
Diana pun memilih tempat di lantai 2 agar Jack dan Kim tidak risih dengan kedatangan mereka.
"Sudah jangan lihat terus.." ucap Diana.
"Ck.. beraninya dia berbohong.." ucap Kenneth.
"Harusnya aku dandan dulu sebelum kemari karena suamiku lebih memilih mengawasi orang yg berkencan.. " ucap Diana.
"Ehmm.. maaf sayang, aku takkan melihat mereka lagi.. " ucap Kenneth.
"Bagus, sekarang kita makan.." ucap Diana sudah memegang pisaunya membuat Kenneth ngeri.
Mereka berdua pun makan dengan nyaman, terutama Diana yg makan dengan lahap. Entah mengapa ia menjadi suka daging steak dan memakannya sampai habis.
"Aku suka steak ini.." ucap Diana.
"Mau pesan lagi..?" tanya Kenneth.
"Tidak perlu.. aku kenyang.. " ucap Diana.
"Sepertinya anakku yg menginginkannya ." ucap Kenneth.
"Itu benar, aku biasanya tak akan habis sebanyak ini.." ucap Diana.
"Bagaimana kalau aku jadi gendut?? oh tidak..!" gerutu Diana.
"Tidak apa, aku masih mencintaimu dan ada disampingmu.. " ucap Kenneth.
"Tapi wanita lain akan mentertawakanku.. kalau aku gendut akh.." ucap Diana tiba-tiba menangis.
"Memangnya salah kalau gendut? kau kan hamil bukan karena pola makan.." ucap Kenneth.
"Pokoknya tidak boleh, aku tidak boleh gendut.." ucap Diana.
"Sudah, sudah baiklah.. tapi kau kan bisa olahraga lagi jika anak kita lahir nanti.." ucap Kenneth.
"Iya, aku akan melakukannya aku tak mau jadi gendut.." ucap Diana menangis.
"Diana sangat sensitif terhadap kata GENDUT.." gumam Kenneth dalam hati.
Kenneth pun memilih pulang agar suasana hati Diana berubah.
☘☘☘
Disisi lain Jack dan Nada pun sedang makan malam bersama. Tentu ini adalah permintaan Jack, sebagai ucapan maaf telah menabraknya waktu itu. Tapi juga adalah strateginya untuk mendekati Nada.
"Jadi, aku minta maaf atas kejadian waktu itu, tuan Kenneth menungguku di rumah sakit.." ucap Jack.
"Bukankah kau sudah mengatakannya.." ucap Nada.
"Iya sebaiknya dikatakan lagi, agar kau paham mengapa aku mengajakmu kemari.." ucap Jack.
"Baiklah Jack.. aku maafkan dan terimakasih atas makan malamnya.. " ucap Nada.
"Silahkan dimakan.." ucap Jack.
Nada dan Jack pun makan bersama, terlihat Nada tak banyak bicara dan lebih memilih diam. Ia merasa Jack ada maksud dan tujuan tertentu mengajaknya makan malam. Jadi Nada hanya diam dan memerhatikan apa yg akan dilakukan Jack.
"Aku sudah selesai, terimakasih makan malamnya.." ucap Nada.
"Sama-sama nona.. mau minum wine?" tanya Jack.
"Tidak, aku tidak minum alkohol.." ucap Nada.
"Baiklah, mau makan makanan penutup lainnya..?" tanya Jack.
"Tidak, aku sudah kenyang.. jadi katakan saja apa tujuanmu yg sesungguhnya.?" tanya Nada.
"Bukankah tujuannya untuk meminta maaf.." ucap Jack.
"Aku sudah memaafkannya, jadi aku pulang ya.." ucap Nada.
"Tunggu.." ucap Jack.
__ADS_1
"Ada apa lagi Jack?" tanya Nada.
"Emm.. Bisakah kita ngobrol sebentar?" tanya Jack.
"Baiklah, kuberi waktu 30 menit.." ucap Nada.
Ucapan Jack pun berputar-putar, hingga akhirnya malah kembali ke masalah pekerjaan. Dan Nada hanya membalasny sekedarnya. Setelah 30 menit Nada pun pamit pulang sudah malam.
"Sudah 30 menit, aku harus pulang.." ucap Nada.
"Baiklah, mau kuantar?" tanya Jack.
"Tidak aku bawa mobil sendiri.." ucap Nada.
"Baiklah.. aku akan mengantarmu sampai di mobil.." ucap Jack.
"Ya.." ucap Nada.
Jack pun mengantar Nada sampai di mobilnya dan mengucapkan selamat tinggal.
"Terimakasih Jack, selamat malam.." ucap Nada.
"Selamat malam.." ucap Jack.
☘☘☘
Disisi lain, Kim dan Fita pun sedang makan bersama juga. Kim yg tahu ada Jack pun memilih untuk mengambil meja terjauh agar Jack tidak mengejeknya.
"Bagaimana? tidak buruk kan restonya?" tanya Fita.
"Benar.." balas Kim.
"Ada apa? ada orang mencurigakan?" tanya Fita melihat Kim yg terlihat seperti mengawasi.
"Tidak, hanya saja aku sangat peka.." ucap Kim.
"Ooh.. santai saja.. kita kan hanya makan.." ucap Fita.
"Iya.. maaf kalau aku sangat kaku.." ucap Kim.
Mereka pun memesan makanan, dan makan bersama. Nampak Fita mampu mengendalikan keadaan tak seperti Jack. Fita mampu mengendalikan emosi Kim yg semua datar menjadi lebih ekspresif.
"Lucu kan? kadang kasus itu tidak selalu berbahaya.." ucap Fita.
"Benar.." balas Kim tersenyum.
"Kalau kau sampai tertawa berarti memang lucu." ucap Fita.
"Jadi, aku ingin hubungan baik kita tetap terjalin walaupun tak ada pekerjaan. Dan terimakasih kau selalu menyelamatkanku dalam bahaya.." ucap Fita.
"Sama-sama, nona.." ucap Kim.
"Berhenti memanggilku nona.." balas Fita.
"Baiklah Fita.." ucap Kim.
"Itu terdengar lebih santai.." ucap Fita.
"Aku sebenarnya akan kembali ke negaraku.." ucap Kim.
"Oh, sampai kapan?" tanya Fita.
"1 atau 2 minggu.. Mungkin bisa juga sebulan.." ucao Kim.
"Ya.. orang sepertimu pasti jarang liburan, jadi wajar saja.." ucap Fita.
"Kau benar.." ucap Kim.
"Iya.. aku tahu karena di bidangku juga begitu.. kita hampir sama.." ucap Fita.
"Kalau ada masalah, kau bisa menghubungiku.. aku bisa minta tolong pada anak buahku.." ucap Kim.
"Ya.. tentu kau tenang saja dan nikmati saja liburanmu.." ucap Fita.
__ADS_1
"Iya, sudah 5 tahun aku belum kembali.." ucap Kim.
"Kau harus membawa sesuatu yg bagus untuk mereka kalau begitu.." ucap Fita.
"Benarkah?" tanya Kim.
"Tentu saja, kau harus memberi mereka oleh-oleh, pakaian, makanan atau pernak-pernik.." ucap Fita.
"Dimana aku bisa membelinya.?" tanya Kim.
"Di lokasi C .. ada banyak pernak-pernik khas Indonesia " ucap Fita.
"Baiklah.." ucap Kim.
"Mau kutemani? nampaknya kau tidak pernah kesana.." ucap Kim.
"Kau tak keberatan?" tanya Kim.
"Tidak, aku ada waktu besok.." ucap Fita.
"Baik mohon bantuannya, Fita.." ucap Kim tersenyum.
"Tentu.." balas Fita.
Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk pulang karena sudah larut. Kim pun mengantar Fita sampai ke mobilnya.
"Terimakasih Kim sudah mengantar, selamat malam.." ucap Fita.
"Iya, berhati-hatilah.." ucap Kim.
"Iya.. kau juga.." ucap Fita lalu pergi meninggalkan resto dengan mobilnya.
Sementara Kim pun tersenyum tak seperti biasanya. Lalu ia menuju ke mobilnya dan berpapasan dengan Jack.
"Ck.. kenapa dimana-mana selalu bertemu denganmu.." ucap Kim.
"Memangnya aku tahu kalau kau juga kemari.." balas Jack.
"Kalian ini bertengkar terus, merusak moodku saja.." ucap Diana.
"Nona, maaf.." ucap Kim.
"Maaf nona.." ucap Jack.
"Yasudah sana pulang.." ucap Diana.
"Benar, lebih baik kalian pulang.." ucap Kenneth memberi kode pada mereka berdua kalau mood Diana sedang tidak baik. Dan hanya Kim yg paham.
"Baik nona, tuan, selamat malam.." ucap Kim langsung pergi.
Sementara Jack, ia juga pergi setelah melihat Kim menghilang.
"Kalau begitu, saya permisi tuan, nona.." ucap Jack mengambil langkah seribu menuju ke mobilnya.
Diana dan Kenneth pun ikut pulang, tapi Diana mampir ke alat capit boneka karena ingin main.
"Aku mau main itu.." ucap Diana.
"Baiklah, sebentar saja ya.." ucap Kenneth.
"Iya.." ucap Diana.
Yang semua hanya 15 menit, kini menjadi 1 jam. Dan siapa sangka Diana mahir memainkannya, hingga tersisa 1 boneka membuat Kenneth garuk-garuk kepala.
"Sayang sudah, sudah sebanyak ini untuk apa bonekanya.." ucap Kenneth.
"Tanggung sayang, satu lagi.." ucap Diana.
Sementara pemiliknya tersenyum kaku, menyimpan kekasalan kenapa ada wanita gila yg menghabiskan seluuh bonekanya hanya dalam 1 jam. Dan Kenneth akhirnya meminta maaf dan berkata kalau istrinya sedang hamil, lalu ia membayar lebih pada pemilik tersebut.
"Aku senang sekali.. " ucap Diana.
"Baguslah, tapi mau diapakan semua ini?" tanya Kenneth.
__ADS_1
"Oh, bisa dibagikan pada pasien anak-anak dirumah sakit.." ucap Diana.
"Ide bagus.." ucap Kenneth tersenyum.