
Dirumah sakit, Diana sedang diperiksa oleh dr.Hana. Dan Dion pun menemaninya karena kebetulan jam kerjanya sudah habis dan mendengar kalau Diana pingsan di bandara. Alfi pun menyuruhnya bersiaga untuk antisipasi hal darurat lainnya. Tapi untunglah Diana hanya pingsan.
"Bagaimana Hana?" tanya Dion.
"Dia hanya kelelahan, apa saudarimu memang se-aktif ini?" tanya Hana.
"I-iya bisa dibilang begitu.." balas Dion karena tak mungkin ia bilang kalau dulu bahkan Diana suka melompat di balkon apartemennya.
"Aku tak tahu apa yg nyonya Diana lakukan tapi, kandungannya sangat kuat dan mereka hanya kelelahan.." ucap Hana.
"Ya.. kau bisa bertanya pada suaminya nanti.. " ucap Dion.
"Tentu, aku sungguh penasaran apa yg dilakukan saudarimu sampai pingsan.." ucap Hana.
Lalu Hana mempersilahkan Kenneth untuk masuk ke dalam dan menjelaskan keadaan Diana. Mau tak mau Kenneth menjelasakan keadaannya dan mereka berdua pun terkejut.
"Tidak ada jaminan kami akan baik-baik saja saat menjalani misi.. makanya aku sampai ikut menemaninya.." ucap Kenneth.
"Aku mengerti tuan, tapi kusarankan agar nyonya lebih banyak beristirahat karena saat kandungannya semakin membesar semakin tinggi resikonya.." balas Hana.
"Baiklah, aku mengerti.." balas Kenneth.
"Memangnya kalau boleh aku tahu, apa yg dilakukan nyonya..?" tanya Hana.
"Dia hanya menghajar beberap orang.." ucap Kenneth.
"Beberapa?? beberapa itu jumlah pastinya berapa Kenn??" tanya Dion yg berada disana.
"Lebih dari 10 orang.." ucap Kenneth.
"Dan ia pemenangnya?" tanya Dion.
"Tentu saja, memangnya Diana selemah apa melawan mereka.." balas Kenneth bangga.
"Baiklah aku mengerti tuan, untuk sekarang biarkan nyonya beristirahat.." ucap Hana lalu pamit undur diri.
"Kalian benar-benar pasangan luar biasa.." ucap Dion.
"Makanya kau juga menikah agar tidak menyindir kami terus.." balas Kenneth.
"Bukan begitu, tapi kau ikut saja Diana begini bagaimana jika kau tidak ikut.." ucap Dion menepuk jidatnya.
"Pasti lebih parah kondisinya.." ucap Kenneth terdiam.
"Separah itukah situasinya?" tanya Dion.
"Ya begitulah, kau tidak tahu bagaimana kami harus bertahan hidup di medan yg sulit.." ucap Kenneth.
"Baiklah, setidaknya Diana hanya kelelahan.. " ucap Dion mengerti.
Pihak keluarga pun berdatangan menjenguknya setelah menyelesaikan kasus dengan petinggi SHIELD yg terlibat. Dan Brian juga ikut hadir, bukan cuma menjenguk Diana tapi sekaligus bertemu Hana.
Diana pun sadar beberapa jam setelahnya. Ia mendengar suara keluarganya di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Berisik sekali.." gumam Diana.
"Kau sudah sadar sayang.." ucap Kenneth.
"Ini ada dimana? kenapa berisik sekali.." ucap Diana.
"Ini dirumah sakit dan keluargamu datang.." ucap Kenneth.
"Sayang kau baik-baik saja?" tanya Sofia.
"Diana, coba katakan apa yg kau rasakan sekarang..?" tanya Alfi.
"Aku hanya lemas saja.. " ucap Diana.
"Syukurlah, berarti dr.Hana benar.." ucap Alfi.
Mereka pun meninggalkan Diana setelah yakin Diana baik-baik saja dan hanya Kenneth yg menjaganya bersama Brian.
"Kau ini mau menjengukku atau bertemu dokterku?" tanya Diana.
"22nya.. kau paham kan maksudku?" ucap Brian tersenyum.
"Ck.. dasar.. " ucap Diana.
"Aku paham, kau temui saja dr.Hana dan pergi dari sini.." ucap Kenneth.
"Terimakasih Kenn, kalian memang pengertian.. " ucap Brian.
"Benarkah?? aku mau.." ucap Diana.
"Ini.. silahkan dinikmati dan aku kencan dulu.." balas Brian.
"Bye..!" ucap Diana.
Brian dan Hana pun resmi menjalin hubungan. Karena mereka terlalu sering bertemu dan berinteraksi. Awalnya hanya untuk membahas ganti rugi kerusakan mobil Brian, tapi lama kelamaan mereka sering mengobrol lewat chat dan telepon. Dan akhirnya mereka sering bertemu dan menjalin hubungan.
"Kau sudah siap?" tanya Brian.
"Ya.. tapi apa tidak apa aku meninggalkan sepupumu..?" tanya Hana.
"Bukankah kau bilang ada dokter pengganti.." ucap Brian.
"Ya.. tapi tetap saja aku merasa bertanggungjawab.." ucap Hana.
"Sudah, dia saja mampu menghajar lebih dari 10 orang dan hanya kelelahan, aku yakin fisiknya sangat kuat.. " ucap Brian.
"Baiklah, tapi jika ada telepon kau harus mengantarku kembali ke rumah sakit .." ucap Hana.
"Tentu saja sayang.. " ucap Brian.
"Kita mau kemana?" tanya Hana.
"Ke resto Xx.." ucap Brian.
__ADS_1
"Bukankah resto itu terkenal?" tanya Hana.
"Ya.. nanti kau akan tahu.." balas Brian.
Tibalah Brian di resto tersebut, resto yg tak lain adalah milik ibunya sendiri dan neneknya. Tapi kini resto tersebut dikelola oleh ibunya, Alice.
Wanita paruh baya yg masih kelihatan cantik dan terlihat bugar tersebut pun sedang memasak beberapa menu bersama para koki di dapur. Namun pelayan masuk dan memberitahu kalau putranya sudah tiba.
"Baiklah aku akan kesana 10 menit lagi.." ucap Alice.
Setelah 10 menit, Alice pun menuju ke meja putranya dan tersenyum. Ia melihat putranya datang dengan seorang gadis cantik, yg ia ketahui dari Brian adalah seorang dokter kandungan.
"Brian.." panggil Alice.
"Mom.." ucap Brian mendekat dan memeluk momnya.
Sontak Hana pun terkejut melihat Alice yg ia tahu sebagai pemilik resto adalah ibu dari Brian.
"Halo tante, aku Hana.." ucap Hana kaku.
"Halo Hana, santai saja.." ucap Alice cipika cipiki.
"Hana kau pasti dokter yg menangani Diana.." ucap Alice.
"Benar tante.. tapi kondisinya sekarang sudah membaik.." ucap Hana.
"Aku sudah menjenguknya kemarin, dan bisa panggil aku mom saja?" pinta Alice.
"Baiklah mom.." balas Hana.
"Baiklah, jadi kita akan makan bersama malam ini.. Jadi apa Dad masih belum bisa datang?" tanya Brian pada momnya.
"Sebentar lagi dia tiba.." ucap Alice.
"Tentu saja aku datang, memangnya aku bisa mengabaikan kalian.." ucap Kenan datang.
"Lalu Iris kemana?" tanya Brian.
"Dia, sedang mom hukum karena berani keluar malam tanpa sepengetahuan kami.." ucap Alice.
"Oke.. sekarang Mom..Dad ini Hana kekasihku.." ucap Brian memperkenalkan Hana.
Hana yg cukup gugup karena Brian hanya bilang akan makan malam pun tak bisa menutupinya. Tapi ia juga bersyukur karena orangtua Brian menyambutnya dengan baik. Mereka bahkan tak banyak bertanya dan hanya tahu kalau pekerjaan Hana adalah seorang dokter.
Makan malam mereka pun berlangsung hangat karena orangtua Brian menerima kedatangan Hana. Dan Hana ia cukup terkejut akan keluarga Brian yg dinilai sungguh terkenal dan sukses. Tapi Brian berhasil membuat suasana yg nyaman untuk Hana. Brian tahu Hana sangat terkejut tapi ia harus memperkenalkannya pada orangtuanya sebelum berkas perjodohan tiba di tangannya.
Mereka pun berbincang santai masalah pekerjaan dan keseharian. Semuanya nampak baik-baik saja tak ada masalah. Hana gadis yg cantik dan sangat sopan, Alice pun menyukainya. Dan Kenan ia menerimanya karena Brian tak mungkin salah memilih kekasih.
Ditengah-tengah pembicaraan, ada telepon dari rumah sakit menandakan Hana harus segera kembali kesana. Ia pun meminta ijin untuk pergi darisana pada Alice dan Kenan. Tentu saja mereka mengijinkan dan Brian akan mengantarkannya ke rumah sakit sesuai janjinya.
Ketika di mobil Brian pun sempat bertanya ada apa dan Hana menjawab kalau ada pasiennya yg akan melahirkan.
"Baiklah, aku akan mengantarmu secepatnya.." ucap Brian yg langsung tancap gas.
__ADS_1