
Sofia pun keluar dari hotel tersebut dengan langkah gontainya. Pandangannya sudah kosong dan tak tahu arah tujuan mana yg ingin ia kunjungi. Ia bahkan nyaris tertabrak mobil saat menyebrang jalanan.
Tiiiinnn...Tiiinnn..
Seorang pria pun menariknya sehingga mobil tersebut bisa jalan tanpa adanya kecelakaan.
"Kakak.. apa yg sedang kau lakukan di tengah jalan.. " ucap Kenan.
"Ibu Kenan.. ibu.." ucap Sofia menangis.
"Jadi kau sudah tahu ibu dimana.. dimana ibu?" tanya Kenan.
"Kenapa kau menutupinya dariku?.." tanya Sofia menangis.
Kenan pun lekas membawanya ke dalam mobil. Karena bingung Kenan hanya memberikan air mineral pada Sofia dan bertanya keadaannya.
"Kak minumlah ini.." ucap Kenan dan Sofia pun menurut.
"Ada apa sebenarnya kak? kakak darimana?" tanya Kenan khawatir.
"Alfi.. dimana Alfi? kami tadi kecelakaan karena ulah anak buah Vall.." ucap Sofia yg baru sadar Alfi mengalami kecelakaan bersamanya.
"Kau sendiri kak apa tidak terluka?" tanya Kenan.
"Aku tidak apa-apa.. ayo kita ke lokasi kecelakaan tadi dan menghubungi markas karena tadi aku meminta bantuan mereka." ucap Sofia.
Kenan pun menahan segala pertanyaan dalam benaknya. "Sepertinya terjadi sesuatu pada kakak.." gumam Kenan dalam hati.
Sementara Sofia menelpon markas dan mereka telah menyelamatkan Alfi.
"Syukurlah Alfi selamat.." ucap Sofia.
"Jadi apa yg sebenarnya terjadi?" tanya Kenan.
"Kami keluar untuk membicarakan sesuatu.. " ucap Sofia.
"Lalu ?" tanya Kenan.
"Saat kami pulang, kami diikuti anak buah BlackStar. Sempat terjadi perkelahian hingga kami berhasil kabur tapi mereka mengikuti dan terus menembaki mobil kami hingga hilang kendali dan menabrak pembatas jalan." ucap Sofia.
"Lalu kenapa kakak bisa ada di jalanan tadi?" tanya Kenan.
"Vall membawaku ke sebuah hotel.." ucap Sofia dan Kenan pun langsung terkejut dan menepikan mobilnya.
"Katakan padaku apa yg sudah bedebah itu lakukan padamu? Kau tidak disentuh olehnya kan?" tanya Kenan.
"Tidak Ken, mereka hanya mengancamku dengan Ibu, mereka menangkapnya dan itu yg kau dan ayah sembunyikan dariku bukan?" ucap Sofia.
"Kau benar, kami memang merahasiakannya karna kami tahu Vall akan terus memintamu untuk menikah dengannya. Kami tak ingin kau terbebani dan sedang mencari jalan keluarnya.." ucap Kenan.
"Kenapa kalian harus berbohong, aku juga akan membantu kalian.. kalau sudah begini aku harus bagaimana Ken?" tanya Sofia.
"Apa ancaman si baj****an itu?" tanya Kenan.
"Dia ingin aku menerima lamarannya, kalau tidak dia akan membunuh ibu.. dan waktuku hanya 3 hari.. Bagaimana ini Ken?" tanya Sofia menitihkan air mata.
"Kita akan cari solusinya bersama.. ayo kita pulang dan bicarakan dengan ayah.. " ucap Kenan.
"Alfi bagaimana? " tanya Sofia.
__ADS_1
"Dia sudah jujur padamu segalanya?" balas Kenan.
"Iya dia sudah mengatakan segalanya.." ucap Sofia.
"Lalu apa hubungan kalian?" tanya Kenan.
"Kami akan langsung menikah.. tapi bagaimana dengan ibu..?" ucap Sofia.
"Secepat ini kak? kalian benar-benar sulit dipercaya.." ucap Kenan.
"Bukan itu masalahnya sekarang ibu ada pada mafia gila itu.." ucap Sofia.
"Yasudah, kita cari solusi untuk ibu dan kalian bisa menikah setelah semuanya aman.." ucap Kenan.
"Sekarang kita pergi ke markas, Alfi ada disana.." ucap Sofia.
"Baiklah.." balas Kenan.
"Selamat kak.." ucap Kenan.
"Aku bahkan tak tahu harus bahagia atau bersedih kali ini.." balas Sofia.
"Aku akan berusaha agar kita semua selamat.." ucap Kenan.
Setelah tiba di markas, Sofia dan Kenan pun pergi ke klinik untuk melihat kondisi Alfi. Disana Alfi sudah sadar dan kepalanya diperban.
"Alfi.." ucap Sofia menuju kearahnya.
"Sofia apa kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
"Aku baik-baik saja.." ucap Sofia.
"Itu hanya luka kecil.." balas Sofia.
"Kau dibawa kemana oleh mereka?" tanya Alfi.
"Mereka membawa kakakku ke hotel.." ucap Kenan yg baru datang.
"Apa yg baj***an itu perbuat padamu katakan Sofia?" tanya Alfi geram.
"Mereka hanya mengancamku, dan ibu sudah mereka sandera.. " ucap Sofia.
"Apa isi ancamannya?" tanya Alfi.
"Dia ingin aku menerima lamarannya.. kalau tidak mereka akan membunuh ibuku.." ucap Sofia menitihkan air mata.
"Sofia jangan menangis.. masih ada jalan keluar.." ucap Alfi menghapus air mata Sofia.
"Tapi, bagaimana jika mereka benar-benar melakukannya? aku sangat takut.." ucap Sofia.
"Mereka takkan melakukannya karena mereka hanya menginginkanmu.." ucap Alfi memeluk Sofia.
"Apa aku jadi obat nyamuk sekarang?" tanya Kenan melihat pemandangan tersebut.
"Kenan.. maaf kalau aku tidak sopan.." ucap Alfi.
"Tidak apa, aku bisa mengerti.. " ucap Kenan.
"Lebih baik bawa Sofia ke ruang perawatan, lengannya terluka.. nanti kita bicara.." ucap Alfi.
__ADS_1
"Baiklah, kau memang dokter sejati bahkan tahu kalau kakakku terluka.. " ucap Kenan.
"Ayo kak, diobati dulu.. nanti dokter itu mengomeliku.." ucap Kenan.
Sofia pun mengikuti perintah Alfi dan juga Kenan. Ia tanpa sadar terluka akibat benturan pada kecelakaannya bersama Alfi.
Saat Sofia diobati, Kenan meninggalkannya dan pergi ke ruangan Alfi. Disana Kenan dan Alfi bertukar informasi yg mereka dapatkan.
"Apa?? Sofia kau temukan di tengah jalan?" tanya Alfi.
"Ia pandangannya kosong, aku terkejut saat melihatnya.. jadi aku langsung menyelamatkannya.." ucap Kenan.
"Mafia gila itu sudah benar-benar keterlaluan.. Lalu apa rencana kalian?" tanya Alfi.
"Aku harus berbicara dengan ayah.. kau obati saja lukamu itu dan beristirahat disini.." ucap Kenan.
"Baiklah, terimakasih Ken.. kau awasi Sofia ya sementara aku disini maaf aku tak bisa melakukan tugasku.." ucap Alfi.
"Ya sudahlah, aku dan ayah akan menjaganya hingga kau pulih.. ngomong-ngomong selamat yah.. aku bahagia jika kakakku bahagia.. " ucap Kenan.
"Ya, terimakasih Ken.. Tapi aku khawatir Vall akan melakukan hal nekat.." ucap Alfi.
"Dia bisa melakukan segalanya, karena memegang kelemahan kami.. pokoknya kita harus cegah dan gagalkan pernikahan tersebut.. " ucap Kenan.
"Iya kau benar, aku tak rela Sofia menikahinya.." ucap Alfi.
"Apalagi aku.. sangat tak rela punya kakak ipar mafia baj***an sepertinya.." ucap Kenan.
"Baiklah, kalau begitu aku dan kakakku akan pulang.. kau istirahat saja nanti aku akan kabari semuanya.. " balas Kenan.
"Ya Ken.." ucap Alfi
Selepas Kenan dan Sofia pergi kini Alfi merenungi nasibnya. "Bagaimana jika Sofia menikahinya?? Aku benar-benar bisa gila dibuatnya.." gumam Alfi dalam hati.
Sementara Kenan dan Sofia kini sudah tiba di apartemannya. Satria membukakan pintu dan langsung memeluk Sofia.
"Sofia kau tidak apa-apa kan? apa ini?" tanya Satria memeriksa luka di lengan Sofia.
"Ayah sudah dengar kan aku mengalami kecelakaan bersama Alfi.. aku hanya luka ringan ayah.." ucap Sofia.
"Baiklah ayo masuk.. kau bersih-bersih dulu dan beristirahat di kamar nanti kita bicara.." ucap Satria.
"Iya ayah.." balas Sofia tak bersemangat.
"Kau sudah makan Sofia?" tanya Satria.
"Belum.." balas Sofia.
"Mau makan apa? ayah akan pesankan.." ucap Satria.
"Apa saja ayah.." ucao Sofia.
"Oh baiklah.. " balas Satria. "Masih untung daripada terserah.." gumam Satria.
"Ayah.. sepertinya kakak sedikit terguncang lebih baik kita biarkan dia istirahat.." ucap Kenan.
"Ya aku sudah memintanya beristirahat saja.. Mari kita bahas informasi hari ini.. " ucap Satria.
"Oke.." balas Kenan.
__ADS_1