
Setelah pulang ke rumah tampak Kenan dan Alice memperhatikan anak laki-laki mereka kini terlihat seperti habis liburan ke pantai dengan kulit kemerahaan.
"Brian, kau habis dari pantai atau menginap di rumah Hana?" tanya Alice tersenyum.
"Mom, aku tidak bercanda selama 3 hari ini.." ucap Brian.
"Wahh.. mom baru ini melihatmu panas-panasan sampai merah seperti udang rebus.." ucap Alice tertawa.
"Tapi aku tampan kan??" tanya Brian.
"Tentu saja, kalau kau cantik nanti Iris tersaingi.. " ucap Alice.
"Wah bagaimana Brian hidup di desa dan bekerja sebagai petani?" tanya Kenan tersenyum.
"Tidak buruk hanya butuh banyak energi.." ucap Brian.
"Baguslah jika kau tak mengeluh.. " ucap Kenan.
"Tapi mereka menerimamu bukan?" tanya Kenan.
"Tentu saja, pria berkualitas sepertiku ini langka dan sulit untuk ditolak.." ucap Brian.
"Benarkah?? buktinya kau sampai membuktikan diri tinggal disana selama 3 hari.. " balas Kenan tersenyum.
"Dad sudahlah, aku lelah.." ucap Brian.
"Oke.." ucap Kenan tersenyum melihat baru kali ini Brian rela panas-panasan sampai kulitnya terpanggang.
"Bry, kalau butuh koyo ada di kotak obat.." ucap Alice tersenyum.
"Aku tak butuh koyo.." balas Brian.
Tapi malam harinya Brian keluar mencari kotak obat untuk menempelkan koyo di tubuhnya yg pegal.
"Demi direstui ayah Hana aku sampai memakai koyo begini.." gumam Brian dalam hati.
☘☘☘
Selanjutnya hubungan Brian dan Hana pun semakin serius, hingga Brian melamar Hana di hadapan orangtuanya. Dan membuat Herman yakin kalau Hana akan bahagia bersama Brian. Pria bertanggungjawab dan baik hati.
Diadakanlah acara pertunangan disebuah hotel mewah milik S Group. Dan acara tersebut sangat tertutup dan hanya dihadiri oleh Keluarga dan klien bisnis. Nampak Hana dan Brian sangat menawan hari itu. Semua keluarga pun nampak sudah berkumpul tak terkecuali Diana. Diana dengan perut yg sudah mulai membuncit nampak tak bisa lagi menutupinya.
"Selamat Brian, tak kusangka kau lebih perhatian pada dokterku.." ucap Diana.
"Ck, aku selalu membantumu selama ini.." ucap Brian.
__ADS_1
"Haha.. oke.. Sekali lagi selamat Brian dan Hana.." ucap Diana.
"Selamat Bry, dan Hana.." ucap Kenneth.
"Terimakasih Diana dan Kenneth.." ucap Brian.
"Terimakasih Nyonya, eh Diana dan Kenneth."ucap Hana.
"Jika diluar rumah sakit santai saja Hana.. " ucap Diana.
"Sepertinya perutmu semakin besar, bagaimana kau menutupinya?" tanya Brian.
"Aku akan pura-pura ditugaskan di Singapura.. " ucap Diana.
"Baguslah, tapi berhati-hatilah.." ucap Brian.
"Ya tentu Bry.." ucap Diana.
Dan pernikahan pun akan dilaksanakan 5 bulan kedepan sesuai jadwal Brian dan Hana. Memang agak lama, tapi itu karena jadwal mereka yg padat. Sebagai dokter Hana harus mencari dokter penggantinya, dan sebagai pengusaha Brian juga harus mengatur jadwalnya.
Pastinya saat itu Diana sudah melahirkan, karena prediksinya Diana akan melahirkan 2 bulan lagi. Dan kini Diana hanya bekerja dari rumah dibalik laptopnya. Ia memantau semuanya dan hanya melakukan rapat secara online. Banyak orang yg curiga tapi mereka tak mampu melawan Diana, karena sudah melihat petinggi SHIELD yg dijatuhkan oleh Diana. Kecerdasan dan juga Kemampuannya tak diragukan lagi. Belum lagi perusahaan rintisannya menjadi semakin besar. Dan sudah membuka beberapa cabang di beberapa negara.
"Bagaimana Kim?" tanya Diana di telepon.
"Bagus, tak sia-sia aku mengerjakannya seharian.." ucap Diana.
"Tentu nona, semuanya menerima usulan anda dan proposalnya sangat menarik.." ucap Kim yg mengikuti rapat tanpa Diana.
"Oke.. hati-hatilah.." ucap Diana mematikan telepon.
Diana pun santai di apartemennya, dengan camilan sehatnya karena ia tak mau jadi gemuk. Ia banyak mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, dan memakan camilan yg benar-benar sehat agar tubuhnya tidak begitu gemuk.
"Nak, kau harus makan sehat bukan makan banyak.." gumam Diana sembari mengelus perutnya.
Semakin hari pergerakan janinnya pun semakin aktif dan membuat Diana tak sabar ingin bertemu dengan buah hatinya. Bahkan Kenneth juga begitu, ia begitu menginginkan seorang anak yg lucu di hidupnya. Hampir setiap jam ia menghubungi Diana yg juga sedang bekerja di rumahnya.
1 Bulan menjelang kelahiran, Diana membuat berita dikantornya kalau ia akan cuti karena cedera yg ia alami saat latihan. Beritanya sengaja buat agar mereka percaya dan dengan bantuan ayahnya Diana berhasil membuat seisi kantor heboh karena mempercayai kondisinya. Semua demi merahasiakan kehamilannya, bukan tanpa alasan ia takut anaknya mengalami apa yg Dion alami. Dion dan keluarganua pun berpikir begitu.
☘☘☘
"Bagaimana dok?" tanya Diana dan Kenneth.
"Tenang, sepertinya ini masih 2 minggu lagi kelahirannya.." ucap Hana.
"Syukurlah dok, aku akan pergi dinas selama 1 minggu.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Ya.. tapi yg kukatakan hanyalah prediksi dan faktanya anak inilah yg menentukan kapan dia akan lahir.." ucap Hana.
"Nak, kau harus lahir saat Dad sudah kembali.." ucap Kenneth.
"Baiklah, nyonya saya sarankan agar menjaga kondisinya dan segera kemari jika sudah muncul tanda-tanda kelahiran yg sudah saya sebutkan. " ucap Hana.
"Terimakasih dok.." ucap Diana dan Kenneth.
"Sama-sama.. " ucap Hana tersenyum.
Lalu Diana pamit undur diri dan pulang ke apartemennya. Ia sangat senang karena prediksi Hana bayinya akan lahir dalam 2 minggu kedepan. Begitu juga Kenneth yg lega meninggalkan Diana untuk perjalanan bisnis selama 1 minggu.
Kenneth pun berangkat keesokannya dan Diana hanya mengantar sampai di dalam mobil. Diana yg diantar oleh Kim pun kembali setelah Kenneth masuk ke bandara bersama Jack.
"Nona, kabari aku jika terjadi hal buruk.." ucap Kim.
"Tentu Kim, tapi sudah ada twin F kan yg menjagaku.. " ucap Diana.
"Ya.. tapi tetap saja keluarga terutama suami anda mempercayakannya padaku.." ucap Kim.
"Oke.." balas Diana.
Diana pun diantar ke apartemen, dan disana sudah ada twin F, si kembar yg menjadi pengawal Diana. Frans dan Frinza keduanya ditugaskan Sofia untuk menjaga Diana. Mereka berdua pun sudah menjalani tes dari Kenneth dan dinyatakan lulus.
Tapi pada hari kelima, Diana mulai merasakan sakit perut. Tidak parah tapi sakitnya timbul dan hilang membuat Kenneth cemas.
"Jack aku akan pulang hari ini.." ucap Kenneth.
"Tapi tuan, rapat untuk besok?" tanya Jack.
"Kau majulah, semua bahan sudah ada kan.. dan kau tahu apa saja isinya.. " ucap Kenneth.
"Tapi tuan.." ucap Jack beralasan.
"Ck.. anakku akan segera lahir, aku mau mendampingi istriku.." ucap Kenneth.
"Bukan begitu tuan, masalahnya pesawat pribadi kita ." ucap Jack.
"Apa maksudmu? Kita tak kehabisan bahan bakar kan?" tanya Kenneth.
"Bukan, tapi pilotnya belum ready, karena kudengar ia sedang sakit.." ucap Jack.
"Ck.. memangnya kenapa kalau ia sakit? aku bisa menerbangkan berbagai jenis pesawat tempur.. kau lupa siapa aku?" tanya Kenneth.
"Baiklah tuan akan segera kuhubungi pihak bandara dan pilot." ucap Jack.
__ADS_1