
Beberapa hari sebelum pertunangan Sofia sangat sibuk mengurus ini dan itu. Ia juga mengatur pertemuan dengan Chris secara sembunyi-sembunyi. Sofia sampai menyamar untuk bertemu dengan Chris hari ini. Hari ini Sofia sengaja memesan ruangan privat di sebuah resto hanya untuk bertemu dengan Chris.
"Silahkan masuk Chris.." ucap Sofia saat ada ketukan pintu.
"Kau Sofia?" tanya Chris saat melihat wanita yg jelas berbeda.
"Ya aku sedang menyamar, cepat duduklah.. " ucap Sofia.
"Baiklah, maaf aku tak mengenalimu.." ucap Sofia.
"Ya, jadi aku butuh bantuanmu.." balas Sofia.
"Jadi benar tentang adikmu yg diculik Vall itu?" tanya Chris.
"Ya itu benar.. aku butuh bantuanmu sebagai keluarga Felix yg tahu seluk beluknya.." ucap Sofia.
"Aku bersedia membantu tapi kini kondisiku sudah tak dianggap lagi disana.. apalagi sejak aku berusaha merintis bisnisku sendiri.." ucap Chris.
"Aku hanya butuh informasi tentang adikku, dan sedikit bantuanmu.." ucap Sofia.
"Jadi apa yg harus kulakukan?" tanya Chris.
"Kau tahu kamar apartemen Xx milik Vall?" tanya Sofia.
"Ya aku tahu, itu apartemen lama miliknya.. kau yakin adikmu ada disana?" tanya Chris.
"Menurut adikku dan orang-orangku lokasinya benar." ucap Sofia.
"Lalu apa yg bisa kulakukan?" tanya Chris lagi.
"Kau bantu adikku Kenan masuk ke apartemen itu.." ucap Sofia.
"Oh tidak.. Sofia kenapa bukan anak buahmu?" tanya Chris.
"Aku dengan Vall sedang gencatan senjata, aku tak bisa melakukan itu.." ucap Sofia.
"Tapi, apa aku bisa selamat?" tanya Chris.
"Tenang saja aku akan bersamamu.." ucap Kenan masuk.
"Kau.. tuan Kenan?" ucap Chris terkejut.
"Ya.. dan panggil aku Kenan jika kita sedang diluar pekerjaan." balas Kenan.
"Apa rencana kalian?" tanya Chris.
Akhirnya Sofia dan Kenan pun membeberkan rencana mereka masuk ke dalam apartemen tersebut pada Chris.
"Jadi kalian tidak membebaskan adik kalian?" tanya Chris bingung.
"Tentu tidak, karena masalahku cukup rumit. Jika dibebaskan dan kau dicurigai, kau juga bisa tewas.." ucap Sofia.
"Hhh.. apa kalian yakin akan berhasil?" tanya Chris khawatir.
"Kau jangan takut, aku akan melindungimu.. " ucap Kenan.
__ADS_1
"Tapi aku bisa mati Kenan.." ucap Chris.
"Aku akan berinvestasi di perusahaan barumu.. bagaimana?" tanya Kenan.
"Baiklah baiklah.. aku setuju.." ucap Chris.
"Bagus.. kalian akan bergerak besok.." ucap Sofia.
"Kalian harus melindungiku, ingat itu.." ucap Chris.
"Kau tenang saja Chris aku takkan mengingkari janji.." balas Sofia.
Hingga akhirnya hari yg ditentukan pun tiba, Chris bersama Kenan masuk ke apartemen dengan menyamar. Tak ada anak buah Vall yg curiga. Kenan sudah meretas segala akses cctv di apartemen tersebut dengan mudah dan merusak Ac milik mereka. Julia pun kesal bukan main karena Ac diruangannya mati dan ia mulai kepanasan.
"Kalian cepat hubungi seseorang untuk perbaikan ini.. lama-lama aku bisa mati kepanasan.." ucap Julia.
"Siap nona.."
Tak berapa lama anak buahnya pun sudah menghubungi pihak apartemen untuk perbaikan. Chris dan Kenan pun masuk bersama beberapa orang Kenan. Sementara Julia memilih pergi karena tak tahan dengan udara yg panas.
"Aku akan mencari udara segar, kalian jaga wanita itu.." ucap Julia.
"Baik nona.."
Kenan dan Chris pun masuk dengan mudah, mereka berpura-pura memperbaiki Ac di kamar tersebut. Chris dan anak buah Kenan pun mengalihkan perhatian hingga anak buah Julia malas meladeninya dan memilih untuk menjauh. Kenan pun mencari kamar tempat dimana Alice berada. Hingga akhirnya ia menemukan kamar yg terkunci.
Chris pun dengan susah payah mengambil kunci yg tergeletak di sekitar anak buah Julia. "Demi perusahaanku aku harus rela begini.." gumam Chris dalam hati.
Dengan perlahan ia memberikan kunci tersebut pada Kenan.
Setelah itu anak buah Kenan terus membenarkan Ac, Chris mengalihkan perhatian dan mengawasi, sementara Kenan masuk ke kamar Alice.
Dengan perlahan Kenan membuka pintu dan masuk. Ia pun memberikan kode pada Alice untuk tetap diam.
"Ssttt.. ini aku.." ucap Kenan pelan.
"Kakak.." ucap Alice menangis.
"Apa yg mereka lakukan padamu?" tanya Kenan.
"Mereka hanya mengurungku dan memberiku makan setiap hari." ucap Alice.
"Syukurlah, mereka tak macam-macam. Alice hari ini kau belum bisa bebas karena Sofia bisa dalam masalah jika kau bebas. Kau tenangkan dirimu, karena kami pasti akan membebaskanmu setelah masalah Sofia selesai.." ucap Kenan.
"Aku takut kak.. " ucap Alice.
Kenan pun memeluknya untuk menenangkannya.
"Kau harus bisa bertahan, sampai kami membebaskanmu.. aku ada hadiah buatmu.." ucap Kenan.
"Hadiah?" tanya Alice.
"Terimalah ini.." ucap Kenan memberi Alice sebuah ponsel.
"Tolong sembunyikan dengan baik jangan sampai ketahuan, Sofia meminta bantuanmu untuk mengabari segala situasi disini.. Aku yg akan menghubungimu setiap hari melalui ponsel ini.." ucap Kenan.
__ADS_1
"Baiklah kak.. tapi kalian harus menjemputku nanti.." ucap Alice.
"Ya aku janji.. kau tenanglah.. selama mereka tak menyakitimu jangan berbuat apa-apa tanpa aba-aba dariku." ucap Kenan.
"Baik kak.." balas Alice.
"Aku akan pergi karena tak bisa berlama-lama nanti mereka curiga.." ucap Kenan.
Alice pun hanya bisa mengangguk dan sedikit lega. Kemudian Kenan perlahan keluar dari dalam kamar dan menguncinya lagi. Dan ia mengembalikan kunci itu ke tempatnya semula. Anak buah Kenan pun menghidupkan kembali Ac yg tadinya mati, hingga mereka bisa keluar dari tempat tersebut.
Anak buah Julia pun tak curiga sama sekali, dan Cctv ruangan tersebut berhasil diretas oleh Kenan hingga mereka takkan menemukan apapun.
"Fiuh akhirnya kita berhasil.." ucap Chris saat sudah sampai di mobil.
"Kau sudah meletakkan alat penyadap itu?" tanya Kenan.
"Sudah sesuai keinginanmu.." ucap Chris.
"Good job Chris, kau kuterima sebagai rekan bisnisku.. " ucap Kenan tersenyum.
"Aku terharu mendengarnya.. walaupun resikonya adalah nyawaku.." ucap Chris.
"Baiklah ayo kita pulang.." ucap Kenan.
"Ya.." balas Chris tersenyum.
Dan mereka pun pulang dengan selamat, tak ada seorang pun yg curiga. Baik Kenan maupun Chris melaporkan pada Sofia bahwa misinya sukses.
"Kerja bagus.." gumam Sofia.
Sementara Sofia baru akan berangkat menuju sebuah butik untuk mencoba gaun pertunangannya. Ia pun langsung pergi setelah mendapat laporan dari Kenan dan Chris.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Sofia pun tiba di butik tersebut. Nampak Vall belum tiba, hingga ia memulai memilih gaun untuk dirinya. Tak berselang, Vall pun tiba dengan William. Mereka sedikit terlambat karena habis meeting dengan kliennya.
"Maaf Sofia aku habis meeting bersama beberapa klienku.." ucap Vall.
"Ya tentu.. ayo kita coba yg ini.." ucap Sofia.
Mereka pun mencoba beberapa baju hingga mendapatkan yg sesuai. Vall pun tersenyum senang setelah melihat Sofia menerima gaun pilihannya. Ya gaun yg lumayan sexy hingga memperlihatkan punggung mulus Sofia yg berotot.
"Aku suka gaunmu.." ucap Vall tersenyum.
"Terimakasih.." balas Sofia yg kesal karena harus memakai pakaian yg terbuka.
☘☘☘
Sementara Alfi ia yg tengah sibuk mengurus rumah sakit yg akan sepenuhnya menjadi miliknya pun dibuat lemas mendengar berita pertunangan Sofia. Walaupun ia sudah mendengar langsung rencana Sofia, hatinya cukup terguncang. Tapi ia harus menerimanya dengan ikhlas agar rencana Sofia berjalan dengan baik.
Dan pagi ini ia menerima sebuah paket dari Sofia. Alfi pun membukanya dan cukup bingung dengan isinya.
"Paket apa ini dari Sofia, jangan-jangan undangan pernikahan..?" ucapnya lesu.
Tapi setelah dibuka ternyata isinya sebuah disk dan juga sepucuk surat yg lebih mirip surat cinta. Disana Sofia meminta Alfi untuk melihat isinya dan menyimpannya sebagai jaminan keselamatannya. Ia juga berjanji sudah menemukan jalan terbaik agar masalahnya bisa selesai.
"Kuharap kali ini kau tidak berbohong Sofia.." ucap Alfi setelah membuka isi disk tersebut di laptopnya.
__ADS_1