Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP282


__ADS_3

Diana yg pingsan pun dibawa oleh Kim ke rumah sakit ayahnya, tempat dimana Dion bekerja.


"Maaf tuan, apa anda suaminya?" tanya seorang perawat.


"Bukan, saya hanya sekertaris nona Diana. Suaminya sebentar lagi akan tiba.." ucap Kim.


"Baiklah tuan, nanti jika sudah tiba segera kabari saya karena dokter akan menjelaskan kondisi istrinya.." ucap sang perawat.


"Baik sus, tapi apa kondisi nona sangat parah?" tanya Kim.


"Tidak nona, baik-baik saja.. dokter hanya ingin bicara pada suaminya.." ucap perawat tersebut.


"Baiklah.." ucap Kim.


Dion pun tiba saat itu juga dengan berjalan setengah berlari karena dirumah sakit dilarang untuk berlari.


"Kim.. ada apa dengan Diana?" tanya Dion.


"Nona, tiba-tiba pingsan tuan.." ucap Kim.


"Apakah ada hal buruk?" tanya Dion.


"Kata perawat barusan dia baik-baik saja.." ucap Kim.


"Lalu dimana Kenneth?" tanya Dion tak melihat Kenneth.


"Tuan sedang dalam perjalanan.. " ucap Kim.


Kenneth pun tiba dengan berlari meskipun sudah ditegur petugas keamanan tapi ia tak mendengarkan.


"Kim.. bagaimana dengan istriku?" tanya Kenneth dengan nafas terengah-engah.


"Nona, kondisinya baik dan sedang beristirahat. Tapi dokter ingin bicara pada tuan.. " ucap Kim.


"Baiklah, dimana ruangannya?" tanya Kenneth.


"Di sebelah sana tuan.." ucap Kim.


"Aku ikut.." ucap Dion.


Dion pun mengikuti Kenneth menuju ke ruangan dokter Hana.


"Silahkan masuk.." ucap Hana.


"Dr.Dion ada apa? dan tuan ini siapa?" tanya Hana.


"Aku saudara pasien bernama Diana, dan dia suaminya.." ucap Dion.


"Dokter bagaimana keadaan istriku? apakah ia sakit parah?" tanya Kenneth khawatir.


"Sebaiknya kalian berdua duduk dulu dan kita bicarakan dengan tenang." ucap Hana.


Saat kedua pria itu duduk, Hana pun menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi pada Diana. Hana menyebutkan kalau Diana sedang hamil. Dan usia kandungannya sangat muda, sehingga ia mudah lelah.


"Jadi istriku hamil dok?" tanya Kenneth tak percaya.


"Benar.. Selamat tuan Kenneth" ucap Hana.


"Terimakasih dokter.." ucap Kenneth dan Dion bahagia hingga tanpa sadar mereka berpelukan.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang dr.Dion bisa anda keluar karena ada hal privasi yg akan kubicarakan dengan tuan Kenneth." pinta Hana.


"Baiklah, terimakasih dr.Hana.." ucap Dion lalu meninggalkan ruangan.


Hana pun memberikan penjelasan pada Kenneth mengenai kehamilan Diana. Dan apa saja yg tidak boleh ia lakukan, serta apa saja yg harus ia siapkan untuk Diana.


"Apakah nyonya Diana habis melakukan perjalanan jauh?" tanya Hana.


"Benar dok, tepatnya minggu lalu kami dari negara X.." ucap Kenneth.


"Apakah kalian sedang berlibur?" tanya Hana.


"Bukan dok, tapi karena pekerjaan.." ucap Kenneth.


"Oh begitu, kalau boleh tahu apa pekerjaan nyonya Diana.


Glekk.. "Apa aku boleh mengatakannya?" gumamnya dalam hati.


"Maaf tuan, kami sebagai dokter wajib tahu pekerjaan pasien untuk mengantisipasi hal buruk dan juga data pasien akan kami rahasiakan.." ucap Hana.


"Baiklah, jadi istriku adalah seorang CEO perusahaan SHIELD Group.." ucap Kenneth lalu dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pekerjaan Diana.


Dr.Hana pun terkejut karena mendengar Diana habis bertarung dengan banyak orang saat melakukan pekerjaannya. Sungguh luar biasa karena jika itu dilakukan oleh perempuan lain maka pasti mereka akan mengalami keguguran.


"Ini kondisi luar biasa tuan, aku tak mampu berkata-kata lagi karena nona tak ada luka sedikitpun.. hanya kelelahan saja.. " ucap Hana.


"Syukurlah dok, kalau tahu dari awal aku pasti tak akan mengijinkannya pergi." ucap Kenneth.


"Baiklah tuan, saya akan menjamin rahasia nyonya Diana." ucap Hana.


"Usia kandungan nyonya sudah berusia 7minggu.. jadi saya harap untuk mengurangi aktifitas fisik, juga hubungan suami istri.. karena ini usia rentan." ucap Hana.


"Ya tuan, sama-sama.." ucap Kenneth lalu berpamitan.


Kenneth pun langsung menuju ke ruangan Diana, dimana Kim menjaganya bersama Dion.


"Bagaimana?" tanya Dion.


"Semuanya baik-baik saja.." ucap Kenneth.


"Syukurlah.." ucap Dion.


"Kalian sedang bicara apa? kenapa aku ada disini?" tanya Diana.


"Sayang kau sudah sadar?" tanya Kenneth.


"Iya, jelaskan ada apa ini?" tanya Diana.


Kenneth pun menjelaskan kalau Diana tengah hamil. Dan reaksi Diana cukup tenang membuat Dion dan Kenneth bingung.


"Kau tidak senang?" tanya Kenneth.


"Senang, tapi aku tak menyangka akan secepat ini.." ucap Diana mengingat-ingat kalau 7 minggu berarti pada saat mereka melakukannya pertama kali, hal itu pun membuatnya terkejut.


"Ada apa sayang kenapa wajahmu terkejut begitu.." ucap Kenneth.


"Tidak bukan apa-apa.." ucap Diana karena tak mungkin ia mengatakannya di depan Dion dan juga Kim yg masih single.


"Baiklah pokoknya kau harus banyak istirahat saudariku.. katakan saja jika ada yg kau butuhkan atau yg membuatmu tidak nyaman.." ucap Dion.

__ADS_1


"Baiklah, apa mom dan Dad sudah tahu?" tanya Diana.


"Aku sudah mengabari mereka, sore ini juga mereka kembali dari Singapura." ucap Dion.


"Baiklah.." ucap Diana.


"Kalau begitu aku kembali ya waktu istirahatku hampir habis." ucap Dion.


"Kau itu selalu dirumah sakit, sesekali liburanlah rumah sakit ini sudah seperti rumahmu.." ucap Diana yg tahu kalau Dion bahkan sampai menginap di rumah sakit belakangan ini.


"Baiklah, tapi memang aku sedang banyak pasien.. " ucap Dion. Lalu Diana tersenyum dan Dion meninggalkan kamar Diana.


"Kim, apa kita masih ada pekerjaan?" tanya Diana.


"Sudah tidak ada nona.. " ucap Kim.


"Kau pulanglah, ini sudah sore.." ucap Diana.


"Apa nona yakin?" tanya Kim.


"Iya dan Terimakasih berkatmu aku bisa segera mendapatkan perawatan." ucap Diana.


"Sudah ada aku Kim, kau bisa pulang dan Terimakasih atas bantuannya.. " ucap Kenneth.


"Baik tuan, nyonya saya permisi.." ucap Kim pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Dan malam hari nampak keluarga mereka datang mengunjungi Diana. Banyak sekali ucapan selamat, kue-kue sampai bunga. Hal tersebut membuat Diana bahagia. Mom dan Dad nya pun akan selalu siap 24 jam jika ia butuh bantuan. Sampai tuan Hayes pun tiba dengan raut wajah bahagia akan segera mendapatkan cicit.


Semua keluarga pun berkumpul dan membuat suasana menjadi ramai. Banyak nasihat yg Diana terima dari keluarganya. Hingga malam hari, Kenneth pun menjaganya di rumah sakit.


"Sayang, tidur disini saja pasti sakit kalau tidur di sofa." ucap Diana.


"Kau yakin muat?" tanya Kenneth.


"Ya.. pasti muat." ucap Diana.


Dan Kenneth pun tidur di ranjang bersama Diana. Mungkin karena hormon kehamilannya membuat Diana tak bisa jauh dari Kenneth.


☘☘☘


Diruangan lain, Alfi memanggil dr.Hana sebagai dokter penanggungjawab putrinya.


"Silahkan dr.Hana.." ucap Alfi.


"Maaf tuan ada apa?" tanya Hana.


"Aku akan memberitahumu sebuah rahasia, kalau pasienmu yg bernama Diana adalah putriku.." ucap Alfi.


"Apa?? ehm.. baik tuan saya mengerti.." ucap Hana terkejut.


"Aku harap kau menjaganya dengan baik, karena cucu pertamaku ada di kandungan putriku.." ucap Alfi.


Lalu Hana juga menceritakan info yg ia dapat dari Kenneth suami Diana. Dan Alfi menyuruhnya untuk merahasiakan semuanya demi keamanan putrinya. Setelah dr.Hana mengerti, Alfi pun mempersilahkannya untuk kembali.


Lalu Sofia ia mengatur pangawal untuk berjaga di area rumah sakit dan sekitar kamar Diana.


"Ingat, jangan sampai ada celah untuk orang asing masuk.." perintah Sofia.


"Baik nyonya.." ucap mereka. Lalu Sofia membubarkan mereka dan menyuruh mereka bersiaga di posisinya.

__ADS_1


__ADS_2