Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP256


__ADS_3

Sofia pun pergi meninggalkan Diana, dan Alfi mengikutinya sampai di kamar.


"Sayang, kau masih mau menjodohkannya? kalau dia kabur bagaimana??" tanya Alfi.


"Ada tim SHIELD yg bisa melacak keberadaannya.. lagipula aku merasa Diana terlalu bebas selama ini.. aku takut ia melupakan nilainya sebagai wanita.." ucap Sofia.


"Aku tahu Diana salah, tapi jangan memaksakan perjodohannya juga.." ucap Alfi.


"Sayang, aku tak pernah memaksa aku hanya ingin Diana memikirkannya dengan baik. Kemarin Diana beruntung memiliki teman seperti Kenneth dan tim alfa, lain kesempatan belum tentu.." ucap Sofia.


"Aku juga merasa Diana terlalu berani hingga memiliki banyak kekasih, tapi dia sudah berkata kalau semua hubungannya sudah berakhir.." ucap Alfi.


"Ya, aku akan mencaritahunya sayang kau tenang saja." ucap Sofia.


"Mom.. Dad.. maaf aku tak sengaja mendengarkan kalian, ada yg ingin kukatakan.." ucap Dion.


"Lain kali ketuk pintunya.." ucap Sofia.


"Sudah tapi kalian tak dengar.." ucap Dion.


"Oke.. Dion katakanlah.." ucap Sofia.


"Untuk masalah para kekasih Diana, aku yg membereskan mereka semua.." ucap Dion.


"Membereskan?? maksudmu?" tanya Sofia dan Alfi.


"Aku menyuruh mereka pergi dari Diana, tentu dengan bantuan Brian.. kami bekerjasama membereskan mereka semua.." ucap Dion.


"Bagaimana caranya?" tanya Alfi.


"Tentu saja dengan mendatangi mereka satu persatu dan menekan mereka. Yah kami juga terpaksa berpura-pura menjadi calon suami Diana agar mereka menjauh.." ucap Dion.


"Kau jenius putraku.. aku bersyukur kau melakukannya dengan Brian.." ucap Sofia.


"Baguslah nak, setidaknya kini kita tinggal merubah sedikit sikap Diana.." ucap Alfi.


"Baik mom, dad.. tapi jangan memaksa Diana menikah dengan perjodohan.." pinta Dion.


"Mom hanya sedikit memperingatkannya, dan sedikit memberi gambaran para pria agar Diana berfikir.." ucap Sofia.


"Baiklah mom, aku mengerti.." ucap Dion.


"Terimakasih Dion atas bantuanmu.." ucap Alfi.


"Sama-sama Dad.." ucap Dion.


Dion pun keluar dari kamar kedua orang tuanya. Ia merasa lega karena Diana tak benar-benar dijodohkan. Namun, tetap saja ia harus mencari tahu siapa saja calon pilihan momnya. Dan juga minggu depan Dion akan mulai bekerja di rumah sakit dadnya, ia hanya berharap punya waktu untuk menyelidiki hal ini.


Dan mulai hari itu Diana berubah, ia merubah penampilannya dan cara berfikirnya karena sekarang tujuannya menemukan Dion telah usai, yg artinya ia bisa kembali hidup normal seperti dahulu. Ia hanya keluar dari rumah untuk bekerja dan sisanya ia habiskan untuk jalan-jalan atau mengurus beberapa bisnis miliknya.


Hingga suatu hari, Diana ketahuan memiliki sebuah perusahaan oleh momnya. Dengan dikirimnya sebuah surat resmi mengenai pajak usaha bernama D.corp. Dan juga surat tersebut dikirim untuk Diana.


Bukan hal sulit bagi Sofia untuk melacak kebenaran surat tersebut. Ternyata benar, Diana memiliki beberapa bisnis yg ia jalankan salah satunya toko kue yg namanya sudah banyak di beberapa kota besar.


"Banyak sekali yg anak itu rahasiakan dariku.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun menceritakannya pada Alfi, dan Alfi pun sangat terkejut.

__ADS_1


"Entah apalagi yg Diana sembunyikan dari kita.." ucap Sofia.


"Sayang, tenanglah jangan terbawa emosi. Kita dengarkan dulu penjelasan Diana." ucap Alfi.


Dan malam harinya Diana kembali disidang kedua orang tuanya. Mereka menanyakan soal surat tersebut.


"Diana bisa kau jelaskan ini?" tanya Sofia menyerahkan sebuah surat.


"Mati aku.. kenapa dikirim kemari??" gumam Diana dalam hati.


"Mom mau aku jujur atau bohong?" tanya Diana.


"Kau ini tentu jujur, memangnya apalagi?" tanya Sofia.


"Surat ini dan apa yg mom dengar itu benar. Aku mendirikan perusahaanku sendiri dengan beberapa bisnis di dalamnya, salah satunya toko kue yg menjadi impianku.." ucap Diana.


"Kenapa kau merahasiakannya?" tanya Alfi.


"Jawabannya aku hanya ingin menantang diriku, apakah aku mampu tanpa campur tangan keluarga ini, dan juga semua orang sudah tahu S Group, dan juga J Group." ucap Diana.


"Baiklah jika itu alasanmu, apa masih ada lagi yg kau sembunyikan?" tanya Sofia.


"Hanya beberapa aset yg kubeli hasil dari semua bisnis ini.." ucap Diana.


"Darimana kau belajar ini semua?" tanya Alfi.


"Dari Grandmom, aku sering mendengar ceritanya saat berbisnis.." ucap Diana.


"Mungkin salah satu anggota keluarga kita mewarisi gen pebisnis, tapi mom tak menyangka kau yg melakukannya.." ucap Sofia.


"Maaf mom, aku belum memberitahu kalian.." ucap Diana.


"Ya, tak ada yg bisa kututupi lagi sekarang.." ucap Diana.


"Baiklah, ada pertanyaan lagi?" tanya Diana.


"Jadi kau benar-benar memiliki toko kue?" tanya Dion yg baru datang.


"Ya Dion, kau sudah mendengarnya tadi.." ucap Diana.


"Pantas kue buatanmu enak seperti beli di toko kue mahal." ucap Dion.


"Terimakasih pujiannya.." ucap Diana.


"Baiklah, besok kau ikut mom makan malam dengan rekan bisnis mom.." ucap Sofia.


"Baiklah mom, tapi tak ada pemaksaan kan?" tanya Diana.


"Tentu, hanya makan malam.." ucap Sofia.


☘☘☘


Keesokannya Diana pun makan malam bersama momnya. Dan seperti dugaannya Diana dikenalkan dengan pria dari rekan bisnis Reina. Mereka pun mengobrol dan makan malam dengan suasana bersahabat.


"Ini putriku Diana.." ucap Sofia.


"Dan ini putraku namanya Ben.."

__ADS_1


"Ben.." ucap seorang pria dengan mengulurkan tangan.


"Diana.." balas Diana.


"Kau sangat cantik Diana.." ucap Ben.


"Terimakasih, kau juga nampak rapi malam ini.." balas Diana.


"Ben kau sepertinya tertarik pada Diana, mungkin karena Diana cantik seperti ibu dan neneknya.." ucap ibu Ben.


"Tentu mom.." balas Ben.


"Kalian terlalu berlebihan.. " ucap Diana.


Lalu mereka pun menanyakan pekerjaan Diana dan cukup terkejut mendengarnya.


"Bagaimana? kenapa langsung terdiam?" tanya Diana.


"Kau luar biasa sekali nak.." ucap ibu Ben tersenyum kecut.


"Putriku memang luar biasa sepertiku, walaupun kami wanita tapi kami tidak lemah.." balas Sofia mulai terusik.


"Ya.. anda benar, sekarang wanita dan pria sudah setara.." balas ibu Ben.


"Tante benar sekali, aku bahkan bisa menjatuhkan seseorang dalam sekali pukulan, jadi aku tak takut pergi kemanapun.." ucap Diana.


"Be-benarkah?? kau hebat.." balas Ben ngeri.


Hingga makan malam pun berakhir dengan suasana canggung. Mereka pun berpisah dan Diana pulang bersama momnya.


"Bagaimana mom? masih ingin mencoba? semua pria hanya memuji wajahku atau tubuhku, tapi saat tahu siapa aku mereka langsung menjauh.." ucap Diana.


"Mom tahu nak, hanya saja tidak ada salahnya jika kita mencaritahu, dengan begitu kita jadi tahu jenis-jenis manusia.." ucap Sofia.


"Baiklah mom.." ucap Diana bahagia karena berhasil menang tanpa harus banyak bertindak.


Tapi acara makan malam tersebut terus terjadi setiap akhir pekan. Membuat Diana bosan tapi ia juga tak mampu menolaknya. Sesekali Diana pun bertukar kabar dengan Brian, dan Brian cukup prihatin dengan nasib Diana. Brian mengusulkan untuk Diana mencari kekasih agar terbebas dari acara menyebalkan seperti itu. Diana pun setuju dan akan mulai mencari.


☘☘


Ditempat lain Brian sedang meeting dengan Kenneth. Dan setelah meeting mereka nampak akrab bak sahabat lama.


"Bagaimana kabar Diana?" tanya Kenneth.


"Kalau kau suka hubungi langsung jangan tanya aku.." ucap Brian.


"Aku kan hanya bertanya karena dia anggota timku dulu.." ucap Kenneth.


"Kau yakin hanya bertanya? oh iya kudengar Diana kembali menjalani perjodohan, dan setiap minggunya ia akan bertemu orang-orang pilihan keluarga kami.." ucap Brian.


"Benarkah?" tanya Kenneth.


"Kau penasaran sekali, sudah hubungi dia. Diana butuh kekasih saat ini.." ucap Brian.


"Aku hanya pernah menggagalkan perjodohannya bersama tim alfa." ucap Kenneth.


"Wow.. menarik sekali bagaimana caranya?" tanya Brian dan Kenneth pun menceritakannya. Dan Ekspresi Brian ia tertawa puas.

__ADS_1


"Hahaha.. hanya Diana yg melabrak calon tunangannya dengan membawa 1 pasukan.. pasti pria itu ketakutan?" ucap Brian.


"Tentu, dia bahkan langsung meninggalkan restourant." ucap Kenneth yg ikut tersenyum mengingat kejadian itu.


__ADS_2