
Hari ini Rose bangun lebih siang dari biasanya. Ia tidur jam stgh 4 pagi karena pergi ke gedung tua tersebut. Saat bangun ia menatap jam dinding di kamarnya. "Oh tidak sekarang jam 10 pagi.." gumamnya. Dengan langkah gontai ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu ia pun sarapan dan minum segelas susu.
Lalu Rose membuka laptopnya dan mengirimkan file serta laporannya pada Kenan. Setelah selesai ia kini harus bersiap untuk bekerja lagi. "Kerja lagi.. " gumamnya sembari melihat jam. Rose pun bersiap dan segera melajukan mobilnya menuju kantor D'Textile.
Rose pun nampak cuek pada wajahnya yg sedikit lebam hasil dari bertarung dengan petarung jalanan semalam. Ia hanya mengoleskan foundation sedikit untuk menutupi noda biru di wajahnya walaupun masih keliahatan sedikit bengkak. Dan lebam tersebut sama sekali tidak mengurangi kecantikannya. Saat datang beberapa temannya bertanya soal wajahnya yg sedikit lebam.
"Wah Rose apa yg terjadi dengan wajahmu?"
"Aku bertemu preman di jalanan.." balas Rose.
"Apa kau sungguh baik-baik saja, jika kau masih sakit kau pulang saja.."
"Aku baik-baik saja kawan.. kalian jangan meremehkanku.." ucap Rose tersenyum.
"Oke kalau begitu.. kami hanya khawatir padamu.."
Lalu mereka pun melanjutkan pekerjaannya. Tak lama berselang tuan Valentino keluar dari ruangannya. Ia sekilas menatap wajah Rose yg terlihat sedikit membengkak. Dalam hati ia bertanya " Ada apa dengan wajahnya? apa dia habis dipukul orang..?" pertanyaan itupun yg terpikirkan oleh tuan Valentino.
Tapi Valentino hanya diam saja dan terus berlalu menuju ke ruangan rapat. Dan para bodyguard pun hanya menunggu di depan ruangannya untuk berjaga-jaga. "Hari ini apa yg akan terjadi?" gumam Rose dalam hati. Sejujurnya ia sangat lelah, bukan karena bekerja dengan D'Textile tapi karena harus extra berhati-hati agar misi utamanya tetap berjalan. Seperti melakukan 2 pekerjaan dalam satu waktu, pastinya itu sangat melelahkan. Belum lagi jika Chris menempel padanya pastilah sangat merepotkan.
Hingga jam istirahat tuan Valentino masih berada di ruangan rapatnya. Rose pun mendapat waktu istirahatnya, ia yg merasa lelah pergi ke cafeteria. Walaupun makanannya tidak sesuai dengan seleranya, ia tetap harus makan untuk menjaga tubuhnya. Dan hari ini pun Chris tidak mengganggunya sehingga Rose sangat bahagia bisa bekerja dengan lancar.
Sore hari tuan Valentino pulang seperti biasanya. Ia terus memperhatikan wajah Rose. Karena penasaran ia pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Rose ada apa dengan wajahmu?" tanya tuan Valentino.
"Hanya luka kecil tuan.." jawab Rose.
"Apakah kau habis bertarung?" tanya Valentino penasaran.
__ADS_1
"Ya.. aku habis bertemu dengan para preman tuan.." balas Rose santai sembari mengemudikan mobilnya.
"Tapi kau baik-baik saja bukan.. " balas Valentino.
"Tentu tuan, seperti yg anda lihat aku masih sehat.." balas Rose.
"Pasti para preman tersebut bukan masalah besar bagimu.. " ucap tuan Valentino tersenyum.
Namun Rose hanya diam dan terus fokus mengemudikan mobilnya hingga tiba di istana megah keluarga Felix. Tuannya itu pun turun dan langsung masuk ke dalam. Sementara para bodyguard pun tengah berkumpul untuk mendengarkan instruksi dari atasan mereka.
Mereka mendapatkan tugas untuk menjaga pesta anniversary tuan dan nyonya Felix pada malam minggu. Semua personel pun sudah mendapatkan posisinya masing-masing. Dan beberapa aturan yg digunakan dan harus dipatuhi oleh semua bodyguard agar acara berjalan dengan lancar. Semua personel pun kini telah mengerti instruksi dan arahan dari atasan mereka. Kemudian mereka dibubarkan dan kembali ke posisi masing-masing.
Pada malam hari turun hujan lebat. Rose dan beberapa rekannya pun berjaga di pos yg disediakan. Sembari menikmati minuman hangat mereka tetap mengontrol tempat tersebut melalui CCTV. Tuan Vall yg mengetahui hujan turun pun segera melihat ke balkon kamarnya. Dia tak dapat menemukan Rose dimanapun. Tapi ia yakin saat ini Rose pasti sedang berada di pos.
Semakin malam hujan pun terus turun dengan lebat. Hingga tak ada yg berani keluar dari pos mereka. Dan suasana pun sangat hening tak ada suara selain rintik hujan. Semua penghuni rumah sudah terlelap dalam tidurnya. Sementara para bodyguard masih harus terjaga. Ketika jam kerjanya habis Rose masih berada di pos menunggu hujan mereda. Begitu hujan reda ia pun pamit pulang pada teman-temannya. Ia pun berjalan cepat menuju mobilnya. Dan melajukan mobilnya menuju apartemennya. Di gerbang ia berpapasan dengan sebuah mobil mewah yg tak lain adalah mobil Chris. Karena sedang hujan, Chris pun tak bisa menyapa Rose dan membiarkannya berlalu. "Sayang sekali.." gumam Chris.
Tapi bukan Chris namanya jika menyerah, ia pun memilih untuk membuntuti mobil Rose dari belakang. Ia penasaran dimana Rose tinggal. Rose yg tahu sedang dibuntuti pun hanya menarik nafas beratnya. "Oh tuhan.. apalagi ini?" umpatnya dalam mobilnya. Ia pun memilih untuk berputar ke arah lain untuk mengecoh mereka. Beruntung Chris kehilangan jejaknya, sehingga Rose bisa pulang ke apartemennya dengan aman.
"Kemana perginya mobil itu? apa kau bodoh hah?" ucapnya kesal.
"Sudahlah mari kita pulang.. padahal ini waktu yg tepat.." ucapnya pasrah.
Rose pun kini sudah berada di apartemennya. Bajunya yg sedikit basah pun membuatnya langsung segera membersihkan tubuhnya. Hari ini ia pulang dini hari lagi. Ia pun langsung merebahkan tubuhnya yg terasa lelah setelah mengirimkan laporan pada Kenan. "Sampai kapan aku akan begini.. tuhan berikanlah aku petunjuk lagi.." ucapnya sembari menatap pada langit-langit di kamarnya. Hingga Rose pun tertidur lelap.
Esoknya ia mendapatkan libur sehingga ia bisa bangun siang dan bersantai di apartemennya. Baru saja ia akan bangun siang ponselnya pun berdering. "Siapa sih pagi-pagi begini.." gumamnya setengah sadar.
"Hallo.." ucap Rose.
"Rose kau dimana?" tanya Alfi di ponsel.
__ADS_1
"Aku di kamarku.." balas Rose yg sudah tahu itu suara Alfi.
"Aku ada di bawah.. cepatlah turun.." ucap Alfi.
"Aduh kau ini, hari ini aku berniat malas-malasan.. malah datang pagi-pagi.." balas Rose.
"Oh ayolah turun sebentar.." balas Alfi.
"Baiklah tunggu sebentar.." balas Rose.
Dengan perlahan Rose bangun dan mencuci mukanya dan merapikan rambutnya yg berantakan. Lalu ia memakai jaketnya dan turun ke bawah. Ia pun melihat Alfi yg tersenyum padanya dan langsung menghampirinya.
"Ada apa Al?" tanya Rose.
"Wah kau benar-benar baru bangun tidur.." ucap Alfi.
"Iya kau bisa melihatnya sendiri sekarang, aku masih berantakan.." balas Rose.
"Yah adikmu menelpon semalam, katanya kau sangat sibuk dan jarang mengabarinya, jadi ia memintaku untuk melihat kondisimu.." ucap Alfi.
"Iya aku bahkan tak sempat mengecek ponselku.. tapi kau lihat kan aku baik-baik saja.." ucap Rose.
"Iya kau baik-baik saja.. aku tadi habis dari resto dan membawakanmu makanan karena mungkin saja kau tidak sempat berbelanja atau memasak sesuatu.." ucap Alfi sembari memberikan bungkusan makanan pada Rose.
"Kau memang yg terbaik.. aku memang membutuhkan makanan saat ini.." ucap Rose menerima makanan dari Alfi.
"Baiklah, kau bisa kembali dan beristirahat.. aku hanya mengecek kondisimu agar adikmu tidak mengomeliku.." ucap Alfi tersenyum.
"Dia memang kadang cerewet.. Terimakasih ya makanannya.." ucap Rose.
__ADS_1
"Oke.. sampai jumpa.." pamit Alfi.
Setelah Alfi pergi, Rose pun masuk ke kamarnya dan merebahkan kembali tubuhnya. Ia merasa masih mengantuk dan kurang tidur beberapa hari ini.