
Sofia pun berfikir sejenak, ia merasa target mereka adalah dirinya. Dan Sofia akan memancing mereka untuk keluar dengan datang bersama tim kecil yg ia buat.
"Jadi, aku akan kesana dengan 5 orang.. Sisanya kalian intai dari kejauhan.. dan kelima orang yg ada bersamaku salah satunya harus bertugas melaporkan situasi pada tim yg ada di luar.. jika perlu kalian memanggil bala bantuan tambahan.." ucap Sofia memberitahukan rencananya.
"Baik nona.." ucap mereka patuh.
"Oke.. dan 5 orang yg ikut denganku silahkan masuk ke mobilku.. Yg lainnya ikuti dari jauh, lebih tepatnya kalian ikuti lewat GPS yg ada di mobilku.." ucap Sofia.
"Siap nona.." ucap mereka.
"Ayo kita berangkat.. " ucap Sofia pada kelima orang yg pergi bersamanya.
Sofia pun menuju tempat tersebut bersama kelima anggotanya. Mereka sudah mempersiapkan diri jika itu memang jebakan. Hingga tibalah mereka di tempat tersebut. Sebuah pabrik terbengkalai yg sudah ditutup selama 10 tahun. Dan kini pabrik tersebut menjadi tempat rongsokan.
"Ingat, saling lindungi satu sama lain.." ucap Sofia.
"Baik nona.." balas mereka.
"Tunggu 2 orang bersembunyi dan ikuti kami dari belakang." perintah Sofia.
"Baik nona.." ucap mereka yg langsung memisahkan diri.
Sofia pun masuk ke dalam bersama ketiga orang anggotanya. Mereka melihat dengan seksama dan berhati-hati. "Apa yg pria itu rencanakan?" gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun mencari di beberapa tempat disana. Disana ia tak menemukan apapun, ia pun bingung. Hingga ia pergi ke sebuah gedung kosong yg belum mereka telusuri. Dan disana muncullah sekelompok orang, membuat Sofia tersenyum.
"Akhirnya kalian keluar juga.." ucap Sofia tersenyum.
Plok..plok..plok..
"Wah.. wah.. nona muda kita sekarang sungguh pemberani dan tak kenal takut.." ucap tuan Hong.
"Tentu saja tuan Hong, aku tahu kau akan muncul.. jadi ini permainanmu?" tanya Sofia.
"Wah, kau sudah tahu rupanya.. baiklah tanpa basa-basi hadapi anak buahku.." ucap tuan Hong.
"Kau..!" teriak salah satu anak buah Sofia.
"Ada apa?" tanya Sofia.
"Dia yg melaporkan tentang tempat ini nona, jadi dia pengkhianatnya.."
"Oh, kau mau berkhianat.. oke.. kalian jangan takut ayo kita hadapi bersama.." ucap Sofia.
Dan terjadilah pertarungan sengit 4:10 orang. Sungguh jumlah yg tak seimbang tapi Sofia berhasil menghajar banyak anak buah tuan Hong. Anak buahnya pun tak ada yg terluka. Tapi mereka kabur entah kemana.
"Kemana mereka kabur..?" tanya Sofia.
"Kesana nona..."
"Ayo kejar..!" ucap Sofia.
"Tunggu nona.." ucap kedua orang yg bersembunyi sembari mengecek keadaan bangunan tersebut.
"Cepat kita keluar dari gedung ini.. karena ada bom di atas." ucap mereka berlari ke arah Sofia dan rekan-rekannya.
"Ayo kita cepat keluar dari sini.." ucap Sofia pada anak buahnya.
Mereka pun berlari keluar, tapi Bom pun beberapa ada yg meledak terlebih dahulu.
Duaaaarrrrr...
"Nona jalannya tertutup.. bagaimana?"
"Ayo kita cari jalan lain.." ucap Sofia.
"Nona aku akan kesana.." ucap salah satu anak buah Sofia mencoba berpencar.
__ADS_1
Tak berapa lama anak buah Sofia tersebut pun kembali.
"Nona, pintu sudah ditutup sepertinya mereka sengaja menjebak kita.." ucapnya.
"Berapa lama bom yg kalian lihat akan meledak?" tanya Sofia.
"10 menit nona.. dan sekarang sudah 5 menit.."
"Akh.. ayo kita berpencar dan cari jalan keluar.. apa diatas ada ruangan lagi? " tanya Sofia.
"Sepertinya nona, tapi tangganya sudah mulai rapuh.." ucap salah seorang.
"Aku akan kesana mengeceknya.. karena bobot tubuhku paling ringan disini.." balas Sofia.
"Berhati-hatilah nona.. kami juga akan berusaha.." ucapnya.
"Oke.. kalian juga.." ucap Sofia.
Sofia pun menaiki tangga dengan berhati-hati. Hingga ia sampai di puncaknya, dan ternyata ada sebuah ruangan disana tempat menaruh barang-barang yg mudah meledak. Dan Sofia melihat ke arah jendela yg ada disana. Sofia melihat rombongan tuan Hong sudah meninggalkan tempat tersebut menaiki mobilnya.
"Sial.. pria tua itu mau main-main denganku.." ucap Sofia.
Sofia pun menghubungi tim alfa untuk mengikuti jejak tuan Hong.
"Tim alfa, cepat kejar mobil yg keluar dari sana dan juga beberapa menuju ke gedung yg aku masuki sekarang, dan tunggu di depan sana hingga aku memberi sinyal.." ucap Sofia.
"Baik nona.." balas ketua tim alfa.
Sofia pun memiliki ide untuk loncat dari gedung tersebut. Karena sudah tak ada lagi jalan keluar, mau tidak mau 3 menit yg tersisa mereka harus keluar.
"Kalian, cepatlah naik.." perintah Sofia.
"Baik nona, aku akan memanggil yg lain.." ucap seorang yg menunggu dibawah.
Mereka pun berkumpul dan mulai menaiki tangga perlahan-lahan.
"Berhati-hatilah.. " ucap Sofia.
Braakkk...
"Kalian tak apa?? ada yg terluka tidak??" tanya Sofia.
"Tidak nona, kami baik-baik saja.."
"Oke.. aku akan mencari tangga.." ucap Sofia.
Sofia pun menemukan tali tambang dan mengikatnya dengan erat pada sebuah tiang yg kokoh. Sofia pun melemparkan tali tersebut pada anak buahnya.
"Cepatlah naik, waktu kita tinggal 2 menit lagi.." ucap Sofia.
Dan mereka pun mulai naik satu persatu. Tim alfa yg sudah terlatih pun dengan cepat naik ke atas satu persatu.
Ketika satu orang sudah sampai, Sofia menembak jendela tersebut.
Dorrrrr.. Praaakkk..
"Tim alfa, itu signal dariku.. berkumpullah disana dan bawa mobil juga.." ucap Sofia di telepon.
"Siap nona.. " jawab mereka lalu Sofia sudah mempersiapkan tali untuk mereka turun dari sana.
"Kau cepat turun dengan tali ini.." ucap Sofia.
"Nona saja terlebih dahulu.." balasnya.
"Tidak..! cepat naik atau kau kupecat..!" perintah Sofia.
"Baik nona." balasnya pasrah.
__ADS_1
Pria itupun turun perlahan dibantu tim Alfa yg sudah bersiap dibawah. Dan satu persatu anak buah Sofia sudah naik semua.
"Kalian cepat turun dengan tali itu.. cepat tak ada waktu lagi.." ucap Sofia.
"Baik nona.."
Satu persatu pun turun dengan selamat, dan terakhir Sofia pun turun. Saat Sofia sampai di bawah, bom pun meledak membuat Sofia dan anak buahnya bergegas keluar dari lokasi tersebut.
Duaaaar.....!
"Ayo nona cepat naik.." ucap anak buah Sofia langsung menarik tangan Sofia.
"Baik.." ucap Sofia langsung masuk ke dalam mobil dan mereka pun menjauh.
"Nona, kita tepat waktu.. syukurlah.." ucap salah seorang.
"Terimakasih untuk kalian yg sudah membantuku.." ucap Sofia.
"Iya nona sama-sama.." balas mereka.
"Dimana tim alfa yg sedang mengejar tuan Hong?" tanya Sofia.
"Mereka sedang menuju jalan Xx.. sepertinya akan segera ke kantor.." jawab salah seorang yg melacak lokasi rekannya.
"Baiklah, ayo kita mengejarnya lewat jalur lain.. sementara yg dimobil lain kabari untuk mengikuti lewat jalur mereka." ucap Sofia.
"Baik nona.."
Sofia pun pisah jalur dengan rombongan, dan tim yg lainnya pun mengikuti instruksinya. Mereka tibalah di kantor SHIELD. Disana Sofia sudah tiba lebih dahulu dan sedang berdiri di depan mobil tuan Hong.
"Wah nona anda cukup lumayan untuk seorang amatir.." ucap tuan Hong.
"Ya begitulah.." ucap Sofia menodongkan pistolnya.
Dorr..Dorr..Dorr..
2 Peluru berhasil membuat ban mobil tuan Hong kempes dan 1 lagi bersarang di kaki tuan Hong.
"Akhh.. dasar ja***ng gila..!" umpat tuan Hong.
"Apa aku tidak dengar.???" tanya Sofia.
"Kalian kenapa diam?? cepat serang wanita itu.." perintah tuan Hong.
"Maaf tuan.." ucap mereka karena tim alfa sudah menodongkan pistol dari belakang tubuh mereka.
"Akhhh.. S*****t.." umpat tuan Hong.
"Kalian amankan pria tua itu.." ucap Sofia.
Dorrr...
Sebuah peluru mengarah pada tubuh Sofia. Dan Sofia pun terjatuh. Semua tim alfa berteriak dan beberapa membantu nonanya.
"Nona.. bangunlah.." ucap mereka.
"Aku tak apa, dimana arahnya si penembak kurang ajar itu?" tanya Sofia.
"Dari sana.. " ucap mereka.
"Lalu dimana pria tua itu?? kabur??" tanya Sofia melihat tuan Hong kabur.
"Akhh.. apa yg terjadi pada kalian??" tanya ketua tim alfa.
"Tuan Hong memukulku ketua.. maaf membuatnya kabur.." ucapnya.
"Biarkan saja.. aku tahu itu ulah Jack, kita akan menangkapnya nanti.. kalian amankan saja anak buahnya dan buat mereka bicara." ucap Sofia.
__ADS_1
"Baik nona.
Sofia pun dibawa ke rumah sakit dan membuat Alfi cemas saat kedatangannya kesana. Disana Sofia langsung ditangani dengan baik.