
Pada pagi hari, Satria dan rombongannya pun berpamitan pada tuan Ren dan warga setempat. Mereka pun disambut baik oleh warga setempat dan mendoakan keselamatan mereka selama perjalanan. Mereka juga saling berterimakasih atas bantuan masing-masing. Setelah selesai berpamitan, mereka semua naik ke atas kapal dan melambaikan tangan saat kapt kapal sudah melajukan kapal tersebut.
"Akhirnya kita bisa keluar dari desa tersebut.." ucap Reina.
"Ya sungguh perjalanan panjang, aku pasti akan merindukan suasana disana.." ucap Satria.
"Ya, suasana tenang tanpa adanya kendaraan dan polusi.." ucap Reina.
"Ayah, Ibu aku senang kita bisa berkumpul lagi.." ucap Kenan mendekat.
"Ya anakku, kini kita tinggal mencari kakakmu.. " ucap Reina.
"Ya semoga setelah kita agak jauh dari sini, timku mengabariku mengenai info negara Y.." ucap Kenan.
"Ya kau benar, kita hanya tinggal bersabar saja dengan perjalanan panjang ini.." ucap Satria.
Dan mereka pun menghabiskan waktu berhari-hari di dalam kapal tersebut. Sesekali Kenan mengobrol bersama orang tuanya, tapi begitu ia mendapatkan signal maka ia akan terus berada di depan laptopnya.
"Kenan bahkan lebih parah daripada aku.." ucap Reina pada Satria.
"Ya, dia memang menyukai laptopnya.. " ucap Satria bercanda.
"Haha kau ini.. sudah biarkan saja, nanti juga dia bicara kalau sudah dapat informasi.." ucap Reina.
☘☘☘
Sementara itu Sofia terbangun di malam hari setelah efek dari suntikan itu berakhir.
"Akhh dimana lagi ini.." gumam Sofia mengerjapkan matanya.
"Oh tidak, ini sudah berpindah tempat lagi.." ucap Sofia.
Namun, diruangan itu ada seorang dokter yg sedang berjaga.
"Siapa anda?" tanya Sofia.
"Aku dokter disini, apakah nona baik-baik saja?" ucapnya.
"Ya aku baik-baik saja, apa yg akan kalian lakukan padaku?" tanya Sofia curiga.
"Kami hanya mengobatimu nona.." ucap dokter tersebut namun Sofia tidak percaya.
"Mana mungkin musuhku menolongku cuma-cuma, kalian pasti merencanakan hal jahat padaku.. " ucap Sofia.
__ADS_1
"Aku hanya menjalankan tugas merawatmu nona.. selebihnya aku tak tahu tujuan mereka yg membawamu.."
Sofia hanya terdiam dan dokter tersebut mengecek kondisi Sofia.
"Keadaan anda sudah lebih baik nona, sebaiknya anda beristirahat total agar pulih lebih cepat.." ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Sofia hanya terdiam menatap ruangannya kini, ia melihat ada 4 cctv di setiap sudut kamarnya.
"Oh my God, dimana lagi aku sekarang? kalau aku mengabari Kenan apakah ia akan datang dan mereka akan baik-baik saja? " gumamnya dalam hati. Namun saat ia ingin melihat cincin pemberian Kenan, cincin tersebut pun hilang dari jari tangannya.
"Tidak, mereka menyingkirkan cincinku.. apakah mereka sudah tahu fungsiny?" gumam Sofia dengan sejuta pertanyaan dibenaknya.
Hingga menjelang pagi, ia baru bisa tertidur. Dan saat ia terbangun, ia merasa tengah dikelilingi beberapa orang dan ia pun membuka lebar matanya.
"Siapa kalian?" ucap Sofia spontan.
"Kau sudah bangun nona Sofia.." ucap pria bertopeng yg tak lain adalah Vall.
"Sepertinya aku tak asing dengan suara ini.." gumam Sofia dalam hati dan ia mengingat-ingat suara siapa ini.
"Apa mau anda? Kenapa anda menahan saya disini? kenapa juga anda mengobati saya?" tanya Sofia dengan rentetan pertanyaan.
"Tenang dulu nona Sofia, aku akan membertahumu satu-satu." ucapnya mendekati Sofia dan mengelus pelan rambut Sofia.
"Kau pasti tidak bisa menggerakan tanganmu.. oh lihat tanganmu memerah.." ucap Vall.
"Kenapa tidak melepaskannya saja jika kasihan padaku.." ucap Sofia.
Namun, pria itu malah mendekat dan kini wajah mereka saling menatap dengan jarak dekat membuat Sofia waspada takut pria itu memperkosanya.
"Maaf untuk yg satu itu aku tidak bisa, kau bisa saja kabur dengan mudah.." ucap Vall.
"Jadi bersikap tenanglah selagi aku masih baik-baik.." ucap Vall menatap Sofia dari jarak sangat dekat. "Sial aku bisa khilaf menciumnya jika begini terus.." gumam Vall dalam hati lalu menjauhkan wajahnya.
"Lalu apa maumu? apakah kini aku berbicara dengan pimpinan BlackStar? " tanya Sofia tersenyum.
"Aku suka melihat senyummu, dan aku akan menjawabnya kalau begitu. Ya aku adalah pimpinan BlackStar.." ucap Vall.
"Hmm aku jadi penasaran siapa wajah dibalik topeng ini? karena suaranya tak asing ditelingaku.." ucap Sofia.
"Kau memang luar biasa nona, sebagai pimpinan SHIELD.. kau wanita yg tangguh.." ucap Vall.
"Benarkah?" ucap Sofia tersenyum memancing Vall, kini Sofia tahu nampaknya pria dihadapannya tertarik padanya.
__ADS_1
"Ya aku mengakuinya, kau mampu mengalahkan orang-orangku.. " ucap Vall.
"Lalu, kenapa kau memperlakukanku dengan baik? padahal kau bisa membunuhku kapan saja?" tanya Sofia.
"Karena rasanya aku bisa memanfaatkanmu.." ucap Vall.
"Kau cukup cerdas tuan.. tapi kenapa kita tidak bertarung saja? agar urusan kita cepat selesai.." ucap Sofia.
"Kau memang penuh semangat nona Sofia.. tapi mungkin akan kupikirkan idemu itu.. "ucapnya membelai wajah Sofia.
"Oh baguslah, tapi sejujurnya aku sangat tak nyaman seperti ini.. " ucap Sofia menoleh ke arah lengannya yg dirantai.
"Baiklah, aku akan melepaskannya.." ucap Vall menyuruh anak buahnya melepaskan rantai Sofia.
"Terimakasih tuan.. " ucap Sofia tersenyum.
Setelah rantainya terlepas Sofia pun bangkit dan duduk dihadapan pria tersebut dan tersenyum. Lalu Sofia mendekati pria tersebut bermaksud menarik perhatiannya.
"Lalu apa rencanamu tuan?" tanya Sofia.
"Rencanaku? tentu saja rahasia nona.." ucap Vall.
"Baiklah.." ucap Sofia mendekati wajah pria tersebut, namun ketika ia dengan cepat ingin menarik topeng pria tersebut tangannya tertangkap.
"Maaf nona, rencanamu gagal.. nanti kau pasti akan tahu siapa diriku.." ucap Vall.
Dengan posisi tangan tertangkap, Sofia berusaha melawannya. Dan Vall pun berusaha menghindari serangan Sofia dengan cepat. Namun karena kondisi Sofia lemah, tangannya pun tertangkap oleh Vall.
"Nona, kuhargai usahamu melawanku dengan kondisi lemah ini.. tapi kau bukan tandinganku.." ucap Vall menangkap tangan Sofia.
Tangan Sofia dikunci ke belakang dan Vall nampak seperti memegang tubuh Sofia seperti memeluknya.
"Nona beristirahatlah.. jangan macam-macam.." ucap Vall lalu menyuruh anak buahnya merantai tangan Sofia lagi.
"Ck.. tunggu hingga aku pulih dan aku akan membuka topengmu itu.." ucap Sofia.
"Baiklah aku tunggu nona Sofia.." ucap Vall mengusap kepala Sofia lalu bergegas pergi.
Ia pun berjalan keluar dengan cepat. "Apa yg kulakukan?? sial bahkan aku hampir menciumnya" gumamnya dalam hati. Lalu ia mengunci diri dikamarnya.
Sementara Sofia ia masih terdiam dikamarnya. "Sial kenapa aku selemah ini? pasti ini efek obat-obatan dari mereka.." gumam Sofia.
Sofia pun semakin bingung dengan tingkah pemimpin BlackStar tersebut. Disisi lain ia mendapat banyak serangan tapi saat bertemu secara langsung ia justru malah menunjukkan rasa tertarik pada Sofia melalui tatapan mata dan juga sentuhan-sentuhan yg ia berikan. "Siapa pria itu? dan kenapa ia justru seperti menyukaiku.. Apakah musuh akan menyentuhku begitu? mereka rata-rata langsung memukul walaupun mereka memuji aku cantik." gumam Sofia dalam hati. Kini dibenaknya dipenuhi banyak pemikiran bagaimana caranya keluar dari sana dan mengabari adik kembarnya.
__ADS_1