Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP.246


__ADS_3

Diana pun terua mengejar hingga tak sadar sudah tiba disebuah danau. Fabio pun memerintahkan anak buahnya untuk menembaki Diana. Diana pun mencoba bertahan.


"Sepertinya akan jadi berita menarik jika seorang putri konglongmerat masuk ke danau.." ucap Fabio.


"Baik tuan, ayo kita buat wanita gila itu mati tenggelam di dalam danau.." ucap anak buah Fabio.


Dorr..Dorr..


"Akh.. mereka benar-benar sedikit saja aku terpeleset aku pasti akan masuk ke danau itu.." ucap Diana.


Brian pun berkali-kali menelpon Diana tapi Diana sudah tak sempat menjawab panggilannya. Diana sibuk mengendarai mobilnya menyusul Fabio. Tapi Brian terus mencoba hingga Diana mengangkatnya.


"Ada apa Bry?? aku sedang sibuk.." ucap Diana.


"Kau dimana?" tanya Brian.


"Diana jawab aku, kau dimana?" tanya Claude menyerobot.


"Aku sedang mengejar ayahmu, aku ada di jalan yg mengarah ke danau. Sudah ya salah sedikit aku akan terjun ke danau.." ucap Diana.


"Apaa?? Diana kau sungguh gila, cepat kembali.." ucap Kenneth membuat kedua saudara Diana menengok ke arah kemudi.


"Ternyata sampai kaptennya pun berkata begitu.." bisik Brian pada Claude.


Dorr..Dorr..


"Akkhhh.. " ucap Diana lalu sambungan telepon terputus membuat semua yg ada di dalam mobil panik.


"Akh, kalian coba lihat ke danau apa kalian melihat mobil Diana disana.." pinta Kenneth.


"Baiklah, kami akan mengawasi.." ucap Claude.


"Kapten, titik Diana sudah dekat." ucap Brian dengan GPS nya.


"Bagus.. terus amati.." ucap Kenneth.


"Disana.." tunjuk Claude menemukan mobil Diana yg hampir tenggelam.


Kenneth pun langsung mendekat dan berhenti. Kenneth turun dan melihat kondisi sekitar, dan dapat dipastikan Diana pingsan di dalam karena tak ada pergerakan. Kenneth pun turun dengan perlahan setelah memastikan medannya aman, lalu ia terjun ke dalam air.


"Kapten.. tunggu.." ucap Claude mrngikuti.


Claude pun ikut meluncur ke bawah mengikuti Kenneth, sementara Brian dengan setelen jasnya pun bingung karena pakaiannya tidak nyaman.


"Oh baiklah, aku akan melepasmu jas.." ucap Brian melepaskan jas mahalnya dan menaruhnya di mobil.


Lalu Brian meluncur ke bawah dan melihat Kenneth dan Claude sudah terjun ke air.


"Oh astaga kalian.." ucap Brian ragu masuk ke dalam air.


"Aku akan mencoba ke pintu kanan, kau coba di sisi kiri.." ucap Kenneth pada Claude.


"Baiklah.." ucap Claude.


Mereka berdua pun mencoba membuka pintu pintu dari kedua sisi. Dengan perjuangan akhirnya Kenneth berhasil membuka pintu dan mengeluarkan Diana dibantu oleh Claude.


"Diana bangunlah.." ucap Claude.


"Dia sepertinya pingsan.. ayo bawa ke daratan Brian sudah menunggu. " ucap Kenneth.


Calude dan Brian pun membawa tubuh Diana ke daratan dan Brian membantu mereka begitu mereka tiba di daratan.

__ADS_1


"Diana pingsan?" ucap Brian.


"Ya.. kita harus menyadarkannya.." ucap Claude.


Namun, Kenneth sudah buru-buru memberikan pertongan pertama pada Diana, dengan memberi nafas buatan dan menekan bagian dada untuk mengeluarkan air.


"Uhukkk.." Diana pun terbatuk dengan mengeluarkan air dari dalam mulutnya.


"Diana kau baik-baik saja..?" ucap Claude, Brian dan Kenneth.


"Kalian, terimakasih.." ucap Diana.


"Diana kau baik-baik saja?" tanya Kenneth.


"Iya.." balas Diana lemas.


"Tubuhnya lemas, kita harus membawanya ke rumah sakit terdekat.. " ucap Claude setelah memeriksanya.


Claude dan Kenneth pun mengambil jaket dan juga kemeja yg mereka lepas sebelum terjun ke air.


"Diana pakai ini.." ucap Claude dan Kenneth bersamaan.


"Baik.." ucap Diana menutupi tubuhnya yg basah dengan pakaian dari Claude dan Kenneth.


Claude pun menggendong Diana di punggungnya dibantu Kenneth dan Brian untuk naik perlahan. Brian pun membukakan mobilnya saat Diana hendak masuk dan mereka segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat. Baik Brian, Claude, dan Kenneth pun panik melihat Diana yg lemah tak berdaya. Di kening Diana juga tampak mengeluarkan darah.


"Diana bertahanlah, kau akan segera diobati.." ucap Claude memeluk Dian yg kedinginan karena bajunya basah.


Dengan cepat Kenneth membawa mobil menuju ke rumah sakit terdekat, dan begitu tiba disana Diana langsung ditangani. Satria yg terkejut pun langsung menuju ke rumah sakit tempat Diana dirawat. Lukanya tak serius hanya saja Diana sempat kehabisan nafas di dalam air.


Setelah mendapatkan perawatan Diana dipindahkan ke ruang perawatan dan dijaga oleh ketiga pria tersebut.


"Tidak aku kan menunggu hingga Diana sadar." ucap Claude.


"Di bagasi mobilku ada pakaianku kalian boleh memakainya." ucap Brian.


"Bolehkah?" tanya Claude.


"Ya.. mari kita ambil" ucap Brian.


"Kau tidak ikut kapten..?" tanya Brian.


"Tidak aku akan menunggu Diana sadar.." ucap Kenneth.


"Baiklah kalau begitu.." ucap Brian. Brian dan Claude pun mengambil baju di mobil dan Claude berganti pakaian.


Setelah itu Claude kembali ke ruangan Diana. Dilihatnya Kenneth tampak khawatir.


"Kau lebih baik mengkhawatirkan dirimu, pakaianmu basah semua, lebih baik kau berganti pakaian.." ucap Claude.


"Aku gagal menjaganya.." ucap Kenneth.


"Sudahlah, lagipula Diana kan bukan dalam pengawasanmu saat itu.." ucap Kenneth.


"Tapi.." ucap Kenneth.


"Atau kau menyukai Diana?" tanya Brian.


"Bukan begitu, baiklah aku akan pulang dan berganti pakaian.." ucap Claude.


"Cepat ganti pakaianmu, nanti kau yg sakit sendiri.." ucap Claude.

__ADS_1


Kenneth pun pergi setelah mendapat pertanyaan dari Brian, membuat Brian sedikit curiga.


"Kurasa dia menyukai Diana.." ucap Brian.


"Sudahlah, itu tak penting yg penting sekarang Diana harus segera sadar.." ucap Claude.


"Kau ingat bukan dia langsung memberi Diana nafas buatan?" tanya Brian.


"Itu normal Bry.. " ucap Claude yg memang menurutnya itu adalah hal biasa dalam dunia kesehatan.


"Bagiku tidak.. tapi yasudahlah.." ucap Brian.


Tak lama Satria pun tiba.


Ceklek..


"Kakek.." ucap Brian dan Claude.


"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Satria.


"Menurut yg lain, Diana mengejar Fabio sendirian dan ia mengalami tembakan sebelum jatuh ke danau." ucap Brian.


"Ini semua karena ayahku.." ucap Claude.


"Sudahlah Claude, dia memang harus ditangkap tapi mungkin bukan sekarang.." ucap Satria.


"Yg terpenting Diana selamat, dan sebentar lagi dia pasti sadar.." ucap Satria.


"Baik kek.." ucap Claude.


"Apa uncle dan aunty tau kondisi Diana sekarang?" tanya Brian.


"Mereka pasti tahu.. dan akan segera kemari.." ucap Satria.


"Apa aku tak apa menampakkan diri dihadapan mereka?" tanya Claude.


"Kau sudah ketahuan, tak apa nanti aku yg akan menjelaskan.." ucap Satria.


"Baiklah kek.." ucap Claude.


"Dimana Kenneth katanya dia ikut menyelamatkan Diana?" tanya Satria.


"Dia sudah pulang untuk berganti pakaian.." ucap Brian.


"Aku bersyukur kalian datang tepat waktu.. Terimakasih.." ucap Satria.


"Iya kek, kami kan bersaudara.." ucap Brian.


Namun, Claude nampak terdiam. Ia merasa bersalah, karena ia menjadi penyebab Diana mengalami ini semua. Padahal Fabio memang berniat untuk membalas dendam pada keluarganya. Tapi Claude terus merasa bersalah hingga tak bisa berkata apa-apa.


Tak berselang lama Sofia dan Alfi tiba. Mereka melihat kondisi Diana yg belum sadarkan diri.


"Mengapa ini bisa terjadi?" tanya Sofia.


"Diana mengejar Fabio sendirian, dan mobilnya yg tertembak oleng dan jatuh ke danau." ucap Brian.


"Syukurlah ada kalian.." ucap Alfi.


"Tapi kenapa dr.Claude ada disini?" tanya Alfi, begitu juga Sofia yg terkejut.


"Kalian ikut aku.." ucap Satria mengajak Sofia dan Alfi keluar untuk bicara. Satria pun menceritakan segalanya dan keduanya hampir tak percaya mendengar cerita Satria.

__ADS_1


__ADS_2