Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP242


__ADS_3

Diana pun menceritakan rencannya bersama Claude. Dan yg pasti sekarang, Fabio sudah tahu kalau Claude menghilang. Dengan begitu fokus mereka akan ke Claude bukan ke Sofia atau Alfi yg sudah menjadi target. Diana pun meminta pasukan bantuan pada kakeknya untuk membantu timnya yg kekurangan orang. Juga pasokan senjata yg Diana sulit dapatkan dalam jumlah besar.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengupayakan segalanya. " ucap Satria.


"Terimakasih kek.." ucap Diana.


"Terimakasih kek, bagaimana kondisi ibu?" tanya Claude.


"Dia baik-baik saja, dan sepertinya kondisinya membaik sejak ditangani olehmu.." ucap Satria.


"Benarkah? syukurlah kalau begitu.." ucap Claude.


"Dan jika tahu kau masih hidup dia pasti akan langsung sembuh.." ucap Satria.


"Kau dengar itu.. mom baik-baik saja apalagi ada tim alfa yg menjaganya.." ucap Diana.


"Baiklah Diana aku percaya,.." ucap Claude.


"Dan kek, usahakan untuk sampel mom dan dad usahakan jangan sampai mereka tahu.." ucap Diana.


"Ck.. kau ini sudah pintar memerintahku, kenapa tak kau kerjakan sendiri?" tanya Satria.


"Mereka akan curiga kalau aku melakukannya.." ucap Diana.


"Bisa saja kau beralasan.. baiklah aku akan memerintahkan Kenneth dan para pelayan di rumahmu.." ucap Satria.


"Terimakasih kek, dan juga rahasiakan kedatanganku ingat itu.." ucap Diana.


"Iya, baiklah.. Claude awasi saudara gila mu ini, jika dia bertingkah mencurigakan hubungi aku .." ucap Satria.


"Baik kek.." balas Claude.


"Baiklah, aku akan kembali ke markas karena masih ada pekerjaan. Harusnya gadis gila ini ada disana untuk membantuku.." ucap Satria.


"Kek, berhentilah mengeluh aku akan berada di markas jika semuanya sudah siap.." ucap Diana.


"Awas kau kalau sampai kabur.. " ucap Satria.


"Dan Claude lain kali kita harus makan bersama.." ucap Satria.


"Baik kek, aku menantikannya.." ucap Claude.


"Byee kek.." ucap Diana.


"Ya.. kalian berhati-hatilah.." ucap Satria.


Selepas Satria pergi, Diana menjelaskan segalanya pada Claude tentang rumah tersebut. Ada beberapa fasilitas yg bisa digunakan, seperti kolam renang, ruang baca, bahkan ada mobil yg disiapkan Diana jika keadaan darurat.


"Claude jika kondisi darurat kau bisa kabur dengan salah satu mobil yg ada disini.." ucap Diana.


"Baiklah.. tapi dimana tempat yg aman jika aku kabur..?" tanya Claude.


"Hubungi aku atau Kenneth.. nanti aku akan memberitahunya.." ucap Diana.

__ADS_1


"Kenneth pria yg bersamamu di apartemen kan?" tanya Claude.


"Kau benar, dia ketua tim alfa.." ucap Diana.


"Dia kekasihmu juga?" tanya Claude.


"Hahaha.. tidak mungkin, kau harus tahu dia itu kurang tertarik pada wanita.." ucap Diana.


"Lalu noda merah di bibir kalian?? yakin itu noda jus? bukan hasil perbuatan kalian?" tanya Claude mengintimidasi.


"Bukan, memangnya aku wanita macam apa.. Dia itu diperintahkan untuk menjagaku oleh kakek.." ucap Diana.


"Baiklah.. aku bisa lega kalau begitu.." ucap Claude.


"Hei, kau tahu nenek dan dad itu seorang dokter.. jadi pasti kau menuruni bakat mereka.." ucap Diana.


"Benarkah?" tanya Claude.


"Ya.. benar, grandma masih aktif di rumah sakit milik grandmom." ucap Diana lalu menceritakan keluarganya pada Claude.


Diana pun dengan antusias menceritakan silsilah keluarganya pada Claude, mulai dari kakek buyut hingga mom dan dad mereka. Claude pun nampak terkejut, ternyata dia bukan berasal dari keluarga biasa. Hampir semua keluarganya sukses dibidang masing-masing. Diana juga menceritakan adik ibunya Kenan, juga sepupu mereka Brian dan Iris.


"Brian aku pernah bertemu dengannya .." ucap Claude.


"Benarkah? dimana?" tanya Diana.


"Dirumah sakit, dia sedang mengunjungi pasienku yg adalah kliennya. Dia juga datang bersama tuan Kenan." ucap Claude.


"Mereka paman dan sepupu kita .. mulai sekarang aku yg akan menceritakan segalanya padamu.. " ucap Diana.


"Tapi boleh aku bertanya?" tanya Diana.


"Silahkan.." ucap Claude.


"Jika semuanya berakhir, Dimana kau akan tinggal? kembali ke kehidupan lamamu atau tinggal bersama kami keluarga aslimu..?" tanya Diana.


"Aku belum memikirkannya Diana, sekarang aku hanya mencaritahu fakta saja.." ucap Claude.


"Claude, mulai sekarang kau harus memikirkannya. Kau tahu siapa ayah yg merawatmu dan seperti apa yg akan ia alami jika rencanaku berhasil..Juga ada kedua orang tua yg menantimu selama puluhan tahun.." ucap Diana.


"Baiklah Diana, aku akan memikirkannya.." ucap Diana.


"Pikirkan dengan bijak, karena dari yg aku lihat kau dan Fabio saling menyayangi. Apalagi kalian sudah bersama lebih dari 20 tahun. Dan yg kau lihat selama ini hanyalah dirinya. Aku takkan menyakitinya jika kau tak mengijinkannya.." ucap Diana.


"Jangan Diana kalau kau lemah, kau yg akan kalah.." ucap Claude.


"Tapi apa kau yakin baik-baik saja jika aku menghajar ayahmu? ingat aku tak sendirian melawannya.." ucap Diana.


"Aku pasti akan terluka jika dia sampai terluka, tapi aku tak bisa membenarkan semua perbuatannya.." ucap Claude.


"Aku akan usahakan agar ia tak mati, setidaknya kau masih bisa menjenguknya di penjara.." ucap Diana.


"Terimakasih Diana, entah bagaimana tanggapan keluarga kita jika mereka tahu aku menyayangi musuh mereka.." ucap Claude tersadar.

__ADS_1


"Pasti tidak mudah, tapi juga bisa dimaklumi.. Kau masih ada aku yg bisa memahamimu.." ucap Diana.


"Terimakasih Diana, aku tak tahu jika bukan karenamu mungkin aku tak pernah tahu siapa ayahku dan siapa kedua orang tua kandungku.." ucap Claude.


"Juga tak tahu kalau kita saudara kembar.. jangan lupakan itu.." ucap Diana.


"Ya kau benar.." ucap Claude.


"Aku akan memasak makan siang, tadi katanya persediaan makanan sudah diantarkan.." ucap Diana.


"Kau memasak sendiri?" tanya Claude.


"Ya.. itu lebih sehat.." ucap Diana.


"Aku akan membantu.." ucap Claude.


"Baiklah ayo kita ke dapur.." ucap Diana.


Diana dan Claude pun semakin akrab dan keduanya saling memahami. Diana tahu betul pasti sulit menjadi Claude yg terlanjur menyayangi musuh keluarganya. Tapi Claude juga berhak tahu fakta yg sesungguhnya. Hingga ia sadar, membunuh Fabio hanya akan menyakiti saudaranya.


Dan hari ini Diana bahagia bisa tinggal bersama saudaranya dan makan bersama anak buahnya. Mereka masih bisa menikmati kedamaian dan kebersamaan ini, sebelum perang yg sebenarnya terjadi.


Rumah yg ditempati Diana dan Claude pun sudah dicurigai, hingga orang-orang Diana harus membereskannya. Diana yg tahu pun tak tinggal diam dan ikut menghajar mereka. Claude yg melihatnya pun semakin sadar kalau Fabio orang yg mengerikan.


"Diana kau tak apa?" tanya Claude melihat Diana menghajar penyusup yg hendak masuk rumah.


"Mereka hanya pembunuh bayaran kelas rendah, tapi aku harus mendapatkan informasi darinya.." ucap Diana mengikatnya.


"Kau siapa yg mengirimmu?" tanya Claude.


"Tuan muda Claude, kembalilah ke ayahmu.." ucapnya.


"Aku akan kembali jika tugasku usai.. katakan apa rencana kalian..?" tanya Claude.


"Kami akan membunuh sepasang suami istri Sofia dan Alfi." ucapnya.


"Diana ibu dan ayah dalam bahaya.." ucap Claude.


"Dia hanya menggertak, tak semudah itu menembus pertahanan kami.. dan paman Kenan sudah membuat pengamanan rumah yg canggih.." ucap Diana.


"Tapi aku tetap penasaran.." ucap Claude.


"Mari kita hubungi rekanku agar kau puas.." ucap Diana.


Diana pun menghubungi Kenneth dan meminta gambar kegiatan kedua orang tuanya. Kenneth pun mengirimkannya.


"Mereka sedang makan bersama.." ucap Diana menyerahkan ponselnya.


"Syukurlah mereka baik-baik saja.." ucap Claude.


"Tentu saja, kau pikir mereka selemah apa? mereka juga pandai bela diri. Kau sendiri apa kau bisa bela diri?" tanya Diana.


"Sedikit, aku pernah diajari dulu.." ucap Claude.

__ADS_1


"Bagus apapun itu, kau bisa melindungi dirimu sendiri. Disini ada ruang gym yg bisa kau pakai untuk melatih staminamu.." ucap Diana.


"Baik Diana.." ucap Claude.


__ADS_2