Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP304


__ADS_3

Kenneth pun langsung diarahkan menuju ke sebuah ruang ganti untuk mengganti pakaiannya agar steril. Lalu ia diarahkan ke ruang persalinan, dimana Diana sedang berjuang ditemani Sofia.


"Akh sakit sekali.." ucap Diana.


"Tenang nona, atur nafas perlahan.." ucap Hana.


"Sayang bernafaslah dengan baik.. kau pasti bisa.." ucap Sofia mengingatkan.


"Dimana Kenneth kenapa tidak sampai-sampai?" tanya Diana.


"Mom tak tahu karena tak ada yg bisa masuk kemari.. kau harus melahirkan anakmu dulu nanti mom kabari jika Kenneth tiba." ucap Diana.


"Dasar pria menyebalkan.." gerutu Diana menahan rasa sakitnya.


Diana pun berusaha keras untuk melahirkan putranya. Hingga tibalah Kenneth dari pintu, Sofia langsung melihatnya dan berganti tempat. Sofia pun keluar dan Kenneth menemaninya. Sementara Diana sudah tidak fokus pada momnya dan mengira Sofia masih berada di dekatnya.


"Nak kau harus lahir, dan Mom yg akan membawamu ke dunia ini meski ayahmu tak datang.." gumam Diana.


Dan dengan penuh fokus serta konsentrasi, Diana mengiku aba-aba dan mendorong sekuat tenaganya. Hingga terdengar suara tangisan bayi, dan Diana tersenyum karena artinya anaknya sudah lahir.


"Selamat nyonya, tuan bayi kalian berjenis kelamin laki-laki.." ucap Hana lalu membersihkan dan memberikannya di pelukan Diana.


"Nak.. akhirnya kau lahir juga.." ucap Diana.


"Terimakasih dok.." ucap Kenneth.


"Terimakasih sayang.." ucap Kenneth membuat Diana tersadar sudah ada suaminya di dekatnya.


"Sejak kapan kau disini?" tanya Diana.


"Sudah 5 menit aku disini dan aku tiba tepat waktu.." ucap Kenneth.


"Baguslah, walaupun aku tak sadar kau disini tapi kau melihat anak ini lahir.." ucap Diana.


"Tentu, putraku yg hebat telah lahir ke dunia.." ucap Kenneth.


"Iya kau benar, bagaimana bisa ia bertahan dengan ibu yg buruk sepertiku kalau tidak sekuat ini?" ucap Diana menitihkan air mata.


"Kau ibu yg baik sayang jangan berkata seperti itu.." ucap Kenneth.


"Aku tetap bertarung padahal nyawa anak ini dipertaruhkan.." ucap Diana.


"Semua sudah tak penting, yg penting kalian berdua baik-baik saja.." ucap Kenneth.


Lalu bayi mereka pun dibawa keluar dan dimandikan serta diukur berat dan panjangnya. Kenneth pun mengikuti prosesnya dimana akhirnya ia bisa menggendong putranya setelah dimandikan. Ia merasa putranya sangat sehat dan tak ada masalah apapun, selain itu wajahnya begitu mirip Diana.


"Kau itu curang sekali, kenapa sangat mirip ibumu?" gumam Kenneth.


Dan dengan penuh hati-hati Kenneth menggendongnya. Setelah itu, ia menemani Diana di ruangannya. Nampak istrinya sedang beristirahat, ditemani Sofia.


"Bagaimana putraku?" tanya Diana.


"Dia sangat sehat, dan juga tampan.." ucap Kenneth.


"Aku ingin menggendongnya.." ucap Diana.


"Sebentar lagi dibawa kesini katanya untuk minum susu." ucap Kenneth.

__ADS_1


"Mi-minum susu.." ucap Diana.


"Ck, jangan bilang kau tak tahu.." ucap Sofia.


"Bukan tak tahu tapi tak terpikirkan.." ucap Diana membayangkan menyusui putranya.


"Tidak sakit justru menyenangkan.." ucap Sofia.


"Kau dengarkan, jadi jangan takut.." ucap Kenneth.


"O-Oke.." ucap Diana.


Tak lama bayi mereka pun dibawa ke ruangan Diana dan diberikan pada Diana. Diana pun tersenyum menatap bayi mungil tersebut. Terlihat begitu menggemaskan dan lucu, hingga ia lupa tujuannya dibawa kemari untuk diberikan susu.


"Silahkan nyonya.. anda bisa mulai menyusui bayi anda ." ucap sang perawat.


"Baiklah sus.." ucap Diana.


Sofia pun mengajari Diana dan ia bisa menyusui putra kecilnya tersebut. Bayi mungil itupun merasa nyaman berada di dekapan ibunya. Hingga akhirnya bayi tersebut pun tertidur dipelukan Diana.


"Dia begitu tenang.." ucap Kenneth.


"Ya.. dan ia langsung tertidur dipelukanku.." ucap Diana.


Setelah itu, bayinya dipindahkan keruang bayi. Dan Diana diminta untuk beristirahat agar asinya lancar dan bagus. Kenneth pun menemani istrinya tersebut, dan Jack bertugas menyiapkan keperluan tuannya.


Keesokannya, Diana pun kembali memberikan asi pada bayinya di pagi hari. Nampak, bayi mungil tersebut begitu tak bisa jauh darinya. Hingga Kenneth datang dan melihat putranya.


"Sayang aku punya nama untuk bayi kita.." ucap Kenneth.


"Leonardo Hayes." ucap Kenneth.


"Tidak buruk.. aku akan memanggilnya Leon.." ucap Diana.


"Ya.. nama yg cocok untuk putraku yg kuat ini.." ucap Kenneth.


☘☘☘


Beberapa bulan kemudian, diadakanlah pesta pernikahan Brian dan Hana. Keduanya melangsungkan akad nikah dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di hotel milik S Group. Tamu undangannya pun sangat banyak mencapai ribuan, karena mengundang beberpa kolega dan staf S Group.


Diana pun tiba dengan baby Leon dan Kenneth. Mereka nampak sudah menjadi keluarga yg bahagia. Dan baby Leon mendapat perlakuan khusus untuk berada di tempat yg tepah disediakan demi keamanannya. Dion sebagai uncle pun antusias pada keponakannya itu.


"Leon.. kau sudah semakin besar.." ucap Dion.


Dan bayi laki-laki itupun tersenyum mendengar namanya dipanggil.


"Kau ini lucu sekali, aku tak sabar ingin bermain denganmu saat sudah besar nanti.." ucap Dion.


"Terimakasih uncle.." ucap Diana.


"Lalu kau apa masih belum punya kekasih?" tanya Diana.


"Aku belum memikirkannya.." ucap Dion.


"Ck, jangan begitu.. kau harus memikirkannya sebelum rambut dikepalamu memutih.." ucap Diana.


"Ya.. aku akan memikirkannya." ucap Dion tersenyum.

__ADS_1


"Leon, lihat mommu sedang menceramahi uncle untuk segera menikah.." ucap Dion pada baby Leon.


"Brian saja sudah menikah, lalu kedua sahabatku juga mereka akan menikah dengan Kim dan Jack. Kau juga harus menemukan teman hidupmu.." ucap Diana.


"Baiklah, Diana kau itu semakin cerewet setelah punya anak.." ucap Dion yg malah semakin senang bermain bersama Leon.


Tak lama Brian pun menuju ke ruangan Diana tempat mereka beristirahat. Dan Brian serta Hana menghampiri baby Leon. Hana sebagai dokternya pun tersenyum melihat pertumbuhan Leon yg baik dan kini berat badannya sudah naik.


"Selamat Bry.. Hana.." ucap Diana.


"Terimakasih Diana.. " ucap Brian dan Hana.


"Selamat Bry.. Hana.. semoga kalian bahagia.." ucap Kenneth.


"Thanks bro.." ucap Brian.


"Terimakasih Kenneth.." ucap Hana.


"Wah baby Leon sudah semakin besar dan pipinya menggemaskan.." ucap Brian.


"Dia keponakanku yg tampan.." ucap Dion.


"Dia juga keponakanku.. " ucap Brian tak mau kalah.


"Jangan ribut nanti dia menangis.." ucap Diana.


Baru juga Diana memperingatkan tapi baby Leon sudah menangis kencang karena keduanya berebut ingin bermain dengannya.


"Ooeeeee..."


"Tuh kan nangis.. kalian ini keterlaluan.." ucap Diana kesal.


"Bry, kau itu jangan berlebihan.. bayi itu sensitif terhadap suara.." ucap Hana.


"Maaf Diana.." ucap Brian dan Dion.


"Ck.. kalian ini seperti berebut boneka saja, dia itu putraku.." ucap Kenneth.


"Maaf.." ucap keduanya.


Sementara Diana menenangkan baby Leon dab menggendongnya. Lalu ia memberikan susu melalui botol susu. Dan Leon pun kembali tenang sampai ia tertidur.


Acara pernikahan tersebut pun digelar meriah hingga sore hari. Tapi karena ada baby Leon, Diana dan Kenneth pun hanya menghadirinya sekitar 2 jam lalu mereka pulang.


☘☘☘


Setelahnya Kim dan Fita pun menikah. Kim bahkan sampai membawa keluarganya dari Korea Selatan ke Indonesia demi pernikahannya dengan Fita. Bak drama korea, keduanya sangat serasi memakai pakaian tradisional Korea juga Indonesia di beberapa sesi.


Lalu Jack pun tak mau kalah, dengan hanya selang waktu 1 bulan dari Kim, ia pun menikahi Nada. Keduanya pun menikah di salah satu hotel milik Kenneth. Dan acaranya pun berlangsung meriah.


Sementara Dion, ia masih betah sendiri. Bahkan ia mengambil gelar pofesor di luar negeri. Sementara para keponakannya sudah mulai tumbuh besar. Sofia yg gerah dengan sikap putranya yg pasif terhadap pernikahan pun akan menjodohkannya.


Setelah kembali ke Indonesia, Dion dikenalkan dengan beberapa gadis. Tak ada yg cocok, hingga ia bertemu dengan gadis bernama Citra. Gadis yg pernah menjadi pasiennya, kini telah memimpin perusahaan keluarganya yg masih menjadi rekan bisnis S Group.


Hingga Dion pun menerima perjodohan tersebut dan menikahi Citra. Kehidupan keluarga mereka pun dipenuhi kebahagiaan dengan hadirnya beberapa generasi penerusnya.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2