
Berjam-jam perjalanan yg mereka tempuh, membuat keduanya merasa lelah dan hanya bisa tidur sepanjang perjalanan. Dan Dokter pun senantiasa mengecek keadaan kedua wanita hamil tersebut. Tak terasa Sofia dan Nathalie mulai akrab dan saling mengenal satu sama lain.
Hingga mereka tiba di Singapura, Nathalie banyak mengucapkan terimakasih atas bantuan Sofia. Sofia pun hanya merasa itu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama wanita.
"Sofia terimakasih atas semua bantuanmu, tanpamu mungkin aku hanya akan melakukan penantian yg sia-sia.." ucap Nathalie.
"Ya tak masalah, sebagai sesama wanita sudah sepatutnya aku membantumu.." ucap Sofia.
"Senang bisa mengenalmu, seandainya diawal pertemuan kita tidak buruk mungkin aku takkan menyakitimu.. " ucap Nathalie.
"Sudahlah, aku sudah memaafkanmu.. Dan ini kartu namaku, kau bisa menghubungi kantorku jika butuh pengawalan.." ucap Sofia.
"Jadi kau bekerja disini, pantas saja ada banyak pengawal disekitarmu.." ucap Nathalie.
"Ya, tapi rahasiakan ini dari siapapun.. aku hanya tak suka jadi pusat perhatian.." ucap Sofia.
"Tentu.. aku akan merahasiakannya.." ucap Nathalie.
"Baiklah, dari sini aku akan naik taksi saja.." balas Nathalie.
"Sungguh?? orang-orangku siap mengantarmu dengan aman.." ucap Sofia.
"Tidak, aku tak mau merepotkanmu lagi.." ucap Nathalie.
"Kau tak perlu begitu, aku melakukannya karena kau sedang hamil besar.." ucap Sofia.
"Aku tak apa, aku yakin aku kuat.." ucap Nathalie.
"Baiklah, jika begitu.." ucap Sofia.
Lalu tiba-tiba Nathalie merasakan sakit pada perutnya dan kontraksi.
"Akh.." ucapnya merintih.
"Ada apa Nath??" tanya Sofia.
"Perutku sakit sekali dan rasanya seperti kontraksi.." ucap Nathalie.
Dan mulai mengalir darah dari kaki Nathalie.
"Oh tidak aku akan melahirkan.." ucap Nathalie.
"Apa?? secepat ini, bukannya kata dokter minggu depan.." ucap Sofia.
"Kalian panggil dokter dan siapkan mobil kita akan segera ke rumah sakit..!" perintah Sofia dengan cekatan.
"Siap nona.."
Tak lama dokter pun datang dengan berlari..
"Ada apa nona?" tanya seorang dokter.
"Nathalie akan melahirkan.." ucap Sofia.
"Ya Tuhan, benar.. kita harus cepat.." ucap dokter tersebut.
__ADS_1
Mobil pun tiba di hadapan mereka dan langsung membawa Nathalie menuju ke rumah sakit. Nathalie pun hanya bisa menahan rasa sakit yg luar biasa. Dan Sofia masih setia menemaninya.
"Nath bertahanlah.. kau pasti bisa kita sudah hampir sampai.." ucap Sofia dan Nathalie hanya bisa mengangguk. Bulir-bulir air mata dan keringat pun sudah membasahi wajahnya. Dengan telaten sang dokter mengelap keringat Nathalie.
"Nona tenang ya, tarik nafas perlahan.." ucap sang dokter memberi aba-aba dan Nathalie pun menurutinya.
Hingga mereka sampai di rumah sakit, Alfi yg dihubungi anak buah Sofia pun terkejut. Ia takut Sofia yg akan melahirkan karena usia kandungannya masih belum cukup.
"Sayang kenapa kau tak angkat teleponnya??" gumam Alfi panik.
Hingga tibalah mobil SHIELD, dan Alfi langsung menghampirinya.
"Sofiaaaa..." teriak Alfi.
"Aku baik-baik saja sayang.. Nathalie yg akan melahirkan.. " ucap Sofia.
"Syukurlah.." ucap Alfi memeluk Sofia.
"Sekarang ia sudah ditangani, apa kau sudah menghubungi ibunya..?" tanya Sofia.
"Belum, aku akan segera menghubunginya.." ucap Alfi langsung menelpon ibu Nathalie.
Ibu Nathalie pun terkejut karena putrinya melahirkan lebih cepat. Ia pun bergegas menuju ruangan bersalin, dan bertemu dengan Sofia dan Alfi.
"Bagaimana kondisi Nathalie?" tanyanya.
"Dia baik-baik saja nyonya.. dan sudah ditangani.. Lebih baik nyonya menemaninya di dalam, itu saran dari dokter kandungannya.." ucap Sofia.
"Terimakasih kau sudah membawanya tepat waktu.. aku akan ke dalam" ucap ibu Nathalie.
Nathalie mengucap syukur pada Tuhannya, setidaknya ia dikelilingi orang baik dan sadar diwaktu yg tepat. Ia akan bersikap baik pada Alfi dan juga Sofia yg justru membantunya di saat ia butuhkan. Setelah mengunjungi Nathalie, Sofia pun pulang bersama Alfi. Sofia mulai mempelajari bagaimana seorang wanita melahirkan. Ia pun sedang mempersiapkan mentalnya untuk itu.
"Ternyata kelahiran tak bisa diprediksi dengan pasti.." ucap Sofia.
"Ya jadi kau harus selalu siap.." ucap Alfi tersenyum.
"Tentu, aku akan meminta pengawasan anak buahku saat menjelang kelahiran mereka.." ucap Sofia.
"Aku juga akan jadi suami siaga, jangan lupakan itu.." balas Alfi.
"Iya tentu, aku hanya bersiap jika kau sedang tak ada di apartemen." ucap Sofia.
"Iya, aku juga sudah mempersiapnya. " ucap Alfi.
"Benarkah?" tanya Sofia.
"Ya, aku sedang mempersiapkan kamar baby twins.." ucap Alfi.
"Jadi kamar yg kosong itu akan jadi kamar twins?" tanya Sofia.
"Kau benar, nanti kita yg akan menghiasnya sesuai keinginan.." ucap Alfi.
"Oke.. aku akan mulai mencari tahu desainnya.." ucap Sofia.
Dan keesokan harinya mereka mulai mengisi kamar baby mereka. Berbagai furnitur pun berdatangan mulai dari tempat tidur, lemari dan berbagai perlengkapan lainnya. Belum lagi kiriman orang tua Sofia dan Alfi yg mendengar mereka sedang mempersiapkan kamar bayinya dengan semangat berbelanja keperluan bayinya. Tapi mereka juga bingung karena tak tahu jenis kelaminnya.
__ADS_1
"Kita pakai warna netral saja.." usul Reina.
"Kau benar Rei, aku tak sabar untuk bertemu cucu kita.." ucap Siska.
"Dina saat ini pasti tengah sibuk mempersiapkan acara lamaran, habis ini kita ke tempatnya.." ucap Reina.
"Ya.. aku tak menyangka persahabatan kita berubah menjadi keluarga begini.." ucap Siska.
"Iya aku pun tak menyangka anak-anak kita saling menyukai.." ucap Reina.
Selesai berbelanja mereka pun menemui Dina untuk membantu persiapannya. Sementara Alice dan Kenan kini sedang membeli cincin tunangannya.
Kenan pun mengajak Alice untuk ke toko perhiasan terbesar di Mall yg ada di Jakarta. Ia membawa Alice untuk memilih cincin yg disukainya.
"Kak, kita ke toko itu?" tanya Alice.
"Ya.. disana menjual perhiasan yg terkenal.." ucap Kenan santai.
"Bukannya harganya fantastis.." ucap Alice.
"Ya aku rasa sepadan untukmu.. karena aku menganggapmu sepesial.." ucap Kenan.
Blushhh.. wajah Alice pun memerah.
"Kau kenapa?" tanya Kenan.
"Aku tidak apa kak.." ucap Alice.
"Kau tidak sakit kan? apa kita perlu ke dokter?" tanya Kenan.
"Tidak kak, aku tak apa.." ucap Alice.
"Kau yakin?" tanya Kenan.
"Ya.. aku baik-baik saja.." ucap Alice.
"Oke, mari kita kesana.." ucap Kenan.
Disana pemilik tokonya langsung yg melayani mereka. Dan Kenan meminta semua cincin terbaik untuk diperlihatkan pada Alice.
"Kau pilih yg mana yg kau sukai.." ucap Kenan.
"Baiklah, aku lihat-lihat dulu.." ucap Alice.
Setelah melihat dengan seksama, Alice memilih cincin indah yg elegant dan tak banyak desain. Tapi berliannya cukup membuat mata orang-orang terkesima.
"Pilihan yg tepat nona.. simple dan Elegant.." ucap pemilik toko.
"Baiklah, kita pesan yg ini.. dan ukur sesuai jari kami.." ucap Kenan setelah Alice memilih cincin couple tersebut.
"Terimakasih kak, aku senang sekali.." ucap Alice.
"Ya.. apapun yg terbaik untukmu.." ucap Kenan membuat para wanita yg berada disana iri. Karena selain cincin yg dibeli mahal tapi Kenan juga terlihat sangat tampan membuat mereka betah berlama-lama ada disana.
Setelah itu, mereka langsung pulang ke rumah Alice karena Kenan masih ada pekerjaan yg harus diselesaikan.
__ADS_1