Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.25


__ADS_3

Setelah menjelaskan secara rinci apa yg terjadi pada Doni, kini Doni merasa sangat kesal. Siapa yg sudah berani berbuat macam-macam pada cucu-cucunya. Tapi Kenan dan Rose pun menahan kakeknya untuk bertindak, mereka meyakinkan kalau mereka sudah merencanakan sesuatu untuk mencaritahu siapa orang yg ingin meledakkan bom di kamar Rose.


Doni pun hanya bisa menarik nafas panjang, rasanya tiada habisnya musuhnya membuat keluarganya dalam bahaya. "Konsekuensi dari perusahaan yg kubangun ternyata harus ditanggung sampai generasi penerusku.." gumamnya dalam hati. Tapi Doni mencoba memberikan kesempatan pada cucu-cucunya untuk bergerak. Berharap rencana cucunya kali ini berhasil.


Doni pun tinggal sejenak dirumah sakit sebelum ia pergi ke perusahaan cabang miliknya di negara ini. Ia juga ingin membalas kelakuan buruk keluarga Felix pada cucu kesayangannya.


Setelah kepergian Doni, baik Kenan maupun Rose bisa lega. Mereka bisa melihat kepanikan di raut wajah kakeknya. "Hampir saja.." gumam Rose.


"Iya Kak.. aku takut kalau tensi darah kakek naik gara-gara masalah ini.." ucap Kenan.


"Iya kita harus selalu menjaga moodnya.." balas Sofia.


☘☘☘


Ditempat lain, nampak tuan Felix tengah berbicara dengan seseorang ditelepon.


"Apa?? kenapa bisa gagal?" tanyanya kesal.


"Maaf tuan, sepertinya target bukan orang sembarangan.."


"Aku tidak mau tahu aku ingin wanita bernama Rose ini hilang dimuka bumi agar anakku bisa selamat.." ucap Tuan Felix kesal.


"Baik tuan.. kami akan menjalankan rencana selanjutnya.."


Kini Tuan Felix sedang menggali kuburannya sendiri, ia tak tahu kalau Rose adalah Sofia penerus dari SHIELD. Bukan hanya itu Doni dan Kenan takkan tinggal diam jika mengetahui semuanya.


☘☘


"Rasakan kau ayah brengsek..!" umpat Chris dipenjara saat tahu rencana ayahnya gagal. Tiada yg tahu alasan kenapa Chris begitu bahagia ada di dalam penjara, terlebih kini ayahnya sedang cari mati dengan menyerang balik orang-orang SHIELD. Orang-orang pun sudah menganggap Chris seperti orang gila karena berbicara sendiri di dalam jeruji besi.


Tiba-tiba Doni tiba dipenjara, ia ingin melihat wajah bedebah yg sudah membuat cucunya berada dirumah sakit. Ia pun kini sudah mendapatkan ijin untuk berbicara 4 mata dengan Chris.


"Hallo tuan muda Chris.. bagaimana kabarmu? Apakah menyenangkan ada disini? " ucap Doni.


"Cukup menyenangkan tuan, rasanya aku ingin berterimakasih pada anda.." balas Chris.


"Yah kalau begitu aku langsung to the point padamu.. apa yg membuatmu harus melakukan itu pada bawahanku? Apakah karena dia cantik?" tanya Doni.


"Yah kalau cantik, kuakui Rose sangat cantik dan memikat. " jawab Chris.


"Ada banyak wanita cantik disekitarmu, jangan kira aku tak tahu.. tapi kenapa harus Rose? dia hanya seorang bodyguard, apakah kau tak takut pada kami?" tanya Doni.

__ADS_1


"Justru itu aku semakin menyukainya.." seringai Chris.


Bugghh..Bughh.. "Dasar lelaki hina, aku sudah menahan diri sedari tadi.. katakan apa tujuanmu?" tanya Doni.


"Aku hanya ingin Rose dan ada sedikit masalah pribadi.. haha.." ucap Chris lalu tertawa.


"Sepertinya kau sudah gila.." ucap Doni semakin kesal dan meninggalkan ruangan tersebut. Dan kini Chris sudah dikembalikan ke ruang tahanannya. Sambil berjalan Doni merasa ada yg aneh dengan Chris, ia justru senang melihat dirinya berada di dalam penjara. Bahkan ia tak ada rasa bersalah melihat keluarganya yg tengah panik dan dipermalukan oleh kelakuannya. "Ada yg tidak beres dengan pemuda itu.." gumamnya.


☘☘☘


Dirumah sakit Rose sedang bersikap seperti biasa. Sementara Kenan pulang ke hotel untuk ganti pakaian. Alfi pun mulai memperhatikan sekitarnya terutama perawat yg akan memeriksa keadaan Rose. "Kali ini aku tak boleh kecolongan lagi.. nyawa Sofia bisa ada dalam bahaya.." gumamnya dalam hati.


Diruangannya Alfi pun mengecek daftar perawat yg berjaga kemarin, tak ada yg aneh dengan data itu tapi siapa yg berani masuk tanpa akses. "Mungkinkah orang dalam seperti dugaan Rose?" gumamnya.


"Tunggu siapa pemilik rumah sakit ini sebenarnya? karena tak mungkin rumah sakit sebesar ini bisa ada perawat gadungan.." gumam Alfi dalam hati. Setelah mencaritahu, ternyata sama sekali tak ada hubungannya dengan keluarga tuan Felix.


Hingga malam yg dinanti pun tiba. Seperti kemarin Rose membeli makanan dari luar, ia menyuruh bodyguardnya untuk membelinya karena kakeknya khawatir kalau makanan rumah sakit telah diberi racun. Dan Kenan nampak tak hadir malam ini, Rose sengaja menyuruhnya untuk tidak berada di ruangannya untuk membuat penyusup leluasa bergerak. Juga ia menyuruh bodyguardnya melonggarkan pengawasan.


Selesai makan, kini Rose sudah terhubung dengan Kenan lewat anting yg pernah diberikan Kenan padanya. Anting yg tak lain adalah alat komunikasi mirip headset wireless. Semua sudah bersiap diposisi masing-masing. Kenan pun memulai aksinya.


"Bagaimana Ken?" tanya Rose.


"Aku sedang mencobanya kak.. tunggu sebentar.." balas Kenan.


"Kak aku sudah berhasil.. kini aku sudah terhubung dengan cctv rumah sakit. Aku juga bisa melihat keadaan kamarmu dari sini.. " ucap Kenan.


"Bagus.. terus pantau.. timku diluar juga sudah bersiap." balas Rose.


Di area parkir, muncullah mobil van mini yg tampak biasa saja. Tapi plat mobil tersebut nampak mencurigakan.


"Nona ada mobil mencurigakan masuk.." ucap tim Rose di telepon.


"Oke pantau terus dan tunggu aba-abaku baru bergerak.." perintah Rose.


Kemudian Rose menelpon Kenan.


"Ken mobil van di parkiran tolong kau amati.." ucap Rose.


"Baiklah, tunggu sebentar.. nah aku sudah menemukannya.." ucap Kenan.


"Mereka baru saja turun, dan sedang menuju lobby.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Baik terus pantau.." ucap Rose.


"Kini mereka menaiki lift.. apa bodyguard disana sudah kau suruh sembunyi?" tanya Kenan.


"Mereka sudah aman.. " balas Rose.


"Tunggu mereka bertemu seseorang di depan lift.." ucap Kenan.


"Siapa?" tanya Rose.


"Petugas rumah sakit ini.." balas Kenan melihat seragamnya.


"Baiklah, hubungi Alfi.." pinta Rose.


"Baik kak.." balas Kenan.


Kenan pun langsung menghubungi Alfi.


"Al kau dimana?" tanya Alfi.


"Aku ada di lantai 3.. ada seseorang mencurigakan..c balas Alfi.


"Baguslah jika kau sudah tahu.. kau urus orang dalam tersebut.." perintah Kenan.


"Baik aku sudah siap.." ucap Alfi.


"Mereka sudah berpisah.. nanti kuhubungi lagi.." ucap Alfi menutup sambungaan telepon.


Kini Kenan terus mengikuti langkah kedua orang tersebut. Dan sampailah mereka di lantai 5 menuju ruangan Rose. Dan kini mereka sudah berubah layaknya seorang dokter dan perawat.


"Kak bersiaplah.. seorang dokter dan perawat gadungan menuju kamarmu.." ucap Kenan.


"Baiklah aku akan berpura-pura tidur.." balas Rose.


Mereka yg melihat bodyguard di depan kamar sedang bersantai pun langsung masuk dengan leluasa. Satu perawat masuk lebih dulu dan memriksa kamar, dan sang dokter mengikuti dari belakang. Ia sudah mempersiapkan jarum suntik berisi racun mematikan. Setelah perawat memastikan aman, sang dokter pun mendekat dan berusaha menyuntikkan racun tersebut ke tangan Rose.


Baru saja jarum tersebut diarahkan, Rose pun cepat bertindak dan menangkis tangannya hingga jarum itu pun jatuh ke lantai. Dokter gadungan itu pun mundur berapa centi melihat Rose hendak menyerangnya.


Plakkk..


"Maaf dokter gadungan sepertimu tidak bisa menipuku.." ucap Rose bangkit.

__ADS_1


Bughhh... tendangan rose pun mendarat ke dada si dokter gadungan membuatnya terjatuh dan kesakitan. Dan si perawat pun tak tinggal diam, ia mengambil jarum yg jatuh dan mencoba menyerang Rose. Rose pun menghindar dengan cepat dan perawat tersebutpun tersungkur ke tepian ranjang, Rose pun menjatuhkan jarum suntiknya dan mengunci tangan si perawat. Sang Dokter pun mencoba bangkit dan membantu rekannya namun para bodyguard sudah masuk dan menodongkan pistol ke kepalanya membuat nyalinya ciut. Kini 2 oknum gadungan itu pun berhasil ditangkap.


"Kena kalian berdua..!" ucap Rose puas karena rencananya berhasil kali ini.


__ADS_2