Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.69


__ADS_3

Sementara Kenan sudah mempersiapkan segalanya. Bahkan ia sampai menghubungi Guido untuk meminta bantuan agar dipermudah masuk ke daerah tersebut. Kini setelah pesawatnya mendarat Kenan langsung menuju ke tempat pertemuan dengan tuan Guido.


Sampailah mereka ke sebuah tempat tak jauh dari pelabuhan. Orang-orang Doni pun sudah menjelaskan keinginan tuannya sebelum Kenan tiba.


"Jadi kau sudah tahu bukan tuan Guido maksud dan tujuanku.. " ucap Kenan.


"Ya aku tahu persis tuan Kenan." balas Guido.


"Jadi katakanlah apa imbalan yg kau inginkan?" tanya Kenan.


"Aku hanya ingin kapal yg kau janjikan dengan orang-orangmu.. " ucap Guido karena ia yakin kapal tersebut berharga cukup mahal.


"Baiklah, tapi jika aku dan keluargaku ingin kesana kau harus prioritaskan kami.." ucap Kenan.


"Dengan senang hati tuan.." ucap Guido.


"Kapalnya sudah ada di dermaga, kemarin orang-orangku yg sudah mengirimnya.. Dan sore ini kita berangkat.." ucap Kenan.


"Anda terburu-buru sekali tuan.. ada apa sebenarnya?" tanya Guido.


"Kau turuti saja perintahku, nanti disana kau juga akan tahu.. "ucap Kenan.


"Baiklah tuan, sesuai keinginan anda.. kita akan berlayar sore ini.." ucap Guido tersenyum.


Lalu Kenan pun undur diri untuk beristirahat di hotel sekitar. Sementara Guido dengan senyum lebar diwajahnya segera menghampiri kapal yg akan segera menjadi miliknya. Dan Kenan pun mewujudkan keinginannya tapi surat-surat dan lainnya akan diberikan setelah misinya selesai. "Sebentar lagi kau akan jadi milikku, aksesku dan keluargaku akan semakin mudah.." gumam Guido melihat kapal impiannya.


"IT'S MY DREAM.." gumam Guido menatap isi kapal yg akan menjadi miliknya. Kini ia sadar Sofia dan Kenan bukan orang sembarangan dan tentunya dengan senang hati ia menawarkan bantuannya.


Sore pun tiba, Kenan dan anak buahnya pun sudah berada di dalam kapal. Dan kapten kapal pun sudah disediakan oleh orang-orang dari Guido untuk mengantar mereka. Nampak Guido begitu menikmati perjalanan kali ini. "Kebetulan sekali tuan Ren menyuruhku datang dan mengantar seseorang, Sekali dayung 2 3 pulau terlampaui.." gumamnya dalam hati.


Saat kapal baru berjalan, Kenan pun menyempatkan diri bertanya langsung pada tuan Guido.


"Tuan Guido bagaimana dengan keadaan di pulau tersebut?" tanya Kenan.


"Disana adalah tempat terpencil yg sangat sulit diakses, hanya orang-orang dalam yg tahu seluk beluknya dan bisa masuk.." ucap Guido.


"Lalu apakah disana signal internet bisa terhubung?" tanya Kenan.


"Maaf tuan, kalau itu rasanya tidak mungkin.." ucap Guido.


"Sudah kuduga pasti akan begitu, kuharap disana tidak terjadi insiden bahaya.. karena akan sulit meminta bantuan orang-orangku.." ucap Kenan.


"Tentu tuan, desa kami sangat sulit ditemukan. Kalaupun ada insiden biasanya hanya hewan buas.." ucap Guido.

__ADS_1


"Aku berharap demikian tuan Guido.." ucap Kenan.


"Ya tuan, aku juga berharap seperti itu. Tuan bersantai saja, karena perjalanan kita akan panjang.." ucap Guido.


"Oke.. kalau ada apa-apa jangan lupa kabari aku.." ucap Kenan lalu beranjak ke sebuah kamar tempat ia bisa bekerja di depan laptopnya.


"Hhh.. semoga Pak Jun dan Kevin bisa kuandalkan karena pasti jaringan internet tidak tersedia disana.." gumam Kenan yg mengerjakan tugas-tugasnya selagi masih ada koneksi internet.


Dan perjalanan mereka pun memakan waktu beberapa hari.


☘☘☘


Disisi lain, Vall memerintahkan William asistennya untuk mencari Sofia secepatnya. Sebenarnya ia takut kalau anak buahnya tak sengaja membunuh Sofia. "Semoga Sofia belum mati.." gumamnya dalam hati.


Pencarian pun terus dilakukan, namun yg ditemukan hanyalan puing-puing dari pesawat mereka. Begitu juga orang-orang Noah yg telah lebih dulu menemukan puing-puing tersebut.


Helikopter mereka pun terbang kesana-kemari. Bahkan mereka berani menyentuh daerah terlarang, kalau-kalau Sofia berhasil menuju daratan tersebut. Dan benar saja mereka menemukan parasut. Kecurigaan mereka pun semakin menjadi dan langsung melaporkannya pada tuan Vall.


"Tuan ada kabar dari tim pencarian, mereka menemukan sebuah parasut yg tersangkut di pohon ada kemungkinan tim SHIELD berada disana.." ucap William.


"Good News.. ayo kerahkan pasukan untuk mengintai kesana.." ucap Vall.


"Baik tuan.." ucap William dan segera menugaskan orang-orangnya untuk masuk ke dalam.


Mereka membuat asap yg seperti kabut untuk menutupi desa mereka. Mereka bahkan sampai menaruh banyak jebakan disana agar mereka pergi.


Berita itupun sudah sampai ditelinga Satria dan yg lainnya. Mereka berusaha membantu mereka mengusir orang-orang tersebut. Dengan sebuah strategi mereka pun merancang sebuah jebakan untuk orang-orang yg ingin masuk. Tak lupa Sofia juga ikut menawarkan diri.


Hingga saat orang-orang itupun mendaratkan helikopternya. Suara baling-baling yg kencang menarik perhatian mereka menandakan bahwa helikopter tersebut mendarat di atas tebing.


Dengan cepat mereka segera memeriksa hutan tersebut. Dan perangkap pun sudah disetting sedemikian rupa. Saat beberapa orang berjalan di atas rerumputan mereka pun terperosok ke dalam lubang dan langsung masuk ke dalam jaring-jaring.


Brugghhh..


"Tolong... Heii kaliann tolong kami.." teriak mereka bersamaan.


Namun rekan mereka tak mendengarnya dan terus mencari. Beberapa pemanah pun nampak sudah bersiap-siap memanah. Ketika target mendekat anak panah pun dilepaskan dan langsung mengenai mereka semua. Tak lupa anak panah itu pun sudah diberi racun tak mematikan tapi mampu membuat mereka tak bergerak.


Jlebbb..jleeeb..jleebb..


"Aakkhh.."


"Apa ini, sial kita kena.."

__ADS_1


"Kenapa tubuhku tak bisa bergerak.. "


"Sial aku juga.. sepertinya mereka memang benar rumor tentang tempat ini.."


Hingga suara mereka pun tak terdengar lagi. Mereka pun langsung ditangkap dan diikat. Dan sadisnya lagi suku itupun akan mengurung mereka di penjara yg terbuat dari kayu dan membuangnya dari tepi tebing. Sudah dipastikan mereka takkan mampu bertahan.


Sofia yg sangat yakin kalau mereka adalah BlackStar pun langsung mengabari Satria.


"Ayah mereka adalah BlackStar.." ucap Sofia.


"Seperti dugaanku, mereka sedang mengincarmu Sofia.." ucap Satria.


"Iya ayah aku tahu, mungkin habis ini mereka akan mengirim orang-orang lagi.." ucap Sofia.


"Kau benar, kita harus berhati-hati hingga bantuan tiba.." ucap Satria.


"Ya ayah aku mengerti.." ucap Sofia.


"Apakah mereka sudah dibuang ke laut?" tanya Satria.


"Ya ayah, mereka sudah membuangnya.. mereka menyeramkan.." ucap Sofia.


"Ya begitulah, apalagi itu BlackStar dan mereka membawa senjata.." ucap Satria.


"Untung saja itu BlackStar.. jadi aku merasa lega.." ucap Sofia.


"SHIELD tak mungkin seceroboh itu Sofia.. aku yakin mereka pasti akan masuk dengan aman.." ucap Satria.


"Aku juga yakin, Kenan dan kakek meminta bantuan lelaki itu.." ucap Sofia.


"Siapa dia Sofia..?" tanya Satria.


"Dia tuan Guido orang dari desa ini yg bekerja memasarkan kain desain ibu di luar sana.." ucap Sofia.


"Kau bahkan tahu tapi bagaimana kalian tak menemukan kami..?" tanya Satria heran.


"Aku juga tak mengerti ayah, mereka sudah pernah kesini tapi katanya kalian tidak ada, atau kalian bisa saja disembunyikan.." ucap Sofia.


"Kau benar Sofia, aku ingat tuan Ren bercerita ada beberapa orang asing yg datang.. ia tak bilang siapa yg datang tapi merahasiakan kami.." ucap Satria.


"Mungkin itu yg terjadi ayah, yasudah semoga bantuan dari Kenan dan kakek cepat tiba.." ucap Sofia.


"Iya.. aku juga khawatir akan orang-orang disini bisa terluka.." ucap Satria. Dan mereka pun pulang untuk bersembunyi karena hari mulai gelap.

__ADS_1


__ADS_2