
Malam ini pada pukul 7, Rose dan Kenan pergi menuju area tarung bebas tersebut. Rose yg sudah tahu lokasinya pun mengemudikan mobilnya. Mereka berdua pergi setelah berpamitan pada kakeknya, tak lupa mereka juga mengingatkan untuk kakeknya tidak menyuruh siapapun untuk mengikutinya. Lalu mereka pun berangkat setelah berpamitan. Doni yg melepas kepergian cucunya pun hanya bisa menarik nafas panjang. "Dasar bocah-bocah itu mengurungku disini.. padahal aku ingin ikut bersenang-senang menyaksikan pertarungan disana.." gumam Doni.
Doni yg sangat menyukai pertarungan bebas pun hanya bisa berdiam diri di hotel. Ia sangat merindukan masa-masa mudanya yg penuh semangat seperti Rose. Tapi disisi lain ia berharap kedua cucunya pulang dalam keadaan sehat.
Sesampainya disana, sudah mulai ramai dipadati penonton yg hadir untuk menyaksikan pertandingan. Mereka pun langsung mengantri untuk membeli tiket masuknya. Setelah mengantri Rose pun maju dan membeli tiketnya. Rose pun mengutarakan keinginannya untuk bertemu tuan Guido.
"Permisi aku ingin membeli 2 tiket masuk dan aku ingin bertemu dengan tuan Guido.." ucap Rose.
"Apa anda sudah membuat janji nona?" tanya si petugas laki-laki yg berjaga di penjualan tiket.
"Belum tapi aku dengar dari seorang kenalanku kalau aku bisa menemuinya disini.." ucap Rose.
"Baiklah nona tunggu sebentar .." balasnya.
Kemudian muncullah 2 orang berbadan besar menghampiri Rose.
"Silahkan ikuti mereka nona.."
"Baiklah.." balas Rose.
Kenan pun mengikutinya dari belakang dan berjaga-jaga mengamati sekitar. Mereka pun memasuki tempat khusus. Mereka pun berhenti karena hanya meminta 1 orang untuk masuk.
"Biar aku saja kak.." ucap Kenan.
"Tidak kau disini saja berjaga-jaga.. " balas Rose.
Kenan pun tahu sikap keras kepala kakaknya dan hanya diam saja menurut. Kini ia hanya menunggu kakaknya keluar dari ruangan tersebut.
"Silahkan nona.. tuan Guido ada di dalam.."
"Baik.." balas Rose.
Rose pun masuk dan melihat seorang laki-laki ug disebut tuan Guido.
"Selamat datang nona.. tak kusangka kita bertemu lagi.. " ucap tuan Guido.
__ADS_1
"Iya kita bertemu lagi tuan .." balas Rose.
"Jadi apa yg membuatmu datang lagi kemari ?"tanya tuan Guido.
"Aku ingin pergi ke pulau X yg ada dinegara Z.. " ucap Rose.
"Dari mana anda tahu tempat itu?" tanya tuan Guido.
"Dari tuan Chris.." jawab Rose.
"Dan apa tujuanmu kesana..?" tanya tuan Guido.
"Aku ingin melihat produksi kain tradisional disana.." jawab Rose.
"Jangan bercanda nona.. aku rasa bukan itu.." ucap tuan Guido.
"Baiklah, aku sedang mencari seseorang.. kemungkinan besar mereka ada disan berdasarkan jejak yg kutemukan.." ucap Rose.
"Siapa mereka..?" tanya tuan Guido.
"Orang yg berharga bagiku.. " jawab Rose.
"Aku rasa anda tak perlu tahu urusan pribadiku tuan.." balas Rose.
"Baiklah jika kau bersikap begitu.. Malam ini kau naiklah ke atas ring.. " ucap tuan Guido.
"Apaa?" ucap Rose terkejut.
"Aku tahu kemampuanmu nona, aku sudah melihatnya dari cctv beberapa hari yg lalu.. jadi tunjukanlah kesungguhanmu.." ucap tuan Guido.
"Baiklah tuan.. aku terima tantanganmu.." ucap Rose.
"Baguslah.." balas tuan Guido.
Rose pun keluar dari ruangan dengan wajah serius membuat Kenan penasaran.
__ADS_1
"Bagaimana kak?" tanya Kenan.
"Aku harus naik ke atas ring malam ini.. agar mereka mau menunjukkan jalan.." jawab Rose.
"Apa? kak kau tidak sedang bercanda kan.. bagaimana dengan luka ditanganmu?" tanya Kenan.
"Lukanya sudah menutup kata Alfi.. aku akan baik-baik saja.." balas Rose.
"Baiklah.. berhati-hatilah aku siap untuk menggantikanmu nanti.." ucap Kenan khawtir pada kakaknya.
Rose pun kini telah bersiap. Dan pembawa acara pun memberikan pemberitahuan bahwa akan ada pendatang baru yg akan menantang petarung-petarung mereka malam ini. Membuat penonton semakin bersorak gembira. Mereka pun melakukan taruhan-taruhan untuk memastikan siapa yg pantas menjadi pemenang.
Rose yg tengah bersiap pun dihampiri oleh tuan Guido.
"Nona anda harus lolos jadi juara malam ini.. kalau tidak aku tidak akan membantumu.." ucap tuan Guido tersenyum.
"Baiklah.." ucap Rose serius. "Bersiaplah tuan membuat petarungmu libur untuk sementara.." gumam Rose dalam hati.
"Chris awas saja kau jika telah menipu kami.. " gumam Kenan dalam hati.
Pertandingan pertama pun dimulai, para penonton yg terkejut melihat Rose yg seorang wanita maju ke atas ring pun mencibir dan merendahkan Rose. Tapi Rose tetap fokus pada lawannya, seorang lelaki bertubuh kurus yg sudah dipastikan gerakannya cepat. "Aku harus fokus.." gumamnya dalam hati.
Wasit pun memulai aba-abanya, ketika bel dinyalakan pertandingan pun dimulai. Rose nampak tenang membaca gerakan lawan. Sementara lawannya langsung menyerang tanpa ampun. Rose pun berhasil mengelak dari serangannya, tapi akhirnya ia terkena pukulan dan terjatuh. Namun, bukan wanita tangguh julukannya jika ia tak bangkit karena dengan cepat ia bangkit. Ia pun merasakan bahwa pukulannya tidak terlalu kuat. "Baiklah kini giliranku.." gumamnya dalam hati.
Rose pun mencari celah dari lawannya dan ketika ia melihatnya ia segera melancarkan tendangan mematikan ajaran Doni hingga lawannya terjatuh. Rose pun tersenyum walau lawannya masih bisa bangkit. Lawannya pun bangkit dengan amarah yg membuat pukulannya semakin tak terarah membuat Rose dengan leluasa melancarkan tinju ke wajahnya hingga ia jatuh K.O. Semua penonton pun terkwjut menyaksikannya.
Lalu wasitpun mengangkat tangan Rose tanda ia memenangkan pertandingan pertama. Seketika penonton riuh dan bersorak karena menemukan pemain baru berbakat. Lalu Rose diberi waktu istirahat 10 menit untuk maju ke pertarungan selanjutnya. "Sial mereka akan menyiksaku malam ini.." umpat Rose kesal.
"Wah nona, selamat anda telah memenangkan pertarungan babak bertama .. tapi masih ada babak selanjutnya .." ucap tuan Guido orang yg pernah menonton pertarungan bersama Rose saat ia pertama kali datang ketempat ini.
"Ya kita lihat saja tuan.." ucap Rose tenang.
"Oh iya setiap kau memenangkannya maka lawannya akan semakin berat.." ucap tuan Guido lalu meninggalkan Rose.
Rose pun tetap tenang dan tak mau terpancing emosi. Kini waktu istirahatnya pun habis dan ia harus kembali ke atas ring. "Baiklah ayo mulai lagi.." gumam Rose menaiki ring.
__ADS_1
Kini lawannya adalah lelaki bertubuh tambun yg pastinya memiliki power yg sangat kuat. Kalau diperhatikan dari gerakannya ia adalah atlit gulat. Rose pun membaca gerakannya ternyata cukup cepat dan membuat Rose harus lebih cepat lagi menghindar. Karena jika ia terkena pukulan ia bisa langsung K.O.
Rose pun melancarkan tendangannya ke arah lawannya namun, ia hanya menahannya dan terdorong berapa centi tanpa terjatuh sama sekali. "Sial ini manusia keras seperti benteng yg kokoh.." umpat Rose dalam hati. Kini ia malah terpojok dan terus menghindar, hingga ia terkena pukulan dan jatuh kesakitan merasakan pukulam yg sangat kuat. Perlahan ia mencoba bangkit dan tetap memfokuskan diri untuk menyusun serangan selanjutnya.