Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.138


__ADS_3

Alfi pun berusaha untuk menahan tawanya karena ternyata dugaan ibunya benar. Sungguh Bima orang yg sangat tidak peka. Padahal ia tahu Alfi sedang berhubungan dengan Sofia.


"Begini ayah, tadi paman Satria hanya menanyakan hubunganku dengan Sofia." balas Alfi.


"Lalu apa kesalahanmu? kau main-main sama anak gadisnya??" tanya Bima.


"Ayah aku ini sudah dewasa dan juga aku tidak sedang main-main dengan Sofia. Tadi paman hanya menanyakan kesungguhanku.." balas Alfi.


"Benar begitu??" tanya Bima.


"Benar ayah, kalau ayah tidak percaya hubungi saja paman Satria. Dia juga menanyakan kapan kita bisa berkumpul dan membahas pernikahanku dengan Sofia." balas Alfi.


"Ayah benar-benar tidak peka, bagaimana ibu menghadapinya selama ini?" gumam Alfi dalam hati.


"Baiklah aku akan segera menghubunginya dan juga ibumu.." balas Bima seketika tersenyum.


"Oke.. aku mau mandi dulu.." ucap Alfi pergi meninggalkan ayahnya.


Bima pun bicara pada Satria sekitar 15 menit, dan sudah dipastikan Satria tertawa mendengar ocehan Bima yg sangat tidak peka. Lalu mereka membahas masalah pertemuan keluarga yg akan dilaksanakan nanti. Setelah selesai bicara dengan Satria, Bima pun tersenyum lebar sembari mengabari istrinya. Namun, sayang Siska tengah di ruang operasi hingga teleponnya tak mungkin diangkat.


"Sayang kau ini aku sedang membagikan berita bahagia kau malah tak mengangkatnya.." gerutu Bima dan disaksikan Alfi.


Alfi pun tersenyum dan kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia benar-benar tak menduga bahwa ayahnya akan sebahagia ini. Jika ayahnya saja bisa sangat bahagia bagaimana dengan Alfi yg akan menjalaninya?? pasti ia sangat bahagia pula.


Bahkan Bima sampai menjemput Siska dari rumah sakit. Siska pun bingung ada angin apa suaminya tiba-tiba menjemputnya.


"Sayang kau tumben menjemputku.." ucap Siska.


"Ada berita bahagia sayang.. sudah kau naik mobilku saja, mobilmu biar anak buahku yg membawanya ke rumah.." balas Bima.


"Oke.." ucap Siska yg sudah lelah.


Setelah masuk ke dalam mobil, Bima pun langsung menyalakan mesin dan tancap gas menuju rumahnya.


"Jadi katakan ada berita bahagia apa?" tanya Siska.


"Alfi dan Sofia akan menikah, tadi putra kita sudah menemui Senior dan ia merestuinya.." balas Bima.


"Oh, aku kira apa.." balas Siska.


"Kau tak bahagia?" tanya Bima bingung.


"Tentu saja bahagia, tapi aku tak terkejut karena Alfi adalah calon menantu idaman. Lihat saja putra kita, tampan, mapan, tubuh tinggi atletis, juga ia tak suka gonta-ganti pacar.." ucap Siska.


"Benar juga ya.. Walaupun begitu aku tetap bahagia.." ucap Bima.


"Ya aku juga bahagia sekaligus bersyukur.." ucap Siska tersenyum.

__ADS_1


"Eehh.. kita mau kemana kok belok?" tanya Siska saat Bima membelokkan arah.


"Kita harus beli makanan enak untuk Alfi, dia kan jarang ada dirumah.." ucap Bima.


"Oke.. aku setuju.." ucap Siska.


Mereka pun mampir sebentar ke restourant kesukaan Alfi dan membeli makanan untuk dibawa pulang. Saat pulang, Alfi sedang menantikan kedua orang tuanya untuk membahas soal pernikahannya. Mereka bertiga pun sangat antusias membahasnya terutama Bima. Bima paling semangat saat membicarakan rencana Alfi. Malam itupun mereka makan bersama dan mengobrol hingga larut malam.


☘☘☘


Keesokan harinya Bima mengabari jadwal untuk pertemuan keluarga antara Satria dan dirinya. Sesuai Jadwal masing-masing mereka akan bertemu di restourant milik Dina besok sore.


Keesokan harinya, mereka nampak bekerja di tempat masing-masing. Dan hanya Alfi yg menganggur karena rumah sakitnya ada di Singapura. Ia pun berfikir sejenak, bagaimana kehidupannya dengan Sofia jika ia masih berada di Singapura?? apakah ia akan membawa Sofia kesana atau membuka cabang baru rumah sakitnya disini?..


Hingga sore hari pun tiba, ia bersiap-siap sebelum berangkat menuju Resto. Ia berpakaian rapi, ia ingin tampak maksimal dihadapan calon mertua serta Sofia. Ia sampai membongkar seluruh lemarinya hingga pakaiannya berserakan di atas tempat tidur.


"Yg mana yg harus aku pakai??" gumam Alfi.


Hingga akhirnya ia memilih kemeja lengan panjang berwarna biru navy dan memakai celana panjang berwarna hitam, tak lupa lengannya ia gulung sedikit agar tidak terkesan acara formal. Ia memakai jam tangan mewah serta sepatu hitam. Lalu ia bercermin.


"Apakah aku sudah lebih baik?? bagaimana respon orang tua Sofia saat melihatku?" gumam Alfi.


Alfi pun memantapkan hati dan pergi menuju kantor SHIELD untuk menjemput Sofia. Sofia pun kebetulan sudah ada di ruangannya dan hendak pulang. Hingga Alfi pun masuk setelah mendapat ijin dari sekertaris Sofia.


"Masuk.." ucap Sofia saat ada ketukan pintu.


"Ya.. aku sekarang pengangguran.. jadi aku bisa tiba lebih awal.." balas Alfi tersenyum.


"Tapi ibuku menyuruhku ke salon sebentar.." ucap Sofia.


"Ya tidak apa.. aku akan menemanimu.." ucap Alfi.


Dan setelah Sofia membereskan mejanya, ia pun pergi bersama Sofia menuju salon. Disana ia harus menunggu Sofia berganti pakaian dan sedikit didandani.


"Mba aku minta make up tipis dan natural, kalau bisa selesai dalam 15 menit.. bisa??" tanya Sofia.


"B-baiklah nona akan saya coba.." ucap pegawai salon tersebut.


"Bagus.." ucap Sofia.


15 Menit kemudian make up tipis sesuai keinginan Sofia pun selesai, lalu si pegawai salon pun bertanya masalah rambut Sofia.


"Nona rambutnya mau seperti apa?" tanyanya.


"Pasti lama.. blow saja biar cepat.. " ucap Sofia.


"Baik nona.." ucap pegawai tersebut.

__ADS_1


10 menit kemudian Sofia pun sudah siap untuk pergi bersama Alfi. Disana Alfi masih menunggunya sembari bermain ponsel. Lebih tepatnya ia melihat laporan mengenai rumah sakitnya.


"Kau sudah selesai?" tanya Alfi.


"Ya.. bagaimana?" tanya Sofia.


"Sangat cantik.. jadi ayo kita berangkat.." ucap Alfi.


"Ayo.." ucap Sofia.


Dan mereka pun pergi menuju resto milik aunty Dina. Mereka begitu senang mendengar kabar rencana pernikahan Sofia dan Alfi, hingga menyediakan tempat reservasi terbaik.


Sesampainya disana, masih terlihat sepi. Keluarga mereka belum datang.


"Apa kita yg pertama hadir?" tanya Sofia.


"Sepertinya begitu.." ucap Alfi.


"Baiklah ayo kita masuk saja.." ucap Sofia.


Disana pun Sofia disambut dengan ramah oleh Dina dan juga Alice. Mereka berdua dipersilahkan menuju tempat yg direservasi.


"Kak Sofia.. kau cantik sekali hari ini.." ucap Alice.


"Terimakasih Alice.. " ucap Sofia.


"Semoga sukses ya kalian berdua.." ucap Alice.


"Iya Alice terimakasih.." ucap Alfi dan Sofia.


"Ayo ikut denganku, ruangan kalian ada di sebelah sana.." balas Alice.


Mereka pun mengikuti Alice menuju ke ruangan pertemuan. Alfi pun membuka pesan di ponselnya kalau Ayahnya sedang rapat dengan Satria dan akan tiba 30 menit lagi, dan ibunya akan tiba 15 menit lagi karena tadi ada operasi dadakan. Hingga mereka berdua pun bisa menghabiskan waktu berdua. Dan Kenan serta Reina juga sedang ada rapat dengan kliennya.


"Apa keluarga kalian masih lama?" tanya Alice.


"Sepertinya begitu." ucap Sofia.


"Baiklah.. aku akan membawakan sesuatu untuk kalian sembari menunggu.." ucap Alice.


Tak lama Alice pun kembali dengan membawa nampan dibantu oleh pegawainya. Alice pun menyediakan makanan kecil dan minuman untuk Sofia dan Alfi.


"Silahkan dinikmati, anggap saja kalian sedang kencan oke.." ucap Alice.


"Terimakasih Alice.." ucap Sofia.


"Terimakasih Alice, sepertinya memang ini yg kami butuhkan." ucap Alfi.

__ADS_1


"Ya sama-sama.. nikmatilah sebelum keluarga kalian tiba.." ucap Alice tersenyum lalu pergi dari ruangan tersebut diikuti oleh pegawainya.


__ADS_2