Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.10


__ADS_3

Sore harinya, Sofia mencoba menghubungi Alfi agar tidak ada kecanggungan saat bertemu. Sekaligus ia ingin menanyakan kabar pada teman yg sudah lama tak ia temui.


"Halo Alfi.." ucap Sofia ditelepon.


"Halo Sofia, apa kabarmu?" balas Alfi.


"Aku baik, kau sendiri?" tanya Sofia.


"Aku juga baik.. bagaimana apartemen barumu?" balas Alfi.


"Tidak buruk kok, aku masih nyaman berada disini.. oh iya paman pasti sudah bercerita padamu.." balas Sofia.


"Tentu, aku senang kau kemari sehingga kita bisa bertemu lagi.. kapanpun kau butuh teman aku akan menemanimu.." ucap Alfi.


"Baiklah.. apa kau bisa tunjukkan aku tempat makan atau tempat belanja kebutuhan sehari-hari?" tanya Sofia.


"Tentu saja, memangnya mereka tidak menyiapkan?" balas Alfi.


"Kini aku hanya seorang bodyguard biasa Alfi, mereka hanya meninggalkan sedikit keperluanku.." balas Sofia.


"Oke.. kapan kau akan pergi?" tanya Alfi.


"Bagaimana jika sore ini? apakah kau ada waktu?" balas Sofia.


"Oh tentu saja..aku akan menjemputmu pukul 4.." ucap Alfi.


"Oke aku akan bersiap-siap.. kau sudah tahu apartemenku kan.." balas Sofia.


"Iya aku tahu.. aku akan bersiap.." balas Alfi.


"Oke.." balas Sofia lalu mematikan telepon. "Akhirnya ada seseorang yg bisa kukenal disini.." gumam Sofia.


Sementara Alfi ia senang bukan main mendengar Sofia minta ditemani pergi makan dan berbelanja. "Akhirnya hari ini tiba juga.. aku pakai baju apa ya? sepertinya ini akan cocok.. " gumamnya di depan cermin sembari menenteng baju pilihannya.


Tepat pukul 4 sore, Alfi sudah tiba di depan apartemen Sofia. Ia pun langsung menelpon Sofia untuk memberitahu keberadaannya.


"Hallo Sofia.. aku sudah ada di bawah.." ucapnya ditelepon.


"Oke aku akan segera turun.." balas Sofia. "Dia cepat sekali datangnya.. mungkin kehidupannya sekarang membuatnya jadi orang yg tepat waktu" gumam Sofia sembari melihat jam ditangannya.


Tak berapa lama, Sofia pun turun dari apartemennya yg ada di lantai 5. Ia pun melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Alfi. Dan ia pun menemukan Alfi melambaikan tangannya padanya, Sofia pun segera manuju kesana.

__ADS_1


"Oke mari kita masuk.." ajak Alfi.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Alfi.


"Alfi aku minta kau memanggilku dengan nama Rose.. itu adalah namaku saat ini.. jangan sampai ada yg mendengar kau memanggilku Sofia agar penyamaranku tidak ketahuan.." terang Sofia dengan nada serius.


"Baiklah nona Rose, sekarang kita kemana?" ucap Alfi.


"Kita makan dulu, karena aku sudah lapar.." balas Sofia.


"Aku tahu restoran enak disekitar sini.." ucap Alfi.


"Baiklah.. lebih cepat lebih baik.." balas Sofia.


Mereka pun menuju restourant tersebut, sembari menyetir Alfi pun memandangi wajah Sofia sepintas. Wajah yg selalu ia rindukan, wanita yg membuatnya harus berada agar sejajar dengannya, dan wanita yg ia tunggu selama ini dengan penuh kesabaran. Dilihatnya rambutnya yg tergerai panjang, dan wajah yg cantik walaupun tanpa polesan apapun, membuatnya merasa sangat bahagia. "Aku harus bisa menggapaimu Sofia.." gumamnya dalam hati sembari terus mengemudikan mobilnya dengan tenang.


Setelah 15 menit, mereka pun sampai. Alfi pun segera mencari tempat duduk yg nyaman untuk Sofia.


"Kita duduk disana saja pemandangannya bagus dan cukup sepi.." ucap Alfi.


"Oke.." balas Sofia.


Mereka pun berjalan menuju meja yg diarahkan Alfi dan duduk disana. Pelayan pun datang dan mencatat pesanan mereka. Tak lama kemudian pesanan mereka pun tiba dan mereka langsung menikmatinya. Sofia pun tampak menikmatinya.


"Lezat.. kau tak mungkin membohongiku.." ucap Rose(Sofia).


"Baguslah jika kau suka.. selamat menikmati.." balas Alfi.


Mereka pun makan dengan tenang. Selesai makan Rose pun ingin ke toilet. Sampai di toilet ia pun berpapasan dengan seorang lelaki yg tak sengaja menabraknya.


"Aww..!" pekik Rose.


"Maaf nona aku tak sengaja.." ucap pria bernama Christian.


"It's oke.." ucap Rose lalu meninggalkan pria tersebut.


Pria itupun bingung karena Rose hanya langsung bangun dan berlalu begitu saja. Karena biasanya wanita akan meminta bantuan jika terjatuh dan mungkin marah-marah. "Wah gadis yg menarik.." gumamnya. Ia pun menunggu Rose keluar dari toilet wanita. Begitu keluar, ia pun memanggilnya berniat untuk meminta maaf lagi.


"Hallo nona, kau tidak apa-apa kan?" tanya Chris.


"Iya aku baik-baik saja,.. anda tak perlu khawatir.." balas Rose lalu meninggalkan Chris.

__ADS_1


"Tunggu nona, aku ingin meminta maaf dengan benar.." ucap Chris namun Rose hanya melambaikan tangannya.


"Sial.. siapa gadis itu..!" umpatnya kesal karena diabaikan.


Sementara Rose pun sudah mengenal siapa pria tersebut, ia tak lain adalah pria brengsek yg diceritakan Kenan dan Alex. Dan Rose pun sudah menerima data-data tentang dirinya. "Sial aku harus segera pergi bersama Alfi.." gumam Rose dalam hati.


Setelah membayar, Rose pun langsung mengajak Alfi pergi dari tempat itu.


"Alfi ayo kita pergi.." ajak Rose.


"Oke.." balas Alfi walaupun dalam hatinya ia heran karena ia belum membayar makanannya. Di dalam mobil Rose pun bercerita kalau ia sudah membayarkan makanan mereka setelah keluar dari toilet.


Mereka pun langsung menuju minimarket terlengkap untuk menemani Rose membeli kebutuhannya. Akhirnya Rose pun bisa berbelanja dan membeli stok makanan kesukaannya. "Akhirnya aku menemukan kalian.." gumamnya dengan membawa makanan favoritnya. Setelah membayar, Rose pun langsung minta diantarkan pulang. Alfi pun hanya menurut saja.


"Terimakasih Alfi sudah menemaniku hari ini.." ucap Rose.


"Oke tak masalah Rose.. kapanpun aku ada waktu pasti aku akan membantumu.." balas Alfi.


"Oke.. mulai besok aku akan bekerja, mungkin akhir pekan kita bisa bertemu lagi.." balas Rose.


"Tentu, dan nanti biar aku yg membayar tagihannya.." ucap Alfi.


"Oke.. siap.. aku masuk dulu ya, kau hati-hati.." ucap Rose. Dan Alfi pun melajukan mobilnya menuju apartemennya dengan rasa bahagia.


☘☘☘☘


Keesokan harinya, Rose pun sudah aktif bekerja. Ia pun datang ke perusahaan D'Textile dan menemui tuan John selaku kepala keamanan yg menangani bodyguard.


Ia pun diarahkan menuju ke sebuah ruangan. Firasatnya pun tidak enak, "Jangan-jangan orang itu" gumamnya dalam hati. Namun keberuntungan berada di pihaknya, ruangan tuan Christian kosong dan beliau sedang meeting diluar. Akhirnya tuan John pun mengarahkannya pada tuan muda Valentino. Rose pun merasa lega karena tak jadi mengawal lelaki yg terkenal brengsek itu.


Rose pun diperkenalkan pada tuan Valentino.


"Permisi tuan, saya membawa pengawal baru anda.." ucap John.


"Silahkan.." balas Valentino.


"Dia adalah Rose bodyguard baru yg akan mengawal anda tuan.." ucap John.


"Oke.. tapi kenapa harus wanita?" tanya Valentino.


"Nona Rose adalah rekomendasi terbaik dari SHIELD tuan.. jika anda tidak berkenan kita bisa meminta bodyguard lainnya.." ucap John.

__ADS_1


"Oke tidak masalah, kita lihat saja seberapa hebat pengawal baruku ini.." ucap Valentino.


Dengan tenang Valentino menatap Rose dengan seksama. Wajahnya sangat cantik untuk ukuran bodyguard dan muncul lah tanda tanya dalam benaknya "Mengapa gadis secantik ini menjadi seorang bodyguard? tunggu, aku seperti tidak asing dengan wajahnya." gumamnya dalam hati. Valentino pun mengingat-ingat seseorang yg pernah berkesan dihatinya.


__ADS_2