
Malam itu, Sofia tidak bisa tidur. Ia memilih keluar dari dalam goa tempat tinggalnya dan berjalan-jalan melihat sekitarnya. Terdengar bunyi helikopter lagi dari arah tebing. "Mereka benar-benar nekat kemari.." gumam Sofia.
Saat Sofia keluar, beberapa anak buahnya pun bangun karena mendengar suara pintu. Ia pun mengikuti Sofia dan bertanya pada atasannya tersebut.
"Nona, sedang apa ini masih malam.." ucapnya.
"Aku tidak bisa tidur, tapi kau dengar sesuatu?" tanya Sofia.
"Iya nampaknya helikopternya tiba lagi nona, apakah mereka masih standby dengan jebakannya?"
"Aku tak tahu, tapi yg pasti aku harus memastikannya.. " ucap Sofia.
Sofia dan kedua rekannya yg terbangun pun mengecek situasinya. Dan benar saja, penjaga yg seharusnya bertugas malah tertidur pulas.
"Duh.. ini orang udah tau lagi jaga eh malah tidur.." ucap Sofia.
"Hei tuan bangun.." ucap anak buah Sofia.
"Hmm.. aku mengantuk.." balasnya malas.
"Ada helikopter mendarat lagi.." ucap Sofia dan orang tersebut langsung melotot.
"Dimana mereka?"
"Baru mendarat di bukit, kita harus bersiaga.. temanmu kemana?"tanya Sofia.
"Aku tidak tahu nona.." balasnya.
"Baiklah aku akan membantumu bersama rekanku.." ucap Sofia.
"Terimakasih nona.."
Dan mereka pun mengintai orang-orang BlackStar tersebut. Mereka datang dengan anggota lebih banyak lagi membuat Sofia semakin geram. "Mereka bisa membahayakan warga desa.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia dan beberapa orang tersebut pun siap siaga dengan panahnya agar tidak berisik. Ketika mereka ada pada jarak yg tepat, mereka melepaskan anak panahnya.
Jlebbb..jleebb..
"Akhhh..." teriak seseorang terkena panah.
"Hei siapa kalian???" teriak seseorang.
Karena hanya beberapa orang yg terkena panah, Sofia dan yg lain pun hanya bisa bersembunyi. "Gawat, ada yg tidak kena.. Ini gara-gara cahaya yg minim di malam hari.." gumam Sofia dalam hati.
Mereka pun mendekat dan tanpa basa-basi menembakkan sejatanya. Dorr..Dorr..
"Sial mereka pakai pistol.." gumam Sofia.
"Kalian panah dari sisi kiri.." perintah Sofia.
Jleebbb..Jleebb..
"Akhhhhh.... sial dari mana anak panahnya.."
Dorr..Dorr..
Salah seorang dari mereka menembak dan orang dari desa yg kena tembakan. Brughhh..
__ADS_1
"Lihat itu cuma rumor, ada orang dibalik semua serangan ini.." ucapnya pada teman-temannya.
"Kalian keluarlah.." ucap orang itu lagi.
Sofia pun mengambil sapu tangan dan mengikatnya ke wajahnya untuk menutupi wajahnya agar tak dikenali. Dia juga sudah mengambil pistol disakunya yg selalu ia bawa kemana-mana.
Dorr..Dorr..Dorr..
Dorr..Dorr..Doorrr..
Beberapa orang pun tumbang terkena tembakan, sementara yg lain bersembunyi. Disanalah terjadi baku tembak antara Sofia dan anak buahnya. Orang dari desa yg tertembak pun diamankan dan ia meminta rekannya membawanya kembali ke desa dan meminta bantuan ayahnya.
"Kau cepat bawa dia aku akan menghalangi orang-orang ini.. Beritahu ayahku untuk segera kemari.. " ucap Sofia.
"Baik nona.." ucap rekannya dan langsung pergi membawa orang yg tertembak tersebut.
Sofia dengan semaksimal mungkin melawan mereka bersama rekannya, namun mereka kehabisan peluru.
"Sial.." umpatnya.
"Jadi kalian kehabisan peluru? ayo keluar..!"
Sofia pun tak kehabisan akal ia memegang kembali busur dan memanah dengan sisa anak panah.
Jleebbb..Jleeeb..
"Wah kau tak pandai memanah ya.." ucapnya.
"Bagaimana kalau bertarung dengan tangan kosong.." tantang Sofia.
"Boleh juga.. ayo aku ladeni.. "
Tapi saat posisi berbalik, mereka curang dan menembak Sofia dan rekannya.
Dorr..Dorr..
Rekan Sofia pun pingsan ditempat, sementara Sofia yg setengah sadar pun bangkit dan terus melawan dengan sisa tenaganya. Ketika ia mulai kehilangan banyak darah kesadarannya pun menurun, hingga ia pingsan saat terkena pukulan. Bughhh..
Sofia pun pingsan seketika. Dan mereka langsung membuka kain yg menutupi wajahnya hingga kini mereka tahu bahwa itu adalah wanita yg sedang mereka cari.
"Ketemu..!"
"Iya tak salah lagi pasti wanita ini yg dicari bos.."
"Ayo kita foto dan bawa ke helikopter.. "
"Iya kita kirimkan fotonya.. setelah keluar dari tempat ini.."
"Rekannya bagaimana?"
"Sudah tinggalkan saja, paling juga dimakan binatang buas.."
"Hahaha.. tangkapan besar bonus besar.."
Mereka pun kembali ke helikopter dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Ketika mereka sudah mendapatkan signal, mereka pun mengirim foto Sofia yg tengah tak sadarkan diri.
"Mari kita lihat reaksi bos.." ucapnya.
__ADS_1
"Bingo..! bos Will membalasnya dan wanita ini benar orang yg dicari bos besar.." tambahnya semakin kegirangan.
"Bos besar ingin wanita itu hidup, obati lukanya jangan sampai wanita itu mati.."~William~
"Baiklah ayo kita obati dia saat tiba di markas.. Lalu kita bawa menuju Bos Besar."
☘☘☘
Sementara Vall nampak senang, menemukan Sofia. Tapi ia juga cemas karena anak buahnya malah menembak Sofia hingga pingsan tak sadarkan diri. "Sofia kau jangan mati.. Awas saja mereka jika sampai Sofia mati.." gumamnya dalam hati.
William pun nampak cemas melihat atasannya.
"Ada apa tuan?" tanyanya.
"Mereka menembak wanita itu, kuharap ia masih selamat.." balas Vall.
"Semoga saja tuan, tapi kenapa tuan ingin dia selamat?" tanya William heran.
"Ee.. aku tak ingin ia mati dengan mudah.. menyiksanya lebih baik.." ucap Vall beralasan.
"Baik tuan, aku akan segera memerintahkan mereka agar menjaga wanita itu tetap hidup." ucap William.
"Iya, Will kita pergi ke negara Y sekarang, aku ingin segera menemui wanita tersebut dan memulainya.." ucap Vall.
"Baik tuan, aku akan menyiapkan segalanya.." balas William.
Dengan segala persiapan, dalam kurun waktu 1 jam pesawat pun sudah ready. Dan Vall langsung terbang menuju ke negara Y tempat Sofia dibawa anak buahnya untuk diobati.
Rasa bahagia dan cemas pun menghantui Vall. "Apa yg terjadi pada diriku? Bukannya aku akan membalaskan dendam ayahku?.. akhhh aku tak tahu lagi.." gumamnya dalam hati. Kini hatinya semakin bimbang, hingga ia memilih untuk tidur selama perjalanannya.
☘☘☘
Sementara rekan Sofia, baru saja tiba di desa. Dengan cepat ia mengabari penduduk disana untuk mengobati rekannya yg tertembak. Setelah itu ia langsung menemui Satria walaupun ia tahu akan dimarahi dan dihukum karena meninggalkan Sofia.
Satria yg diberitahu pun panik bukan main.
"Apaa??? Dimana Sofia?? ayo kita susul ia sekarang.." ucap Satria yg langsung mengambil senjatanya.
"Ayo tuan ikuti saya.."
"Tunggu, kami juga akan ikut.." balas kapt dan yg lainnya.
Kini mereka tengah berlarian menuju tempat terakhir Sofia dan rekannya bertarung. Ketika sampai disana, tak ada siapapun. Dan membuat Satria semakin panik. Ia pun berteriak memanggil-manggil putrinya, barangkali Sofia bersembunyi atau pingsan di suatu tempat.
"Sofiaa....! Sofiia.."
"Nona Sofiaaa.. anda dimana..?"
"Sofiiaaa ini ayah ayo keluar..."
Dan mereka menemukan rekannya yg tengah tergeletak bersimbah darah.
"Akh... tolong nona Sofia dibawa pergi mereka.." ucap rekannya yg terluka.
"Kemana mereka pergi??" tanya Satria.
"Ke bu-kit lalu terbang ke se-latan.." ucapnya terbata-bata.
__ADS_1
"Terimakasih.." ucap Satria lalu memilih untuk kembali bersama anak buahnya. Jelas sangat tak mungkin baginya pergi menuju selatan atau tepatnya negara Y. Mereka harus kembali karena harus menyelamatkan rekannya yg kehilangan banyak darah.