
Di Singapura..
Sofia dan Alfi pun bangun pagi, mereka menyempatkan untuk sarapan bersama. Sofia pun memasakkan Alfi makanan seadanya, hanya telur dadar dan nasi goreng. Tapi Alfi begitu menikmatinya.
"Bagaimana?" tanya Sofia.
"Enak.. " ucap Alfi menyuap kembali nasi goreng tersebut.
"Baguslah, aku takut rasanya tak cocok di lidahmu.." ucap Sofia.
"Ini enak kok, tak ada yg salah.." ucap Alfi.
"Oke.. mari kita sarapan.." ucap Sofia.
Mereka pun sarapan pagi bersama. Lalu Alfi pamit untuk bekerja di rumah sakit. Alfi berjanji ini hanya akan memakan waktu 3 hari, lalu mereka akan pergi honeymoon ke paris.
"Aku berangkat Sayang.." ucap Alfi.
"Ya.. hati-hati sayang.." ucap Sofia mencium tangan Alfi. Alfi pun membalasnya dengan mengecup pipi, kening, sampai bibir.
"Wah kau ini.. " ucap Sofia.
"Tak apa kan sudah halal.. yasudah aku berangkat dulu ya.." ucap Alfi.
"Ya.." balas Sofia melambaikan tangan.
Mulai hari ini Sofia akan merasakan jadi ibu rumah tangga. Ia merapikan apartemen Alfi, mencuci baju, hingga memasak. Semua Sofia lakukan sendiri, walaupun ia tak begitu pandai memasak, tapi masakannya tak pernah gagal dan masih bisa dimakan.
Setelah membereskan apartemen dan mencuci pakaian, Sofia pergi ke swalayan untuk membeli bahan makanan. Ia meminta tim SHIELD untuk menyiapkan mobil untuknya. Setelah mobil tiba Sofia pun tersenyum lebar pada anak buahnya.
"Terimakasih.. kalian bekerja dengan sangat baik.." ucap Sofia.
"Ya nona, kami permisi.." balas mereka.
Sofia pun mengemudikan mobilnya menuju ke swalayan terdekat. Ia membeli bahan-bahan secukupnya untuk memasak. Ia juga membeli beberapa camilan ringan untuk menemaninya bersantai di apartemen jika Alfi bekerja.
Setelah selesai berbelanja, Sofia pun melihat toko bunga. Ia pun mampir dan membelinya untuk hiasan di apartemennya agar lebih berwarna. Disana ia bertemu Nathalie, tapi Sofia tak menghiraukannya dan melanjutkan memilih bunga. Saat Sofia membayar, nampak Nathalie begitu sinis menatapnya. Terlebih saat Sofia mengeluarkan BlackCard miliknya.
Sofia pun hanya tersenyum saat melihat wajah tak suka Nathalie. Ia melenggang keluar dari toko setelah selesai membayar.
"Cih, sombong sekali.. apa sebenarnya pekerjaan wanita itu hingga memiliki BlackCard.?" gumam Natahalie dalam hati.
Sofia pun mengendarai mobilnya menuju ke aparteman. Di apartemen Sofia membereskan belanjaannya dan mencuci buah, lalu memasukkannya ke dalam kulkas. Lalu ia menyiapkan bahan-bahan yg akan ia gunakan untuk memasak. Hari ini ia akan mencoba membuat ayam bakar lengkap dengan sambalnya.
"Ayo kita buat Ayam bakar ala Sofia.." gumamnya sembari mengecek bahan-bahan yg diperlukan.
Sofia pun memasak semua bahan-bahan tersebut selama 2 jam. Dengan hati-hati ia memanggang ayam tersebut agar tidak gosong. Setelah selesai ia pun bangga dengan hasilnya.
"Syukurlah tidak gosong.. aku akan membawakannya ke rumah sakit Alfi.. " gumam Sofia.
Setelah menata makananya di box, Sofia pun mandi untuk bersiap ke rumah sakit. Lalu ia berangkat menuju rumah sakit setelah menyiapkan segalanya. Ia pun mengendarai mobil dan tiba beberapa menit setelahnya.
__ADS_1
Sofia pun menelpon Alfi tapi tak diangkat, hingga ia nekat masuk saja ke dalam rumah sakit dan bertanya pada receptionis. Kebetulan disana ada sekelompok orang mencurigakan sedang mengerubungi kasir.
"Cepat serahkan semua uang tunainya!!" ancam seorang pria dengan pisau.
Petugas kasir pun ketakutan dan mau tak mau menyerahkan uangnya. Ia sempat menekan tombol darurat tapi belum ada bala bantuan yg datang. Sofia yg melihat hal mencurigakan itu pun mendekat, tapi sebelumnya ia menitipkan box makanannya pada receptionis tersebut.
"Permisi, apa tuan Alfi ada di ruangannya?" tanya Sofia.
"Kebetulan tuan Alfi ada jadwal operasi, maaf nona ada keperluan apa dan apakah sudah membuat janji?" tanya Receptionis.
"Cepat keluarkan uangnya!!" ancam pria tersebut.
"Maaf, bisakah kau menjaga makananku.. tolong jaga dengan baik.. " ucap Sofia.
"Maaf nona..??" tanya si receptionis bingung, apalagi ditambah preman tersebut mendekat untuk mengancam receptionis.
"Diam jangan ada yg melapor atau kau akan mati..!" ancam seorang pria yg menjadi kaki tangan perampok tersebut.
"Jaga barangku dengan baik.." ucap Sofia.
Bughhh.. bughh.. Sofia pun memukul bahu dan kepala belakang orang tersebut hingga pingsan.
"Aakkhh.." teriak pria tersebut.
"Nona.. apa yg anda lakukan..?" tanya si receptionis.
"Cepat lapor pihak berwajib.. dan keamanan rumah sakit.." perintah Sofia.
"Baik.." balas wanita itu dengan panik.
"Nona anda sungguh menantang maut.."
"Benarkah? mari kita lihat siapa yg menantang maut.." ucap Sofia.
Bughh...Bughh..Bughh..
Sofia pun menghajar mereka semua hingga tersisa ketuanya yg sedang menggasak uang di kasir.
"Bagaimana? sudah dapat uangnya tuan pencuri?" tanya Sofia.
"Siapa kau? dan dimana anak buahku? kalian ini bagaimana mengurus seorang wanita saja tidak becus..!" ucapnya sembari mencari anak buahnya.
"Mereka sudah tumbang.. dan petugas keamanan sudah tiba.." ucap Sofia.
Namun, pria tersebut malah menyerang Sofia tapi berhasil dihindari dengan baik oleh Sofia. Dan Sofia memukul pria tersebut hingga pingsan. Saat petugas keamanan datang, semua perampok tersebut sudah dilumpuhkan oleh Sofia.
"Anda siapa nona? apa benar anda yg mengalahkan mereka semua?" tanya petugas keamanan.
"Tidak penting siapa aku, tapi lihat Cctv saja.. " ucap Sofia santai.
Sofia pun mendekat meja receptionis dan mengambil kembali bekal makanan yg ia bawa. Lalu ia menelpon suaminya.
__ADS_1
"Halo.. ada apa sayang?" tanya Alfi.
"Aku ada dibawah, dimana ruanganmu?" tanya Sofia.
"Kau tunggu saja di lobby masuk, nanti aku menjemputmu.." ucap Alfi dengan semangat.
"Oke.." balas Sofia.
Sofia pun melangkah menuju lobby ruang tunggu. Tak lama Alfi datang dan memjemputnya. Ia juga mendapat laporan bahwa ada perampokan di bawah.
"Tuan.. anda datang tepat waktu, kami akan mengurus orang-orang ini.. dan melihat Cctv sebagai bukti. Para karyawan juga sedang kami mintai keterangannya.."
"Ya.. lakukan dengan baik dan kabari aku.." ucap Alfi lalu meninggalkannya dan mencari Sofia.
Setelah menemukan Sofia, Alfi mengajaknya untuk menuju ke ruangannya. Disana mereka menikmati makanan buatan Sofia.
"Wah kau perhatian sekali sampai memasak untukku.." ucap Alfi.
"Tentu saja.. ini masih mudah.." ucap Sofia.
"Baiklah ayo kita makan siang.." ucap Alfi.
Setelah menikmati makanan buatan Sofia, Alfi pun mendapat laporan dari anak buahnya kalau ada wanita yg menghajar perampok tersebut sendirian. Alfi pun langsung menengok ke arah Sofia yg langsung paham situasi.
"Sayang, kau menghajar perampok dibawah?" tanya Alfi.
"Ya.. karena mereka mulai mengancam karyawanmu.. dan petugas keamanan agak lama tibanya." ucap Sofia.
"Terimakasih.. kau menyelamatkan karyawanku.." ucap Alfi.
"Ya sama-sama.. aku sengaja tak mengatakannya biar mereka mencari sendiri kebenarannya lewat Cctv.." ucap Sofia.
"Ya kau benar.. hari ini kau sudah bekerja keras.. memasak, membereskan apartemenku, dan sekarang menghajar para perampok di rumah sakitku.. apa yg tidak bisa dilakukan oleh istriku?" tanya Alfi.
"Aku tidak bisa menahan amarahku.. jadi kau berhati-hati.." ucap Sofia tersenyum.
"Baiklah.." balas Alfi.
"Bunga ini dari siapa?" tanya Sofia melihat sebuket bunga di pajangan.
"Itu dari Nathalie katanya hadiah karena tidak hadir di pernikahan kita.." ucap Alfi.
"Oh pantas saja, tadi ia pergi ke toko bunga.. jadi untuk memberimu bunga.." ucap Sofia sebal.
"Yah dia hanya memberi selamat.. kau tenang saja aku takkan tertarik padanya.." ucap Alfi.
"Oke.. tapi kau harus tahu wajah sinisnya saat melihatku di toko bunga tadi.." ucap Sofia kesal.
"Sabarlah, selagi ia tak mengganggu kita.. kau ke toko bunga juga beli bunga untuk siapa?" tanya Alfi curiga.
"Untuk ku pajang di rumah agar lebih berwarna.. ini lihat .." ucap Sofia memberikan foto dari bunga yg ia rangkai.
__ADS_1
"Oh.. begitu.." ucap Alfi.
Setelah waktu istirahat habis, Sofia pun kembali pulang. Alfi pun mengantarnya hingga ke lantai bawah. Disana para karyawan, dokter, dan perawat melihat Sofia sebagai istri Alfi dan memberikan hormat. Dan Nathalie yg kebetulan ada disana pun melihat pemandangan indah tersebut yg membuatnya naik darah. Apalagi saat Alfi bersikap sangat manis pada Sofia. "Aarggghh.. kenapa wanita itu harus muncul disini..?" gerutunya dalam hati.