
Sofia pun terbangun dari tidurnya. Ia merasakan tempet yg begitu membuatnya nyaman yaitu kamarnya sendiri. Ia membuka matanya lebar dan benar ia berada dikamarnya. "Alfi .." gumamnya. Tapi tiada siapapun dikamarnya. Ia pun menelpon pelayan di lantai bawah, dan berkata kalau Alfi sudah pulang dari tadi. Sofia pun merasa tak enak dan menghubunginya langsung.
"Hallo Sofia ada apa?" tanya Alfi.
"Tidak, aku hanya ingin minta maaf.. aku ketiduran lagi.. dan saat terbangun kau tak ada.." ucap Sofia.
"Jadi kau merindukanku..?" goda Alfi.
"Ih pede banget sih.. aku cuma merasa bersalah.." ucap Sofia kesal.
"Oke aku maafkan.. tapi aku sekarang sedang sibuk .." ucap Alfi.
"Siapa juga yg ingin kau kemari, yasudah kau pasti sedang kencan kan?" ucap Sofia.
"Tentunya dengan wanita cantik.." ucap Alfi menatap ibunya, sementara Siska yg ditatap kekheranan.
"Yasudah nikmatilah.." ucap Sofia lalu mematikan telepon.
Entah mengapa Sofia sedikit kesal, kemudian ia berfikir "bagaimana ya rasanya punya pasangan? bisa makan bersama dan jalan-jalan bersama.." gumamnya dalam hati. Tapi kemudian bayang-bayang orang tuanya menghampiri dirinya. Ia pun sadar priorotas utamanya saat ini adalah menemukan kedua orang tuanya. Jika berhubungan dengan seseorang juga pasti memerlukan restu mereka pikirnya.
☘☘☘
Sementara Alfi dan kedua orang tuanya sedang dinner di sebuah restoran mewah.
"Alfi apa Sofia baik-baik saja?" tanya Siska.
"Iya bu, dia baik-baik saja.. " jawab Alfi.
"Baguslah, ibu kira dia kenapa-kenapa.. tapi kenapa kau bilang sedang bersama wanita cantik..?" tanya Siska bingung.
"Aku hanya sedang mengerjainya saja agar dia tak mengganggu makan malam kita.. bukankah ibu juga wanita cantik? Benarkan Ayah?" ucap Alfi.
"Hmm.. tentu saja.." balas Bima.
"Kalian ini bisa saja membuatku senang.." ucap Siska tersenyum bahagia dipuji kedua orang paling berharga dalam hidupnya.
"Sayang.. bagaimana perkembangan pencarian Reina dan Satria?" tanya Siska.
"Kami masih akan terus mencari, karena Sofia sedang terluka dan situasinya tak begitu baik nampaknya akan ada perubahan rencana.." ucap Bima.
"Kuharap sahabatku baik-baik saja.." ucap Siska.
"Iya kita doakan saja yg terbaik untuk mereka.." balas Bima.
☘☘☘
Keesokan harinya, Sofia sudah bisa menggerakkan kakinya dan berdiri walaupun hanya sebentar. Ia pun kegirangan akhirnya bisa sedikit bergerak, karena biasanya ia akan teriak memanggil pelayan di rumahnya untuk membantunya bangun dari tempat tidurnya. Kenan pun senang melihat kakaknya sudah ada perubahan.
Perawat yg datang untuk mengganti perban dan mengecek luka di lengan Sofia pun tiba. Ia dengan cekatan mengganti perbannya dan melihat luka di tangan Sofia yg sudah membaik. Sofia tambah senang mendengarnya. Ia sudah tak sabar untuk menghadapi Blackstar si pembuat onar.
Setelah selesai, perawat itupun pergi karena tugasnya hanya merawat luka Sofia di pagi hari. Kenan pun menghampiri kakaknya di kamarnya.
"Bagaimana kabarmu kak?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Semakin membaik.. kakiku sudah tidak terlalu sakit untuk digerakkan, aku sudah bisa berdiri walaupun sebentar.. dan luka dilenganku sudah sangat membaik.." jawab Sofia.
"Baguslah.. ayo kita sarapan dibawah.." ajak Kenan.
"Ayo.." balas Sofia.
Kenan pun memepah tubuh Sofia sampai ke meja makan. Lalu Sofia duduk perlahan dan mereka berdua memulai sarapannya. Setelah itu Kenan pamit berangkat kerja.
"Kak aku berangkat dulu ya.. kalau ada apa-apa panggil saja Alfi dia akan segera kemari.." ucap Kenan.
"Iya kau tenang saja, lukaku sudah membaik kok.." ucap Sofia.
"Baiklah.. aku berangkat ya.." ucap Kenan.
"Iya hati-hati di jalan.." ucap Sofia.
Baru saja kenan membuka pintu rumahnya, ia melihat mobil masuk ke halaman rumahnya. Lalu seorang wanita yg tak lain adalah Alice pun turun dan menghampirinya.
"Kek Kenan.. selamat pagi.. kak Sofia ada di dalam?" ucap Alice.
"Iya pagi, Sofia ada di dalam.. masuk saja Alice.." ucap Kenan.
"Baiklah aku permisi.." ucap Alice beranjak masuk ke dalam rumah.
Sementara Kenan pun masuk ke dalam mobilnya dan menuju kantornya. Namun, Alice berhenti dibalik pintu masuk. Jantungnya berdegup kencang, ia gugup saat berhadapan dengan Kenan tadi.
"Ah kenapa harus bertemu dengannya.. jantungku jadi tak berarturan begini.. mana ia sangat tampan lagi dengan kemeja kantornya yg keren.." gumam Alice dalam hati.
Kemudian Alice menenangkan dirinya dan masuk ke dalam dengan tenang. Ia langsung melihat Sofia tengah duduk di sofa ruang tv.
"Aku sudah lebih baik Alice. " balas Sofia memeluk Alice.
"Baguslah kalau begitu.. aku bawakan kakak makanan.." ucap Alice memberikan tas berisi banyak makanan.
"Alice, ini terlalu banyak.." ucap Sofia.
"Tak apa kak.. aku dan ibuku memasak banyak, lalu aku memanggang roti pagi ini.." ucap Alice.
"Baiklah, tapi lain kali kau tak usah repot-repot begini.. " ucap Sofia.
"Iya.. iya.. " ucap Alice tersenyum.
Sofia pun menyerahkan tas berisi makanan tersebut kepada pelayan dan hanya mengambil roti saja. Kemudian ia meminta pelayan memberikan minuman pada Alice.
"Silahkan diminum Alice.." ucap Sofia saat pelayan memberikan minuman dan camilan.
"Terimakasih.." ucap Alice dan langsung meminumnya.
"Kak maaf aku baru bisa kemari, Daddy melarangku karena katanya kakak harus beristirahat.." ucap Alice.
"Iya tidak apa, aku juga kemarin hanya tidur saja kerjanya.." ucap Sofia.
"Aku bosan sekali dirumah kak, Daddy benar-benar memfilter semua tawaran pekerjaanku.." ucap Alice.
__ADS_1
"Sabarlah, daddy mu kan sangat menyayangimu.." ucap Sofia.
"Iya aku tahu itu, hari ini saja aku baru diperbolehkan mengambil pekerjaan untuk pemotretan tas keluaran terbaru.." ucap Alice.
"Baguslah, artinya daddymu sudah mempercayaimu.. jangan kau hilangkan kepercayaannya.." ucap Sofia.
"Iya kak, kalau tidak bisa-bisa aku dikurung dirumah dan akan langsung dinikahkan.." ucap Alice.
"Haha.. dasar anak perawan daddy satu ini.. masa daddy masih mau menjodohkanmu di zaman modern begini.." ucap Sofia tertawa.
"Yah kakak malah tertawa.. Daddy sendiri yang bilang begitu.." ucap Alice cemberut.
"Yasudah kau main aman saja, ambil pekerjaan yg aman saja agar daddy mu tidak sampai menikahkanmu.." ucap Sofia mengelus pundak Alice.
"Iya kak.. " ucap Alice.
"Kau sudah sarapan?" tanya Sofia.
"Sudah kok.. kakak sendiri?" balas Alice.
"Aku tadi sudah sarapan dengan Kenan." ucap Sofia.
"Ngomong-ngomong apa kak Kenan berangkat sesiang ini setiap hari?" tanya Alice.
"Tidak kok, biasanya dia berangkat pagi sekali.. mungkin ia ingin bersantai hari ini.. " balas Sofia.
"Oh.. begitu pantas saja dia baru berangkat saat aku datang.." ucap Alice.
"Kalau begitu aku pergi bekerja ya kak.. 1 jam lagi pemotretan dimulai .." ucap Alice.
"Oke.. hati-hati dijalan.. " ucap Sofia.
"Iya kak.. " balas Alice lalu memeluk tubuh Sofia.
Selepas kepergian Alice, Sofia pun kembali merasakan kesepian. "Inilah nasib kalau liburan tapi sakit .." gumam Sofia.
"Kalau begitu jangan sampai sakit.." ucap Alfi tiba-tiba muncul.
"Alfi..!" ucap Sofia terkejut.
"Kau pasti sangat kaget.. lihat ekspresimu tadi.." ucap Alfi terkekeh.
"Kau suka datang tiba-tiba membuatku kaget saja.." ucap Sofia.
"Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Alfi.
"Semakin membaik.." ucap Sofia.
"Coba aku periksa.." ucap Alfi melihat kaki dan lengan Sofia.
"Ya lenganmu sudah baikan dan bisa digerakan perlahan.. coba kau gerakan kakimu.." pinta Alfi.
Sofia pun menggerakkannya perlahan sesuai instruksi Alfi.
__ADS_1
"Sudah lebih baik, setidaknya butuh waktu 3 hari lagi untuk bisa berjalan.." ucap Alfi.
"Apa??? 3 Harii??" teriak Sofia, membuat Alfi menutup telinganya.