Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.99


__ADS_3

Malam itu, Sofia nampak begadang menonton drama melow. Bukan tanpa alasan karena ia harus tampak sedih besok agar Vall percaya bahwa Sofia berada di pihaknya. Semalam ia menonton hingga menangis dan kamarnya dipenuhi tisu-tisu yg ia gunakan untuk mengelap air matanya. Belum lagi ia kurang tidur karena berpura-pura meratapi nasibnya semalaman. Kenan yg mendengar kakaknya menangis pun masuk ke dalam kamar dan melihat Sofia sedang menonton drama hingga menangis. Lalu ia keluar dan paham maksud tujuannya.


Saat keluar baik Satria maupun Alfi buru-buru bertanya pada Kenan.


"Apa yg terjadi pada Sofia?" tanya Satria dan Alfi serentak.


"Kalian ini kompak sekali.." balas Kenan tersenyum.


"Kenan aku serius.." ucap Satria.


"Kakak hanya menonton film.. mungkin ceritanya sedih hingga ia menangis.." balas Kenan.


"Kenapa ia menontonnya hingga menangis?" tanya Alfi tak mengerti.


"Agar drama kita besok sukses.. sudah bubar-bubar kita sekarang istirahat untuk menyambut mafia gila itu besok." ucap Kenan.


"Baiklah kalau begitu.." balas Alfi. "Kukira si brengsek itu menyakitinya.." gumam Alfi dalam hati.


"Oke.. yasudah mari kita tidur.." ucap Satria.


Mereka semua pun paham maksud dari Sofia dan tidur di kamar masing-masing. Hingga pagi harinya sesuai rencana wajah Sofia pucat dengan kantung mata yg menghitam. Matanya sembab karena menangis. Aktingnya kali ini benar-benar totalitas.


Sofia pun keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri. Dan reaksi semua orang nampak terkejut.


"Sofia haruskan wajahmu jadi jelek begini?" tanya Satria.


"Iya ayah, aku berusaha untuk mendalami peranku secara totalitas. Kalau pakai makeup bisa ketahuan.." ucap Sofia.


"Baiklah, tapi apa kau baik-baik saja? berapa jam kau tidur semalam?" tanya Satria khawatir.


"Hanya 2 jam.. tapi ayah tenang saja aku akan tidur setelah si brengsek itu pergi.." ucap Sofia.


"Oke.. kau sarapan dan minum vitamin.." pinta Satria.


"Baik ayah.." balas Sofia.


Dan Kenan pun keluar dari kamarnya.


"Wah kak, kau benar-benar totalitas kali ini.." ucap Kenan mengacungkan jempolnya.


"Ya kau tahu aku kan.. aku harap akting kalian juga natural agar mereka percaya.." ucap Sofia.


"Oke.. kita harus berhasil.." balas Kenan.


Sementara Alfi yg ada di meja makan tampak sedih melihat wajah Sofia.


"Kau berhati-hatilah Sofia.." ucap Alfi.


"Ya tentu, aku harus menyelamatkan keluarga dan orang terdekatku.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Ini makanlah aku sudah buatkan roti isi.." balas Alfi.


"Terimakasih Al.." ucap Sofia langsung menggigit roti tersebut.


Setelah sarapan, pesan dari Vall pun muncul di ponsel Sofia.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Sofia.


"Tentu.. " balas Satria dan Kenan.


"Aku akan kirim lokasi kita.." ucap Sofia.


Dan Sofia mengirim lokasi apartemen mereka. Dengan segera Vall menuju ke lokasi tersebut bersama William dan beberapa anak buahnya.


"Bagus.. kita sudah dapat lokasinya, ayo Will kita berangkat.." ucap Vall.


"Baik tuan.." balas William.


Mereka pun memacu mobilnya menuju apartemen yg ditujukan oleh Sofia. Sementara Sofia dan keluarganya tengah bersiap-siap. Semua ruangan sudah dirapikan oleh beberapa asisten rumah tangga yg disewa Kenan. Serta makanan pun sudah tersedia dengan lengkap. Kini mereka sudah memakai pakaian yg rapi karena hendak menyambut Vall.


Tiga puluh menit kemudian, Vall pun tiba di apartemen. Tampak anggota SHIELD menghampiri mereka dan menunjukkan lokasi pada Vall. Vall beserta rombongannya pun diantar menuju kamar apartemen Kenan.


Sofia pun membukakan pintunya, dan menyambut Vall. Dengan wajah pucat serta mata yg sembab membuat Vall merasa ada yg aneh dengan Sofia.


"Masuklah, ayah dan adikku sudah menunggu.." ucap Sofia.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Vall.


Vall pun masuk bersama William sementara anak buahnya yg lain ditahan oleh anggota SHIELD.


"Selamat pagi ayah.." sapa Vall.


"Pagi.." jawab Satria dengan wajah serius.


"Jadi kedatanganku ingin mengutarakan keinginanku untuk melamar Sofia.." ucap Vall.


"Aku sudah tahu itu.." balas Satria ketus.


Glekk.. "Sial sekali nasibku, kalau tahu ayahnya galak begini dari dulu aku mendekati ayahnya.. Tenang aku pemimpin BlackStar.." gumamnya dalam hati.


"Aku juga ingin meminta maaf atas segala kesalahanku pada anda dan keluarga.." ucap Vall.


"Maaf? semudah itu dan alasannya hanya karena puteriku? jika tidak kami sekeluarga pasti kau habisi.. ya kan?" ucap Satria mengeluarkan segala emosinya.


"Maaf tuan, sungguh aku minta maaf.. aku berjanji takkan mengganggu keluargamu lagi setelah menikahi Sofia." ucap Vall.


"Mudah sekali bagimu.. lalu bagaimana dengan istriku?" tanya Satria.


"Aku akan membebaskannya jika kau setuju.." balas Vall.

__ADS_1


"Hhhh.. apa kau tidak punya harga diri? Bagaimana bisa putriku bertemu pria sepertimu.." ucap Satria.


"Ayah sudah cukup.. izinkan kami menikah.." balas Sofia membuat Satria shock.


"Apa kau tak salah bicara Sofia?" tanya Satria semakin kesal. "Jika bukan karena akting pria ini sudah kuhabisi dari tadi, dan Sofia kenapa kau harus berakata seperti itu.." gumam Satria dalam hati.


"Tidak ayah, aku akan berlutut dihadapanmu agar kau menyetujuinya.." ucap Sofia.


"Kau juga berlutut..! kita ini banyak dosa pada ayah..!" perintah Sofia pada Vall.


Vall pun ikut berlutut karena menyadari kesalahannya pada calon mertua dan keluarga Sofia.


"Maafkan aku tuan.. aku akan membebaskan istrimu segera.." ucap Vall.


"Hhhh.. aku tak bisa melihat wajah putriku seperti ini.. ini semua karena kau pria brengsek..!" ucap Satria kesal.


"Maaf menyela ayah.." ucap Kenan pada Satria.


"Tuan Vall, lamaran dan pernikahan ini takkan terjadi jika kau belum membebaskan ibuku.. kau tahu betul kan aku menaruh banyak saham dan kerjasama di perusahaan ayahmu.." ucap Kenan membuat Vall semakin mati kutu.


"Sial pria ini yg paling berbahaya disini.. !" umpat Vall dalam hati.


"Ba-baik tuan Kenan aku akan segera membebaskan ibu anda.." ucap Vall terpaksa.


"Aku harap kau tidak berbohong, karena jika sampai istriku lecet sedikit saja.. jangankan menikahi putriku kau takkan melihat hari esok..!" ucap Satria.


"Ba-baik tuan.." ucap Vall.


"Baiklah, kurasa jika dilanjutkan akan ada perang disini.. dan kau Tuan Vall tepati janjimu kalau tidak aku akan bertindak pada perusahaanmu.." ucap Kenan menengahi.


"Dengar Sofia ini ayah belum merestuinya sebelum ibumu kembali.." ucap Satria.


"Kau harus membebaskan ibuku jika ingin menikahiku.." ucap Sofia pada Vall.


"Baiklah Sofia aku akan membebaskannya besok.. " ucap Vall.


"Sekarang..! aku mau sekarang sebelum kau mati ditangan ayahku.." ucap Sofia.


"Ba-baiklah.." ucap Vall melihat Satria dengan wajah memerah kesal.


"Jika aku beralasan lagi jangankan menikahi Sofia, bahkan aku bisa mati.." gumam Vall dalam hati.


"William cepat jemput nyonya Reina dan bawa kemari.." perintah Vall.


"Ba-baik tuan.." balas William.


"Tuan benar-benar tak bisa berkutik dihadapan tuan Satria.. dan akupun tak mampu melindunginya melihat ada tuan Kenan juga.." gumam William dalam hati.


William pun segera menjemput Reina dan menelpon anak buahnya untuk mempersiapkan Reina sebelum dijemput.

__ADS_1


"Kau cepat suruh pelayan untuk mempersiapkan nyonya Reina keluar dari sana, ingat ganti pakaiannya dan rapikan penampilannya.." perintah William.


"Siap tuan.."


__ADS_2