
Benar saja ucapan Alice, keluarga mereka masih sangat lama hingga mereka bisa menghabiskan waktu berduaan. Mereka pun tak menyia-nyiakan waktunya mengingat kesibukan masing-masing. Makan malam keluarga berubah jadi dinnner date untuk mereka. Mereka berdua pun berbincang dan tertawa, mencoba menu baru dan saling menyuapi satu sama lain.
45 Menit kemudian keluarga mereka pun belum tiba juga. Dan dapat dipastikan jalanan sudah macet karena jam pulang kerja. Tapi Alfi dan Sofia justru sangat menikmati dinner date dadakan mereka malam ini.
Hingga Reina dan Kenan tiba lebih dahulu. Dan tampa sengaja terjadi drama saat mereka tiba. Alice yg sangat sibuk dengan melayani pelanggan resto pun mendapat perlakuan tidak baik. Ia digoda oleh pria aneh dan saat Alice menolak pria itu tak terima.
"Nona, kau itu sangat cantik dan mirip model ini.." ucapnya menunjukkan foto Alice saat masih menjadi model.
"Maaf tuan, saya sedang sibuk.. " balas Alice.
"Tidak kau pasti model ini.." ucapnya seraya menarik tangan Alice.
"Maaf tuan, anda sudah tidak sopan.." ucap Alice melepaskan tangannya.
"Cih dasar wanita ja***ang.. model sepertimu juga biasanya sudah macam-macam dengan banyak pria. " ucapnya kesal karena diabaikan.
"Maaf tuan, jika membuat anda tidak nyaman tapi pintu keluarnya ada di ujung sana.." ucap Alice tak terima.
"Dasar ja****ang !! kau harus diberi pelajaran.." ucapnya berusaha menarik tangan Alice dan pegawai lainnya pun berteriak histeris melihat nonanya dianiaya orang tak dikenal.
"Aaaaaa..." teriak si pegawai.
"Tolongg.. tolong.." tambahnya lagi.
Kenan dan Reina yg mendengar itupun, langsung menoleh dan menuju sumber suara. Setelah melihat apa yg terjadi Kenan tersulut emosi dan menarik tangan Alice agar lepas dari cengkraman pria itu.
"Berani sekali kau kurang ajar pada wanita.." ucap Kenan.
"Kak Kenan.. " ucap Alice terkejut karena cengkraman pria itu terlepas.
"Alice kau tak apa?" tanya Kenan.
"Ya.." balas Alice.
"Siapa kau berani menghalangiku?" tanya pria tersebut.
"Siapa aku tak penting tapi tindakanmu benar-benar menjijikan dan membuatku kesal.." ucap Kenan.
"Dasar ba******an gila..! kau minta dihajar rupanya.." ucap pria tersebut.
__ADS_1
Bughh..Bughh..bughhh..
"Dasar pecundang.. " gerutu Kenan setelah memukuli pria tersebut.
"Alice kau tenang saja, habis ini aku akan memanggil polisi dan team SHIELD untuk mengamankan pria gila ini.." ucap Kenan lalu mengambil ponselnya untuk menelpon.
Tim SHIELD pun bergerak dan mengurus pria tersebut. Sementara Reina menenangkan Alice dan membawanya menuju ke ruangan Dina. Dina pun terkejut atas insiden ini. Hingga tak berapa lama polisi datang dan meringkus pria ini bersama semua bukti cctv.
Setelah itu, Kenan dan ibunya menuju ruangan pertemuan. Pintu dibuka dan kedua pasangan tersebut langsung sigap melepaskan pegangan tangan mereka dan menjaga jarak.
"Maaf ya kalian jadi menunggu lama, tadi di jalan macet sekali.." ucap Reina.
"Iya ibu tak masalah.. ayah juga belum tiba.." ucap Sofia.
"Iya Aunty, bahkan kedua orangtuaku juga belum tiba.." ucap Alfi.
"Kalian sudah pesan minum dan sudah habis, artinya kami memang sangat terlambat.." ucap Reina.
"Tidak apa ibu.. mau bagaimana lagi semuanya tak bisa dihindari.." ucap Sofia.
"Baiklah ibu akan pesan minuman sembari menunggu." ucap Reina.
Sementara Sofia menangkap gelagat kesal dari Kenan serta kemejanya yg tampak berantakan tak seperti biasanya.
"Hh.. benar, dibawah ada pria aneh yg menggoda Alice.. jadi aku harus turun tangan karena dia akan memukul Alice.." ucap Kenan.
"Benarkah?? sudah diatasi polisi?" tanya Sofia.
"Sudah, kakak tenang saja.." ucap Kenan.
"Hh padahal ini resto bagus, tapi tak menjamin pelanggannya bagus juga.." ucap Sofia.
"Begitulah Sofia, kita tak pernah tahu sikap setiap orang apalagi hanya melihat pakaiannya.." ucap Reina.
"Ibu benar,.." balas Sofia.
Tiba-tiba ponsel Alfi berbunyi dan panggilan masuk dari ibunya muncul. Seketika Alfi langsung mengangkatnya.
"Hallo bu.." ucap Alfi.
__ADS_1
"Baik-baik, aku akan segera kesana.." ucapnya lagi.
"Ada apa Alfi?" tanya Sofia dan Reina bersamaan.
"Ibuku, ban mobilnya kempes.. aku akan menjemputnya dan segera kemari.." ucap Alfi.
"Oke.. kau jemput Siska sekarang, ayahmu dan suamiku juga masih terjebak macet.." ucap Reina.
"Baik Aunty.. aku pergi dulu" ucap Alfi.
"Sofia, Kenan aku pergi dulu.." ucap Alfi.
"Ya.." balas Sofia dan juga Kenan.
Mereka bertiga pun menunggu dengan sabar di resto tersebut. Hingga beberapa menit kemudian Bima dan Satria pun tiba di resto. Mereka langsung diarahkan menuju ruang pertemuan.
"Maaf kami terlambat .." ucap Satria.
"Iya tak apa.." balas mereka bertiga.
"Kemana Alfi dan ibunya??" tanya Bima tak melihat sosok putra dan juga istrinya.
"Bima apa kau tak melihat ponsel? Alfi sedang menjemput Siska karena ban mobilnya kempes.." ucap Reina.
"Oh Tuhan.. aku terlalu fokus mengemudi.. aku akan menyusul mereka." ucap Bima.
"Eits.. sudah biarkan Alfi yg mengurusnya sekarang kuperintahkan kau untuk duduk dengan tenang menanti mereka.." ucap Satria.
"Baiklah senior." ucap Bima pasrah.
Tak berapa lama Siska dan Alfi pun tiba di resto. Mereka bisa berkumpul bersama pukul 19.00 terlambat 2 jam dari yg seharusnya pukul 17.00.
Mereka pun memesan minuman sembari menunggu makanan dimasak. Lalu mulai membahas masalah pernikahan Sofia dan juga Alfi. Mereka sepakat untuk mengadakan pertunangan seminggu lagi dan pernikahan sebulan kemudian karena kesibukan Alfi yg padat menjelang peresmian jabatannya sebagai pemilik rumah sakit tersebut. Tapi hal tersebut masih dirahasiakan Alfi karena ia ingin memberi kejutan pada ibunya.
Setelah deal dengan kesepakatan mereka, makan malam pun tiba dan mereka makan bersama. Tak ada yg menyangka jika persahabatan para orang tua berubah menjadi keluarga. Anak-anak mereka yg tumbuh bersama tak menyangka akan saling menyukai dan menikah. Kabar gembira ini pun membuat hubungan mereka semakin akrab dan juga bahagia.
Setelah itu, mereka pulang karena mulai larut dan semua sudah mulai merasa lelah. Sofia pun pulang bersama mobil ayahnya, dan Alfi bersama ibunya dan ayahnya. Kenan dan Reina di mobil yg sama seperti saat mereka berangkat.
☘☘☘
__ADS_1
Keesokan harinya Sofia mulai disibukkan dengan fitting baju pertunangan. Mereka memilih konsep warna biru pastel, seragam dengan ornamen dan hiasan pada acara nanti. Sofia pun sudah memilih gaun yg sudah jadi sesuai warna keinginannya dan hanya memperbaiki sizenya. Begitu juga dengan Alfi, mereka tak punya waktu untuk membuat pakaian baru karena waktunya hanya 1 minggu. Mereka juga memesankan pakaian lain untuk anggota keluarga terdekat agar semuanya senada.
Begitu juga dengan persiapan lainnya yg membuat Sofia dan Alfi sibuk. Soal cincin, Alfi bilang ia sudah membelinya dari jauh-jauh hari. Namun yg jadi pertanyaannya apakah itu muat dijari Sofia?? Jawabannya tentu saja muat karena Alfi sudah bertanya pada Kenan yg sering membuatkan aksesoris Sofia yg dapat digunakan untuk bekerja sebagai mata-mata. Sofia pun hanya mengiyakan dan percaya saja pada Alfi padahal ia sendiri cukup khawatir jika cincinnya tidak muat dijarinya. "Semoga saja Alfi tahu ukuran jari manisku.." gumam Sofia dalam hati.