukan operasi bersama pasien dan tim yg membantunya. Pasien yg mengalami gejala saraf yg langka, dimana tangannya selalu gemetar padahal ia adalah seorang atlit tenis.


Setelah melakukan benerapa prosedur pemeriksaan dan pasien pun telah setuju, akhirnya dilakukan pembedahan. Dion dengan sangat teliti melakukan tugasnya dibantu oleh timnya. Setelah beberapa jam di meja operasi, semuanya berhasil dengan hasil yg baik. Walaupun awalnya pasien sempat tak percaya kalau ini akan berhasil.


"Sekarang tanganmu sudah tak akan gemetar lagi.." ucap Dion.


"Kuharap itu benar terjadi dok.. jika tidak aku akan menuntutmu.." ucap wanita bernama Citra.


"Tentu nona.. " ucap Dion dengan senyum.

__ADS_1


Wanita muda yg menjadi atlit kebanggaan negeri ini pun hampir menyerah karena penyakitnya. Tangannya gemetar hingga ia tak bisa memegang raketnya. Ia sudah bolak-balik ke rumah sakit dan dokter lain, tapi hanya Dion yg mampu malakukan tindakan operasi.


__ADS_2