Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP212


__ADS_3

Setelah diintrogasi didapatlah informasi dari kedua orang tersebut bahwa barang haram tersebut didapat dari seseorang bernama William. Mereka pun berencana untuk menangkap orang bernama William.


"Sepertinya ini akan jadi misi yg panjang.." ucap Kenneth.


"Ya.. sepertinya begitu kapt.." balas Diana.


"Kalian kompak sekali.." ucap rekan yg lain dan langsung mendapat tatapan tajam dari mereka berdua.


"Oke.. lanjutkan.. " ucapnya lagi takut.


"Baiklah.. apa perintah dari atasan?" tanya Diana.


"Mereka hanya ingin kita mencaritahu saja dan menangkap orang-orang yg mengedarkan.." ucap Kenneth.


"Apa kau memikirkan apa yg kupikirkan kapt?" tanya Diana.


"Ya.. sepertinya tugas kita hanya mencaritahu.. dan ada tim lain diatas kita yg akan menyergap.." balas Kenneth.


"Bingo, apakah kita harus keluar dari batasan?" tanya Diana tersenyum.


"Tidak, terlalu beresiko Diana. Jangan membahayakan diri lagi.. ada 10 nyawa di tim ini.." ucap Kenneth.


"Oke kapt aku mengerti " ucap Diana.


"Ya baguslah, karena kalian semua adalah tanggungjawabku.." ucap Kenneth.


"Ya.. kita tangkap saja pria bernama William.. " ucap Diana.


"Ya sesuai rencana.. ayo kita sergap pria itu besok malam.." ucap Kenneth.


Mereka pun segera menyusun strategi setelah mengamankan keduanya ke kantor polisi. Lalu mereka membagi tugas masing-masing. Dan sebagai wanita satu-satunya Diana selalu menjadi umpannya. Entah mengapa hingga kini banyak orang berfikir kalau wanita itu makhluk yg lemah. Apalagi jika wanita itu berdandan cantik dan memakai dress.


Diana pun pulang ke hotelnya dengan mencari dress yg sesuai dengan misinya kali ini. Ia memakai dress hitam dengan punggung sedikit terbuka. Lalu ia juga menyiapkan wig agar tidak mudah dikenali. Serta beberapa peralatan menunjang pemberian Brian dan Kenan.


Setelah 2 hari pengintaian, malam ini mereka pun beraksi. Diana datang ke sebuah club malam dengan pakaian seksi yg menarik perhatian tersebut. Ia memakai make up tebal dan wig agar tak dikenali. Walaupun semua nampak takjub akan penampilannya tapi Diana tetap menyiapkan sekenario terburuk.


"Kipas ini pemberian paman Kenan, akan sangat berguna nanti.." gumam Diana dalam hati.


Diana pun datang dengan menggunakan taksi, yg sebenarnya adalah rekannya yg tengah menyamar. Sementara Kenneth ikut masuk bersama rekannya sebagai pengunjung biasa, yg tugasnya adalah mengawasi sekitar.


Sisanya berjaga diluar jika situasi memburuk. Diana pun masuk dengan anggun dan memesan minuman. Diana yg merupakan anak baik-baik mau tidak mau harus meminum alkohol dan harus terbiasa jika sedang melakukan penyamaran.


Hingga seorang pria menghampirinya.


"Hallo lady? kau sendiri?" tanyanya.


"Tentu, memangnya ada orang disampingku.?" tanya Diana tersenyum.


"Oh, apa ini takdirku bertemu denganmu..?" ungkapnya.


"Mungkin.." balas Diana.


"Apa kau kesini butuh teman? atau sedang bosan?" tanyanya tak berhenti membuat Diana tertarik untuk mencari informasi.


"Aku memang sedang bosan dan mencari hiburan.." balas Diana.


"Oh kebetulan, aku siap menghiburmu.." ucapnya.


"Bagaimana kau menghiburku?" tanya Diana.


"Kau mau main di hotel mana? aku yg akan memfasilitasi semuanya.." balasnya bangga.

__ADS_1


"Dasar sa***pah" gumam Diana dalam hati.


"No, aku sedang datang bulan.. apa tidak ada yg menarik dari hal itu?" tanya Diana.


"Sayang sekali.. ya masih ada.." ucapnya lagi.


"Apa itu?" tanya Diana tersenyum.


"Permen yg bisa membuatmu bahagia.. " balasnya.


"Baiklah, mari kita mulai.." gumam Diana dalam hati yg terus mengorek informasi.


"Permen? tapi aku sedang diet.. apakah tidak masalah?" tanya Diana pura-pura tak tertarik.


"Ck.. sama sekali tak masalah sayang.. kita bisa memakannya setiap hari." balasnya.


"Seperti apa bentuknya? aku penasaran." balas Diana.


"Ini hanya contoh milik temanku, nanti saat bos datang aku akan memberimu gratis.." balasnya.


"Oke.." ucap Diana melihatnya dengan seksama.


"Apa ini benar-benar permen?" tanya Diana pura-pura tak tahu.


"Ya tentu, bentuknya saja mirip obat.. tapi rasanya manis.." balasnya.


"Hmm.. Baiklah aku akan mencobanya." ucap Diana.


"Tunggulah sebentar karena bosku akan tiba" ucapnya.


"Ya.. " balas Diana sembari menenggak minumannya.


"Welcome bos.." ucap Jack.


"Bagaimana bisnis hari ini? " tanya William tanpa basa-basi.


"Semuanya lancar dan aman.." ucap Jack.


"Aku butuh lebih banyak, mereka semua menyukainya.." ucap Jack.


Lalu Jack pun mengajak bosnya untuk duduk di kursi khusus.


"Aku akan memberikan lebih banyak.. pastikan kau tidak tertangkap.." ucap William.


"Pasti Bos.." ucap Jack santai.


Lalu Jack mendapatkan barang yg ia inginkan, dan mentransfer uang ke rekening William.


"Bagus, kuharap kau terus begini.." ucap William setelah melihat nominal transfernya.


"Tentu bos, aku akan selalu bisa diandalkan.." ucap Jack.


Setelah itu, Jack kembali menemui Diana. Dia menawarkan permen tadi pada Diana.


"Tidak lama bukan?" tanya Jack.


"Ya.." ucap Diana manis.


"Ini cobalah.." ucap Jack.


Diana pun menerimanya, permen yg sama dengan yg ia tenggak saat kemarin bersama dengan mantan kekasihnya. Permen yg membuatnya 2 hari kemarin berada di rumah sakit. Tak mau mengulangi kesalahan, Diana pun bergerak dan memberi kode pada yg lainnya.

__ADS_1


"Tapi kemarilah, ada yg ingin aku bisikkan.." ucap Diana.


"Apa itu?" tanya Jack mendekatkan telinganya ke arah Diana.


Bughh..bughhh..bughh..


Diana pun memukul Jack hingga pingsan.


"Kapt dan lain mulai bergerak.." ucap Diana.


"Oke.."


Mereka pun bergerak dan meringkus William. Namun, tak semudah itu karena William sudah menghilang entah kemana. Diana pun menuju ke pintu belakang karena melihat sesuatu disana.


Diana pun berlari dengan dressnya dan juga heelsnya yg sedikit menghambat geraknya.


"Tim B.. apa ada yg keluar?" tanya Diana.


"Tidak Diana.."


"Jangan mendekat, mobil itu akan meledak.." ucap Kenneth yg paham rencana William.


Duaaaaaarrrrr...


Dan dalam selang waktu sepersekian detik mobil tersebut pun meledak. Beruntung tim B langsung menjauh dari mobil tersebut.


Dan Diana terus mengejar William dan kehilangan jejak.


"Akhhh.. kemana pria itu.." ucap Diana.


"Sudahlah, yg terpenting pria bernama Jack kita amankan.." ucap Kenneth.


"Rekan yg diluar bagaimana?" tanya Diana.


"Mereka aman.. kau lupa mereka sudah terlatih..?" ucap Kenneth.


"Oke.. aku hanya khawatir.." ucap Diana.


"Khawatirkan dirimu..Lihat bajumu bisa robek begini.." ucap Kenneth menatap dres Diana yg robek karena berlari.


"Ini namanya Dress kapt, dan dia robek karena aku berlari.." ucap Diana.


"Ck.. sama saja.." ucap Kenneth.


"Oke.. daripada berdebat tentang dress yg tak penting lebih baik kita lihat kondisi club ini dan rekan kita.." ucap Diana pergi meninggalkan Kenneth.


Mereka pun mengamankan lokasi dan menangkap Jack. Setelah diintrogasi, Jack pun diserahkan ke pihak berwajib. Tim alfa pun pulang karena target sudah kabur. Meski mendapatkan informasi tetap saja Diana kecewa tak dapat menemukan William karena Diana sudah menyelidiki tentang siapa William. "Akh, aku sedang tidak beruntung.." gerutu Diana dalam hati.


Namun, saat ia hendak menuju ke dalam mobil, Diana pun merasa pusing efek dari minumannya.


"Diana.." ucap Kenneth dan beberapa rekannya.


"Kepalaku pusing, pasti efek alkohol.." ucap Diana.


Diana pun pulang bersama Kenneth dan beberapa rekannya setelah membawa Jack ke kantor polisi. Diana diantarkan sampai ke dalam kamar hotelnya dan juga diberikan obat pereda mabuk.


"Nanti, minum ini.." ucap Kenneth.


"Iya, terimakasih kapt dan teman-teman.." ucap Diana.


Kenneth dan yg lain pun keluar dari kamar membiarkan Diana istirahat.

__ADS_1


__ADS_2