Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.186


__ADS_3

Sofia dan Alfi pun terbang ke Indonesia menjelang acara pertunangan Alice dan Kenan. Mereka datang tentunya dengan pesawat pribadi milik SHIELD. Walaupun sebenarnya Alfi tak nyaman tapi ia harus menuruti orang tuanya. Setelah sampai, mereka disambut oleh ayah mereka. Nampak Satria dan Bima menjemput mereka di bandara.


"Selamat datang Sofia dan Alfi.." ucap Satria memeluk kedua anaknya.


"Selamat datang kalian, aku sudah menunggu momen ini.." ucap Bima yg memeluk mereka berdua juga.


"Terimakasih ayah.." ucap Sofia dan juga Alfi.


"Sofia bagaimana kandunganmu?" tanya Satria.


"Baik-baik saja ayah.." ucap Sofia.


"Kau harus tetap sehat Sofia, katakan saja apa yg kau butuhkan selama disini.." ucap Bima.


"Baik ayah, nanti jika ada yg kubutuhkan akan kukatakan.." ucap Sofia.


"Dimana ibu dan Kenan?" tanya Sofia pada ayahnya.


"Mereka masih sibuk dengan pekerjaannya.. " ucap Satria.


"Oh baiklah.." ucap Sofia.


"Biarkanlah para ibu dan Kenan bekerja, sekarang kita pulang saja ayah tahu kalian pasti lelah.." ucap Bima.


"Oke.." balas Alfi.


"Iya itu benar.." ucap Sofia.


Mereka pun pulang ke rumah Sofia terlebih dahulu, mungkin beberapa hari kemudian baru menginap di rumah Alfi.


Sofia pun disambut hangat oleh kakek dan neneknya di rumahnya.


"Kakek.. Nenek.." ucap Sofia memeluk mereka.


"Cucuku yg gila akhirnya datang juga.." ucap Doni.


"Sayang berhenti menjuluki Sofia gila.." ucap Ayana.


"Maaf cucuku, kakek sudah terbiasa.." balas Doni tersenyum.


"Dasar kakek ini.." ucap Sofia.


"Halo kakek apa kabar? nenek juga.." ucap Alfi mencium tangan kedua orang tua tersebut.


"Kami baik-baik saja, benarkan sayang?" ucap Doni.


"Lalu bagaimana kalian? terutama Sofia.?" tanya Ayana.


"Kami baik-baik saja kek, nek.." ucap Alfi dan Sofia.


"Sofia kau duduk dulu.. kau tidak boleh banyak berdiri karena habis perjalanan jauh.." ucap Ayana menuntun cucunya ke kursi.


"Terimakasih nek.." ucap Sofia.


Dan Sofia menjadi topik pembicaraan hangat keluarga tersebut. Mereka sangat senang karena akan ada cucu sekaligus cicit baru untuk mereka. Apalagi kalau cucu dan cicitnya kembar, membuat mereka sungguh tak sabar menentikannya. Karena rumah mereka akan ramai jika cucu dan cicitnya datang berkunjung.


Mereka pun makan bersama dan bercerita banyak hal. Tak lama setelah makan, Sofia diminta untuk beristirahat dikamarnya. Sementara yg lain masih mengobrol.

__ADS_1


"Baru beberapa jam tapi aku selelah ini, biasanya aku baik-baik saja walaupun habis bertarung sekalipun.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia yg lelah pun memutuskan untuk tidur di kamarnya. Dan ia dibangunkan saat menjelang malam.


"Sayang bangunlah.." ucap Alfi.


"Hmm.. apa sudah pagi??" tanya Sofia.


"Pagi?? ini bahkan masih sore sayang.." ucap Alfi tertawa.


"Benarkah?? aku terlalu lama tidur.." ucap Sofia tersenyum.


"Ya lebih baik kau mandi dan bersiap karena kita akan makan malam bersama keluarga.." ucap Alfi.


"Oke sayang.." ucap Sofia.


Sofia pun langsung membersihkan diri dan menemui keluarganya. Tak lama Kenan dan ibunya pulang.


"Sayang.. maaf ibu baru tiba.." ucap Reina.


"Tidak apa ibu .." ucap Sofia.


"Hai kak, akhirnya kau tiba juga.. bagaimana kabarmu?" tanya Kenan.


"Aku baik-baik saja.." ucap Sofia.


"Dan keponakanku??" tanya Kenan.


"Mereka baik-baik saja uncle.. kau ingin menyentuhnya?" tanya Sofia.


"Bolehkah??" ucap Kenan, lalu Sofia mengarahkan tangannya pada perutnya. Dan Kenan merasakan adanya pergerakan.


"Iya, mereka sudah besar jadi semakin aktif.." ucap Sofia.


"Pasti seru bisa bermain bersama mereka nanti.." ucap Kenan.


"Ya.. kau harus mengajak mereka bermain nanti.." ucap Sofia.


"Baiklah kak, aku akan mandi dulu.." ucap Kenan.


"Oke.." ucap Sofia.


"Dimana Alfi?" tanya Reina.


"Dia sedang mandi bu.." balas Sofia.


"Ibu punya sesuatu untukmu.." ucap Reina.


"Apa itu??" tanya Sofia.


Reina pun menuju kulkas besarnya, dan membukanya. Ia mengambil satu box buah kesukaan Sofia.


"Tada.. ini buah kesukaanmu, dan kudengar dari Siska ini baik untuk ibu hamil.." ucap Reina.


"Terimakasih bu.." ucap Sofia.


"Dan ibu masih ada hadiah lagi.." ucap Reina.

__ADS_1


"Lagi??" tanya Sofia.


"Ya.. tunggu sebentar.." ucap Reina.


Reina pun naik ke kamarnya dan mengambil paperbag yg sudah ia siapkan. Lalu turun dan menyerahkannya pada Sofia.


"Ibu sebanyak ini??" tanya Sofia.


"Ini koleksi baju-baju ibu hamil yg nyaman.. kau pasti membutuhkannya.." ucap Reina.


"Terimakasih bu.." ucap Sofia memeluk ibunya.


"Tentu.. ibu akan selalu memberimu yg terbaik.." ucap Reina.


"Iya aku juga akan begitu pada mereka.." ucap Sofia mengelus perutnya.


Dan Sofia pun menceritakan semua tentang kehamilannya pada ibunya. Reina pun tersenyum dan senang putrinya menjalaninya dengan bahagia. Walaupun ada bagian dimana Sofia sangat rindu untuk memukul orang, yg membuat Reina tertawa.


"Yasudah, ibu tinggal ke atas ya.. nanti ibu temani lagi.." ucap Reina yg pergi ke kamarnya untuk mandi.


Sofia pun senang keluarganya sangat menyayanginya. Ia selalu ingin tinggal disini, tapi pekerjaan Alfi masih belum bisa ditinggalkan membuatnya harus bersabar.


Dan pada malan hari, mereka pun mengadakan makan malam keluarga. Bima dan juga Siska pun tiba membuat Alfi tersenyum melihat keduanya. Tak ketinggalan Alice dan keluarganya pun ikut hadir menambah keramaian rumah tersebut. Acara pun berlangsung hingga malam, dan menjadi acara keluarga yg menyenangkan. Sinta dan Thomas pun ikut hadir bersama Jojo. Jojo pun terlihat antusias pada kehamilan Sofia. Hingga ia menyentuh perut Sofia karena penasaran.


"Andai aku punya adik kak.. pasti seru.." ucap Jojo.


"Sudahlah, ibumu sudah berat jika mengandung adikmu.." ucap Sofia.


"Iya kau benar, lagipula anakmu pasti akan bermain bersamaku nanti.." ucap Jojo.


"Tentu.." ucap Sofia.


☘☘☘


Beberapa hari kemudian, acara pertunangan Kenan dan Alice pun berlangsung. Semua keamanan pun diperketat oleh SHIELD. Acara yg dilaksanakan di hotel milik S Group pun berlangsung meriah. Dekorasi elegant dan mewah pun terlihat dengan begitu indah.


Pasangan yg bertunangan hari itu pun sangat serasi. Cantik dan tampan, itulah gambaran Kenan dan Alice hari ini. Semua berjalan dengan lancar dan para tamu undangan pun menikmati acaranya. Semua orang bertepuk tangan saat keduanya memasangkan cincin di jari pasangannya. Dan mereka dibanjiri ucapan selamat serta doa dari keluarga dan para tamu undangan.


"Selamat ya Ken, Alice.." ucap Sofia.


"Ya kak, terimakasih sudah datang jauh-jauh.." ucap Kenan.


"Ya kak, terimakasih sudah datang.." ucap Alice yg terlihat bahagia.


"Selamat ya untuk kalian.." ucap Alfi.


"Terimakasih Al.." ucap Kenan memeluk Alfi.


"Terimakasih kak.." ucap Alice.


"Aku senang kalian datang, kuharap di pernikahanku kakak juga bisa hadir.." ucap Kenan.


"Kau tenang saja, aku akan hadir.." ucap Sofia.


"Benarkah? bukankah sudah dekat dengan kelahiran mereka?" tanya Kenan.


"Aku akan mengaturnya, masa adikku menikah aku tidak datang.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Baiklah kak, aku akan menantikannya.." ucap Kenan.


Dan acara pun berlangsung dengan tertib dan lancar. Semua orang yg datang sudah diperiksa dan tak ada penyusup. Bahkan media pun tak bisa meliputnya, dan hanya meliput dari luar hotel. Kali ini Sofia dan Satria melakukan pengamanan ketat untuk menghindari kejadian buruk.


__ADS_2