
Sofia pun masih kesal dan berdiam diri semalaman. Tak ada seorangpun yg bisa masuk ke dalam kamarnya karena ia menguncinya dari dalam. Tak habis akal, Sofia mengecek setiap sudut kamarnya. Tapi ia juga pasti akan terlihat CCTV. "Seandainya aku bisa seperti Kenan pasti CCTV ini sudah ku retas agar bisa kabur.." gumam Sofia dalam hati.
Tapi Sofia pantang menyerah ia melihat-lihat sekitar dan juga langit-langit kamarnya. Ia berpikir apakah ia bisa kabur melalui atap. "Bagaimana caranya aku kabur dari sini..?" gumam Sofia dalam hati.
Ia bahkan sudah melepas cincin pemberian Vall begitu tiba di kamar. Rasanya ia sangat kesal jika melihat cincin tersebut.
Pagi hari Sofia terbangun dari tidurnya. Ia berolahraga seperti kemarin di dalam kamarnya. Lalu setelah itu ia mandi. Dan saat ia keluar dari kamar mandi ia melihat Vall sudah berada dikamarnya. Sofia pun sudah menduga kalau sang pemilik rumah pasti punya kunci cadangan.
Dengan tatapan malas Sofia menjauhi Vall yg tersenyum padanya. "Untunglah aku sudah berpakaian rapi atau dia bisa berpikir mesum lagi.." gumam Sofia dalam hati.
"Pagi Sofia.. sepertinya kau semakin cantik saja.." ucap Vall.
"Pagi, mafia gila.." balas Sofia.
"Whattt?? Sofia hormati sedikit tunanganmu ini.." ucap Vall.
"Maaf kemarin malam bukan tunangan tapi pemaksaan.. mana ada lamaran seperti itu.." ucap Sofia.
"Kalau aku bilang kita tunangan ya harus tunangan..! dan kita ini calon suami istri.." ucap Vall.
Bughhh..! Seketika bogem mentah Sofia pun melesat ke arah wajah Vall.
"Sofia aku sudah menahan diri sejak kemarin..!" ucap Vall.
"Ayo kita bertanding sampai mati, karena aku tak sudi menjadi istri seorang mafia gila sepertimu..!" teriak Sofia.
"Aku akan mengabulkannya tunangganku.. mari kita bertarung sampai mati.." ucap Vall.
"Baguslah kalau begitu.." ucap Sofia.
"Kalian siapkan ring untuk kami..!" perintah Vall.
Vall yg sudah kehabisan akal pun mengikuti permintaan Sofia. Mau tak mau Vall harus menaklukan Sofia agar wanita itu tunduk terhadapnya. "Kau harus jadi milikku Sofia..!" gumamnya.
Kini mereka sudah berada di ring bertarung. Sofia pun tersenyum senang walau tahu pasti Vall akan berbuat curang melihat anak buahnya bersiap-siap.
"Apa ini tuan Vall? kau akan mengeroyokku? aku ini hanya seorang wanita tak bisakah kau melawanku seorang diri?" cibir Sofia.
"Kau salah sayang, aku sedang mengantisipasi jika aku terlalu kasar padamu.." ucap Vall tersenyum.
"Cih, psyco.." ucap Sofia.
"Apa kau bilang?" teriak Vall.
"Sudahlah ayo mulai banyak bicara.." ucap Sofia.
__ADS_1
Dan pertandingan pun dimulai. Sofia pun menyerang Vall lebih dahulu untuk mengetahui kekuatan Vall. Serangan-demi serangan ia lancarkan namun berhasil dihindari dan ditepis oleh Vall.
"Gerakan yg bagus Sofia.." ucap Vall dengan seringainya.
"Come on Vall.. " ucap Sofia menantangnya.
Vall pun tertantang dan menyerang Sofia. Pertarungan mereka pun menjadi sengit karena kekuatan mereka seimbang. Sofia dengan tubuh wanita yg relatif lebih ringan membuatnya leluasa bergerak, sedangkan Vall dengan bobot laki-laki yg membuat tenaganya besar.
Serangan demi serangan berhasil Sofia hindari, hingga tinjuan Vall mengenai wajahnya. Bughhh...
Vall pun berhenti melihat keadaan Sofia dari jauh. Sofia pun terbangun dan mengelap bibirnya yg berdarah.
"Oh jadi ini kekuatan pemimpin BlackStar.." ucap Sofia tersenyum.
William yg melihat Sofia pun mengerutkan dahinya.
"Gadis gila macam apa yg tersenyum setelah terkena pukulan?" gumam William dalam hati.
"Sayang kau masih sanggup?" tanya Vall.
Bughhh..
Sofia pun membalas pukulan Vall dan mengenainya langsung.
"Berhenti memanggilku begitu..!" ucap Sofia kesal.
"Berhenti bicara omong kosong!" teriak Sofia sembari melancarkan tinjunya yg kini ditangkap Vall.
"Sayang, kali ini tidak kena..!" ucap Vall tersenyum dan menarik tubuh Sofia ke dalam pelukannya.
Tak mau kalah Sofia melepaskan diri dengan menyikut ulu hati Vall. Dukkk..
"Akhh.. kau memang suka sekali bertindak kasar.." ucap Vall meringis kesakitan.
Sofia pun tak membuang peluang saat Vall jatuh dan melancarkan tendangan mautnya. Tapi tendangan tersebut berhasil dihindari Vall.
"Wah maaf Sofia aku sudah hafal dengan gerakan tadi dan tak ingin terkena tendanganmu lagi.." ucap Vall.
"Sial dia sudah mengamati gerakanku.. aku harus berusaha keras.." gumam Sofia dalam hati.
Pukulan demi pukulan pun mereka layangkan, hingga sudah 1 jam lamanya mereka sudah bergelut di atas ring. Masing-masing sudah kehilangan tenaganya. Dan kini pukulan dari masing-masing membuat mereka pingsan.
Bughh.. Bughh..
Vall pun terjatuh lebih dahulu dan pingsan.
__ADS_1
"Wah aku berhasil menjatuh kan pimpinan BlackStar.." ucap Sofia tapi sedetik kemudian ia pun pingsan.
Kini William dibuat pusing oleh Vall. "Apa-apaan ini tuan? kenapa harus berkelahi segala untuk meluluhkan hati gadis gila ini?" gumam William yg tengah sibuk mengurusi kedua orang tersebut.
Ia pun memanggil dokter tambahan melihat atasannya juga terluka parah. Dan kesempatan ini dimanfaatkan Alfi untuk menyelinap masuk. Alfi pun datang sendiri dengan sebuah mobil. Ia langsung diarahkan menuju sebuah kamar.
"Dokter bisa mengobati wanita yg ada di dalam.." ucap William dengan ekspresi datarnya.
Alfi pun mengangguk dan masuk. Ia melihat wanita tampak babak belur sehabis bertarung. Dengan seksama ia memperhatikannya dari kejauhan. "Apakah itu Sofia? apa dia sedang disiksa disini?" gumam Alfi dalam hati. Ia pun tak tega melihat pujaan hatinya sampai disiksa begini.
Saat mendekat benar saja itu adalah Sofia. Ia pun segera memeriksa kondisinya. Tapi untungnya Sofia tidak cedera berat hanya luka memar dan tampaknya ia kehabisan energi. Alfi pun mengobatinya dengan teliti. "Sofia apa yg sebenarnya terjadi disini?" gumam Alfi melihat begitu banyak luka lebam.
Saat diobati, Sofia pun merasakan perih pada lukanya.
"Akhh.. apa yg anda lakukan?" tanya Sofia.
Tapi Alfi hanya menaruh jari telunjuk di bibirnya isyarat untuk tetap tenang.
"Sssttt.. Sofia ini aku jangan berisik.." ucap Alfi pelan.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Sofia heran.
"Aku ditugaskan untuk melacak keberadaanmu, kau tenanglah agar mereka tak curiga.." ucap Alfi.
"Baiklah.." ucap Sofia.
Alfi pun bertanya apa yg telah Sofia lakukan hingga babak belur begini.
"Apa yg terjadi?" tanya Alfi berbisik-bisik.
"Aku menantang pimpinan BlackStar." jawab Sofia enteng.
"Sofia, apa kau tidak terlalu nekat melakukannya?" tanya Alfi.
"Aku putus asa untuk kabur darisini apalagi.." ucap Sofia terhenti saat Vall masuk ke kamarnya masih dalam posisi babak belur.
"Dokter bagaimana dengan kondisi tunanganku?" tanya Vall.
"Tunangan??" gumam Alfi dalam hati, ada rasa marah, kesal juga sedih dihatinya.
"Oh, nona ini baik-baik saja tuan, hanya luka memar.. akan sembuh dalam 2-3hari " jawab Alfi dengan menaham emosinya.
"Baguslah.. aku percayakan calon istriku padamu.. dia harus sembuh dan hilangkan semua bekas lukanya.." ucap Vall.
"Baik tuan.." balas Alfi.
__ADS_1
Dalam hatinya ia kesal bukan main. "Tunangan?? Calon istri? dasar bedebah gila.. jadi ini pimpinan BlackStar yg gila itu.." gumam Alfi dalam hati.