
Keesokan harinya Sofia pergi ke Italia setelah meminta ijin Alfi. Ia akan menemui William untuk memberikan tugas khusus karena hanya William orang terdekat yg mengetahui tentang Vall.
Perjalanan jauh membuat Sofia kelelahan dan langsung tertidur ketika tiba di hotel. Keesokannya ia masih merasa lelah tapi tugasnya harus ia laksanakan dengan baik. Hari ini ia akan pergi menemui William di sebuah lokasi tak jauh dari pantai.
William pun menunggu di tempat yg sudah ditentukan. Tak lama rombongan Sofia pun tiba. Sofia pun masuk ke dalam ruangan dan anak buahnya menunggu di luar.
"Selamat siang nona.. " ucap William.
"Ya siang, Will.." ucap Sofia lalu duduk diikuti William.
"Jadi kedatanganku untuk memberikanmu tugas.. " ucap Sofia.
"Baiklah nona, saya siap.." ucap William.
"Kau selidiki tentang orang dibalik kebebasan Vall.. segalanya kau cari tahu dengan hati-hati jangan sampai ketahuan.. Lalu jika ia berhasil menghubungimu kau harus siap menjadi agen ganda.. bagaimana?" tanya Sofia.
"Baik nona.." ucap William.
"Aku akan memberimu identitas baru, namamu Max.. dan ada sebuah rumah sederhana di dekat pantai.." ucap Sofia.
"Terimakasih nona.." balas William.
"Ya, Max.. kau harus berhati-hati mulai sekarang.. dan kau bisa hidup baru dengan nama Max.." ucap Sofia.
"Baik nona.." ucap Max aka William.
Setelah pertemuan, Sofia pun memilih kembali ke hotel dan beristirahat. Ia merasa sangat lelah, dan menghubungi Alfi atas segala kegiatannya.
Hari berikutnya Sofia menyelidiki tentang sekitar orang-orang Vall. Tak ada yg tersisa, hingga Sofia bingung dan hanya bisa berharap pada William. Bahkan tuan Felix pun memutus hubungan dengan Vall setelah kembali masuk penjara karena berhubungan BlackStar. Nyonya Felix pun menghilang entah kemana dan hanya sesekali menghubungi Vall di penjara. Tiada yg tahu keberadaannya apalagi ia telah bercerai dengan tuan Felix.
Sofia pun hanya bisa menghubungi Chris. Teman baiknya yg banyak membantunya dalam penangkapan Vall. Chris sudah jauh lebih baik, usahanya semakin lancar dan sudah memiliki kantor sendiri walaupun kecil. Ia pun menyambut Sofia dengan baik.
"Hallo Sofia, selamat atas pernikahanmu.. " ucap Chris berjabat tangan dengan Sofia.
"Terimakasih atas hadiahnya.." ucap Sofia.
"Jadi ada apa kau sampai mengunjungiku tanpa suamimu?" tanya Chris to the point.
"Yah, ini mengenai adik tirimu yg be***t itu.." ucap Sofia.
"Ada apalagi dengannya?" tanya Chris tak tahu menahu.
"Rupanya kau tak tahu, dia akan bebas dalam 2 tahun.." ucap Sofia.
"Apaa??? kau tak bercanda kan.." tanya Chris.
"Aku tak bercanda Chris, maka dari itu aku mencari tahu sumbernya. " ucap Sofia.
__ADS_1
"Aku tak habis pikir dengan manusia satu itu.. tak ada jeranya.." ucap Chris.
"Ya, kau benar.. mungkin hanya kematian yg mampu menghentikannya." ucap Sofia.
"Terdengar kejam tapi itu fakta.." ucap Chris.
"Ya.. kau sebagai mantan keluarganya jika mendengar sesuatu tentangnya kabari aku segera.. " ucap Sofia.
"Ya.. Sofia tentu.." ucap Chris.
"Dan bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Sofia.
"Yah lebih baik, usahaku lancar.. dan tahun depan aku akan menikah.." ucap Chris.
"Wah.. hebat.. Selamat ya Chris.. aku akan datang jika kau mengundangku.." ucap Sofia.
"Ya tentu kau akan masuk ke list daftar undanganku.. " ucap Chris.
"Baguslah.." ucap Sofia tersenyum.
"Apa sudah ada kabar dari calon keponakanku?" tanya Chris.
"Belum, doakan saja.." ucap Sofia.
"Ya.. aku berdoa yg terbaik untukmu dan juga Alfi.." ucap Chris.
Setelah berbincang agak lama, Sofia pamit undur diri. Ia pergi bersama anak buahnya untuk kembali ke kantor dan melaporkan segalanya pada ayahnya. Sesampainya di kantor, Sofia langsung menuju ke ruangannya dan mengirimkan laporan pada ayahnya. Setelah itu, ia keluar untuk mencari makan.
Sofia pun meminta Max untuk lebih berhati-hati. Hingga akhirnya Sofia kembali saat semua tugasnya sudah selesai. Ia sudah rindu pada Alfi, ia pun langsung memesan pesawat menuju ke Singapura dan terbang keesokannya.
Berjam-jam dipesawat Sofia habiskan untuk tidur. Hingga ia sampai di bandara Singapura. Ia pun langsung dijemput oleh Alfi dan anak buahnya. Sofia pun berhambur ke pelukan Alfi begitu mereka bertemu. Anak buahnya pun menjauh dan hanya mengawasi dari kejauhan.
"Aku merindukanmu.." ucap Sofia.
"Aku juga sangat merindukanmu.." ucap Alfi.
"Ayo kita langsung pulang.." ucap Sofia.
"Kau sudah makan?" tanya Alfi.
"Belum sih.." ucap Sofia tersenyum.
"Baiklah kita akan cari makanan dulu.." ucap Alfi.
Sofia pun tersenyum saat mendengarnya. Mereka pun pergi bergandengan tangan menuju ke sebuah resto.
Setelah makan mereka memutuskan untuk langsung pulang karena kondisi Sofia sudah kelelahan. Sofia pun langsung mandi begitu tiba di apartemen. Lalu ia tertidur di kamarnya. Alfi pun membiarkannya karena paham kalau Sofia sudah sangat lelah.
__ADS_1
Keesokannya Sofia pun terbangun kesiangan. Alfi sudah pergi bekerja dan meninggalkan sarapan pagi untuknya.
"Kau manis sekali ternyata, Terimakasih.." gumam Sofia membaca note dari Alfi.
Sofia pun mencuci mukanya dan menikmati sarapan buatan Alfi. Roti bakar dan potongan buah segar pun menjadi menu sarapan Sofia. Setelah itu Sofia baru membereskan kopernya dan bersih-bersih apartemennya.
Alfi adalah orang yg menjaga kebersihannya jadi apartemennya sangat bersih dan rapi. Hingga Sofia tak banyak membersihkan ruangannya. Kemudian Sofia barulah mandi.
Setelah itu, Sofia pergi keluar untuk berbelanja dan mrngantarkan makan siang untuk Alfi. Ia hanya membeli makanan diluar untuk Alfi sebelum mampir ke rumah sakit.
Pegawai rumah sakit pun sudah tahu siapa Sofia hingga ia dipersilahkan masuk menuju ke ruangan Alfi. Sofia pun masuk dan mengantarkan makanan yg ia beli di perjalanan. Ia menunggu sebentar hingga Alfi masuk ke ruangannya.
"Maaf aku masih ada operasi tadi,.." ucap Alfi.
"Ya tak masalah, aku juga baru tiba.." ucap Sofia.
"Kau membawakanku makan siang.. terimakasih sayang.." ucap Alfi.
"Ya.. ayo kita makan bersama.." ucap Sofia.
Mereka pun makan bersama dan berbincang sebentar. Lalu Sofia pamit agar tak mengganggu pekerjaan Alfi. Alfi pun mengantarnya hingga parkiran.
Sofia pun melihat Nathalie tapi wajahnya terlihat pucat seperti orang sakit. "*Apa wanita itu sakit? biasanya terlihat menyeramkan sekarang aku malah kasihan padanya.." gumam Sofia dalam hati.
☘☘☘*
Ditempat lain, Nathalie terburu-buru pergi ke toilet karena ia sangat mual dan memuntahkan semua isi perutnya. Ia merasa tak enak badan hingga ia memimta ijin untuk tidak bekerja dan beristirahat di ruangannya.
Rekan Nathalie pun datang melihat keadaannya, kemudian ia memeriksa tubuh Nathalie.
"Nathalie apa kau punya pacar?"
"Tidak, memangnya apa hubungannya dengan rasa sakitku?" tanya Nathalie.
"Kapan kau terakhir datang bulan..?"
"Sebentar.." ucap Nathalie lalu membuka kalender di ponselnya.
"Tidak.. aku telat 3 minggu dan gejalanya seperti.." ucap Nathalie menutup mulutnya.
"Kau berhubungan dengan siapa?"
"Aku tak tahu.. aku bahkan tidak punya kekasih.." ucap Nathalie.
"Tidak mungkin janin itu tumbuh sendiri.."
"Aku akan mengingatnya, kau rahasiakan ini dari siapapun termasuk ibuku.." ucap Nathalie.
__ADS_1
"Baiklah, kau jangan banyak pikiran.. istirahat yg banyak.." ucap rekannya lalu meninggalkan Nathalie.
"Tidak.. bagaimana caraku menghubungi pria itu??" gumam Nathalie dalam hati.