Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP206


__ADS_3

Sejak Dion tak bisa ditemukan, Max pun mengambil langkah berani untuk kembali bersama Vall. Dengan tujuan mencari tahu dimana putra Sofia yg ia bawa kabur. Namun, cukup sulit bagi Max untuk masuk setelah Vall mengetahui kalau dirinya bebas dari penjara dan pergi entah kemana.


Setelah melalui beberapa proses yg panjang, Max pun kembali menjadi William dan diterima di organisasi tersebut. Tapi sayangnya, ia ditugaskan untuk mengurusi penjualan barang haram tersebut di negara lain. Dan hanya beberapa kali dalam setahun William dapat bertemu dengan Vall. Nampaknya Vall sudah membuat dinding tebal agar tak seorang pun bisa menyentuhnya. Bahkan anak buahnya tak ada yg tahu dimana ia berada. William pun mencari informasi dari seluruh orang kepercayaannya di organisasi tersebut, tapi mereka tidak tahu dimana keberadaan tuannya.


Hingga suatu ketika, ia mendapat kabar dari rekannya kalau ia habis menemani Vall pergi ke sebuah makan bayi yg membuatnya bingung. Karena yg diketahui Vall tidak memiliki kekasih ataupun istri, hingga mustahil memiliki keturunan. Ia pun mengirimkan gambar tersebut pada William. Seketika William pun terkejut, ia langsung memberi info tersebut pada Sofia.


Dan kejutan kali ini bisa saja adalah sebuah jebakan yg dipasang oleh Vall. Satria pun meminta Sofia untuk berhati-hati dan tidak kesana. Bukan tidak mungkin Vall menaruh orang-orangnya untuk menjebak Sofia dan keluarganya.


Sejak saat itu, kondisi Sofia pun memburuk. Alfi dengan penuh kesabaran merawatnya di rumah sakit miliknya. Nathalie pun sesekali menjenguknya dan memberi semangat. Kadang ia datang bersama putrinya Sarah.


☘☘☘


Diana dan Kenneth pun masih terjebak di dalam hingga pagi menjelang. Diana tak menemukan apapun dan tak ada jalan lain selain menunggu orang datang. Entah itu rekan mereka atau bahkan mungkin musuh mereka.


"Bagaimana?" tanya Kenneth saat terbangun dari tidurnya.


"Tidak ada jalan keluar kapt.." ucap Diana.


"Kita menemukan bukti tapi justru tak bisa kembali.." ucap Kenneth.


"Atau jangan-jangan.." ucap Diana dan Kenneth saling tatap dan mengerti situasi sekarang.


"******..! Diana bersiaplah.." ucap Kenneth.


Dan benar saja beberapa menit kemudian tiba orang-orang yg bekerja untuk memproduksi barang haram tersebut. Diana dan Kenneth pun bersembunyi di balik pintu. Saat mereka masuk, Diana pun keluar dan memukul mereka.


Bughh..Bughh..Bughh..


Mereka semua pun pingsan, dan Kenneth melihat ada lagi yg datang setelah mendengar suara pukulan. Sementara Diana mengamankan orang-orang yg sudah pingsan dengan mengikatnya. Kenneth pun menyambut orang-orang baru yg curiga mendengar suara teriakan dan pukulan.


Bughh..Bughh..Bughh..


Duakkkhh.. Brakk..


"Kerja bagus kapt.." ucap Diana yg langsung mengikat mereka yg pingsan.


"Iya, kau ikat mereka.. aku akan naik dan melihat keadaan." ucap Kenneth.


Kenneth pun naik dan melihat situasi, setelah dirasa aman ia memanggil Diana untuk ikut naik. Diana pun ikut naik dan saat tiba di atas mereka terkepung. Dugaan Kenneth dan Diana pun terbukti, mereka memang tahu kalau Diana dan Kenneth menemukan ruangan tersebut. Hingga mereka mengunci kedua orang tersebut dan mengepungnya saat pagi hari.


"Kau siap Diana?" tanya Kenneth.


"Tentu kapt, aku sudah cukup beristirahat.." ucap Diana.


Mereka berdua pun berhadapan dengan sekelompok orang tersebut. Dan sekelompok orang tersebut membawa benda tajam yg cukup berbahaya.


sett..Settt..sett..


"Akh.." ucap Diana terkena sayatan.


"Hati-hati.. " ucap Kenneth menahan tubuh Diana yg hampir jatuh.


Mereka pun bertarung cukup serius, hingga Diana dan Kenneth akhirnya mampu mengalahkan mereka semua.


"Aku akan menghubungi rekan kita.. kau urus mereka.." perintah Kenneth. Dan Diana pun mengangguk, ia mengikat mereka semua dan menunggu rekannya tiba.


Saat Kenneth tiba, Diana sudah melakukan tugasnya dan sedang berjaga. Kenneth pun melihat seseorang mengarahkan pistol ke arah Diana. Ia pun berlari untuk menyelamatkan Diana.


"Dianaa awaas..!!" teriak Kenneth.


Dorrr..!

__ADS_1


Kenneth pun menangkap tubuh Diana, dan ternyata ia malah mengorbankan diri untuk menyelamatkan Diana.


"Kapt.. kau tertembak.." ucap Diana.


"Akh, dasar bodoh kenapa tidak waspada.." ucap Kenneth yg masih bermulut pedas.


"Maaf, dimana rekan kita?" tanya Diana sembari melihat sekitar.


"5 menit lagi mereka tiba.." balas Kenneth.


"Kapt.. aku yg akan menghadapi orang gila ini.." ucap Diana bangkit dan meraih pistolnya.


Kemudian Diana mengarahkan pistolnya dan berbalik.


Dorr.. Dorr..


Brukkk..


"Akhirnya kena juga.." ucap Diana.


"Kerja bagus.. gadis gila.." ucap Kenneth yg terus mengucapkan kata-kata pedas.


"Kau memuji atau menghinaku kapt?" tanya Diana kesal.


"Itu balasan karena terus menggodaku.." ucap Kenneth.


Dan rekan mereka pun tiba dilokasi. Diikuti dengan polisi yg akan menangkap mereka. Semua pegawai pabrik tersebut pun sedang di liburkan secara mendadak karena mereka akan menghabisi siapapun yg mengetahui rahasia tersebut. Namun, sayangnya yg mengetahuinya adalah SHIELD, jadi usaha mereka pun percuma.


Diana pun segera membawa Kenneth menuju ke rumah sakit. Dan diperjalanan, Diana berusaha memberikan pertolongan pertama yg ia dapatkan dari Dadnya.


"Diana kau yakin bisa melakukannya?" tanya Kenneth ragu.


"Kau semangat sekali menyuruhku untuk membuka baju.." ucap Kenneth.


"Diam atau kau akan kehilangan banyak darah..!" pinta Diana.


Kenneth pun diam dan menurut karena Diana mulai terlihat menyeramkan. Perlahan Diana mengambil peluru yg bersarang di bahu Kenneth. Dan Diana menutupnya setelah memberikan beberapa obat.


"Akhh.." ucap Kenneth.


"Tahan, sebentar lagi kita akan sampai.." ucap Diana.


"Darimana kau belajar ilmu medis? dari ayahmu?" tanya Kenneth.


"Iya sedikit, karena ia tahu aku bekerja dibidang ini jadi ia membekaliku sedikit ilmu.." ucap Diana.


"Sepertinya dia sangat menyayangimu.." ucap Kenneth.


"Tentu saja.. sudah diam nanti darahnya terus keluar .." ucap Diana.


"Ckk.. sekarang kau jadi galak sekali.." ucap Kenneth.


Setibanya dirumah sakit, Kenneth pun langsung mendapatkan pengobatan. Lalu ia dibawa ke ruang rawat. Diana pun masih setia menemaninya. Sementara para rekannya melaporkan hasil misi mereka dan membawa para tersangka.


"Kapt, hubungi keluargamu.. " ucap Diana.


"Tidak, kau pulang saja jika lelah.." ucap Kenneth.


"Apa kau tidak punya keluarga atau kerabat dekat?" tanya Diana.


"Tidak ada, sudah sana pulang saja..!" bentak Kenneth.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya kenapa harus marah-marah.. tak kau suruh pun aku akan pulang.." ucap Diana langsung berdiri dan keluar ruangan.


"Ck.. dasar si mulut pedas..!" gerutu Diana.


Sementara Kenneth pun terdiam, ia begitu sensitif jika menyangkut keluarga yg ia benci. "Seharusnya aku tak berkata seperti itu.." gumamnya dalam hati.


Lalu keesokan harinya Diana pun datang kembali dengan membawakan roti dan buah.


"Halo kapt, aku datang lagi.." ucap Diana.


"Ck.. bosan sekali aku melihatmu setiap hari.." ucap Kenneth.


"Aku hanya ingin membalas perbuatanmu kemarin dengan menggantikanku tertembak.." balas Diana.


"Dasar, kau itu harusnya berterimakasih.." ucap Kenneth.


"Ini bentuk rasa terimakasihku.." ucap Diana menyodorkan roti dan buah.


"Ck, kalau cuma beli aku juga bisa.." ucap Kenneth.


"Ya tinggal dimakan saja kapt, susah sekali.." ucap Diana.


"Ya Terimakasih.. untuk kemarin juga.." ucap Kenneth.


"Ya sama-sama.." ucap Diana.


"Kau tidak ada kencan?" tanya Kenneth.


"Aku sedang bosan kencan.. tapi melihatmu mengomel boleh juga.." goda Diana.


"Kau begitu terobsesi pada wajahku ya .?" tanya Kenneth.


"Iya ingin rasanya aku memukulnya karena gemas dengan kata-kata pedasmu.." balas Diana.


"Ck.. benarkah? " tanya Kenneth dengan mendekatkan wajahnya.


"Kau mau kupukul?" tanya Diana.


"Coba pukul aku.. yakin sanggup..?" ucap Kenneth.


"Benarkah? boleh?" tanya Diana yg justru mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan.


"Lupakanlah.." ucap Kenneth menjauh. Ia tak tahan lagi melihat Diana dari dekat, mau taruh dimana wajahnya jika ia khilaf.


"Oke.. nikmatilah roti buatanku ini kapt.. aku membuatnya dengan sepenuh hati.." ucap Diana.


"Paling juga kau beli.." ucap Kenneth mengambil 1 buah roti.


"Yasudah kalau kau tak percaya.. padahal aku sudah membuatnya pagi-pagi sekali.." ucap Diana.


"Ya terimakasih.." ucap Kenneth.


Lalu Diana pun keluar saat mendapat panggilan dari dadnya.


"Hallo dad, ada apa?" tanya Diana.


"Baiklah aku segera kesana." ucap Diana.


Kemudian ia kembali dan berpamitan pada Kenneth.


"Aku pulang dulu kapt, aku dipanggil ayahku.." ucap Diana dan Kenneth hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2