
"Ada apa ini tuan Ren?" tanya Satria lagi dengan tatapan kesal.
"Ee.. ini calon menantuku tuan, ada apa dengan gadis ini?" ucap tuan Ren bingung dan takut karena Satria tiba-tiba marah.
"Dia putriku, beraninya kalian menikahkannya begini?" teriak Satria kesal.
"Sayang apa yg terjadi? apa mereka memaksamu?" tanya Reina pada putrinya dan dijawab dengan anggukan kepala.
"Dasar kurang ajar..! kalian pikir putriku apa seenaknya menikahkan begitu saja?" ucap Satria semakin marah.
"Maaf tuan, tapi putri anda setuju menikah dengan putraku.." ucap tuan Ren berbohong.
"Tidak ayah, mereka memaksaku.. aku ditodong dengan puluhan tombak mereka saat mencoba kabur.. rekan-rekanku juga akan dieksekusi mati.." ucap Sofia membela diri.
"Tuan Ren kau mau main-main denganku? Putriku kau paksa menikah dengan putramu tanpa persetujuan dariku, lalu anak buahku mau kau eksekusi mati? langkahi dulu mayatku.." ucap Satria melepas pelukannya dengan Sofia dan maju menantang tuan Ren.
"Tu-tunggu tuan Satria sepertinya ini kesalahpahaman.." ucap tuan Ren.
Seketika Satria menarik baju tuan Ren, dan hendak melepaskan bogem mentah. Namun Red ingin menusuknya dari belakang, secepat kilat Sofia menendangnya hingga tersungkur.
Buughhh..
"Aku sudah menahan dari ya dari kemarin, kini kau mau menusuk ayahku.." ucap Sofia kesal.
"Kalian benar-benar kelewatan, percuma aku mengajari kalian etika manusia jika masih bersikap begini.. " ucap Reina kesal karena selama ini ia selalu mengajarkan etika dan adab manusia yg sebenarnya pada suku terbelakang tersebut.
"Bicara apa anda nyonya, berkat kami kalian bisa selamat.." ucap Red tak mau kalah.
"Oh ya, lalu kalau tak ada aku apa kalian mampu menghadapi pemberontak waktu itu?" tanya Satria semakin kesal.
"Eee.. tuan tolong hentikan dan mari bicara baik-baik.." ucap tuan Ren.
"Baiklah,.. " balas Satria.
Namun, mereka berbohong dan balik menyerang Satria sesuai arahan tuan Red.
Seketika beberapa pasukan mereka mengerubungi Satria. Satria pun semakin kesal dan langsung mengahajar mereka semua. Dan rekan-rekan Sofia pun muncul entah dari mana dan membantu Satria.
"Tuan, kami datang.." ucap mereka dan langsung membantu mengahajar pasukan Red.
Sofia pun tak tinggal diam dan ikut menghajar mereka. Kini pasukan mereka sudah tumbang oleh Sofia dan rekannya dari SHIELD, sementara Satria kini sudah menangkap Red putra dari Ren.
__ADS_1
Satria pun berbalik mengarahkan belati ke arah leher Red lalu tersenyum menghadap tuan Ren.
"Bagaimana tuan Ren? apa yg anda rasakan saat ini?? " tanya Satria.
"Maafkan kami tuan.. lepaskanlah putraku, pernikahan ini akan kehentikan.." ucap tuan Ren memohon.
"Kali ini jangan berbohong..!" teriak Satria marah.
"I-iya aku berjanji takkan berbohong.." ucap tuan Ren.
Ia pun meminta anak buahnya yg kalah untuk mundur. Dan Satria melepaskan Red dan mendorongnya.
"Dengar ya sekali lagi kau main-main dengan anak gadis seseorang kau bisa mati ditangan ayahnya..!" ucap Satria tegas.
"Ba-baik tuan, maafkan aku.." ucap Red.
"Baiklah tuan Ren, aku menunggu kalian di tempatku untuk meminta maaf atas kejadian ini.." ucap Satria membawa Sofia dan istrinya.
Mereka pun diliputi banyak perasaan yg bercampur aduk, senang, sedih, juga marah di waktu yg bersamaan. Senang bisa bertemu anak mereka kembali, sedih dan marah harus melihat anak mereka disakiti.
Satria pun menggandeng Sofia menuju tempat tinggalnya, diikuti Reina dan keenam anak buahnya. Lalu Sofia dikejutkan saat tiba di tempat tinggal orang tuanya.
"A-ayah ini apa? goa?" tanya Sofia bingung.
"Kalian masuklah.." ucap Satria pada anak buahnya.
"Baik tuan.." balas mereka.
Mereka pun masih kaget, tapi menghargai tuan mereka. Dalam hati mereka pasti sangat tidak nyaman tinggal disini dan tidak bisa kembali pulang. Namun, saat mereka masuk suasananya berubah. Rumah gua kecil itu berubah jadi ruangan yg nyaman. Ada kursi dan meja kayu, bahkan ada pintu yg menutupi goa tersebut.
Satria dan Reina pun menyuruh Sofia dan anak buahnya untuk duduk di kursi kayu. Lalu Reina menyuguhkan air pada mereka dengan gelas yg terbuat dari batok kelapa.
"Kalian minumlah.." ucap Reina.
Lalu Reina menatap putrinya yg sudah tak karuan.
"Katakanlah, ada apa ini Sofia? bagaimana kau bisa sampai disini?" tanya Satria.
"Aku tak sengaja berada disini ayah.. ceritanya sangat panjang.." ucap Sofia.
Akhirnya Sofia menceritakan semuanya dari awal. Dan Satria menarik nafas berat mendengarkannya.
__ADS_1
"Jadi saat itu kami berada di dalam pesawat jet tempur melawan BlackStar, saat kehabisan bahan bakar mereka terus menyerang hingga pesawat kami lepas kendali. Beruntung kapt berhasil menembak helikopter mereka sebelum kami terjun. Dan kami tak sengaja mendarat disini.." ucap Sofia.
"Sofia kami baik-baik saja, seperti yg kalian lihat.." ucap Reina.
"Iya aku bisa lega saat ini, tapi BlackStar terus mengusik kami.." ucap Sofia.
"Apa? apa yg sudah mereka lakukan?" tanya Satria.
"Mulai dari penyerangan di hari ulangtahun SGroup.. Kenan hampir tertembak, dan penyerangan markas di US. Jika aku tak mendapatkan misi menyusup kesana, mungkin SHIELD akan dalam bahaya.." ucap Sofia.
"Oh tuhan.. bagaimana mereka bisa muncul lagi.." ucap Satria.
"Baron Travor memiliki anak laki-laki, dan seorang kekasih.. Wanita dan anaknya itulah otak dibalik ini semua.." ucap Sofia.
"Kalian bahkan sampai mengetahui sedalam ini.. Aku harus kembali.." ucap Satria.
"Ayah tenang saja, aku sudah mengirim signal pada Kenan. Mungkin beberapa hari kedepan ia akan mengirim bantuan.." ucap Sofia.
"Baguslah Sofia.. aku bangga pada kerjasama kalian, tapi ini semua tanggungjawabku.. jadi aku yg akan mengurusnya.." ucap Satria.
"Sofia kau tenang saja, kau dan Kenan tidak sendiri sekarang.." ucap Reina.
"Dan kalian.. Terimakasih sudah membantu Sofia.." ucap Satria.
"Tidak tuan, nona lah yg banyak membantu kami.." ucap kapt.
"Baiklah, kalian beristirahatlah.. karena aku akan mengurus kepala suku disini.." ucap Satria.
"Baik tuan.."
Sementara itu, Red tengah dimarahi habis-habisan oleh Ren.
"Ini semua karena kebodohanmu..! lihat mereka terluka dan aku sangat malu dihadapan tuan Satria." ucap tuan Ren.
"Maaf ayah.." ucap Red.
"Red, aku sudah bilang hati-hati.. gadis itu orang asing dan benarkan dia anak tuan Satria. Untung kau tidak ditembak mati tadi.." ucap Ren kesal.
"Aku menyesal ayah.." ucap Red.
"Kalau begitu kau harus meminta maaf dan membungkuk dihadapannya nanti.." ucap tuan Ren.
__ADS_1
Ren pun masih kesal oleh ulah putranya. Ia juga sangat malu atas kejadian hari ini. Hampir saja ia membuat kesalahan fatal hari ini. Kini ia pasrah dan akan meminta maaf langsung pada Satria dan Sofia juga Reina.
"Ayo kita minta maaf kerumah mereka.." ajak tuan Ren masih kesal.