Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.113


__ADS_3

Satria pun berjalan santai menyusuri jalan tersebut hingga menemukan taksi. Ia pun bergegas naik taksi dan segera menuju markas SHIELD. Ia juga mendapatkan tasnya berisi barang-barangnya masih utuh. Ia juga masih menemukan dompet berisi uangnya yg masih utuh, hingga ia bisa naik taksi. "Syukurlah aku semuanya masih utuh jadi aku bisa naik taksi.." gumamnya setelah memeriksa isi tasnya.


Setelah beberapa menit perjalanan ia pun tiba di markas SHIELD. Ia membayar taksi dan turun. Beberapa tim penjaga di depan gerbang pun menghadangnya.


"Maaf, siapa anda? dan ada keperluan apa?" tanyanya karena Satria memakai topi.


"Ck.. kau ini beraninya tak mengenaliku.." ucap Satria membuka topinya.


"Tu-tuan maafkan kami.. Nona Sofia meminta kami memperketat penjagaan.." ucapnya.


"Apa putriku ada di dalam?" tanya Satria.


"Ada tuan, silahkan masuk.." ucap penjaga.


"Baiklah, bekerjalah dengan baik.." ucap Satria menepuk pundaknya.


"Siap tuan.." balasnya dengan tangan gemetar. "Hampir saja aku kena masalah.." gumamnya dalam hati.


Satria pun masuk ke dalam gedung markas SHIELD. Ia langsung menuju ruangan Sofia dan mengetuk pintunya.


"Masuklah.." ucap Sofia.


"Ini ayah.." jawab Satria membuka pintu.


"Ayah.." ucap Sofia terkejut.


"Syukurlah ayah bisa melarikan diri.." ucap Sofia.


"Jadi kau sudah tahu aku ditangkap?" tanya Satria.


"Iya, aku curiga karena ayah tak bisa dihubungi.. hingga aku menyuruh orang untuk menyelidikinya. Mereka benar-benar menghapus semua CCTV ayah di negara tersebut, hingga aku kehilangan jejak.." ucap Sofia.


"Sudahlah, mereka bukan tandinganku.. aku bisa kabur dengan mudah.." ucap Satria.


"Iya ayah, aku akan segera mengabarkan Kenan dan juga anak buahku.." ucap Sofia.


"Ya kabari mereka.. tapi berpura-puralah aku masih menghilang.." ucap Satria.


"Lalu?" tanya Sofia.


"Agar mereka memusatkan perhatiannya padaku dan kau bisa menyerang mereka." ucap Satria.


"Ayah yakin? " tanya Sofia lagi.


"Ya.. mereka akan lega jika aku belum kembali dan pasti akan mencariku.." ucap Satria.


"Baiklah jika begitu.." ucap Sofia.


Sofia pun mengabari Kenan dan anak buahnya, hingga mereka bisa tenang tentang kabar baik dari Satria. Sementara Sofia mengajak Vall bertemu esok hari. Ia ingin berakting agar Vall menyudutkannya atau justru Sofia yg mampu menyudutkan Vall.

__ADS_1


"Kita lihat reaksimu kali ini.." gumam Sofia dalam hati.


Satria pun tinggal terpisah dari Sofia, ia tinggal di apartemen Kenan yg tidak diketahui Vall. Ia memilih untuk tinggal di negara ini menjaga Sofia, karena ia khawatir Sofia bisa dalam bahaya.


☘☘☘


Sementara Vall ia mulai berfikir, bagaimana caranya menangkap Satria atau mencari mangsa baru agar Sofia menurutinya.


"Will bagaimana? apa ada lagi orang yg menjadi kelemahan Sofia?? jika kita tak bergerak kita bisa habis.." ucap Vall terganggu atas laporan Satria ke badan intelijen dunia tentang mafia Internasional.


"Tuan, aku sedang berusaha.. karena kau tahu akses SHIELD dan juga tuan Kenan sangat sulit ditembus." ucap William.


"Ck.. kenapa semuanya jadi menyulitkan.." ucap Vall kesal.


"Aku akan mengabarimu nanti tuan.. " ucap William lalu pergi dari tempat tuannya.


William pun bertemu dengan informannya, ia tahu siapa salah satu orang terdekat Sofia. William pun bertemu dengannya di sebuah cafe.


"Jadi tuan, informasi apa yg akan kau berikan padaku?" tanya William.


"Aku punya seorang model cantik bernama Alice, tapi ayahnya melarangnya untuk melakukan kontrak denganku, alasannya karena putrinya harus memakai pakaian terbuka seperti bikini.." ucapnya lalu dipotong oleh William.


"Apa maksudmu?? yg kubutuhkan info mengenai penerus S Group dan juga SHIELD Group." ucap William kesal.


"Tuan anda ini sungguh tidak sabaran, dengarkan dulu penjelasanku.." ucap manager tersebut.


"Baiklah lanjutkan, tapi jika informasimu tak sesuai akan kupatahkan lehermu.." ancam William.


"Tuan Kenan..?" jawab William.


"Ya anda benar, ia menekan perusahaanku hingga akhirnya aku menurutinya untuk membatalkan kontrak yg berimbas kerugian. Disini aku juga punya dendam dengan gadis itu dan juga kedua penerus itu. Aku masih menyimpan file-file dimana model tersebut melakukan pemotretan bikini, tuan ancam saja agar mereka menurutinya. Kudengar mereka bertiga dekat dan sudah seperti keluarga." ucap Sang manager.


"Benarkah? awas jika kau bohong akan kuhabisi kau.." ucap William meraih disk yg diberikan si manager.


"Aku bisa menjaminnya tuan.." ucap si manager.


"Baiklah, aku akan memeriksanya.." ucap William.


William pun membuka file tersebut dan membuat matanya melotot melihat gadis cantik, sexy dan mulus di depan matanya.


"Kau yakin gadis ini dekat dengan Sofia?" tanya William.


"Tentu tuan, aku melihatnya beberapa kali gadis tersebut bersama Sofia. Bahkan Sofia sempat menggagalkan rencanaku menculik gadis tersebut di sebuah mall." ucap si manager.


"Baiklah, ini bayaranmu. Tuanku berjanji akan memberikan bonus jika ini berhasil .." ucap William.


"Ya tuan, dengan senang hati.." ucap sang manager.


"Sayang sekali jika gadis secantik ini hanya dijadikan sandera. Sial..! Foto-fotonya terngiang-ngiang dikepalaku.." gumam William dalam hati yg mulai tertarik pada Alice.

__ADS_1


Dengan segera William pun mengabari tuannya akan kabar bagus tersebut. Vall pun langsung memerintahkannya untuk menculik gadis tersebut agar Sofia melindunginya dari badan Intelijen.


William pun langsung mengarahkan anak buahnya untuk menculik Alice. Mereka mulai memata-matai kegiatan Alice setiap harinya, hingga pada suatu moment yg pas mereka melancarkan aksinya.


☘☘☘


Sementara itu, Sofia dan Vall pun bertemu. Sofia nampak kesal pada Vall hingga Vall merasa bingung.


Mereka pun duduk disebuah resto dan mulai berbicara.


"Ada apa Sofia?" tanya Vall.


"Jangan pura-pura tidak tahu.." ucap Sofia dengan tatapan kesalnya.


"Apanya yg pura-pura?" tanya Vall mengelak. "Sial apa dia sudah tahu gadis bernama Alice itu akan diculik? atau masalah lainnya?" gumam Vall dalam hati.


"Kau ini membuatku kesal saja.." ucap Sofia.


Lalu Sofia berdiri dan menarik kerah Vall, langsung saja Sofia menamparnya dengan sekuat tenaga hingga pipi Vall merah dan terasa panas.


Plaakkk..


"Sofia...! ada apa ini?" tanya Vall mulai kesal.


"Kenapa kau menangkap ayahku?" tanya Sofia.


"Jadi kau sudah tahu, tapi bukannya ayahmu terlalu hebat hingga bisa kabur dengan mudah..?" ucap Vall menahan emosinya karena pelayan resto mulai memerhatikan mereka.


"Benarkah? tapi itu bukan jawaban yg kuinginkan.." ucap Sofia.


"Kau ingin jawaban? baiklah.. kau bilang akan melindungiku bukan, tapi ayahmu malah melaporkanku ke badan intelijen.." ucap Vall kesal.


"Aku bahkan tak tahu masalah itu, bisa saja ayahku memang ada urusan disana dan bukan melaporkanmu.." ucap Sofia berkilah.


"Jangan berbohong Sofia.. " ucap Vall tak percaya.


"Memangnya mafia di dunia cuma kau, ada banyak tuan Vall dan masalah client kami juga ada banyak yg berhubungan dengan badan intelijen." ucap Sofia.


"Benarlah?" tanya Vall tersenyum licik.


"Sudahlah, aku lelah.. jika kau berani mengusik keluargaku lagi aku akan menghancurkan BlackStar hingga tak tersisa.." balas Sofia.


"Hahahaha.." Vall pun tertawa.


"Terserah kau.." ucap Sofia meninggalkan Vall.


"Kau mau kemana?" tanya Vall.


"Bukan urusanmu.." ucap Sofia meninggalkan resto dan naik taksi.

__ADS_1


"Aaarggghh.. !" ucap Vall kesal.


"Kenapa gadis itu selalu tahu rencanaku..?" gumamnya dalam hati.


__ADS_2