
Hari yg dinanti pun tiba, Sofia sudah tak sabar menunggu kabar tentang janin Nathalie. Sofia dan Alfi pun datang pagi-pagi sekali. Sementara Alex ia datang bersama Lee dan juga bodyguardnya. Mereka tiba secara bersamaan.
"Sayang kau siap? aku sudah tahu hasilnya tapi bawalah seorang pengawal untuk berjaga-jaga.." ucap Alfi.
"Aku siap sayang, kau tenang saja.." ucap Sofia.
Mereka pun turun dari dalam mobil dan berjalan bergandengan. Saat itu juga sebuah mobil hitam datang dan parkir di samping mobil mereka.
"Hai Sofia.. lama tak jumpa.." ucap Lee menyapa Sofia.
"Oh.. Lee kau datang juga.." ucap Sofia.
"Ya.. aku merasa bersalah karena tak bisa hadir kemarin saat pernikahan kalian.." ucap Lee.
"Ya aku tahu kau sibuk, pasti Alex yg memberitahumu.." ucap Sofia.
"Ya.. aku terkejut Sofia tapi aku tak bisa ikut campur.. dan ini ada hadiah kecil dariku.." ucap Lee.
"Terimakasih Lee.. dan ini suamiku Alfi.." ucap Sofia mengenalkan Alfi.
"Aku Lee.." ucap Lee mengulurkan tangan.
"Aku Alfi,.." balas Alfi.
"Sudah perkenalannya?" tanya Alex.
"Alex berhenti bersikap kekanakan.." ucap Lee memukul lengannya.
"Aku senang kau datang.. aku menunggu kalian di ruang tunggu.. masih ada 1 jam lagi.." ucap Alfi lalu mengajak Sofia masuk.
"Kau tenang saja, aku akan menjaga Alex agar tidak macam-macam.." ucap Lee.
"Terimakasih Lee.." ucap Sofia lalu masuk bersama Alfi.
"Alex, salahmu sendiri kenapa tak mengutarakan perasaanmu, jadi jangan benci Sofia dan suaminya.." ucap Lee.
"Aku tahu.." balas Alex.
"Sudah ayo kita masuk dan menunggu, mungkin ada kantin atau apalah kita bisa minum kopi sebentar.." ucap Lee.
Lee dan Alex pun masuk ke dalam dan membuat kopi dari mesin yg telah disediakan. Mereka menunggu sembari mengobrol karena sudah lama tak bertemu.
Tak lama Alfi pun memanggil Alex untuk mengikuti tesnya di sebuah ruangan.
"Kau ikut denganku.." ucap Alfi.
"Baiklah.." balas Alex.
"Aku akan menunggu disini bersama Lee.." ucap Sofia.
"Oke sayang.." ucap Alfi.
Sementara Alex dan Alfi memasuki ruangan, Sofia dan Lee pun berbincang karena sudah lama mereka tak bertemu.
"Sofia aku tak tahu bagaimana perasaanmu kini, tapi pasti sulit.." ucap Lee.
"Ya kau benar.. Alex pasti sudah menceritakan semuanya.." balas Sofia.
"Aku cukup terkejut, apalagi aku tak bisa dihubungi selama berbulan-bulan.." ucap Lee.
"Ya semua orang punya kesibukan Lee.. dan aku mengerti.." ucap Sofia.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu?" tanya Lee.
"Dia salah satu dokter disini, nampaknya dia memang menyukai suamiku.. dan kandungannya sudah cukup besar.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Aku juga kasihan padanya, dia hamil tanpa suami.. kalau itu benar anaknya Alex.. aku akan memarahinya.." ucap Lee.
"Kau marahi sahabatmu itu, dia sungguh menjengkelkan.. menurutku Nathalie dan dirinya hanya melampiaskan segala kekesalannya malam itu.." ucap Sofia.
"Jadi mereka adalah 2 orang ngenes.. "ucap Lee.
"Haha.. kau benar, sepertinya cocok jika mereka menikah.." ucap Sofia.
"Iya.. semoga itu benar anaknya Alex." ucap Lee.
"Lalu keponakanku bagaimana kabarnya??" tanya Lee.
"Dia baik uncle.. jadi kau tenang saja.. beberapa bulan lagi mereka akan lahir kedunia dan aku sungguh tak sabar.." ucap Sofia.
"Mereka? jadi maksudmu mereka twins??" tanya Lee.
"Ya kau benar, aku juga adalah anak kembar jadi normal jika aku mengandung anak kembar.." ucap Sofia.
"Wow.. kau sungguh beruntung nyonya Sofia.." ucap Lee.
"Dan tuan Lee bagaimana jodohmu?" tanya Sofia.
"Hilalnya belum kelihatan Sofia.." ucap Lee tersenyum.
"Cih, kau kira mau lebaran pakai hilal segala.." balas Sofia sembari memukul tangan Lee.
"Haha.. Sofia di industriku aku harus hidup sesuai kontrak kerjaku.. dan masih ada 2 tahun lagi.." ucap Lee.
"Kasihan sekali temanku ini, harus jadi jomblo abadi.." ucap Sofia.
"Hushh.. aku pasti akan menikah Sofia jangan mendoakan yg buruk-buruk.." ucap Lee.
"Tapi bagaimana jika agensimu masih melarangmu menikah juga?" tanya Sofia.
"Ide bagus.." ucap Sofia.
"Yah, teman-temanku kan punya perusahaan besar, pasti bisa jadi investorku.." ucap Lee.
"Dasar kau ini.. kau bisa menghubungiku.." ucap Sofia.
"Benarkah?" tanya Lee.
"Ya benar.." ucap Sofia.
Saat Sofia dan Lee tengah mengobrol, muncullah Nathalie dengan wajah tak suka.
"Cih, istri macam apa yg dekat-dekat dengan pria lain.." cibir Nathalie.
"Wanita macam apa yg hamil tanpa tahu siapa yg menghamili.." balas Sofia membuat Nathalie terdiam.
Nathalie pun terdiam dan memilih duduk agak jauh dari mereka.
"Itu wanitanya?" tanya Lee.
"Ya, menyebalkan bukan?" balas Sofia.
"Ya sungguh tak sopan.." balas Lee.
"Sudahlah, kita tunggu saja hingga tes ini selesai dan siapa ayah dari janinnya.." ucap Sofia.
"Sofia kau harus sabar menghadapinya.. ingat kau sedang hamil.." ucap Lee.
"Iya Lee sekarang aku sedang mencobanya.." ucap Sofia.
"Dr. Nathalie, silahkan masuk.." ucap perawat.
__ADS_1
Nathalie pun masuk ke dalam, sementara Alex dan Alfi sudah keluar terlebih dahulu. Kini Alfi sedang mengajak Alex ke ruangannya untuk berbicara.
"Silahkan masuk tuan Alex.." ucap Alfi.
"Ya terimakasih, jadi kau pemilik rumah sakit ini? " tanya Alex.
"Ya.. kau benar.." ucap Alfi.
"Kau akan jujur kan mengenai tesnya..?" tanya Alex.
"Tentu tuan, jika ada yg tak jujur maka mereka akan dipecat, beginilah cara kerja rumah sakit ini.. kami berusaha untuk profesional.." ucap Alfi.
"Baguslah.." ucap Alex.
"Jadi.. saat hasilnya keluar mau aku kirimkan atau kau yg kemari?" tanya Alfi.
"Aku yg akan kemari.." ucap Alex.
"Baguslah.. karena aku yakin sepertinya janin itu milikmu.." ucap Alfi.
"Benarkah? tapi bagaimana jika milikmu?" tanya Alex.
"Itu tidak mungkin, karena aku tak pernah ti-dur dengan wanita selain Sofia." ucap Alfi.
"Percaya diri sekali dirimu.." ucap Alex.
"Ya terserah apa katamu, aku hanya ingin merahasiakan keberadaanmu hingga hasil tesnya keluar.. " ucap Alfi.
"Baiklah.. lakukan sesukamu.." ucap Alex.
"Dan kau harus bersiap akan hasilnya.." ucap Alfi.
"Kau juga bersiaplah.." ucap Alex.
"Ya tuan Alexander, aku sudah bersiap.." ucap Alfi tersenyum.
"Berapa lama hasilnya keluar?" tanya Alex.
"2 minggu lagi, nanti aku yg akan mengabarimu.." ucap Alfi.
"Baiklah, aku akan datang.." ucap Alex.
Setelah itu, Alex pergi dengan Lee. Sepetinya Alex sedang menenangkan diri bersama Lee. Lee sebagai teman pun selalu menemaninya agar tak membuat kesalahan yg sama kembali. Sebelum hasil tesnya keluar, Alex pun masih berada di negara tersebut. Kalaupun ada pekerjaan ia akan pergi selama beberapa hari lalu kembali lagi. Sementara Lee ia pergi 3 hari setelah tes DNA, mengingat jadwalnya cukup padat.
2 Minggu kemudian hasil tesnya pun keluar. Dan Alfi memberitahu Alex 1 jam lebih cepat dari Nathalie. Alfi pun membawa Alex ke ruangannya.
"Silahkan tuan Alex.." ucap Alfi menyerahkan sebuah amplop.
"Jadi ini benar milikku.." ucap Alex.
"Ya kau buka saja.. dan lihat karena aku pun tak tahu hasilnya.." ucap Alfi.
"Bagaimana dengan milikmu?" tanya Alex.
"Kau juga baru mau membukanya, bagaimana jika kita buka bersama.." ucap Alfi.
"Ya itu ide bagus.." balas Alex.
Mereka pun membuka amplop tersebut bersamaan. Dan dalam hitungan ketiga, kedua orang tersebut menjerit.
"Yeessss..." ucap Alfi.
"Noo....!" teriak Alex.
Alfi pun memandang Alex, dan tahu apa isi dalam amplopnya.
__ADS_1