
Sofia pun masuk ke dalam dan langsung disambut oleh ibunya dengan pelukan.
"Sofia kau baik-baik saja?" tanya Reina.
"Iya bu aku baik-baik saja hanya lecet sedikit.." jawab Sofia.
"Lecet kok sampai dijahit.." ucap Alfi.
"Alfi.." ucap Sofia melotot ke arah Alfi.
"Benarkah itu Al?" tanya Reina.
"Benar Aunty, tapi sekarang sudah tidak apa.." ucap Alfi.
"Syukurlah.." balas Reina dan juga Satria.
"Ayo duduk nak.." ucap Reina menuntun putrinya untuk duduk di sofa.
"Aku ingin kalian berdua menceritakan segalanya.. apa yg sebenarnya terjadi.." ucap Satria setelah semuanya duduk.
Dan Sofia pun menceritakan kronologis kejadiannya dimana ia hampir meminum obat perangsang dan diperkosa. Lalu ia menghajar Vall beserta anak buahnya dan kabur dengan seperda motor. Ia juga bercerita kalau ia jatuh dari motor saat berpapasan dengan mobil Alfi.
"Jadi begitu ceritanya, aku melaju dengan kecepatan tinggi dan tak bisa mengendalikannya hingga aku harus banting setir dan terjatuh.." ucap Sofia.
"Bagus Sofia..! Ayah mendukungmu.. lebih baik kau terluka daripada harus berakhir menyedihkan bersama si baj****an itu.." ucap Satria menahan amarahnya.
"Ya itu pilihan tepat putriku.. tapi harusnya kau lebih berhati-hati.. " balas Reina.
"Aku bersyukur kalian bertemu di jalan, kalau tidak pasti kakak bisa saja tertangkap.." ucap Kenan.
"Kenan benar, aku bisa saja tertangkap jika tak bertemu Alfi." ucap Sofia.
"Sejujurnya aku tersasar ke lahan perkebunan dan berputar-putar di daerah itu, hingga Sofia muncul dengan kecepatan tinggi.." ucap Alfi.
"Itu pasti terjadi karena signal yg buruk.." ucap Kenan.
"Dan aku punya rencana.." ucap Sofia.
"Rencana apa?" tanya Satria heran.
"Aku akan memancing baj***an itu keluar dan menangkapnya.. " ucap Sofia.
"Sofia itu terlalu beresiko.." ucap Satria.
"Iya kak, jangan terburu-buru.." balas Kenan.
"Aku sudah punya banyak bukti.." ucap Sofia.
"Tunjukkan padaku.." ucap Satria.
__ADS_1
"Apa kalian mengemasi seluruh barang-barangku termasuk tas laptop milikku..?" tanya Sofia.
"Iya ibu membawanya.. ada di kamarmu di lantai 2.." jawab Reina.
"Bagus, kalian tunggu sebentar.." ucap Sofia.
Sofia pun naik ke lantai atas untuk mencari tas laptop tempatnya menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Vall. Ia sempat salah kamar dan memasuki kamar Kenan karena ia baru pertama kali masuk ke apartemen ini. Lalu ia masuk ke kamar lainnya dan menemukan semua barangnya.
Sofia pun membuka kopernya dan mencari tas laptopnya. Dan ia berhasil menemukannya. Lalu Sofia cepat turun ke bawah menunjukkannya pada Ayahnya.
"Ketemu..!" ucap Sofia lalu langsung membawanya turun.
Ia pun kembali duduk diantara mereka dan menyalakan laptopnya. Setelah laptopnya menyala ia mencari file yg ia sembunyikan dan menunjukkannya pada ayahnya.
"Ayah lihatlah.." ucap Sofia memberikan foto-foto bukti hasil investigasinya selama ini.
"Sofia bagaimana kau mendapatkannya..?" tanya Satria.
"Aku menyusup ke D'Textile dan mencaritahu segalanya sebagai bodyguard, aku juga mencari informasi lewat arena tarung bebas milik tuan Guido, aku juga menyusup ke organisasi BlackStar yg ada di US untuk menghentikan penyerangan terhadap SHIELD.. Semua bukti ini aku simpan baik-baik.. dan juga ini .." ucap Sofia mengeluarkan disk kecil pemberian Kenan dan menyambungkannya ke Laptopnya.
"Apalagi ini Sofia..?" tanya Satria.
"Ini bukti-bukti yg aku kumpulkan sewaktu menjadi tahanan di mansion milik Vall.. Sebenarnya aku bisa saja kabur tapi aku mengurungkannya karena aku harus menyelidiki semuanya lebih dalam.." ucap Sofia.
"Bagaimana kakak mendapatkan semua video ini?" tanya Kenan.
"Aku mencuri ponsel penjaganya dan mengumpulkan semuanya.." ucap Sofia.
"Sofia kau benar-benar.. jadi selama ini kau mencarinya sendiri?" tanya Alfi terkejut.
"Aku harus bergerak senyap agar tidak ada yg curiga.. dan mengumpulkannya ke dalam satu disk.. aku juga sudah buat cadangannya jika terjadi hal mendesak.." ucap Sofia.
"Kak.. mari kita hentikan semuanya.. Kau pasti akan dalam bahaya.." ucap Kenan.
"Tidak aku tinggal selangkah lagi.. dan kalian harus membantuku.." ucap Sofia.
"Sofia kau akan dalam bahaya setelah ini.. dengarkanlah aku sebagai ayahmu.." ucap Satria.
"Tidak ayah.. aku sudah merencanakan segalanya.." ucap Sofia.
"Apa yg bisa kulakukan untukmu..?" tanya Satria.
"Ayah, aku menyerahkan semua bukti-bukti ini padamu.. aku minta ayah menghubungi kenalan ayah yg mampu menangkap Vall dan membuatnya dipenjara seumur hidupnya.. dan sepertinya nyonya Felix juga terlibat.." ucap Sofia.
"Aku akan melakukannya Sofia.. tapi setelah ini kau harus berhenti.." ucap Satria.
"Ya habis ini aku akan berhenti.." ucap Sofia.
"Kenan kau bertugas memantau gerak-gerik Vall.. dan anak buahku akan memantau pergerakan BlackStar.. dan Alfi kau harus bersama Kenan.. Kalian berdua lindungi ibu.. Dan juga perintahkan semua anak buah kita di Indonesia untuk memperketat pengawasan terhadap kakek.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Kakek?" tanya Satria heran.
"Si mafia gila itu mengincar orang-orang yg terlihat lemah, seperti ibu, bahkan mungkin juga kakek.. Jojo beserta keluarganya.." ucap Sofia.
"Jojo beserta keluarganya aman kak.. aku melindungi data-data mereka dengan baik.. mungkin kakek yg paling familiar.." ucap Kenan.
"Tetap saja kita harus waspada.. karena jika lengah sedikit rencanaku akan gagal.." ucap Sofia.
"Aku mengerti.. " ucap Satria.
"Aku juga mengerti.." balas Kenan dan Alfi.
"Ibu juga akan selalu berada di dekat Kenan dan Alfi.." ucap Reina.
"Bagus.. aku ingin tim SHIELD bersiaga di sekitar apartemen dalam penyamaran.." ucap Sofia.
"Baiklah aku akan memerintahkannya.." ucap Satria.
"Kita harus beristirahat sebelum perang yg panjang.. jika persiapanku sudah matang aku akan menemui Vall.." ucap Sofia.
"Tapi kak kau yakin?" tanya Kenan.
"Aku harus melakukannya agar semuanya berakhir.." ucap Sofia.
"Baiklah.. tapi ingat kau tak sendiri.." ucap Kenan.
"Ya aku tahu Ken.." balas Sofia.
"Sofia, jangan menanggung beban itu sendirian.. ayah tahu kau gadis yg tangguh tapi kau juga punya kami yg selalu siaga.." ucap Satria.
"Baik ayah.. aku mengerti.." ucap Sofia tersenyum.
"Putriku, ibu harap kau selalu tahu arah jalan pulang.." ucap Reina memeluk Sofia.
"Iya ibu, aku akan selalu pulang.." ucap Sofia.
"Yasudah sekarang kau istirahatlah dikamarmu.. nanti kita makan bersama.." ucap Reina.
"Kalian juga beristirahatlah.." ucap Sofia.
Dan mereka semua pun beristirahat setelah melewati hari yg melelahkan.
☘☘☘
Sementara Vall dan William masih sibuk dengan pemikiran masing-masing. William yg masih sibuk mencari keberadaan Sofia. Sementara Vall masih mengurung diri di kamarnya.
Sudah berapa botol yg Vall habiskan setelah berada di kamarnya. Ia bahkan sudah mabuk berat dan terus menyebut nama Sofia.
"Sofia maafkan aku..! dimana kau sekarang?" Teriaknya. Namun ruangannya kedap suara dan tak ada yg mendengar Vall yg sedang meracau.
__ADS_1
William pun nampak khawatir kondisi tuannya. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa. "Tuan kasihan sekali nasibmu.. " gumam William dalam hati.