
Sofia pun menceritakan segalanya tentang perjanjiannya bersama Vall pada ayahnya. Satria pun tak bisa berkata apa-apa lagi mendengarnya.
"Sofia kau yakin?" tanya Satria.
"Aku yakin pada rencanaku ayah.. pokoknya ayah ikuti saja aturanku.." ucap Sofia.
"Lalu bagaimana dengan orang-orang dari institusi itu jika menangkap Vall?" tanya Satria.
"Ayah hubungi mereka dan pastikan mereka tak melakukan pergerakan sampai keluarga kita aman.." ucap Sofia.
"Aku akan mengusahakannya.. tapi aku tak bisa berjanji.." ucap Satria.
"Baik ayah aku mengerti, sekarang aku harus terlihat seperti melindungi ba*******an tengik itu.." ucap Sofia kesal.
"Bagaimana dengan Alice?" tanya Satria.
"Aku akan mengurusnya begitu ayah setuju akan pertunangan ini.. agar Vall melonggarkan pengawasannya.." ucap Sofia.
"Pastikan dia tidak kenapa-kenapa.. aku tak enak pada Donald.. dia pasti cemas.." ucap Satria.
"Aku akan mengupayakan segalanya ayah.." ucap Sofia.
"Baguslah, apapun keputusanmu ayah akan selalu mendukungmu.." ucap Satria.
"Terimakasih ayah.. " balas Sofia.
"Aku dan Kenan akan mengurusnya.. Kenan pasti sudah mengabari Ibu.." ucap Sofia.
"Baiklah, mari kita adakan pesta dan membawa ibumu kemari.. " ucap Satria.
"Iya.. kita akan berakting lagi kali ini.." ucap Sofia tersenyum.
Setelah berbicara panjang lebar, Sofia pun pamit undur diri dari apartemen ayahnya. Ia pun kembali ke apartemennya dan langsung menghubungi Vall.
"Hallo sayang apa kau merindukanku?" tanya Vall.
"Ayahku sudah setuju akan pertunangan dan pernikahan kita.. Mari bicarakan besok malam, nanti aku kabari tempat dan waktunya.." ucap Sofia.
"Baik Sofia.." ucap Vall, setelah mendengar balasan Vall, Sofia pun langsung mematikan teleponnya.
"*******..! wanita itu masih saja kesal padaku.. lihat saja nanti kau akan kubuat bertekuk lutut.." gumam Vall.
Sementara Vall mendapat kabar kalau Alice sudah tiba dan sedang ditahan disebuah apartemen. Ia pun hendak mengunjungi Alice untuk melihat keadaannya.
William pun membawanya menuju apartemen dimana Alice berada.
"Aku merasa sangat bahagia sekali Will, rasanya sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui.." ucap Vall.
"Iya tuan, sebentar lagi kita akan berhasil.." ucap William.
__ADS_1
"Kau hebat sekali bisa menemukan manager gila itu.." ucap Vall.
"Dia tak sengaja bertemu informan kita di sebuah club.. dan dia sangat dendam pada wanita itu.." ucap William.
"Kerja bagus Will, apa wanita itu cantik?" tanya Vall.
"Sangat cantik.." ucap William.
"Wah sepertinya kau menyukainya.. hahaha.." ucap Vall.
"Kau bisa mendapatkannya jika kau menyukainya.. tapi setelah aku menikahi Sofia tentunya.." ucap Vall.
"Terimakasih tuan.." balas William tersenyum.
Mereka pun tiba di sebuah apartemen dan langsung masuk menuju kamar Alice. Disana Julia dan anak buahnya sudah menunggunya. Vall pun dipersilahkan masuk oleh anak buah Julia.
"Kerja bagus nona Julia.. kau berhak mendapatkan bonus dariku.. tapi aku minta kau jaga wanita itu hingga aku menikahi Sofia.." ucap Vall.
"Tak masalah tuan Vall, tapi tak ada yg gratis di dunia ini..." ucap Julia tersenyum.
"Oh tentu nona, tapi dimana gadis itu?" tanya Vall.
"Ada di kamarnya.. aku sengaja menguncinya agar tak kabur.." ucap Julia.
"Aku akan melihatnya.." ucap Vall.
"Silahkan tuan.. " ucap Julia memandu Vall menuju kamar Alice.
"Akh.." ucap Alice ketakutan.
"Nona, aku sudah bilang takkan menyakitimu jadi kau tenang saja.." ucap Julia.
"Jadi kau yg wanita bernama Alice itu.." ucap Vall perlahan mendekati Alice yg ketakutan.
"Apa mau anda?" tanya Alice dengan gemetar.
"Aku hanya ingin menikahi Sofia tapi terlalu sulit jadi aku meminta sedikit bantuanmu.." ucap Vall.
"Aku tidak bisa karena itu bukan keputusanku tuan.." jawab Alice.
"Kau hanya tinggal berdiam diri disini, dan mereka takkan menyakitimu kujamin itu.." ucap Vall.
"Kumohon lepaskan aku.. aku takut berada disini.." ucap Alice.
"Nona Alice kau jangan khawatir, kakakmu Sofia pasti akan menjemputmu nanti.. dan kupastikan mereka tak bisa menyakitimu.." ucap Vall.
Tapi Alice hanya terdiam, dan Vall pun pergi meninggalkan Alice diruangan itu. Julia pun kembali mengunci pintu dan mengantar tuannya keluar.
"Will, serahkan bonus itu pada nona Julia." ucap Vall.
__ADS_1
William pun menyerahkan uang di dalam sebuah amplop besar dan Julia tersenyum menerimanya.
"Nona Julia, pastikan nona Alice tak kekurangan apapun disini.. beri dia makanan yg sehat karena dia kartu As ku." ucap Vall.
"Tentu tuan.. " balas Julia.
Vall pun pemit undur diri meninggalkan apartemen tersebut bersama William. Sementara Julia tertawa bahagia mendapatkan uang hasil jerih payahnya.
"Aku suka uangnya.." gumam Julia.
Julia pun memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan makanan lezat untuk Alice sesuai permintaan tuannya.
Sementara Kenan yg sedang melacak keberadaan Alice pun sudah tahu dimana Alice berada. Namun, Kenan menunggu waktu yg tepat agar rencana kakaknya berjalan dengan baik.
☘☘☘
Pada waktu yg telah dijanjikan, Satria dan Sofia pun bertemu Vall dan keluarganya di sebuah resto mewah yg sudah disiapkan Sofia.
Mereka datang dengan raut wajah bahagia sementara Satria berusaha untuk mengontrol emosinya. Hingga ia mulai berbincang dengan Vall dan keluarganya.
"Jadi aku setuju putriku bertunangan dengan putri anda.." ucap Satria.
"Berita bagus tuan Satria, kami senang mendengarnya.." ucap tuan Felix.
"Tapi, ada beberapa syarat dariku.." ucap Satria.
"Katakanlah ayah mertua.." ucap Vall.
"Pertunangan memang diadakan disini, tapi pernikahan diadakan dinegaraku dan sesuai peraturan yg berlaku dinegaraku.. jika kalian ingin mengadakan pesta lagi disini silahkan saja .." ucap Satria.
"Baiklah ayah mertua.." ucap Vall tersenyum.
"Aku pun tak keberatan dengan hal itu tuan.." balas tuan Felix.
"Baiklah, jika semua sudah setuju masalah pertunangan ini akan kami atur.. kalian hanya tinggal datang saja membawa cincin.." ucap Satria.
"Tentu ayah mertua, aku akan membelikan cincin terindah untuk Sofia." balas Vall.
Dan mereka pun berbincang disana sembari makan malam. Satria pun sangat berusaha keras untuk tersenyum dan menahan emosinya. "Tahan.. sabar.. ini demi putriku.." gumamnya dalam hati.
Setelah acara tersebut selesai mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Satria pun hanya terdiam melihat Sofia yg masih begitu tenang padahal masalahnya sangat serius.
"Sofia kau yakin tidak butuh bantuan ayah lagi?" tanya Satria.
"Tidak ayah.. ayah tunggu saja aba-aba dariku.." ucap Sofia.
Akhirnya seminggu ini Sofia mempersiapkan segala persiapan pertunangannya. Dia sudah menyewa sebuah hotel dan sebagainya. Hingga sudah dapat dipastikan pertunangannya akan terkesan mewah. Keluarga mereka di Indonesia pun sudah diberi kabar dan akan tiba sehari sebelum pertunangan.
Sofia pun terus memikirkan cara untuk membuat Alice bebas. Hingga ia terpikir seseorang di keluarga Felix. "Chris...!" ucapnya dan langsung menghubunginya.
__ADS_1
Chris pun terkejut mendengar pertunangan adik tirinya dengan Sofia, karena ia sama sekali tidak dikabari akan hal itu. Ia pun sedikit merasa kecewa karena mendengarnya langsung dari Sofia bukan dari ayahnya. Ia pun setuju untuk membantu Sofia karena ia merasa dirinya dan Sofia adalah sekutu saat ini.
Setelah dihubungi Sofia, barulah ayahnya mengabari pertunangan adiknya itu. Chris pun mengepalkan tangannya geram. "Jadi aku bahkan sudah tak kalian anggap keluarga lagi? baiklah lihat saja pembalasanku nanti.." gumam Chris dalam hati.