
Diana pun kembali menunggu Sarah di depan ruangan karena mereka berdua belum juga keluar. Nampak dari jendela kecil yg ada di pintu, tuan Alexander berlutut dan memohon.
Keadaan di dalam ruangan..
Sarah pun mulai berbicara pada Alexander.
"Aku tahu maksud anda adalah ingin menyuapku agar aku tutup mulut, dan perusahaan anda aman.." ucap Sarah.
"Kumohon nona Sarah, aku akan memberikanmu apa saja.. asalkan kau tidak melanjutkan kasus ini.." ucap Alexander.
"Tuan, apa anda tahu sudah berapa banyak staf wanita anda yg dijual oleh putra anda?? semua hanya demi memuluskan bisnis kalian." ucap Sarah.
"Aku berjanji akan memberikan kompensasi pada semua korban.." ucap Alexander.
"Hanya kompensasi?? lalu bagi yg mengalami trauma apa bisa sembuh dengan semua kompensasi yg kau berikan?" tanya Sarah.
"Aku bersedia melakukan apapun asalkan kau tidak melanjutkan kasus ini, putraku masih muda dan masa depannya masih panjang.." ucap Alexander.
"Putramu?? Lalu bagaimana jika kau tahu sebuah fakta kalau aku adalah anak dari wanita bernama Nathalie.. yg berarti aku juga putrimu.." tanya Sarah.
Degg... Seketika Alexander terdiam, mukanya pucat dan bibirnya bergetar tak mampu berkata apa-apa. Keringat terus menetes di wajahnya, teringat pada wanita yg ia campakkan dan bohongi.
"Kenapa diam? kini aku tahu kenapa ibuku tidak pernah membahasmu, serta melarangku untuk bertemu denganmu.. " ucap Sarah.
"Maaf.. apa kau benar-benar anak dari Nathalie?" tanya Alexander.
"Benar, haruskah kuulang? atau kita bisa tes DNA untuk meyakinkannya.." ucap Sarah.
"Tapi nona Sarah kumohon, ampuni saudara tirimu.. aku berjanji akan menganggapmu sebagai anakku juga.." ucap Alexander.
"Tidak tuan, dia harus dihukum atas perbuatannya pada banyak wanita, aku sudah mencaritahu segalanya. Dan aku beruntung masih ada orang yg menolongku.." ucap Sarah.
"Sarah, bisakah kita ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.. jika kau benar-benar yakin kau adalah anakku kau tidak seharusnya menolak.." ucap Alexander.
"Ya.. tapi walaupun aku benar anak kandungmu, takkan ada yg berubah.. aku takkan tinggal denganmu dan takkan mengampuni adik tiriku." ucap Sarah.
Alexander pun terdiam, apalagi kata-kata Sarah begitu meyakinkan. Ia tak tahu harus memohon atau meminta maaf pada wanita di hadapannya. Putri yg ia tak pernah tahu keberadaan maupun keadaannya. Namun, Sarah tetap mengikuti sarannya untuk mengecek DNA nya.
Sarah pun tak mengampuni Victor, ia merasa Victor pantas dihukum. Dan Alexander terlalu malu untuk memohon pada Sarah. Setelah melakukan tes DNA, Sarah mengajukan surat pengunduran diri dan kembali ke Singapura. Begitu juga dengan Diana yg kembali ke US bersama Kenneth.
2 Minggu kemudian hasil tes DNA pun keluar dan Sarah terbukti anak biologis dari Alexander. Dan sejak saat itu Sarah tak pernah kembali ataupun menghubungi. Bahkan nomor ponselnya sudah tidak aktif. Alexander pun begitu terpukul, istrinya Veronica marah dan tak terima. Hingga mereka selalu bertengkar sepanjang waktu. Dan Victor mendekam di penjara selama beberapa tahun atas tindakannya.
#Cerita Sarah selesai..
__ADS_1
Diana dan Kenneth pun kembali secepatnya setelah masalah Sarah usai. Dan Diana masih tinggal di apartemen tersebut untuk mengawasi. Bahkan Kenneth sampai tinggal bersamanya walaupun setiap saat selalu berdebat. Dan setiap hari Kenneth wajib mengabari Satria akan keadaan Diana.
"Ingat Kenneth jangan macam-macam pada cucuku jika masih ingin hidup.." ancam Satria.
"Baik tuan, sesuai perintah aku hanya akan menjaga Diana.." ucap Kenneth. Lalu sambungan telepon dimatikan.
Sudah 3 hari sejak Diana datang, Claude selalu menghindar dan tak bisa dihubungi. Hingga Diana nekat naik ke balkonnya untuk bertemu. Untungnya tak ada CCTV yg mengarah ke sana.
Ceklek.. Diana pun membuka pintu dengan caranya tanpa harus menunggu Claude membuka pintu untuknya. Sementara Claude yg baru selesai mandi pun terkejut melihat Diana sedang duduk di ruangannya.
"Kau.. sembarangan sekali masuk kemari.. " ucap Claude.
"Cepat pakai baju, ada hal penting yg aku ingin bicarakan.." ucap Diana.
"Tak ada yg perlu dibahas, aku sudah tahu semuanya.." ucap Claude.
"Kau yakin tahu cerita sesungguhnya? kau masih percaya pada ayahmu?" tanya Diana.
"Iya aku percaya, kalau aku dibuang hanya agar ibuku menikah dengan pria lain.." ucap Claude.
"Mau tahu fakta yg sesungguhnya mengenai kalungmu?" tanya Diana.
"Apa maksudmu?" tanya Claude kesal.
"Ibuku yg memberikannya untukku.. dan ayahku yg membuangnya untuk melupakannya.." ucap Claude.
"Ck.. kau masih tak percaya padaku?" tanya Diana.
"Tidak.." ucap Claude.
"Lihatlah ini.." ucap Diana membuka kalung yg ia kenakan.
"Kenapa ini bisa ada padamu?" tanya Claude.
"Coba periksa dan bandingkan dengan milikmu.." pinta Diana.
"Tunggu.." ucap Claude mengambil kalung miliknya.
"Kenap bisa hampir sama persis? jadi kau.." ucap Claude.
"Ya menurutku, kau adalah saudara kembarku yg kucari selama ini, kita memiliki kalung yg sama.. dan kalung tersebut dipesan oleh Dad di Paris.." ucap Diana.
"Ayahmu yg memesannya?" tanya Claude.
__ADS_1
"Ya.. dan kau adalah korban penculikan, mom tak pernah menikah dengan Fabio." ucap Diana.
"Tapi bisa kau jelaskan ini?" tanya Claude menunjukkan sisa foto-foto pertunangan Sofia dan Vall yg pernah mereka lakukan.
"Bagaimana bisa??" tanya Diana.
"Kau saja tidak tahu.." ucap Claude.
"Jadi bagaimana jika begini, kita tes DNA dan lihat siapa yg benar.. lalu temui seseorang yg tahu segalanya tentang mom.." ucap Diana.
"Kau menantangku?" tanya Claude.
"Ya.. kau takut? kita lakukan di 2 tempat yg berbeda.." ucap Diana.
"Baiklah, aku juga penasaran.. karena rasanya aku tak mungkin punya saudara gila sepertimu yg tidak terlihat seperti wanita normal.." ucap Claude karena Fabio bercerita kalau Diana adalah wanita yg tidak normal emosinya dan suka berkhayal. Tapi disisi lain setiap ucapan Diana benar, membuat Claude harus memastikannya langsung.
"Sepertinya ayahmu itu sudah mencuci otakmu.." ucap Diana.
"Kau jangan menghinanya.." ancam Claude.
"Baiklah, aku akan turun selama 5 menit untuk mengambil barang bukti untuk tes DNA.." ucap Diana.
"Oke.. aku juga akan menyiapkannya." balas Claude.
5 Menit kemudian Diana datang. Dan Claude sudah menunggunya. Begitu tiba Diana menyerahkannya.
"Tunggu.." ucap Diana lalu mencabut rambutnya dan memotong kukunya di hadapan Claude.
Dan Claude pun mengikutinya sebagai bentuk kepercayaan.
"Ini milikku.." ucap Claude.
"Dan ini millikku.." ucap Diana.
Mereka pun bertukar barang bukti dan Diana pun kembali ke apartemennya.
"Ingat 2 minggu dari sekarang, aku akan datang.." ucap Diana.
"Ya aku takkan lari atau sembunyi.." balas Claude.
Entah mengapa Claude bisa langsung memercayai Diana, dan langsung memberikan sampel miliknya untuk dites. Dan ia juga harus mencaritahu kebenaran antara ayahnya, Fabio atau Diana.
"Aku tak tahu siapa yg berbohong dan siapa yg berkata jujur, tapi kuakui aku tak bisa menghilangkan nyawa seseorang.." gumam Claude yg merenungi ucapan ayahnya.
__ADS_1