
Vall terus mengomel pada William hingga William pusing mendengar ocehannya. Tapi bagi Vall, William adalah tempatnya berkeluh kesah karena ia tak mungkin melawan apalagi membocorkan segalanya.
"Tuan Vall sudah mengomel, entah sampai kapan ini berakhir.." gumam William dalam hati.
"Will kau mendengarkanku kan? " tanya Vall.
"Ya tuan.." balas William.
"Kau ini kenapa hanya diam saja dari tadi, aku pusing karena harga diriku akan semakin terinjak-injak jika menikahi Sofia.." ucap Vall.
"Mau bagaimana lagi tuan, anda kan mencintainya dan kalau bukan karena ibunya pasti nona Sofia akan menolak anda.." balas William jujur.
"Ck.. Will kau itu terlalu jujur.. membuatku kesal saja.." balas Vall.
"Tuan tenangkanlah diri anda.. mungkin nanti anda bisa menghubungi nona Sofia untuk menghibur diri.." ucap William.
"Ya ada benarnya juga sih .." ucap Vall.
Vall dan William pun kembali ke kantor mereka.
☘☘☘
Sementara di apartemen Kenan, Reina tengah menuntut penjelasan kepada kedua pria dihadapannya.
"Kenan katakan dengan jujur apa yg terjadi.." ucap Reina.
"Ayah katakanlah pada ibu.." balas Kenan melirik ayahnya.
"Sayang kau tenang dulu, aku akan menceritakannya sambil duduk.." ucap Satria mengantar Reina duduk di sofa.
"Cepat katakan.." pinta Reina.
"Jadi Vall adalah pemimpin BlackStar, dan dia menyukai Sofia.. " ucap Satria.
"Dan aku adalah alasan mengapa Sofia menerima Vall begitu?" tanya Reina.
"Kau benar, kami sudah kehabisan akal.. apalagi mereka menekan Sofia.. Mereka menyembunyikanmu entah dimana karena sudah beberapa hari kami belum menemukan keberadaanmu.." ucap Satria.
"Jadi begitu, malang sekali nasib putriku.. apa kita bisa melawan takdir buruk ini?" tanya Reina.
"Semoga saja sayang, Sofia dan Kenan sedang berusaha.. dan hari ini kau berhasil pulang berkat siasat mereka.." ucap Satria.
"Tapi bagaimana jika ia menculik Sofia dan memaksanya menikah?" tanya Reina.
"Aku akan melindungi Sofia bagaimanapun caranya.. jadi kau tenang saja.." ucap Satria.
"Baiklah, aku tak tahu harus bagaimana lagi.. rasanya semuanya bertubi-tubi.." balas Reina.
"Kita harus bertahan dan kuat menghadapi ini semua.." ucap Satria memeluk Reina.
"Ya aku tahu itu.." balas Reina.
"Aku ingin melihat Sofia.. " balas Reina.
"Iya ayo kita lihat kondisinya.." ucap Satria.
Di kamarnya Sofia sedang tertidur dan disampingnya ada Alfi yg menjaganya.
"Alfi kau disini..?" tanya Reina.
"Iya Aunty, aku juga ikut membantu Kenan.." balas Alfi.
"Terimakasih banyak Alfi, lalu bagaimana keadaan Sofia?" tanya Reina.
"Dia sedang beristirahat, kondisinya melemah karena kurang istirahat.." ucap Alfi.
"Kasihan sekali putriku ini.." ucap Reina menggenggam tangan Sofia.
Sofia pun terbangun karena merasa ada tangan hangat yg menyentuhnya.
__ADS_1
"Sofia sudah sadar.." ucap Reina tersenyum.
"Hmm.. ibu? apa ini mimpi?" tanya Sofia.
"Ini ibu sayang, kau tidak sedang bermimpi.." balas Reina.
"Ya berkatmu ibu bisa berada bersama kita lagi.." ucap Satria.
"Syukurlah, semuanya berhasil.. lalu dimana mereka?" tanya Sofia.
"Mereka semua sudah pulang.. " ucap Satria.
"Baguslah, aku lelah berpura-pura.." balas Sofia.
"Ya Sofia kau istirahat saja, jangan pikirkan apapun.." ucap Alfi.
"Baiklah.." balas Sofia.
"Kalau begitu kami keluar saja.. kau istirahatlah.." ucap Reina.
Akhirnya Reina, Satria, beserta Alfi keluar dari kamar tersebut agar Sofia bisa beristirahat.
"Kau tenang saja, kami akan mengatasinya.." ucap Satria menenangkan Reina.
"Ibu sekarang giliran ibu bercerita apa yg terjadi.." ucap Kenan menunggunya di sofa.
"Oh baiklah, aku akan menceritakannya.." balas Reina.
Dan Reina menceritakan segalanya pada mereka. Ia juga terkejut karena ia tak merasa pernah ditodongkan pistol di kepalanya. Mereka pun bertukar informasi satu sama lain. Reina pun merasa bersalah karena telah membuat putrinya terjebak dalam pernikahan yg tak diinginkan.
"Ini semua gara-gara aku.. " ucap Reina.
"Sayang, ini bukan salahmu.." balas Satria.
"Iya bu, ini bukan salah ibu.. Mereka memang ingin menghancurkan keluarga kita karena dendam.." ucap Kenan.
"Aunty, Sofia bukan gadis yg lemah.. aku yakin ia mampu menghadapinya apalagi ia tak sendiri.. aku juga akan membantu semua rencananya.." ucap Alfi.
Dan semua pun mengangguk.
Keesokan harinya Vall datang ke apartemen Kenan bermaksud menjenguk Sofia. Bukan tanpa alasan karena Sofia tak pernah menjawab panggilan teleponnya atau membalas pesan-pesannya.
Kenan pun terkejut, tapi ia tetap berusaha bersikap biasa dan mempersilahkannya masuk.
"Ada siapa Ken?" tanya Satria khawatir.
"Ada Vall mau menjenguk kakak.." jawab Kenan.
"Mau apa lagi si baj****an itu kemari?" gumam Satria.
"Ayah tenanglah.." ucap Sofia.
Sementara Alfi diminta untuk masuk ke dalam kamar karena keberadaannya begitu sensitif di mata Vall.
"Silahkan duduk.. " ucap Kenan.
"Terimakasih tuan Kenan." balas Vall.
Dan Sofia pun muncul.
"Oh kau sampai datang kemari, maaf kemarin aku benar-benar beristirahat total.." ucap Sofia.
"Iya tak apa.. bagaimana kondisimu?" tanya Vall.
"Aku jauh lebih baik.. mau minum apa?" tanya Sofia.
"Apa saja.." balas Vall tersenyum.
"Tunggu sebentar.." ucap Sofia mengambil minuman di dalam kulkas.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan lanjut bekerja santai saja.. " ucap Kenan meninggalkan Vall sendirian.
Lalu tiba-tiba datanglah Satria.
"Wah kau masih berani kemari ternyata.. " ucap Satria.
"Tentu saja tuan, aku takkan menyerah demi Sofia." balas Vall.
"Ada apa hari ini kau kemari? tidak bekerja?" tanya Satria.
"Aku ingin menjenguk Sofia sebelum pergi bekerja.. " ucap Vall.
"Oh kau mulai perhatian.. tapi ingat jangan sentuh putriku sebelum menikah.." balas Satria.
"Baiklah tuan.." balas Vall.
"Ayah.. sudahlah aku juga bisa membela diri.. bahkan aku sempat membuatnya pingsan.." ucap Sofia tergelak mengingatnya.
"Itu benar tuan, rasanya kemungkinannya kecil.." balas Vall.
"Ya tapi aku akan tetap memperingatkanmu.. apalagi putriku cukup kuat" balas Satria.
"Sudahlah, minum ini.." ucap Sofia memberikan minuman.
"Terimakasih Sofia.." balas Vall.
"Ok tak masalah.." balas Sofia.
"Kenapa orang tua ini tak pergi juga..?" gumam Vall dalam hati kesal karena Satria tak kunjung pergi walaupun Sofia sudah tiba.
"Aku takkan pergi dari sini dan membiarkan putriku berduaan denganmu.. jadi jangan menatapku begitu.. dasar anak tidak sopan.." balas Satria.
"Ayahku sangat posesif, kuharap kau bisa memakluminya.." ucap Sofia.
"Baik.." balas Vall.
Hingga akhirnya William menelponnya karena sudah waktunya pergi bekerja.
"Maaf Sofia aku harus pergi bekerja.." ucap Vall.
"Oh iya tentu, kau harus bekerja.." balas Sofia.
"Baguslah, jangan bermalas-malasan mumpung masih muda.. Karena aku tak terima jika acara pernikahan putriku tidak meriah.." ucap Satria.
"Baik tuan, anda sungguh sangat jujur.." ucap Vall.
"Tentu saja, pernikahanku saja dulu bisa masuk berita Internasional.." balas Satria.
"Baiklah tuan, saya pamit undur diri.. " ucap Vall.
"Ya pergilah.." balas Satria.
"Ok.. hati-hati dijalan.." balas Sofia berpura-pura manis.
Dan Vall pun girang bukan main diperlakukan manis oleh Sofia. "Akh senangnya hatiku.." gumam Vall dalam hati.
Sementara Alfi hatinya sedang panas di dalam kamar mendengar obrolan Sofia dan Vall.
"Ok.. hati-hari dijalan.." ucap Alfi memperagakan ucapan Sofia.
"Kau itu kenapa Al?" ucap Reina yg baru saja lewat depan kamarnya.
"Tidak Aunty.." balas Alfi malu.
"Hahaha.. " Kenan pun tertawa.
"Apa yg lucu Ken..?" tanya Reina.
"Video ini lucu ibu.." ucap Kenan.
__ADS_1
"Awas kau Kenan..!" umpat Alfi dalam hati.