Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP261


__ADS_3

Setelah mendengar kata mereka akan menjodohkan Diana dan Kenneth, seketika semua rencana yg mereka susun sia-sia dan malah memuluskan rencana kakek dan nenek mereka.


"*Aku menyesallll...!!" gerutu Diana dalam hati.


"Aku tak tahu harus senang atau sedih.." gumam Kenneth dalam hati*.


Diana pun meruntukki rencana bodohnya tanpa tahu siapa yg akan dijodohkan dengannya. Sementara Reina dan Hayes bahagia sekali karena berhasil tanpa harus banyak berusaha. Namun, ekspresi lain muncul pada Sofia.


"Jadi anda tuan kakek Kenneth?" tanya Sofia dengan sorot mata tajam.


"Benar nyonya, anda pasti ibu Diana.." ucap Hayes.


Brakkk...!!


Sofia pun menggebrak meja dan membuat semua orang terkejut.


"Mom, ada apa?" tanya Dion.


"Sayang kau itu kenapa?" tanya Alfi.


"Jadi anda orang yg sudah membuat ketua tim alfa meninggalkan SHIELD?" tanya Sofia.


"Apa maksud anda nyonya?? apakah anda pemimpin SHIELD?" tanya Hayes.


"Iya benar, dan gara-gara anda banyak misi berantakan.." ucap Sofia kesal.


"Mom.. tenang dulu.." ucap Diana.


"Mom ini salahku bukan salah kakek.." ucap Kenneth.


"Jadi anda yg membuat cucuku berada di tempat berbahaya?" balas Hayes tak kalah emosi.


"Kenn situasi macam apa ini?" bisik Diana.


"Aku tak tahu, mari kita tenangkan mereka." balas Kenneth berbisik.


"Itu memang pekerjaan kami, kalau kau tidak suka kenapa membiarkannya bekerja denganku bertahun-tahun.. " ucap Sofia.


"Anda benar-benar, menyalahkanku?? Dia adalah penerusku satu-satunya.. harusnya anda paham.." ucap Hayes.


"Itu urusanmu bukan urusanku, yg membuatku kesal adalah dia ketua tim alfa dan orang penting di SHIELD, tiba-tiba saja ingin mengundurkan diri." ucap Sofia.


"Itu urusanmu, bukan urusanku.." balaa Hayes.


Brakkkk...!


"Cukupp..!" ucap Satria.


"Kalian ini bukan anak kecil, malah bertengkar..! memalukan.." ucap Satria.


"Tapi anakmu yg memulainya.." balas Hayes.


"Kubilang berhenti..!! atau mau kehentikan hubungan Diana dan Kenneth..??" tanya Satria.


"Benar kami akan berpisah jika kalian tidak setuju.." ucap Diana tiba-tiba.


"Tidak bisa..! kita harus menikah.." ucap Kenneth.


Dion dan Alfi pun saling pandang dan berfikir ada apa ini sebenarnya. Dan keduanya sudah bersiap untuk menghentikan Sofia.


"Stoopp!! sekali lagi kalian bicara maka aku akan mengeluarkan senjataku.." ucap Satria.


"Cih, memangnya senjata apa hingga membuatku takut.." ucap Hayes.


"Kek hentikan.. kau tidak tahu siapa yg kau hadapi.." ucap kenneth pada Hayes.

__ADS_1


"Tuan, jaga sopan santun anda pada suamiku.." ucap Reina.


Ceklek.. Senjata milik Satria yg kosong pun dikeluarkan membuat Hayes terdiam.


"Maaf tuan Satria, aku tahu ini tak seharusnya terjadi.. aku akan membawa kakekku pulang.." ucap Kenneth.


"Baiklah, nanti kita bicara saat semuanya tenang.. " ucap Satria.


"Kalau begitu kami juga akan pulang.." ucap Sofia.


Diana pun sudah menghilang membuat mereka saling tatap dan tak ada yg tahu kapan Diana pergi. Hingga akhirnya mereka memilih pulang dan akan menyelesaikan masalah ini saat kondisinya sudah tenang.


Sementara Diana tadi saat semua sedang berdebat, ia memilih pergi entah kemana. Bahkan saat yg lain sudah tiba pun Diana tak ada dirumahnya. Dion pun mencari Diana kemana-mana. Dan ponsel Diana dimatikan membuat semua orang khawatir.


Sampai Kenneth pun dihubungi Sofia untuk mencaritahu apakah Diana bersamanya. Jawaban Kenneth justrua ia belum bertemu Diana sejak meninggalkan resto, bahkan pesannya pun tak dibalas. Sofia semakin cemas dan mengerahkan anak buahnya untuk mencari Diana.


Dion pun tak mau ikut cemas, ia menghubungi Brian karena menurutnya Diana cukup dekat dengannya.


"Hallo Bry.. bisa tolong aku??" ucap Dion di telepon.


"Tolong apa?" balas Brian.


"Kau tahu tempat dimana Diana pergi saat sedang dalam masalah..?" tanya Dion.


"Ck.. mana kutahu.. aku kan juga jarang menemuinya.." ucap Brian.


"Katakanlah apapun yg kau tahu.." ucap Dion.


"Ada masalah apalagi? Diana kabur lagi?" tanya Brian.


"Sepertinya.." ucap Dion.


"Sebentar.. coba kau cari di dekat danau G.. Dulu Diana suka pergi kesana, tapi tak tahu kalau sekarang.." ucap Brian.


"Ck.. main matikan saja.." ucap Brian.


Kenneth pun menghubungi Brian, dan Brian memberikan jawaban yg sama seperti pada Dion. Kedua orang tersebut pun menuju ke Danau G malam itu juga. Sementara Brian bersyukur sedang berada di Perancis hingga tak disibukkan dengan tingkah Diana.


"Untungnya dad menyuruhku kemari, kalau tidak aku pasti sudah disuruh mencarinya.." gumam Brian.


☘☘☘


Sementara Diana, ia memang berada di danau tersebut. Suasana hatinya sedang kacau, ia sejujurnya tertarik pada Kenneth tapi ia belum mau menikah. Ditambah lagi dengan perjodohan neneknya yg berhasil, lalu pertengkaran momnya dan juga Hayes. Kepalanya rasanya mau pecah jika terus memikirkan hal ini.


Tanpa sadar ada 4 orang pria yg sedang memancing di danau tersebut. Mereka melihat gadis cantik sedang duduk melamun di bangku taman yg mengarah ke danau.


"Lihat ada gadis cantik.."


"Kau benar.. ayo kita dekati.."


"Kalian tidak takut, siapa tahu bukan manusia malam-malam begini..


"Ck.. jangan bodoh, lihat kakinya menapak.."


"Bagaimana kalau kita bungkus..?"


"Kalau kita dilaporkan bagaimana? kau mau tanggungjawab.?"


"Sudahlah, disini gelap dan tak ada cctv.."


"Iya, ayo kita coba.."


"Mungkin keberuntungan kita kali ini bukan mendapatkan ikan tapi gadis cantik.."


Dan mereka pun mendekati Diana, Diana pun sadar tapi memilih diam dan menunggu tindakan mereka.

__ADS_1


"Sendirian aja neng.."


"Mau abang temenin..?"


Namun, Diana hanya menoleh kanan kiri dan tak ada siapapun.


"Apa mata kalian sudah rabun? aku sendirian disini.." balas Diana.


"Ck.. sombong sekali.."


"Mari kita beri gadis ini pelajaran.."


"Memberiku pelajaran? tak salah? lebih baik kalian pergi sebelum aku bertindak kasar.." balas Diana.


"Dasar padahal kau hanya wanita lemah tapi sok mau melawan kami."


"Sudah ayo bungkus.."


"Baiklah jangan salahkan kami.."


Diana pun bangkit dan menghajar mereka semua.


Bugghh..buggh..bughh..


"Kurasa segini saja cukup, dan aku hanya mengeluarkan sedikit tenaga.." ucap Diana pergi meninggalkan mereka yg tengah kesakitan setelah dipukuli.


"Diana..!" teriak Kennetb dari kejauhan dan langsung berlari.


"Kenn.. " balas Diana.


Kenneth pun mendekat dan menghampiri Diana.


"Kau baik-baik saja?? apa yg terjadi?" tanya Kenneth.


"Hanya bertemu orang-orang mesum, tapi mereka sudah tak bisa berkutik.." ucap Diana.


"Kalian.. jika tak mau mati cepat pergi dari sini..! kalau kalian berani melapor aku akan menuntut kalian atas pelecehan seksual..!" ucap Kenneth dan mereka pun pergi.


"Cukup, mereka sudah ketakutan.." balas Diana.


"Kita perlu bicara.." ucap Kenneth.


"Mau bahas apalagi?" tanya Diana.


"Ikut aku.." ucap Kenneth membawa Diana ke sebuah taman tak jauh dari sana.


"Duduk dan dengarkan aku bicara..." ucap Kenneth dan Diana menurutinya.


"Apa yg akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Kenneth.


"Tentu saja kita harus berpisah, kita kan hanya pura-pura.." ucap Diana.


"Kalau aku tak mau?" tanya Kenneth.


"Apa alasanmu?" tanya Diana.


"Karena.. aku..aku.. akh kenapa sulit sekali.." ucap Kenneth.


"Sudah cukup aku lelah, jangan bercanda ini bukan waktu yg tepat.." balas Diana lalu hendak pergi meninggalkan Kenneth.


Kenneth pun menahan tangannya, ia sungguh harus mengatakannya dengan benar kali ini.


"Aku menyukaimu jangan pergi dan jangan berpisah.." ucap Kenneth.


Di ujung jalan, Dion mendengarkan percakapan mereka dan terkejut. Bagaimana Kenneth justru benar-benar menyukai Diana?? Namun, ia tetap akan menonton dan mendengarkan hingga akhir.

__ADS_1


__ADS_2