
Sofia pun sudah mengatur strategi bersama tim SHIELD. Ia memerintahkan mereka untuk memindahkan beberapa barang penting ke gudang bawah tanah tersembunyi yg sudah tidak terpakai. Tim SHIELD pun terkejut mendengarnya. Tapi mereka juga tak mungkin menolak atasan mereka terlebih sudah ada mandat dari Doni dan Satria untuk menuruti Sofia.
Mereka pun memulai dengan membersihkan gudang yg sudah tak terpakai tersebut, dan Sofia pun ikut mengontrol pekerjaan mereka bersama pimpinan yg ada di Italia.
"Nona kenapa harus memakai gudang bawah tanah lama ini?" tanya pimpinan Ferguzo.
"Lokasinya jauh dan tak terdeteksi, jadi beberapa file akan aman ada disini. Juga beberapa senjata bagus letakkan saja disini, aku takut mafia itu membaca kondisi markas kita.." ucap Sofia.
"Baiklah nona.. saya mengerti.." ucap Ferguzo.
"Kalau begitu, aku pergi ya agar mereka tak curiga.. kalian kerjakan saja sempai beres dan kabari aku hasilnya.." ucap Sofia.
"Baik nona, siap.." balas Ferguzo.
Sofia pun pergi meninggalkan markas, ia sudah melihat sekitar dan tak ada yg mengikutinya hingga ia bisa pulang dengan selamat. "Syukurlah mereka tak menemukan ku atau mengikutiku.." gumam Sofia dalam hati.
Saat sampai di apartemen Sofia yg lelah pun merebahkan tubuhnya hingga ia tertidur lelap. Hingga dering ponselnya berbunyi beberapa kali.
"Hoamm.. siapa sih aku lagi ngantuk-ngantuknya.." gumamnya.
"Hallo ini siapa?" tanya Sofia dengan suara serak.
"Ini aku Vall.. kau sedang tidur?" tanya Vall.
"Vall?" ucap Sofia lalu melihat ponselnya.
"Maaf, aku sangat mengantuk. Ada apa?" tanya Sofia.
"Rencananya aku ada waktu luang hari ini, kupikir akan bagus jika aku mengunjungi markas SHIELD.. tapi sepertinya timmingnya tidak pas ya.." ucap Vall.
"Iya maaf ya aku sangat lelah.. nanti aku kabari.." ucap Sofia.
"Baiklah kalau begitu.." balas Vall.
Lalu Sofia mematikan teleponnya, ia merasakan suhu tubuhnya tidak normal dan cenderung panas. Hingga ia mengambil termometer dan mengeceknya. Termometer menunjukkan suhu tubuhnya 39° C. Yg artinya ia sedang demam.
"Oh tidak.. masalah apalagi ini?" gumamnya.
Segera ia pun mencari obat demam yg disiapkan Alfi di sebuah kotak obat. Sofia pun terkejut melihat banyaknya obat yg sudah dilabeli oleh Alfi. Ada obat demam, sakit kelapa, diare hingga obat tidur.
"Dia benar-benar menyiapkan semuanya untukku.." ucap Sofia.
__ADS_1
Sofia pun meminum obat tersebut dan kembali tidur agar tubuhnya beristirahat. Saat bangun, suhu tubuhnya sudah sedikit turun tapi ia merasa lapar. Ia pun memesan makanan. Tapi kepalanya terasa berat, hingga ia memanggil anak buahnya untuk berjaga disana menemaninya.
"Aku harus meminta pengawal bersiaga disini.." gumam Sofia memanggil kedua anak buahnya laki-laki dan perempuan.
Setelah mereka datang, mereka hanya disuruh duduk dan berjaga saja. Sofia sama sekali tak menyuruh mereka melakukan tugas untuk membantunya yg sedang sakit. Hingga sang pengawal wanita mendekatinya dan bertanya.
"Nona, jika butuh bantuan panggil saja aku.." ucapnya.
"Ya tentu, tapi tugas kalian adalah berjaga disekitarku. Jika seorang pria bernama Vall datang, kalian harus sangat bersiaga karena orang tersebut berbahaya.. " ucap Sofia.
"Baik nona.."
"Kalian berjagalah bergantian, karena pasti lelah untuk tetap terjaga.." pinta Sofia.
"Baik nona.."
Sofia pun kembali meminum obatnya dan kembali beristirahat. Dan pengawal wanita itupun memberitahu kepada rekannya tentang pria bernama Vall.
"Bagaimana kondisi nona?" tanya pengawal laki-laki.
"Nona, masih demam tapi ia enggan memintaku mengurusnya. Oh iya tadi nona sempat berpesan kalau ada pria bernama Vall kita diminta untuk bersiaga. Kau tahu kan siapa Vall?" balas si wanita.
"Tentu, orang tersebut berbahaya makanya nona memanggil kita kemari.." ucapnya.
" Ok.."
Benar saja, satu jam kemudian apartemen Sofia kedatangan tamu. Saat pengawal laki-laki membuka pintunya muncullah wajah pria.
"Maaf anda siapa tuan?" tanya si pengawal.
"Kau yg siapa sudah berada di apartemen kekasihku?" ucap Vall berang.
"Maaf tuan aku dari SHIELD, dan nona Sofia meminta ku dan juga rekanku berjaga selama dia sakit." jawab si pengawal tersebut.
"Minggir aku mau masuk.." ucap Vall menerobos masuk membuat pengawal lelaki itu terdorong ke belakang.
Sang pengawal wanita yg tengah duduk di depan kamar Sofia pun bangun dari duduknya dan melihat pria yg tiba-tiba masuk.
"Maaf tuan siapa anda?" tanya sang wanita.
"Aku Vall kelasih Sofia, sampai kapan kalian akan menanyakan siapa diriku?" tanya Vall sombong.
__ADS_1
"Maaf tuan.." ucap sang pengawal wanita.
"Ada apa ini ribut-ribut..? dan kau Vall apa yg kau lakukan di apartemenku? aku sedang beristirahat dan kau malah mau membuat kekacauan?" ucap Sofia kesal istirahatnya diganggu.
"Sofia mereka sudah.. " balas Vall tapi langsung terpotong oleh ucapan Sofia.
"Mereka sudah apa? hah? mereka menjagaku hari ini dan itu perintah langsung dariku.. apa salah mereka bertanya siapa dirimu??" tanya Sofia kesal.
"Maaf Sofia aku hanya khawatir.." ucap Vall.
"Sudah, aku mau istirahat lebih baik kau sekarang pulang.. Kepalaku semakin sakit jika terus berdebat denganmu.." ucap Sofia yg lengsung menarik Vall menuju pintu keluar.
"Ada apa ini tuan?" tanya William di depan pintu.
"William, bilang pada tuanmu aku baik-baik saja dan butuh istirahat.. jadi cepat bawa tuanmu itu pulang.." ucap Sofia mendorong Vall keluar.
"Sofia tunggu.." ucap Vall mengetuk pintu tapi langsung dikunci oleh Sofia.
"Kalian, jaga baik-baik di depan pintu.. sekalipun dia kekasihku aku tak suka jika dia memarahi kalian hanya karena kalian bertanya siapa dirinya.." ucap Sofia kesal.
"Baik nona.." jawab mereka berdua.
"Hhh.. kepalaku semakin sakit karena kejadian ini.." ucap Sofia.
Tak lama ponsel Sofia pun berdering.
"Ada apa lagi?" tanya Sofia di telepon.
"Kau masih marah padaku? aku ingin meminta maaf.." ucap Vall.
"Ya.. sekarang biarkan aku beristirahat dan kau jika sekali lagi memarahi anak buahku tanpa sebab akan kuhajar mulutmu.." ancam Sofia.
"Baik Sofia, kau ini sakit semakin galak saja.." ucap Vall menggoda, tapi bukannya mendapat respon baik Sofia malah memutuskan sambungan telepon.
"Hallo Sofia..Sofia.. akh malah dimatikan, moodnya buruk sekali hari ini.." ucap Vall kesal.
"Tuan sebaiknya anda memberikan ruang untuk nona Sofia beristirahat.. dia bahkan sampai ikut menyuruhku membawamu pulang.." ucap William.
"Ya baiklah William, apa tindakanku salah?" tanya Vall.
"Iya tuan, jika aku jadi pengawal itupun aku akan menanyakan hal yg sama sebelum seseorang menemui atasanku.." ucap William.
__ADS_1
"Pantas saja dia marah sekali.." ucap Vall.
"Tuan anda ini bodoh atau tidak peka?? anda juga sering meminta pengawal untuk menahan siapapun yg ingin menemui anda tanpa adanya janji.." gumam William dalam hati.