
Sofia yang mendengar percakapan tuan Hong dan orang asing tersebut pun kesal. Ia memutuskan untuk menunggunya keluar dari resto tersebut. Ia ingin memata-matai tuan Hong dan juga orang tersebut. Ia pun menceritakannya pada Alfi.
"Al aku akan bergerak, kau bisa pulang duluan.." ucap Sofia setelah menjelaskan segalanya.
"Apa?? tidak Sofia aku akan menemanimu.. ini berbahaya apalagi kau sendirian.." ucap Alfi.
"Benarkah?? baguslah jika kau ikut.. kau tak perlu cemas aku sudah sering bergerak sendiri.." balas Sofia.
"Aku akan menunggu mereka keluar.." ucap Sofia.
"Baiklah.. sebaiknya kau pakai topiku.." ucap Alfi memberikan Sofia topinya.
"Ide bagus.. " balas Sofia.
Mereka pun keluar dari ruangan dan berjalan keluar bersama. Seketika Sofia pun membuang pandangan seolah sedang berbicara pada Alfi.
"Mereka dimana?" tanya Sofia berbisik.
"Mereka menuju parkiran.. ayo kita ikuti.." ucap Alfi.
"Oke.." balas Sofia.
Mereka pun berjalan perlahan sembari mendengarkan baik-baik apa yg di katakan kedua pria tersebut. Lalu setelah sampai dimobil mereka melihat dengan jelas kedua orang tersebut nampak akrab. Mereka pun mendengar obrolan tersebut samar-samar, yg intinya kedua orang tersebut akan bertemu lagi 3 hari yg akan datang.
"Sampai jumpa 3 hari mendatang.." ucap tuan Hong.
"Tentu, kau harus bisa mengurus wanita itu.." balas pria tersebut.
"Oke.." balas tuan Hong melambaikan tangan.
Dan mereka pun berpisah, tuan Hong kembali ke mobilnya dan pria misterius itupun pergi ke arah berbeda.
"Al kita ikuti pria itu.." ucap Sofia.
"Baiklah.." balas Alfi.
Mereka pun membuntuti pria tersebut menuju ke sebuah markas rahasia. Rumah sederhana yg tampak dari luar, tapi di dalamnya tidak ada yg tahu apa yg sedang terjadi. Sofia pun meminta Alfi untuk menepi dan ia akan turun dan mencaritahu.
"Al aku akan turun, kau tunggulah disini.." ucap Sofia.
"Sofia kita turun bersama, terlalu berbahaya jika kau sendiri.." ucap Alfi khawatir.
"Baiklah, pakai maskermu.." ucap Sofia lalu ia juga memakai masker dan turun.
Sofia pun masuk dengan memanjat pagar yg tidak terlalu tinggi tersebut, membuat Alfi geleng-geleng kepala melihat kelakukan calon istrinya.
"Hati-hati.." ucap Alfi berbisik.
Dan Sofia hanya memberi isyarat "Ok" dengan jari tangannya. Setelah Sofia naik dan mengintip sedikit, ternyata kondisinnya sedang sepi di halamannya. Sofia pun masuk ke halaman diikuti Alfi. Lalu terdengar suara seseorang yg tak lain adalah pria yg mereka ikuti.
"Cepat katakan apa yg sudah kau tahu??"
"Tidak.. aku tidak akan memberitahumu.." ucap seorang pria yg tengah diikat yg tak lain adalah Bima.
"Pak tua ini ingin mati rupanya.." ucap pria tersebut dengan mengeluarkan ikat pingganggnya.
Plakk..Plakk..
Sementara Bima pun meringis kesakitan dan tetap tutup mulut. Sofia yg melihat kejadian itupun tak tinggal diam, ia mengatur sebuah rencana. Sofia akan mengalihkan perhatian sementara Alfi membawa ayahnya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Al.. aku punya rencana.." ucap Sofia.
"Katakanlah.." balas Alfi yg geram melihat ayahnya dipukuli.
"Aku akan mengalihkan perhatian, begitu mereka menuju ke arahku, kau lawan sisanya disini dan bawa ayahmu menuju mobil.." ucap Sofia.
"Kau sendiri bagaimana?" tanya Alfi.
"Aku akan menyusul.. tenang saja aku bawa ini.." ucap Sofia menunjukkan senjata api miliknya yg selalu ia bawa kemana-mana.
"Kali ini aku mendukungmu membawa benda itu.." ucap Alfi.
"Cepat susul aku begitu kuhubungi, kau bawa earphone mu kan?" tanya Alfi.
"Ya.. aku akan memakainya.." ucap Sofia lalu memakai earphonenya.
"Aku akan kesana untuk menarik perhatian.." ucap Sofia.
"Berhati-hatilah Sofia.." balas Alfi.
Alfi pun sebenarnya ingin menjadi umpan tapi Sofia pasti kesulitan membopong tubuh besar ayahnya. Mau tak mau Alfi mengikuti rencana Sofia dan percaya pada Sofia.
Sofia pun berjalan perlahan menuju ke arah pintu gerbang, dan begitu tiba ia membuat keributan.
"Hei.. bre******k !!! keluar kalian.." teriak Sofia membuat mereka mendekat dan mencaritahu sumber suara.
Brakkk..Brakkk.. Sofia pun menendang gerbang tersebut untuk membuat mereka keluar dari persembunyian. Dan mereka pun terpancing.
"Sial siapa ja****g itu malam-malam membuat keributan.." ucap pria misterius trrsebut.
"Ayo kalian ikut denganku, sisanya jaga pria ini jangan sampai ia kabur.. paham??" ucapnya lagi.
Tuan dan beberapa anak buahnya pun keluar untuk menemui si pembuat keributan yg tak lain adalah Sofia. Saat tiba ditempat mereka pun mendapati wanita dengan menggunakan masker dan mendekatinya.
"Hei ja****g apa maumu??" tanya si pria tersebut.
"Dimana rekanku yg kalian tangkap?" tanya Sofia.
"Oh, sebentar lagi pak tua itu akan mati.. kau tak usah mencarinya.." ucap pria tersebut.
"Cih.. dasar pengecut, ayo lawan aku.. akan kubuat kau tak bisa berjalan besok.." ucap Sofia.
"Ayo kita lihat wanita sepertimu mampu berbuat apa.." ucap pria tersebut.
Dorrr...Dorr..Dorr.. Sofia pun mengeluarkan pistolnya dan menembak mereka dengan cepat. Anak buah pria tersebut pun beberapa terkapar di tanah sementara pria tersebut berhasil memghindar.
"Kau curang makanya aku pakai pistol.." ucap Sofia.
"Ckk.. ayo bertarung tanpa pistol jika kau kalah kau akan menjadi budakku.." ucap pria tersebut.
Tanpa basa-basi Sofia menyerang pria tersebut dengan tendangan.
Duaakk..
"Ukhh.. s***l." umpatnya karena hidungnya berdarah.
"Ayo maju.." ucap Sofia.
Dan terjadilah pertarungan sengit antara Sofia dan pria misterius tersebut.
__ADS_1
Bughh..bughh..bughh..
Hingga pria tersebut pun berhasil dikalahkan Sofia, tapi anak buahnya muncul dan mengeroyok Sofia. Sofia pun melawan tanpa takut.
☘☘☘
Ditempat lain Alfi pun melihat penjagaan mulai longgar dan langsung keluar menghajar sisa anak buah pria tersebut yg menjaga ayahnya.
Bughh..Bughh..Bughh..
Mereka pun pingsan seketika dan Alfi langsung menuju ke ayahnya. Alfi pun langsung melepaskan ikatan ayahnya.
"Siapa kau?" tanya Bima bingung.
"Ini aku ayah, ayo cepat kita keluar darisini.." balas Alfi.
"Baik.. ayo kita keluar.." balas Bima tanpa basa-basi.
Sofia yg melihat Alfi sudah keluar dari ruangan pun langsung mengeluarkan pistolnya dan menembaki mereka semua.
Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..
Mereka semua pun langsung tumbang. Sofia pun membuka gerbang untuk Alfi dan ayahnya, lalu mengikuti mereka dari belakang sembari mengamati keadaan. Setelah sampai di dalam mobil Sofia mengambil alih kemudi dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Sofia.. Alfi apa yg kalian lakukan disini??" tanya Bima.
"Aku dan Alfi habis makan diresto dan bertemu pria tersebut yg memukuli paman. Pria tersebut bertemu dengan tuan Hong dan membuat perjanjian 3 hari kedepan.." ucap Sofia.
"Dan Sofia penasaran hingga aku pun tak bisa membiarkannya pergi sendiri.." ucap Alfi.
"Jadi begitu ceritanya.." ucap Bima.
"Paman sendiri sedang apa sampai disandera begitu?" tanya Sofia.
"Aku mengikuti jejak-jejak mencurigakan dan tiba disana. Lalu ketahuan dan aku tertembak.." ucap Bima.
"Baiklah, dokter kita mau kemana malam ini?" tanya Sofia pada Alfi.
"Tentu saja ke rumah sakitku.."balas Alfi.
"Oke.. paman bertahanlah aku akan ngebut agar cepat sampai.. jangan lupa pegangan yg erat.." ucap Sofia.
"Oh tidak, pantas saja kakekmu tak percaya kau membawa mobil dinegara ini.." ucap Bima.
"Sudahlah ayah, sudah terlambat menasehati Sofia." ucap Alfi.
Sofia membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi, bahkan saat sedang mecet pun ia meminta jalan dibuka karena sedang membawa orang yg terluka. Sofia tak segan-segam untuk berteriak sampai polisi setempat turun tangan. Namun, saat mobil mereka diperiksa polisi tersebut pun percaya dan membantu mereka untuk menuju rumah sakit.
Setelah sampai dirumah sakit, Sofia memarkirkan mobil tepat di depan pintu masuk IGD agar cepat ditangani.
"Al kau turun duluan, paman butuh pertolongan cepat.." ucap Sofia.
"Baiklah, nanti kau menyusul ke IGD.." ucap Alfi.
Begitu Alfi turun rekan-rekan perawatnya pun langsung membawa ranjang pasien dan membawanya untuk segera ditangani. Setelah Sofia memarkirkan mobil, ia pun masuk ke ruang tunggu IGD dan menunggu diruang tunggu. Tak lama Alfi pun keluar dengan pakaian hijau-hijau dan tersenyum.
"Ayahku baik-baik saja.. Terimakasih karena telah menyelamatkannya.." ucap Alfi.
"Tentu, walaupun niatku hanya mencaritahu saja.." ucap Sofia.
__ADS_1
Dihari berikutnya Sofia bekerja secara normal. Ia datang pagi hari dan langsung masuk ke ruangannya. Ia masih bersama Eva menyelidiki berkas-berkas di kantornya.