
Kenneth pun menunda penerbangannya karena Diana diculik. Ia memaksa pihak hotel untuk memberikan akses cctv padanya. Dan setelah meminta bantuan tuan Rolland, mereka pun baru memberikan akses.
"Kalian benar-benar keterlaluan, kalau sampai istriku kenapa-kenapa.. habis kalian ditanganku..!" ancam Kenneth membuat mereka ketakutan.
"Sabar kapt, kita harus mencarinya dengan tenang dan fokus."
Dan perlahan, mereka memutar cctv disetiap tempat. Nampak beberapa orang masuk mengikuti Diana menuju ke toilet. Lalu terlihat juga ada gambar yg hilang membuat Kenneth curiga kalau pihak hotel bekerjasama dengan orang-orang yg mengikuti Diana.
Kenneth pun tak tinggal diam dan melihat ke arah cctv luar dan nampak beberapa orang membawa seorang wanita yg tengah pingsan. Dan Kenneth yakin kalau itu Diana karena warna pakaiannya sama dengan yg dipakai Diana hari ini.
"Plat.. Xxxx.. " gumam Kenneth.
"Kalian cari tahu cctv sekitar dan plat mobil itu.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.."
Mereka pun merasa Kenenth sekarang semakin galak, apalagi menyangkut Diana.
"Kurasa kapten terkena virus bucin.."
"Kau benar, dia semakin galak kalau nona Diana ada apa-apa.."
"Itu normal, coba kalau istrimu diculik kau pasti tak terima.."
"Sudah-sudah.. kita harus kerja agar bisa cepat pulang.."
Mereka pun bekerja keras mencari rekaman cctv sekitar yg dilalui mobil tersebut. Dan mereka berhasil mendapatkannya dengan keahliannya.
"Kapt, kami menemukannya.." ucap salah seorang.
"Bagus.. kemana mereka?" tanya Kenneth.
"Ke arah jalan Xx.."
"Ayo ikut aku.." ucap Kenneth.
Dan mereka pun mengikuti arah yg dilalui mobil tersebut.
☘☘☘
Sementara Diana, ia baru sadarkan diri dan merasa mual dengan bau obat bius.
"Ueekk.. baunya tak enak sekali.." gerutu Diana.
"Diamlah nona.." ucap salah seorang.
"Ini dimana?" tanya Diana.
"Pokoknya kau takkan selamat kali ini.." ucap seorang wanita yg menjadi pembunuh bayaran bernama Jane.
"Ckk.. kau itu bukan Tuhan jadi jangan sok tahu.. lebih baik beri aku makanan.. " perintah Diana.
"Dasar wanita ini benar-benar tak tahu diri, padahal kau sudah mau mati.." ucap Jane.
"Orang yg mau mati juga berhak untuk makan.." ucap Diana.
"Baiklah, kau diam saja disana dan akan kami siapkan.." ucap Jane yg menurutinya.
Diana pun tersenyum dan berusaha melepaskan ikatannya. Ia meraih pisau di sakunya dan berusaha memotong tali tersebut perlahan. Hingga akhirnya tali tersebut terpotong dan Diana bebas dari ikatannya. Walaupun tangannya harus sedikit tergores.
"Akh.. kulitku yg mulus.. awas ya kalian.." gumam Diana.
Ketika mereka tiba, tampak Diana berpura-pura terikat.
__ADS_1
"Hei ini makananmu.." ucap Jane membawakan
makanan.
"Terimakasih bi**ch.. " ucap Diana membuat Jane kesal dan hendak menampar Diana.
Tapi tangan Diana lebih cepat dan menangkisnya. Lalu tinju pun mendarat ke perut Jane membuat wanita itu kesakitan.
"Akh.. dasar ja**ng sia**an..!" ucapnya sembari meringis kesakitan.
"Ada apa bos?" tanya anak buahnya.
"Jangan biarkan wanita ini lolos, kau tahukan kepalanya sangat berharga .." ucap Jane.
"Baik bos.." ucap mereka.
Mereka pun hendak menyerang Diana dan mengepungnya, tapi Diana hanya tersenyum membuat harga diri mereka jatuh.
"Ck.. sombong sekali wanita ini.."
"Jangan terlalu meremehkan lawanmu.." balas Diana.
Bughh..Bughh..bughh..buggh..
Brakk..Brakk.. prankk..
"Dasar tidak berguna..!" ucap Jane.
"Huhu.. kasihan sekali ya harus tumbang melawanku.." ucap Diana.
Tapi Jane mengambil pisaunya dan berusaha menyerang Diana.
Sett..Settt...Settt.. Breett..!
"Ck.. membuatku kesal saja.." balas Diana dan menyerang balik.
Tap.. plakkk.. prankkk..!
Diana pun menjatuhkan pisau milik Jane dan lalu ia memukul Jane dengan keras di bagian kepalanya hingga pingsan.
Bughhhh..!
"Akhirnya selesai juga.." ucap Diana santai.
"Aku lapar sekali tapi makanannya sudah kotor.. aku harus kembali ke hotel.." gumam Diana.
Tapi tiba-tiba suara mobil beriringan datang dan nampak ramai dengan anggota polisi.
"Kalian semua buka pintunya atau kami dobrak..!" ucap petugas polisi.
Tapi Kenneth sangat tidak sabar dan mendobraknya tanpa aba-aba.
"Tuan, anda sungguh.." ucapnya terhenti saat melihat sorot mata Kenneth yg penuh amarah.
"Jangan halangi aku.." ucap Kenneth membuat polisi tersebut tak berani melawan apalagi melihat seragam SHIELD.
"Diana kau ada dimana??.." teriak Kenneth membuat Diana langsung berjalan ke arahnya.
"Diana.." teriak rekan-rekan tim alfa.
"Aku disini.." balas Diana.
Kenneth pun naik ke lantai 2 dan menemukan Diana.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" tanya Kenneth mendekat dan memeriksa.
"Ya.. hanya luka kecil.." balas Diana.
"Apa perutmu sakit?" tanya Kenneth.
"Aku dan dia sangat kuat, jadi kau tenang saja.." bisik Diana.
"Syukurlah.." ucap Kenneth memeluk Diana.
"Hanya saja.." ucap Diana lalu terdiam menatap Kenneth.
"Hanya apa?" tanya Kenneth serius.
"Aku laparrr.." ucap Diana dengan ekspresi menggemaskan dimata Kenneth membuatnya tersenyum.
"Kalian pasti lelah melawan mereka, kita cari tempat makan yg terdekat.." ucap Kenneth tersenyum.
Dan tim alfa beserta anggota polisi menemukan Jane dan kaki tangannya tergolek pingsan seperti habis dipukuli. Mereka pun tersenyum dan tahu pasti Diana yg melakukannya.
"Nona, anda hebat.." ucap salah seorang.
"Tentu, aku masih bagian dari tim alfa kan?" balas Diana.
"Ya.. sampai kapanpun nona dan kapten bagian dari tim ini.." ucap mereka.
Jane beserta anak buahnya pun ditangkap dan diamankan oleh kepolisian. Mereka mengaku kalau mereka dibayar oleh petinggi SHIELD untuk melenyapkan Diana. Tentu berita ini sampai di telinga Sofia dan membuatnya marah besar. Ia langsung menangkap orang-orang yg disebutkan Jane yg memang sudah ia curigai sejak lama.
"Berani sekali kalian pada putriku..!" ucap Sofia berang.
Mereka semua pun ditangkap hari itu juga tanpa terkecuali. Bahkan semua kaki tangannya langsung diringkus dan mendapatkan hukuman berat. Mereka bukan hanya dipecat secara tidak hormat tapi juga akan masuk sel tahanan.
Kenneth yg mendengarnya pun tersenyum dan akan menjenguk mereka nanti saat tiba di Indonesia. "Aku menantikan saat-saat menjenguk kalian dipenjara.." gumam Kenneth dalam hati.
Setelah para penjahat diamankan Diana dan semua tim alfa pun kembali. Nampak tim alfa melihat Kenneth begitu protective terhadap Diana. Sampai ia selalu berada di sampingnya setiap saat takut kalau istrinya diculik lagi.
"Kapt, kau sungguh suami siaga.." ucap salah seorang.
"Tentu saja, karena Diana sedang.." ucap Kenneth lalu diam.
"Diana sedang apa kapt? Diana sakit?" tanya mereka.
"Tidak, dia sedang dalam proses agar cepat hamil.." ucap Kenneth.
"Oohh.. jadi begitu.. semoga kalian cepat mendapatkan keturunan.."
"Ya.. kami akan melindunginya saat dibutuhkan.."
"Terimakasih semuanya, aku menghargai niatan baik kalian.." balas Diana.
"Tentu Diana, kita sudah seperti keluarga.." balas mereka.
Hingga mereka pun tiba di tanah air, nampak kursi roda sudah ada saat Diana turun.
"Untuk siapa?" tanya Diana.
"Ini untuk anda nona.." ucap bodyguard.
"Untukku? tapi aku bisa jalan sendiri bahkan menghajar banyak orang.." balas Diana membuat pengawal tersebut terdiam.
"Singkirkan kursi roda itu.. istriku masih bisa berjalan.." balas Kenneth.
"Baik tuan.." ucapnya.
__ADS_1
Lalu baru berjalan beberapa meter, Diana pun pingsan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Untungnya ia hanya kelelahan dan diharuskan istirahat selama 1 minggu. Tapi Diana lega kalau masalah di perusahaannya sudah selesai, kini ia bisa bekerja dengan damai dan menanti Kim pulang untuk membantunya.