
Kisah Dion
Suatu hari, seorang wanita bernama Citra datang ke rumah sakit tersebut. Ia mengidap penyakit langka dimana tangannya selalu gemetar. Dan hal itu mengganggu karirnya sebagai atlit tenis lapangan. Ia tak bisa lagi kembali ke lapangan apalagi mengikuti kejuaraan.
Ia yg sempat pasrah karena sudah mengunjungi banyak dokter pun mendengar ada salah satu dokter saraf terbaik di negri ini. Untuk memastikannya Citra datang ke rumah sakit tempat Dion bekerja.
Setelah membuat janji, Citra pun datang bersana ibumya. Dion dengan ramah menyambut mereka setelah mendengar keluhannya.
"Jadi dok, apa anda bisa menangani hal ini?" tanya Citra.
"Aku harus melakukan pengecekan terlebih dahulu.." ucap Dion.
"Tidak bisakah hanya dengan melihat saja?" tanya Citra.
"Maaf nona, aku tak berani asal menyimpulkan.." ucap Dion.
"Kalau kau tidak bisa katakan sekarang, jangan memberi harapan palsu padaku.." ucap Citra yg sudah frustasi.
"Nona, sebaiknya segera dilakukan pengecekan. Lalu aku bisa melihat apakah kasus ini bisa ditangani.." ucap Dion.
"Baik lakukanlah.. " ucap Citra.
"Silahkan ke ruangan lain.." ucap Dion menunjuk perawat untuk menunjukkan ruangannya.
Setelah dilakukan pemindaian hasil akan muncul 2 hari lagi membuat Citra harus kembali menunggu. Ia sudah cukup frustasi karena gagal ikut kejuaraan nasional, dan kemungkinan akan pensiun dini jika tangannya tak bisa diobati.
Dion pun bekerja siang dan malam, mempelajari kasus ini di rumah sakit. Ia menghubungi rekan-rekannya di US, dan beberapa profesor lainnya untuk berdiskusi. Ia bahkan sampai tak pulang ke rumah dan menginap di rumah sakit untuk memecahkan kasus pasiennya kali ini.
"Bukankah kau sudah tahu solusinya??" tanya Profesornya.
"Tapi apakah ini akan menjamin kesembuhannya?" tanya Dion.
"Hanya itu satu-satunya cara, dan kau pernah berhasil bukan?"
"Ya, dan aku sedikit gugup.." ucap Dion.
"Kau harus bisa menanganinya dan siap bertanggungjawab.." ucap profesor tersebut.
Dan jawaban yg sama pun didapat Dion dari profesor lainnya. Hal itu membuat Dion harus mempelajari semuanya dengan baik agar tidak mengalami kegagalan.
Pada hari pasien bernama nona Citra datang, Dion pun menjelaskan semua prosedurnya.
"Bagaimana nona?" tanya Dion.
"Apa resikonya tidak bisa diperkecil?" tanya Citra.
"Aku hanya bisa berusaha.. jika nona ingin melanjutkannya saya akan segera menjadwalkannya." ucap Dion.
__ADS_1
"Baiklah, aku tak punya pilihan. Lebih baik maju daripada menjadi orang tak berguna." ucap Citra frustasi.
Citra sudah tak tahu lagi, dan jika ini gagal ia pun akan berhenti dan menjalani hidupnya tanpa bermain tenis lagi. Dan Dion langsung menyiapkan jadwal operasi untuk Citra.
Citra pun tinggal dirumah sakit sehari sebelumnya untuk diobservasi. Dan Dion mempersiapkan semuanya agar maksimal. Semua dokter dan asisten yg akan membantunya pun telah bersiap.
Hari operasinya pun telah tiba, dimana Citra sungguh takut dan merasa khawatir akan hasilnya.
"Apa kau siap nona?" tanya perawat.
"Aku sedikit gugup.." ucap Citra.
"Jangan takut nona, kalau anda yakin operasi ini akan berlangsung dengan lancar."
"Aku hanya mencoba percaya pada dokter kalian.." ucap Citra.
"Nona, bersiaplah karena 10 menit lagi kita akan ke ruang operasi"
"Oke.." balas Citra.
10 Menit kemudian, Citra pun masuk ke ruang operasinya. Disana Dion sudah menunggunya.
"Kau siap nona?" tanya Dion.
"Ya.. " ucap Citra.
Operasi pun memakan waktu beberapa jam. Dan ibu dari Citra menunggu diluar ruang operasi dengan cemas. Ia sangat khawatir akan resiko dari opersai ini. Tapi putrinya bersikeras untuk mencobanya agar ia tak penasaran.
"Selamat bu, operasinya sukses ." ucap Dion.
"Benarkah?? Terimakasih dokter.. terimakasih.. " ucap wanita paruh baya itu sembari menangis.
"Sudah bu, harusnya kita bersyukur dan jangan menangis karena operasinya berjalan sukses." ucap Dion.
"Anda benar.. sekali lagi terimakadih dokter.." uca0 wanita itu dan Dion hanya tersenyum.
Dion pun lega karena operasinya berjalan lancar dan ia kembali berhasil menolong pasiennya. Tidak sia-sia ia berdiskusi dengan para profesornya dan teman-temannya di luar sana.
Setelah itu, ia hanya tinggal melihat perkembangan Citra ke depannya. Gadis angkuh itu pun akhirnya percaya kalau Dion adalah dokter terbaik yg ia temui saat ini. Karena dimana semua dokter menolaknya dengan alasan tak bisa disembuhkan tapi Dion mampu mengoprasinya dan gejalanya berhenti. Kini ia hanya tinggal memulihkan diri.
☘☘☘
Sementara itu, Diana kini selalu menempel pada Kenneth dan ikut kemanapun ia pergi. Bahkan ia sudah seminggu ini bekerja di kantor Kenneth. Dan Kim merasa senang karena hanya akan melakukan tugasnya membawakan berkas atau pekerjaan lainnya.
Namun, itu tak berlaku bagi Jack. Ia kesulitan karena ia ditugaskan oleh Kenneth untuk menjaga Diana. Ia harus mengikuti kemauan random Diana yg suka berubah-ubah. Seperti sekarang ia harus menemani Diana yg berbelanja karena tuannya sedang ada meeting penting.
"Jack cepatlah, kau itu lamban sekali.." ucap Diana.
__ADS_1
"Baik nona.." ucap Jack dengan mendorong troli belanjanya karena harus melewati kumpulan ibu-ibu. "Ternyata benar ibu-ibu adalah seorang penguasa di mana-mana.." gumam Jack dalam hati.
Diana pun berbelanja makanan untuk mengisi kulkasnya yg kosong. Kenneth melarangnya untuk keluar sementara hingga membuat persediaannya semakin menipis. Ia membeli sayuran, buah, daging, ikan dan sebagainya.
"Nona, banyak sekali.." ucap Jack.
"Ini untuk stok.. kau kan tahu suamiku tidak membiarkanku pergi berbelanja.." ucap Diana.
"Baiklah, belanjalah yg banyak nona mumpung kita ada disini.." ucap Jack.
"Tentu saja Jack, aku tak mungkin melewatkan kesempatan ini.." ucap Diana.
Diana pun berbelanja banyak barang hingga membuat Jack harus mengangkutnya bolak-balik menuju ke mobil. Saat Jack mengangkut belanjaan ke mobil, Diana pun memilih untuk santai membeli minuman dingin dan membuat Jack kebingungan ketika kembali.
"Nona anda ada dimana??" tanya Jack di telepon.
"Aku ada di kedai minuman Cxx.. kau itu panik sekali.." ucap Diana.
"Baik aku akan kesana.." ucap Jack. "Jika ada terjadi sesuatu pada anda aku yg akan mati di tangan suami anda nona.." gumam Jack dalam hati.
Jack pun mengikuti keinginan Diana dan menikmati minuman dingin. Tapi baru saja ia bisa santai, terdengar teriakan copet dari arah lain. Diana pun mengetahui kalau pria yg sedang dikejar-kejar itu sedang menuju ke arahnya. Diana menyuruh Jack untuk memasang kakinya agar pencopet itu tersandung.
"Jack keluarkan kakimu dan diam disana beberapa menit." ucap Diana dan Jack menurutinya karena ia pikir kali ini nonanya sedang ngidam hal aneh.
Brakk.. bughhh...
"Akhh.." teriak pencopet tersebut.
"Akhirnya kena, terimakasih Jack.." ucap Diana.
Diana pun bangkita dan mengunci tangan pencopet tersebut. Dan ia juga meminta Jack untuk mengamankan tas yg dicopet. Petugas keamanan datang dan meringkusnya. Serta tas tersebut kembali kepada pemiliknya.
"Terimakasih tuan.. nyonya.." ucap seorang wanita pemilik tas tersebut.
"Ya sama-sama nyonya.." ucap Diana.
Setelah itu, Diana memilih pulang ke rumah untuk beristirahat dan merapikan belanjaannya di kulkas.
☘☘☘
Ayo teman-teman mampir ke novel terbaruku.. Judulnya "Affair with me..??"
"Jika ada wanita lain yg sempurna sesuai versi dirimu aku bisa mengerti, tapi harga kesetiaan dan juga cintaku tak sebanding dengan rasa sakit akibat perselingkuhan dan poligami yg kau lakukan.." ucapnya.
Sheira wanita yg sudah menikah dengan suaminya selama 2 tahun, tiba-tiba meminta cerai karena suaminya telah menikah lagi. Padahal pada masa mereka pacaran mereka disebut "Couple Goals" oleh orang sekitarnya.
__ADS_1
Theo seorang CEO muda pewaris perusahaan mobil terkenal bertemu dengan Sheira karena kondisi tak terduga. Theo pun jatuh cinta padanya tapi Sheira masih terikat sebuah pernikahan, hingga ia mendengar berita perselingkuhan suami Sheira dan ingin merebut hati Sheira dengan berbagai cara.
Jika sudah ada kesempatan untuk berselingkuh, apakah setiap orang akan berselingkuh? Apakah Sheira akan melakukan hal yg sama seperti yg suaminya lakukan??