
Sesampainya di hotel, Sofia masuk ke dalam dan bertemu William.
"Lama tak bertemu William, apa kau merindukan pukulanku?" tanya Sofia tersenyum menatap wajah William yg sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Maaf nona, tuan Vall sudah menunggu anda.." ucap William.
"Oh baiklah, kalian ini tidak sabaran sekali.." ucap Sofia.
Sofia pun diajak masuk ke dalam sebuah kamar. Sofia diminta duduk di sebuah sofa di kamar tersebut. Muncullah Vall dengan hanya menggunakan kimono mandinya, membuat Sofia jijik melihatnya. "Orang ini pasti punya niat buruk.." gumam Sofia sembari mengalihkan pandangan.
"Hai Sofia, akhirnya kau datang juga.." ucap Vall tersenyum.
"Yah, tapi nampaknya kau tak menghargai kehadiranku dengan memakai pakaian yg tidak sopan.." ucap Sofia.
"Oh ayolah, nanti juga kita akan menikah.." balas Vall.
"Tapi aku tidak suka pada pria yg berpenampilan tidak sopan di hadapan wanita. Yah aku lebih suka pria yg selalu rapi di hadapan wanita manapun." ucap Sofia.
"Maaf Sofia, aku akan berpakaian rapi sekarang, tunggulah.." balas Vall tersenyum.
"Ya, kuharap kau memakai pakaian yg tidak memalukan.. " balas Sofia.
Sementara Vall bersemangat untuk bertemu Sofia. Ia sampai bingung hendak memakai pakaian yg mana. Terlebih ia hanya membawa sedikit pakaian.
"Harusnya aku membeli pakaian baru agar Sofia menyukaiku.." gumamnya memilih-milih baju.
Setelah hampir setengah jam berpakaian Vall pun keluar dan menemui Sofia.
"Hallo Sofia, bagaimana dengan penampilanku..?" tanya Vall.
"Yah.. tidak buruk.." ucap Sofia.
"Kau pasti bosan menungguku, maaf ya.." ucap Vall.
"Ya pasti membosankan menunggu laki-laki yg berpakaian saja lama sekali.." ucap Sofia sambil tengah asik bermain ponsel.
"Sofia kau mau kemana hari ini?" tanya Vall.
"Aku tak kemanapun, kita hanya akan membahas perjanjian bukan?" ucap Sofia sambil fokus pada ponselnya.
Vall yg geram pun mengambil alih ponsel Sofia.
"Kau pasti menghubungi Dokter gadungan itu.." ucap Vall memeriksa ponsel Sofia.
Tapi saat Vall memeriksanya ia hanya menemukan contoh gaun pernikahan.
"Apa kau sudah menemukan pesan dari orang yg kau maksud?" tanya Sofia menyunggingkan senyuman karena jelas ponsel ini adalah ponsel baru yg tak ada jejak Alfi sama sekali.
"Maaf Sofia aku tak tahu kau sedang mempersiapkan pernikahan kita.." ucap Vall.
"Ya, walaupun aku tidak mencintaimu setidaknya aku ingin menikah dengan layak.. kau tahu bukan keluargaku seperti apa?" ucap Sofia.
"Maaf Sofia, aku benar-benar cemburu.." ucap Vall.
__ADS_1
"Kena kau.." gumam Sofia dalam hati.
"Ya daripada itu, lebih baik kita bahas perjanjian kita.." ucap Sofia.
"Ya baiklah.. aku tahu kau sudah tidak sabar.." ucap Vall.
"Jadi kau menerima lamaranku?" tanya Vall.
"Ya dengan beberapa syarat.." ucap Sofia.
"Katakanlah.." balas Vall.
"Pertama bebaskan ibuku, kedua jangan sentuh keluargaku dan yg ketiga aku paling tidak suka pada laki-laki yg mendekatiku karena harta keluargaku.. kau tahu kan istilah parasit? ya aku sangat membencinya.." ucap Sofia.
"Wow banyak sekali keinginanmu.." ucap Vall.
"Itu tidak banyak, aku bahkan tidak meminta uangmu atau perusahaanmu.." balas Sofia tersenyum.
"Aku bisa mengabulkan yg pertama dan yg kedua, tapi yg ketiga apakah tidak berlebihan..?" tanya Vall.
"Yah, bagaimana ya? aku tak mau dengan laki-laki pemalas yg ingin harta milikku.." ucap Sofia.
"Baiklah aku akan melakukannya.. tapi bukankah kita harus melakukan pertemuan keluarga?" tanya Vall.
"Oke aku tak masalah, tapi bebaskan dulu ibuku.." ucap Sofia.
"Kalau aku bebaskan kau bisa kabur dan mengingkari janjimu.." ucap Vall.
"Dasar mafia gila.. dia memang menggunakan kelemahanku.." gumam Sofia dalam hati.
"Baiklah aku akan mempertemukanmu dengannya nanti.." ucap Vall.
"Baguslah, lebih cepat lebih baik.." balas Sofia.
"Kau sangat tidak sabaran menanti pernikahan kita.." ucap Vall.
"Tentu.." balas Sofia. "Lebih tepatnya aku tak sabar ingin menembak kepalamu.." gumam Sofia dalam hati.
"Baiklah, aku sudah menyiapkan cincin mahal.. " ucap Vall.
"Benarkah?" tanya Sofia.
"Ini dia cincinnya.." ucap Vall mengeluarkan kotak kecil berisi cincin.
"Lumayan.." ucap Sofia.
"Aku tak tahu seleramu.. tapi ini cincin mahal.. aku akan segera memakaikannya.." ucap Vall.
"Baiklah.. " balas Sofia mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Vall dengan rasa bahagia.
"Cincinnya sangat pas dan cocok di jarimu, ini memang milikmu.." ucap Vall setelah memasangkan cincin.
"Kini giliranmu, aku akan memakaikan cincimu.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Baiklah.." balas Vall mengulurkan tangan dan Sofia memakaikannya.
"Terimakasih Sofia.." ucap Vall ingin memeluk Sofia.
"Maaf Vall, kurasa aku tak terbiasa dengan kontak fisik.. lebih baik kau harus hati-hati jika tak ingin kena pukulanku.." balas Sofia.
"Baiklah, aku akan sabar menunggu sampai pernikahan.. " ucap Vall.
"Terimakasih Vall.." balas Sofia.
"Sofia kau tahu aku sangat senang kau bersikap lembut begini dan menerimaku dengan baik.." ucap Vall.
"Tentu, bukankah aku tak punya pilihan?" balas Sofia tersenyum. "Sesungguhnya aku sangat jijik beradegan romantis dan bersikap manis padamu. Rasanya aku mau muntah..!" gumam Sofia dalam hati.
"Walaupun jawabanmu begitu, tapi aku bahagia kau bersikap baik saat ini.." ucap Vall.
"Jadi apakah susah selesai? Lalu aku harus pulang atau kita bisa berjalan-jalan?" tanya Sofia.
"Tentu Sofia, mari kita jalan-jalan.." ucap Vall.
"Oke.. ayo kita jalan-jalan.." balas Sofia.
Sofia dan Vall pun keluar dari hotel tersebut. Mereka menuju ke pusat perbelanjaan/ Mall terdekat. Entah apa yg akan dibelinya, Sofia hanya ingin membuat Vall percaya padanya.
"Sofia apa kau ingin berbelanja?" tanya Vall.
"Yah kita lihat saja apa ada yg sesuai dengan seleraku.." balas Sofia.
"Baiklah, kau bebas berbelanja sesukamu.." ucap Vall.
"Tentu saja, aku juga punya uangku sendiri.." balas Sofia.
"Oh tunanganku ini sangat tidak ingin bergantung padaku rupanya.." balas Vall.
"Sebelum menikah aku takkan menggunakan uangmu untuk berbelanja kebutuhanku atau apa yg kuinginkan.." balas Sofia.
"Baik-baik.." ucap Vall tersenyum."Rasanya seperti mimpi bisa bersama Sofia tanpa ada emosi.." gumam Vall dalam hati.
Kini mereka telah tiba di sebuah Mall. Vall pun memarkirkan mobilnya dan mereka turun dari mobil. Mereka segera masuk ke dalam Mall dan berkeliling. Sofia yg tidak terlalu suka berbelanja hanya masuk dan melihat-lihat.
Tak banyak barang yg dibeli Sofia, ia hanya membeli beberapa baju dan menolak dengan keras apabila Vall ingin membayarnya dengan uangnya. Hingga Sofia lelah dan ingin istirahat di sebuah restourant.
"Aku lelah, ayo kita istirahat di restourant dan makan.." ucap Sofia.
"Baiklah.." balas Vall mengikuti kemauan Sofia.
Mereka pun memesan makanan disana. Sofia tak banyak bicara pada Vall tapi memperhatikan apabila Vall bicara.
"Besok aku akan menjemputmu dan bertemu ayahmu.." ucap Vall.
"Oke.. " balas Sofia.
"Tapi apa dia masih marah padaku?" tanya Vall.
__ADS_1
"Coba kalau kau yg akan dibunuh seorang pria muda yg ternyata menyukai putrimu. Apa kau akan menerima pria tersebut?" tanya Sofia membuat Vall tertohok dan tak mampu berkata-kata.
"Sudahlah.. makan saja.." balas Sofia. "Baru begitu saja kau langsung diam.." gumam Sofia dalam hati.