
Kenneth pun masuk ke dalam dan melihat kondisi istrinya di dalam. Tampak Diana sedang tidur dengan tenang dan Sofia memintanya untuk tak bersuara. Lalu Sofia keluar dari ruangan dan membiarkan Kenneth menjaga Diana.
"Sayang.. maaf harusnya aku masuk saja dan berada di dekatmu.." ucap Kenneth.
"Ck.. kenapa kau jadi cengeng begini.." ucap Diana membuka matanya.
"Kau sudah sadar?" tanya Kenneth tersenyum.
"Iya, karena kau mengeluh.." balas Diana.
"Oke.. aku tidak akan mengeluh tidurlah lagi.." ucap Kenneth.
"Aku laparr.." ucap Diana membuat Kenneth tersenyum.
"Kau lapar?? anak kita juga lapar?? mau makan apa?" tanya Kenneth.
"Jam segini ada resto yg buka?" tanya Diana melihat jam dinding menunjukkan pukul 12 malam.
"Hanya ada restoran cepat saji.. kau mau? aku akan berlari kesana dan membelikan pesananmu.." ucap Kenneth.
"Ya.. aku mau menu a dan b.." ucap Diana.
"Jangan lupa burgernya, kentang goreng dan juga es krimnya.." lanjut Diana.
"Sepertinya anakku kelaparan sampai meminta banyak makanan.." ucap Kenneth.
"Ya.. aku mau makan semuanya.." ucap Diana.
"Baiklah, tunggu disini aku akan kesana.." ucap Kenneth.
Kenneth pun keluar dan tampak Dion masih berada disana bersama Alfi.
"Kenneth apa Diana sudah sadar?" tanya Alfi.
"Sudah dad.. dia sekarang lapar dan aku akan membelikan makanan yg dia inginkan.. " ucap Kenneth.
"Lapar?? aku kira anak itu kenapa-kenapa ternyata hanya lapar.. yasudah pergilah kami akan menjaganya disini.. " ucap Alfi.
"Ya.. aku akan bergantian menjaganya kau pergilah beli makanan keinginannya agar moodnya bagus.." ucap Dion.
"Oke.. aku pergi dulu ucap Kenneth.
Selang beberapa menit, Kenneth pun tiba di rumah sakit kembali. Ia membawa makanan pesanan Diana, tak lupa ia juga membeli lebih untuk dimakan bersama.
Kenneth pun tiba di kamarnya dan mendapati istrinya sedang menonton film dengan serius.
"Sayang aku datang.. " ucap Kenneth.
"Ssttt.." ucap Diana menyuruhnya diam.
"Makanannya aku taruh dimeja.." ucap Kenneth.
"Ssttt.. taruh saja.. " balas Diana membuat Dion ingin menahan tawanya.
"Sabar bro.." bisik Dion.
Sungguh melelahkan sudah buru-buru pergi membelinya, tapi saat sudah didepan mata didiamkan begitu saja. "Kenapa anakku jadi serandom ini keinginannya. ??" gumam Kenneth dalam hati.
Setelah puas menonton, barulah Diana melirik makanannya. Dan ia membuka pesanannya, lalu memaksa Kenneth dan Dion untuk ikut makan bersamanya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan makan sedikit.." ucap Dion.
"Kau harus banyak makan.. agar tidak lemah ." balas Diana.
"Oke.. Diana.." balas Dion memilih menurut saja karena ia tahu akan buruk jika melawan ucapan ibu hamil.
Kenneth dan Dion pun makan dengan diam, sementara Diana memakan semua pesanannya. Ia hanya sedikit protes karena es krimnya cair, padahal ia sendiri yg tak langsung memakannya saat Kenneth tiba.
"Huh.. es krimnya cair.." ucap Diana.
"Besok kita beli lagi.." ucap Kenneth.
"Kau harus membelikanku.." ucap Diana.
"Oke.. tenang saja.." balas Kenneth.
Setelah kenyang, Diana kembali tidur karena tubuhnya terasa sangat lelah. Lalu Kenneth dan Dion berjaga di rumah sakit tersebut.
☘☘☘
Keesokannya, Diana pun pulang tapi ke rumah orangtuanya. Dan Kenneth menurut saja. Mereka langsung menuju ke rumahnya dan Diana sudah tak sabar melihat kamarnya yg sudah 3 bulan terakhir ia tinggalkan.
Setibanya disana, Diana langsung menuju ke kamarnya. Dan Kenneth membawakan barang-barangnya.
"Selamat datang di kamarku.." ucao Diana.
"Jadi ini kamarmu?" tanya Kenneth.
"Iya sayang, kuharap kau nyaman tidur disini.." ucap Diana.
"Aku bisa tidur dimanapun, jadi kau tak usah khawatirkan aku.." ucap Kenneth.
Kenneth pun meletakkan tas berisi baju Diana dan merebahkan tubuhnya. Ia merasa cukup lelah karena semalam menangkap Brandon lalu menjaga Diana semalaman dirumah sakit. Sampai tak sadar ia langsung tertidur. Diana pun membiarkannya dan meninggalkannya karena ia ingin makan makanan dirumahnya.
"Kenneth mana sayang?" tanya Sofia.
"Sedang tidur mom.. dia lelah karena menggantikan tugasku menangkap Brandon.. " ucap Diana.
"Baguslah, aku tak salah pilih menantu.. " ucap Sofia.
"Aku rindu masakan mom.." ucap Diana.
"Makanlah sepuasmu.." ucap Sofia.
Diana pun makan dan menikmati suasan rumahnya yg nyaman. Ia menonton televisi dan juga makan camilan berupa buah-buahan. Sementara Kenneth baru saja terbangun dari tidurnya. Ia melihat Diana sudah tak ada di kamarnya.
Kenneth pun penasaran dengan isi kamar Diana. Lalu ia berkeliling melihat-lihat. Ia masuk ke area walk in closet dan melihat deretan lemari berisi baju, sepatu dan tas serta aksesoris lainnya koleksi Diana.
"Aku bahkan lupa dia dulu pernah jadi model.. tapi apa semua baju-baju ini dia pakai semua?" tanya Kenneth bingung.
Lalu ia melihat-lihat album foto di meja. Tampak ada gadis gendut yg imut tapi tak ada foto Diana saat kecil. Semuanya hanya ada foto gadis gendut tersebut.
"Apa ini Dianaku?" tanya Kenneth.
Kenneth pun tersenyum melihat wajah polos gadis kecil tersebut. Bahkan sebelumnya gadis tersebut memakai kacamata. Kenneth jadi tahu kalau dulu Diana bertubuh gempal dan memakai kacamata. Tapi dimatanya ia tetap imut dan lucu.
Setelah itu, Kenneth turun dan mendapati Diana sedang makan camilan di ruang tv.
"Sedang apa?" tanya Kenneth.
__ADS_1
"Nonton tv.. bagaimana nyenyak bukan tidur di kamarku?" balas Diana.
"Tentu sayang.. sudah makan?" tanya Kenneth.
"Sudah, dan aku makan banyak sekali.." balas Diana.
"Bagus, agar kau dan anak kita sehat.." balas Kenneth.
"Tapi kau yakin akan tetap pergi untuk misimu lusa?" tanya Kenneth.
"Aku akan tetap pergi.." ucap Diana.
"Kau yakin sudah baik-baik saja?" tanya Kenneth.
"Ya.. aku baik-baik saja.." balas Diana.
"Kata siapa kau boleh pergi?" tanya Satria membuat keduanya terkejut.
"Kakek.." ucap Diana dan Kenneth.
"Kakek melarangmu pergi.." ucap Satria.
"Kek, mereka akan semakin menekanku kalau akh tak pergi.." ucap Diana.
"Kakek akan memecat mereka semua jika berani membantahku.." ucap Satria.
"Lalu yg pergi siapa?" tanya Diana.
"Hanya tim alfa dan beberapa tim lainnya." ucap Satria.
"Kek.. aku akan berangkat.." ucap Diana.
"Tidak, kau mau pingsan lagi disana?" tanya Satria.
"Pokoknya aku akan pergi, titik..!" ucap Diana marah dan meninggalkan Satria beserta Kenneth.
"Sepertinya dia sangat keras kepala.." ucap Kenneth.
"Jika sudah begini, aku tak bisa apa-apa.. kau jaga dia ya.. " ucap Satria.
"Baik kek.. aku mengerti.." balas Kenneth.
☘☘☘
Beberapa hari kemudian, Diana dan Kenneth pun berangkat menuju ke negara X. Negara tempat adanya serangan *******. Dan mereka berangkat bersama tim alfa, membuat semuanya mengingat semua kenangan kebersamaan mereka.
"Rasanya seperti nostalgia.." ucap salah seorang.
"Ya benar.." ucap Kenneth.
"Akhirnya misi kali ini ada kapt lagi.."
"Kalian senang sekali suamiku ikut misi.." ucap Diana.
"Tentu saja, Diana.. kami juga senang kalian bergabung bersama.." ucap mereka.
Setelah berjam-jam dipesawat akhirnya mereka tiba dan disambut baik. Mereka pun diberikan penginapan hotel mewah terutama Diana sebagai CEO. Dan Kenneth ia menyamar sebagai asisten Diana, Kim.
Sambutan baik dan keadaan yg terlihat tenang pun membuat Kenneth curiga. Lalu Diana ia juga disambut dengan baik dan ditawarkan beberapa fasilitas lainnya membuat Diana merasa curiga.
__ADS_1
"Apa kau merasakan apa yg kurasakan?" tanya Diana.
"Ya.. mereka mencurigakan.." ucap Kenneth.