Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.44


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Sofia pun langsung diantarkan menuju kamarnya. Kenan yg menggendongnya saat menaiki tangga menuju kamarnya, sementara Alfi megikutinya dari belakang.


Kenan pun membaringkan tubuh kakaknya di kasur.


"Kak kau istirahatlah dulu.. kalau kau sudah bisa berjalan nanti kita bahas masalah Blackstar.." ucap Kenan.


"Baiklah.." balas Sofia.


"Aku kembali ke kantor dulu.. dan Alfi kau mau tetap disini atau pulang?" tanya Kenan.


"Aku akan disini sebentar.." ucap Alfi.


"Baguslah.. temani kakakku sebentar disini agar ia tidak bosan.." ucap Kenan.


"Oke.. kau pergilah.." balas Alfi.


Kenan pun harus kembali lagi ke kantornya karena ada meeting penting dengan beberapa kliennya. Ia pun meninggalkan Sofia bersama Alfi, karena Alfi sudah dianggap seperti saudara dan sangat ia percaya.


Di kamar, Sofia hanya berbaring dan sesekali ia mencoba duduk sendiri diawasi oleh Alfi.


"Sofia pelan-pelan.." ucap Alfi yg melihat Sofia mencoba duduk.


"Aku harus bisa bergerak dalam waktu dekat.. tak bisa begini terus.." ucap Sofia.


"Iya aku paham situasinya.. tapi lakukan perlahan agar tak terjadi cidera lanjutan.." ucap Alfi.


"Iya iya.. dasar dokter cerewet.." ucap Sofia.


"Bagaimana tidak cerewet kalau pasiennya bandel.. " balas Alfi.


"Aku bosan sekali Al.." ucap Sofia.


"Aku juga bosan Sofia.. apalagi aku masih pengangguran.." ucap Alfi.


"Maaf.. ini semua gara-gara aku.. " ucap Sofia.


"Sudahlah, sebenarnya mereka sempat meminta maaf dan menerimaku kembali tapi aku menolaknya.." ucap Alfi.


"Kenapa kau menolaknya?" tanya Sofia.


"Aku tak ingin jauh dari ibu dan ayahku.. setidaknya kalau aku diterima di rumah sakit Singapura aku bisa bolak-balik ke Jakarta.. " ucap Alfi berbohong. "Padahal kaulah alasanku ingin berada di Singapura, karena aku ingin sering mengunjungimu.." gumam Alfi dalam hati.


"Oh begitu, baguslah.. jadi ibumu bisa sering bertemu denganmu.." ucap Sofia.


"Iya.. kau mau makan buah lagi?" tanya Alfi.


"Tidak aku lapar.. aku rasa kita bisa makan disini.." balas Sofia.


"Mau aku pesankan makanan?" tanya Alfi.


"Tidak.. biar aku minta masakkan pelayan disini saja.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Oke.." balas Alfi.


Sofia pun menelpon pelayannya di lantai bawah untuk menyiapkan makan siang untuknya dan juga Alfi. Mereka berdua pun menunggu di ruang tv, sambil menonton film. Dan pastinya Sofia digendong oleh Alfi menuruni tangga hingga duduk di sofa empuk kesayannya.


"Akhirnya aku bisa duduk dan menonton film.." ucap Sofia.


"Lalu apa tugasku nona?" ucap Alfi tersenyum.


"Dasar kau ini, sebegitunya ingin jadi pelayanku.." balas Sofia kesal.


"Hahaha.. kau tahu kau itu sangat tegas saat memerintah anak buahmu.. jadi aku suka mengganggumu.." ucap Alfi.


"Iya karena aku wanita dan mereka kebanyakan pria jadi aku harus tegas.." balas Sofia.


"Oke.. oke.. mari kita nonton sambil menikmati buah.." ucap Alfi duduk di samping Sofia.


"Iya, jadi kau diam dan fokus saja pada film sampai makanan siap.." ucap Sofia.


Mereka berdua pun nonton film pilihan Sofia. Sementara para pelayan berkutat pada masakan yg akan dimakan untuk mereka berdua. Hingga tak berapa lama Sofia pun tertidur, dan tak sadar ia bersandar di bahu Alfi. Alfi yg merasa bahunya berat pun menoleh ke arah Sofia.


"Oh Tuhan.. kenapa dia ada sedekat ini.." gumam Alfi dalam hati.


"Hati kau kuatlah jangan tergoda.." gumam Alfi dalam hati.


Alfi pun membiarkannya hingga beberapa menit, lalu tak lama pelayan memberitahu kalau makanannya sudah siap. Alfi pun hanya berkata pelan kalau mereka akan segera ke meja makan. Dengan perlahan Alfi membangunkan Sofia.


"Sofi.. bagun.." ucap Alfi.


"Hmm.. sekarang sudah jam berapa?" ucap Sofia setengah sadar.


"Apa??? " ucap Sofia yg seketika terbangun.


"Iya pundakku pegal kau sandarin terus.. " ucap Alfi menahan tawanya.


"Kenapa tidak membangunkan dan menggeser tubuhku saja.. " ucap Sofia.


"Aku tak tega membangunkanmu, tadi kau belum tidur habis minum obat pagi.." ucap Alfi.


"Iya sih aku jadi mengantuk saat menonton.." ucap Sofia.


"Yasudah sekarang kita makan, tadi pelayan bilang makanannya sudah siap." balas Alfi.


"Baiklah.. Alfi kau akan membantuku bukan?" ucap Sofia tersenyum.


"Baiklah.." balas Alfi pura-pura malas padahal dalam hatinya ia sangat senang.


Perlahan Alfi membantu Sofia berdiri dan berpindah tempat duduk menuju kursi roda. Lalu ia mendorong kursi tersebut menuju meja makan.


"Kemarin bahkan aku masih bisa berlari setelah menerima pukulan, sekarang digerakkan saja sakit sekali.." gumam Sofia dalam hati.


Alfi pun membawa Sofia ke meja makan dan para pelayan menggeser kursi makan agar Sofia dapat makan di kursi rodanya.

__ADS_1


"Selamat makan nona dan tuan.. " ucap sang pelayan.


"Terimakasih.." balas Alfi dan Sofia.


Mereka berdua pun makan dengan santai. Hingga selesai makan Sofia berusaha menahan agar Alfi tidak pulang.


"Alfi kau sedang tak ada kerjaan kan?" tanya Sofia.


"Tidak sih, memangnya kenapa?" balas Alfi.


"Bagus, kalau begitu kau disini saja sampai Kenan pulang.. " ucap Sofia.


"Jadi aku sekarang tawananmu nona.." ucap Alfi.


"Cih.. sudahlah kau kan sahabatku dan sudah seperti keluarga jadi bantulah aku saat ini aku butuh teman.." pinta Sofia.


"Oke.. oke.. lalu kita akan lakukan apa setelah makan?" tanya Alfi senang.


"Kita nonton lagi saja ya.. kalau dikamar terus nanti orang-orang akan berfikir yg tidak-tidak.." ucap Sofia.


"Haha.. memangnya aku seberbahaya itu ya?" tanya Alfi terkekeh.


"Ya mau bagaimanapun kau itu pria.. dan aku sedang tak bisa melawan.." ucap Sofia.


"Baiklah.. baiklah.. ayo kita ke ruang tv lagi.." balas Alfi mengalah dan membawa Sofia menuju ruang Tv.


"Hari ini aku sudah seperti dokter pribadimu saja.." ucap Alfi.


"Tentu saja, kau harus menurutiku.." balas Sofia.


Lalu mereka pun menonton film, tapi sebelum itu Alfi menyuruh Sofia meminum obatnya. Tak berapa lama Sofia pun kembali tertidur. Saat Alfi merasa suasana sangat tenang, ia pun menoleh ke arah Sofia. Sofia pun sedang tertidur karena pengaruh obat, itu sengaja dilakukannya agar Sofia lebih banyak beristirahat. Alfi pun membelai rambut yg menutupi wajah Sofia. Lalu ia terdiam, "Andai saja kau jadi milikku.. aku akan sangat bahagia.." gumam Alfi dalam hati. Namun, ia sadar tak mudah mendapatkan hati Sofia.


Alfi pun meminta tolong pada pelayan untuk membukakan pintu kamar Sofia karena Alfi akan menggendongnya menuju kamarnya. Pelayan itu pun membantunya dan Alfi menggendongnya sampai di kamarnya. Lalu ia merebahkannya di kasur, Alfi menghidupkan AC dikamar Sofia agar ia tidak kepanasan karena cuaca sedang panas. Dan Alfi pun meninggalkan Sofia dikamarnya. Alfi memilih untuk duduk menonton film daripada menunggu Sofia tidur dikamarnya. "Aku harus turun, aku tak mau sampai khilaf.." gumamnya dalam hati.


Alfi pun duduk di sofa ruang TV dan menunggu Sofia bangun dari tidurnya. Saat sore hari, Kenan pun pulang. Ia terkejut melihat Alfi masih berada di rumahnya.


"Alfi kau belum pulang?" tanya Kenan.


"Belum.." balas Alfi.


"Kakakku ada dimana?" tanya Kenan.


"Dia tertidur setelah meminum obatnya.." balas Alfi.


"Maaf pasti kakakku merepotkanmu lagi.." ucap Kenan tak enak.


"Tak usah sungkan, kita kan sudah seperti keluarga.." ucap Alfi.


"Sekali lagi terimakasih Alfi kau selalu membantu kakakku.." ucap Kenan.


"Iya sama-sama.. Kenan nampaknya aku harus pulang karena sudah sore." ucap Alfi berpamitan.

__ADS_1


"Baiklah.. hati-hati dan terimakasih untuk hari ini.." ucap Kenan lalu ia mengantarkan Alfi sampai ke halaman.


Alfi pun melambaikan tangan dan meninggalkan kediaman Kenan dan Sofia menuju rumahnya. Ibunya Siska sudah menelponnya beberapa kali, dan mengajaknya makan malam bersama.


__ADS_2